MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB 37. TANGIS SANTIKA PECAH


__ADS_3

Ketika pak Roberto meminta kepada bagian keuangan yang bekerja di perusahaan milik Pak Roberto untuk membayar hutang hutang perusahaan miliknya pak Roberto bertanya kepada salah satu asistennya Siapa pembeli saham perusahaan miliknya sebesar 45%.


" Dan asisten pak Roberto yang bekerja di perusahaan milik pak Roberto memberitahu siapa pembeli saham miliknya membuat Pak Roberto terhenyak. Apalagi Santika Diandra Mahendra membeli saham di atas harga yang mereka berikan. Membuat Pak Roberto merasa bersyukur karena yang membeli saham perusahaannya merupakan putri dari sahabatnya.


"Alhamdulillah ternyata Santika Diandra Mahendra yang membeli saham milikku. Jika suatu ketika aku tidak mampu membangkitkan perusahaan ini, setidaknya perusahaan yang dimodali oleh Mahendra jatuh ke tangan putrinya sendiri." gumam Pak Roberto dalam hati karena ketika Pak Roberto memulai perusahaan miliknya.


Penyandang dana modal Pak Roberto ternyata Tuan Mahendra. Sehingga Pak Roberto merasa sedikit lega karena yang membeli saham perusahaan miliknya Santika Diandra Mahendra. Putri dari sahabatnya sendiri pemberi modal mendirikan perusahaan yang dipimpin oleh Pak Roberto.


"Ada apa Pak? Kenapa Pak Roberto tersenyum Ketika saya mengatakan kalau Santika Diandra Mahendra yang membeli saham perusahaan kita?" tanya asisten Pak Roberto penasaran. Santika Diandra Mahendra itu putri dari sahabatku, yang memberikan modal kepadaku ketika aku ingin memulai membuka perusahaan ini." ucap pak Roberto kepada asistennya dibalas anggukan dari sang asisten.


****


Dua hari sudah berlalu setelah pertemuan Alexander dengan Arya Wiguna. Terlihat Arya Wiguna sangat gelisah. Apalagi Khanza Sang Putri ingin sekali bertemu dengan Santika.


"Papi, khanza ingin bertemu dengan mami. Khanza sangat merindukan mami. Bawakan Khanza bertemu dengan mami." Mohon Khanza Aulia yang tidak dapat dijawab oleh Arya Wiguna.


"Mami kamu sedang sibuk Sayang! mami ada pekerjaan penting yang harus segera diselesaikan hari ini." sahut Arya Wiguna berharap Khanza memahami situasi saat ini. tetapi sepertinya Khanza tidak memahami. dan terus merengek ingin bertemu dengan Santika Diandra.


Terlihat Santika Diandra keluar dari kantor glamour Company setelah pukul18.00 wib. Ia tidak menyadari Arya Wiguna di sana bersama Kanza Aulia. Ketika Santika berniat membuka mobil Lamborghini miliknya, suara Khanza Aulia terdengar jelas di telinganya.


"Mami......!teriak Khanza Aulia sambil berlari ingin memeluk Santika Diandra. merasa mendengar suara Khanza, Santika melihat kearah suara yang memanggil dirinya. Tiba-tiba motor melaju kencang ketika Khanza Aulia berniat menghampiri Santika. "Awas sayang....! teriak Santika yang melihat motor melaju kencang ke arah Khanza Aulia.

__ADS_1


Tetapi tidak dapat terhindar lagi, hingga tubuh Khanza terhempas sejauh satu meter . membuat Santika Diandra langsung berteriak menangis histeris Melihat putri kesayangannya sudah tergeletak bersimbah darah.


Arya Wiguna langsung menghampiri putrinya. "Khanza sayang ..... Khanza Sayang bangun!" teriak Santika Diandra sambil terus memeluk Khanza Aulia. Terlihat Darah segar keluar dari kening Khanza Aulia. Membuat Santika Diandra merasa khawatir akan kondisi Khanza Aulia.


Santika meminta Arya Wiguna agar segera membawakannya ke rumah sakit yang lokasinya tidak jauh dari kantor Glamour Company. Sementara Alexander yang menyaksikan kejadian itu dari kejauhan langsung berlari menghampiri ketiganya.


" Apa yang terjadi? Mengapa sampai seperti ini? tanya Alexander kepada Santika Diandra dan juga Arya Wiguna. Santika sama sekali tidak menjawab dan meminta Arya Wiguna agar segera membawa Khanza Aulia ke rumah sakit.


