MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB 33. TRIMAKASIH SUDAH MENJAGA KU


__ADS_3

Arya Wiguna memilih untuk tidur kembali dan membiarkan Santika memeluk dirinya dengan erat. Ia menatap wajah polos Santika yang begitu cantik dan menarik perhatiannya. Sesekali Arya Wiguna mengelus wajah cantik itu. Ia seolah tidak ingin mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Santika.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Hingga sinar mentari masuk melalui celah-celah gorden kamar yang ditempati oleh Arya Wiguna, bersama Santika Diandra.


Santika Diandra bergeliat. Ia terhenyak kalau dirinya tidur satu ranjang yang sama dengan Arya Wiguna


"Mas kok ada di sini? Santika berusaha membangunkan Arya Wiguna. "Kan kamu sendiri yang janji kepada khanza kalau kita tidur bertiga di sini.


"Lalu Khanza di mana?


"Sudah bangun pergi bersama mami.


"Apa terjadi sesuatu diantara Kita tadi malam? Arya Wiguna mengembangkan senyumnya. "Kamu ini gimana sih? kamu lihat dong pakaian kamu masih tetap utuh atau tidak? Santika melihat tubuhnya, yang masih dilengkapi dengan pakaian yang sama sebelum ia tidur bersama Khanza dan juga Arya Wiguna.


"Terima kasih Mas, kamu telah menjagaku." ucap Santika berterima kasih kepada Arya Wiguna. "Aku bukan lelaki seperti yang kamu pikirkan. Bagiku haram menyentuh wanita jika wanita itu sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa terhadapku. Apalagi melakukannya karena unsur terpaksa itu bukan tipe ku." sahut Arya Wiguna sambil mengembangkan senyumnya.


Tidak munafik, Arya Wiguna sempat ingin lepas kendali. Tetapi ia ingat kalau hubungan diantara mereka belum ada kejelasan apa-apa. Santika mulai percaya kepada Arya Wiguna, kalau Arya Wiguna mampu menjaganya dan benar-benar ingin menikahinya. Santika Diandra sedikit terenyuh melihat Arya Wiguna yang memegang teguh janjinya kepada Santika. Kalau Arya Wiguna tidak akan berbuat apa-apa terhadapnya malam itu.


Santika memberanikan diri mengecup bibir manis Arya Wiguna. "Terima kasih Mas dudaku sayang, kamu sudah menjagaku." ucap Santika Diandra sambil mengembangkan senyumnya.


"lagi dong, kok sekilas doang?" Arya Wiguna menginginkan kecupan lagi dari Santika.


"Ah bodoh, malu!" sahut Santika sambil berlalu masuk ke kamar mandi. Sementara Arya Wiguna merasa bahagia dan tertawa cengengesan melihat tingkah Santika yang malu-malu terhadapnya.


"Terima kasih juga gadis kecil yang sudah hadir di kehidupan ku membutakan hidup Ku semakin berwarna." gumam Arya Wiguna di dalam hati sembari terus memperhatikan Santika masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Arya Wiguna keluar dari kamar miliknya, menghampiri salah satu asisten rumah tangga. "Bi Tolong persiapkan baju ganti untuk Santika." ujar Arya Wiguna.


" Papi...... Papi...., mami sudah bangun belum? "Sudah dong Sayang, sekarang Mami kamu sedang mandi. Kenapa sih main tinggalin Papi dan Mami begitu saja tanpa membangunkan Mami dan Papi?" tanya Arya Wiguna penuh selidik


Khanza Aulia hanya tertawa cengengesan, lalu menutup mulut, karena Khanza hampir saja membongkar rahasianya bersama Nyonya Rosalinda, yang mengatur skenario agar Arya Wiguna dan Santika tidur bersama di kamar yang sama.


"Mom, hari ini Mami ke kantor tidak?


"Iya sayang, ada pekerjaan penting yang harus kami kerjakan di kantor. Soalnya Om Alexander belum pulang dari Singapura. biasanya Om Alexander yang menghandle perusahaan milik keluarga mami." sahut Santika Diandra sambil mengembangkan senyumnya.


"Yey..., Tidak asik dong. Itu berarti Khanza tidur sendiri lagi deh. "Mom kapan sih mami selamanya tinggal di sini? Khanza kembali menanyakan hal yang sama kepada Santika. Santika hanya menatap Khanza Aulia dengan tatapan penuh kasih sayang.


