
Kini Zahra sudah berada di rumah sakit setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit. dokter dan suster yang berada di sana langsung membawa Zahra ke ruang bersalin.
"Selamatkan istri dan anak saya!" teriak Alexander kepada suster dan dokter yang bertugas di sana.
"Baik Tuan kami akan berusaha melakukan yang terbaik kepada nona Zahra sahut sang dokter sambil berusaha mengembangkan senyumnya menatap Alexander dan tatapan arti.
Beberapa menit kemudian, suster keluar menghampiri Alexander "Dengan Tuan Alexander? tanya salah satu suster yang ikut bertugas menangani Zahra
" Ia suster saya." jawab Alexander
"Silahkan masuk pak..... istri anda menginginkan anda berada disampingnya selama persalinan berlangsung." kata suster itu kepada Alexander
"Baik sus...." jawab Alexander
Alexander langsung mengikuti suster masuk ke ruang bersalin. Ia tidak ingin membiarkan istrinya berjuang sendiri. Suara jeritan kamu Zahra menusuk jantung hati Alexander. iya berusaha untuk tetap menenangkan Zahra, menyemangatinya kalau Zahra pasti mampu melewati semuanya. Dan Zahra kuat dalam menjalani proses persalinan.
__ADS_1
Diruang bersalin, Tampak Zahra merintih kesakitan. "Mas ......sakit." jerit Zahra membuat hati Alexander bagai tersayat pisau tajam. Karna Alexander tidak tega melihat istrinya kesakitan. Tetapi Alexander tidak bisa berbuat apa apa. Ia hanya berharap kalau Zahra dan bayinya sehat dan proses persalinannya lancar tanpa kendala apapun.
Dokter meriksa posisi bayi Zahra. Yang ternyata Zahra sudah pembukaan sempurna.
"Wah pembukaannya sudah sempurna kita akan segera lakukan persalinan segera persiapkan semua." perintah dokter kepada perawat yang ikut membantu proses persalinan Zahra. Dokter memandu Zahra untuk mengejan sewaktu ada reaksi bayi ingin keluar.
"Ayo nyonya ejan terus satu......dua.....tiga"
Zahra dipandu oleh dokter untuk mengejan. Tapi belum juga berhasil. Hal itu membuat Zahra kekurangan tenaga. "Ayo sayang kamu pasti bisa kamu wanitaku yang paling kuat dan mami the best buat putra putri kita." kata Alexander untuk menyemangati Zahra sambil mengecup kening Zahra
Zahra melakukan instruksi dari dokter dan suster. Akhirnya perjuangan Morina tidak sia sia. "Oek.... oek ....oek " tangis bayi laki laki terdengar jelas ditelinga Zahra membuat Zahra sangat bahagia akan kehadiran putranya. "Selamat ya pak, bayi anda laki laki." kata dokter memberitahu kalau bayi Zahra berjenis kelamin laki laki.
"Trimakasih dokter, trimakasih suster.....kalian sudah membantu persalinan istri saya." kata Alexander berterimakasih kepada suster dan dokter yang menangani Zahra.
"Sama sama pak....ini Sudah tugas kami kok."kata Dokter Eka yang menangani persalinan Zahra. setelah membereskan persalinan saatnya Zahra dipindahkan keruang rawat inap VIP yang berada dirumah sakit.
__ADS_1
"Sayang..... trimakasih kamu sudah memberikan kado terindah buat mas." ucap Alexander sambil mengecup kening Zahra
"Sama sama mas. Sahut Zahra menatap suaminya dengan tatapan pencinta. sementara di tempat lain terlihat kedua orang tua Zahra sudah bergegas ingin segera berangkat ke rumah sakit setelah mendapatkan sambungan telepon seluler dari Alexander Kalau acara saat ini sudah melahirkan bayi laki-laki.
Hal itu membuat kedua orang tua Zahra merasa bahagia. Ketika Alexander mengatakan kalau Zahra dan bayinya sehat. Alexander juga tidak lupa mengabari Santika Diandra. Kalau Zahra sudah melahirkan. mendengar kabar Kalau kakak ipar sekaligus sahabatnya itu sudah melakukan persalinan Santika Diandra merasa bahagia.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman emak
__ADS_1