Nanti saja bicaranya. lebih baik sekarang kita bawa Khanza ke rumah sakit." ucap Santika panik sambil terus menangis sesunggukan melihat putri kesayangannya yang tertabrak motor yang melaju kencang.


Tampak Alexander kembali ke ruang kerjanya dan meminta kepada petugas keamanan untuk memeriksa CCTV yang mengarah ke lobi dan parkiran mobil kantor Glamour company. Alexander ingin mengetahui siapa pelaku tabrak lari itu dan apa motifnya.


Ketika petugas keamanan sudah melihat nomor polisi yang menabrak Khanza Aulia, Alexander meminta kepada asistennya untuk mencari tahu siapa pemilik motor yang menabrak Khanza Aulia. Dan meminta bantuan kepada dinas Kepolisian untuk mencari tahu pelaku tabrak lari itu.


Dokter berlari menghampiri Arya Wiguna ketika mendengar suara terikan Arya. "Selamatkan putri saya! tolong dokter aku sangat menyayanginya." mohon Santika Diandra sambel menakup dua tangannya di dada memohon kepada dokter yang bertugas di sana agar menyelamatkan Khanza Aulia.


"Baik nona, kami akan berusaha semaksimal mungkin. Kami mohon Tuan dan nona keluar terlebih dahulu, agar kami dapat melakukan tugas kami dengan maksimal." mohon dokter itu kepada Santika Diandra dan juga Arya Wiguna. Agar mempercayakan Khanza Aulia mereka tangani.


"Mas Mengapa bisa seperti ini? dan Sejak kapan kalian berada di sana? Mengapa mas tidak menghubungiku terlebih dahulu tangis Santika Diandra menyesali kejadian yang menimpa Khanza Aulia.


Khanza ingin sekali bertemu dengan kamu. Ia datang ke kantor dan memohon kepada Mas agar mas menghantarkannya bertemu dengan kamu. Hingga Mas pun tidak bisa menolak dan mas menghantarkannya ke Kantor Glamour company.

__ADS_1


Karena mas mengetahui kamu pasti masih berada di kantor. Tetapi ketika Khanza melihat kamu ingin naik ke dalam mobil, sehingga dirinya tidak sabar menungguku Dan langsung berlari menghampirimu. Karna takut kamu keburu pergi." ucap Arya Wiguna memberitahu Mengapa mereka berada di komplek kantor Glamour Company.


Santika terus menangis memohon kepada sang pencipta agar Khanza Aulia dapat pulih kembali. Sekitar lima belas menit kemudian, dokter keluar. Santika langsung menghampiri dokter yang menangani khanza Aulia. "Bagaimana keadaan putriku? apa dia baik-baik saja dokter?" tanya Santika berharap kalau Khanza Aulia tidak terlalu parah.


"Alhamdulillah untung saja segera dibawa kerumah sakit. lukanya di kepalanya sudah kami jahit dan syukur kepalanya tidak mengenai benturan yang cukup keras sehingga Khanza Aulia baik-baik saja.


Tetapi kami harus menjahit bagian pelipisnya dan bagian kepala atas telinga. Karena lukanya lumayan dalam." ucap dokter itu memberitahu kondisi Khanza Aulia kepada Santika Diandra dan Arya Wiguna.


" Apakah saya bisa melihat putri saya dokter?" tanya Santika yang sudah tidak sabar ingin melihat kondisi putrinya. "Maaf Nona, biarkan pasien istirahat terlebih dahulu. Dan sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Karena pasien harus dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.


Agar kami dapat memantau dan memberikan perawatan yang intensif. Siapa tahu ada benturan di kepalanya." sahut dokter itu memberikan pengertian kepada Santika Diandra dan Arya Wiguna.


Santika mengangguk paham. lalu ia menatap Arya Wiguna dengan Tatapan yang sulit diartikan. Santika Diandra merasa bersalah akan apa yang terjadi kepada putrinya. Jika ia dengan cepat datang menghampiri


Khanza Aulia maka kejadian itu tidak akan terjadi. Santika Diandra merutuki dirinya sendiri. Dan meminta maaf kepada Arya Wiguna.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓

__ADS_1


JANGAN LUPA ,MAMPIR KEKARYA BARU MORATA YANG BERJUDUL "CONTRAC WEDDING 30 DAY'S WITH CEO



__ADS_2