"Jika Allah berkehendak, Mami akan tetap tinggal di sini. Tetapi jika Allah berkata tidak, maka Mami mungkin hanya sesekali melihat Khanza ke sini dan bermain dengan Khanza." sahut Santika.


Khanza Aulia langsung terdiam, Ya ada raut kesedihan di wajahnya. "Eh eh eh Jangan sedih seperti itu, yang penting sekarang kamu harus berdoa supaya Mami kamu tetap tinggal di sini bersama kita." ujar Nyonya Rosalinda sambil mengelus rambut cucunya.


"Kita perlu bicara Mas!" bisik Santika Diandra tepat di telinga Arya Wiguna.


Arya menganggukkan kepalanya. Ia berniat ingin menghantarkan Santika langsung ke kantor Glamour Company. "Kita berangkat bareng saja ke kantor. Setelah menghantarkan Khanza ke sekolah, mas akan mengantarmu ke kantor." ucap Arya Wiguna.


"Tapi bagaimana dengan mobilku Mas? "Mobil kamu tidak akan hilang di sini. Ada petugas keamanan yang menjaga.


"Bukan begitu maksudku Mas."


"Jadi apalagi Santika yang menjadi alasanmu untuk menolak Ku menghantarkan kamu ke kantor.


Santika hanya menggelengkan kepalanya melihat Arya Wiguna yang ngotot, ingin sekali menghantarkan Santika ke kantor Glamour Company."Papi sama anak sama saja main paksa." gumamnya dalam hati tetapi masih bisa didengar Arya Wiguna.

__ADS_1


"Bukan karena menolak Arya Wiguna menghantarkan Santika ke kantor Glamour Company. Tetapi ia tidak ingin menjadi bahan gosip di kantor. Baru saja ditinggalkan di kelas sudah mendapat pengganti lagi.Itu artinya Santika yang berselingkuh bukan Nicholas. Anggapan itu yang ditakutkan oleh Santika.


Santika memilih untuk mengalah. Ia pun akhirnya berangkat ke kantor. Tetapi terlebih dahulu menghantarkan Khanza Aulia ke sekolahnya. Rona bahagia di wajah Aulia ketika Santika ikut menghantarkannya ke sekolah.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit kemudian, mereka tiba di sekolah internasional tempat Khanza Aulia menuntut ilmu. Terlihat Santika turun dari mobil lalu menggendong tubuh Khanza Aulia keluar dari mobil milik Arya Wiguna.


Khanza meminta Santika dan Arya Wiguna menghantarkannya ke dalam kelas. Bukan tidak memiliki alasan Khanza meminta Santika dan Arya Wiguna menghantarkannya ke kelasnya.


Santika dan Arya Wiguna menuruti permintaan putrinya. Ketika mereka sudah tiba di ruang kelas. Khanza Aulia langsung bersorak meminta kepada teman-temannya untuk berkenalan kepada Santika dan juga Papinya. Yang mana selama ini teman-temannya mengejek Khanza yang tidak memiliki mami.


"Hai teman-teman, aku datang!" kalian tahu tidak? aku datang dihantarkan mamiku loh." ucap Khanza Aulia memperkenalkan Santika kepada teman-temannya kalau Santika merupakan maminya.


"Wow cantik sekali Mami kamu Khanza." Puji salah satu anak yang datang menghampiri Khanza.


" Tapi aku tidak yakin kalau itu maminya Khanza." sahut temannya yang satu lagi yang sering jahil kepada Khanza.


"Mom, lihat mereka tidak percaya kalau Mami itu mamiku." Khanza mengadu kepada Santika Diandra. Santika Diandra mengembangkan senyumnya, lalu meraih tubuh Khanza Aulia kepelukannya.


"Jangan menangis sayang, kamu Putri mami dan mami ini Mami kamu. Tidak perlu peduli omongan orang lain. Jika kata hatimu mengatakan Kalau Mami itu, Mami kamu." ucap Santika Diandra sambil mengelus rambut indah Khanza Aulia.


Melihat interaksi antara Santika dan juga Khanza, Arya Wiguna mengembangkan senyumnya senyum bahagia. "Seandainya ini memang benar, Mungkin putriku akan bahagia sekali." gumam Arya Wiguna dalam hati.


BERSAMBUNG......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN


__ADS_2