
Santika Diandra sangat terkejut ketika Alexander memberitahu kalau Aulia membutuhkan golongan darah yang sama dengannya.Yang kebetulan golongan darah Aulia sama dengan golongan darah Santika Diandra.
Santika Diandra langsung menghampiri seorang suster yang kebetulan bertugas di sana, meminta untuk memeriksa kondisi kesehatannya, layak tidaknya Santika Diandra mendonorkan darah kepada putrinya. Berharap putrinya dapat diselamatkan.
" Suster periksa darah saya, golongan darah saya sama dengan putri saya Aulia. Jadi ambil darah saya agar putri saya dapat kalian selamatkan." ucap Santika Diandra kepada suster yang bertugas disana.
Suster itu mengembangkan senyumnya lalu memeriksa golongan darah yang dimiliki oleh Santika Diandra Setelah melakukan pemeriksaan yang kebetulan golongan darah Santika Diandra dan Aulia memang benar-benar sama dan Santika layak untuk mendonorkan darahnya kepada Aulia.
"Ambil darah saya untuk putri saya. selamatkan putri saya. Jangan sampai dia kenapa-kenapa. Saya tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya." mohon Santika Diandra kepada suster yang bertugas di sana.
Suster itu mengambil darah dari Santika Diandra. Terlihat Suster itu pun langsung berlalu masuk ke ruang operasi membawa kantong darah yang sudah ia ambil dari tubuh Santika Diandra. Tampak dokter yang bertugas disana menangani Aulia pun bernapas lega. Karena setidaknya mereka mendapatkan pertolongan pertama dengan menggunakan darah yang mengalir di tubuh Aulia adalah darah Santika Diandra.
Selama beberapa jam melakukan tindakan operasi, tampak Santika Diandra, Arya Wiguna dan Alexander sudah gelisah di depan ruang operasi lampu yang ada di depan ruang operasi itu tak kunjung mati. Padahal sudah 3 jam lamanya, Aulia ditangani diruang operasi.
" Ya Allah selamatkanlah putriku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya." doa Santika Diandra sambil terisak. Arya Wiguna meraih tubuh istrinya kepelukannya.
" Mengapa ini bisa terjadi Mas? Mengapa
cobaan bertubi-tubi datang ke pada kita." tanya Santika Diandra kepada Arya Wiguna membuat Arya Wiguna pun tidak tega mendengar suara tangis istrinya. Bahkan mata Santika Diandra sudah terlihat sembab. Karena terus menangis semenjak Santika Diandra mengetahui seseorang mencuri putrinya Aulia.
Beberapa menit kemudian, lampu ruang operasi pun mati. itu pertanda operasi telah usai dilakukan tiga dokter ahli sekaligus menangani operasi yang dijalani oleh Aulia, keluar. Membuat Alexander dan Arya Wiguna langsung berhamburan menghampiri para dokter ahli itu.
__ADS_1
Berharap tugas mereka berhasil mereka lakukan. "Bagaimana dokter dengan kondisi putri say?" tanya Arya Wiguna sangat khawatir. Jantungnya sudah tidak stabil seolah dirinya tidak mampu mendengar kabar terburuk dari putrinya.
Salah satu dokter itu pun menjawab.
" Puji Tuhan operasinya berhasil dilakukan. walaupun Awalnya kami sedikit kewalahan untuk melakukan tindakan operasi itu. Karena tiba-tiba saja kondisi Aulia drop dan membuat denyut jantung Aulia sempat melemah.
Membuat kami semakin khawatir saat itu. tetapi Puji Tuhan, sepertinya Tuhan masih menginginkan gadis kecil itu untuk tetap hidup bersama kedua orang tuanya. Yang begitu menyayanginya." ucap salah satu dokter ahli yang menangani Aulia disana.
"Terima kasih banyak dokter, kalian sudah menyelamatkan putriku." ucap Arya Wiguna kepada dokter itu. Dokter itu mengembangkan senyumnya menatap Arya Wiguna dan Alexander..
"Seharusnya kalian berterima kasih kepada seseorang yang mendonorkan darahnya kepada putri anda. Karena jika terlambat darah yang akan dinonorkan kepada Aulia, entah apa yang akan terjadi kepada Aulia." ucap dokter itu meminta kepada Arya Wiguna untuk berterima kasih kepada seseorang yang bersedia mendonorkan darahnya.
Arya Wiguna semakin mengeratkan pelukannya kepada Santika Diandra. "Kau istriku, Mami satu-satunya milik Aulia darahmu sudah mengalir di tubuh Aulia. Mas sangat berterima kasih kepadamu Sayang." ucap Arya Wiguna kepada Santika Diandra sambil memberikan kecupan hangat di wajah cantik Santika.
Arya Wiguna dan Santika Diandra sudah tidak sabar lagi ingin langsung bertemu dengan Putri mereka Aulia. Tetapi suster yang bertugas di sana belum memberikan izin kepada mereka untuk melihat kondisi Aulia saat ini. Karena kondisi Aulia belum benar stabil.
"Tolong izinkan kami bertemu dengan putri kami." mohon Arya Wiguna dan Santika Diandra kepada suster yang bertugas di sana Tetapi Suster itu tetap kekeh tidak memberikan izin kepada mereka. Tunggu sampai pasien dipindahkan ke ruang rawat inap, maka Tuan dan nyonya bisa melihatnya disana.
Kami sudah mempersiapkan ruang rawat inap untuk Putri Anda." ucap Suster itu sambil berlalu meninggalkan Arya Wiguna dengan Santika disana. Lalu menghampiri Aulia. "Kamu bantu saya mendorong tubuh gadis cantik ini." ucap salah satu suster kepada suster lain, agar Aulia dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP.
Terlihat tubuh Aulia sudah didorong oleh para suster yang bertugas di sana dengan menggunakan branker. Suster itu pun meminta kepada Arya Wiguna, Santika Diandra untuk mengikuti mereka ke ruang rawat inap. Setelah tiba di ruang rawat inap tampak suster membenahi segalanya agar Aulia merasa nyaman dalam menjalani pengobatan di rumah sakit itu.
__ADS_1
"Sayang maafkan mami. Maafkan Mami yang meninggalkan kamu disini demi kebahagiaan Mami, Kamu Mami tinggalkan." ucap Santika Diandra merasa bersalah kepada Aulia. "Jangan berbicara seperti itu sayang, semua ini sudah diatur oleh Allah. Dasar memang wanita itu wanita brengsek, berhati iblis. mampu menyakiti anak-anak. Keponakannya sendiri. Hanya untuk meraih impiannya.
"Itu namanya bukan cinta. Tetapi itu obsesi, Hal itulah yang membuat mas tidak menyukai sosok Serensa. Santika Diandra dan Arya Wiguna Begitu juga dengan Alexander dengan setia menunggu Aulia tersadar dari tidurnya. Tetapi Aulia tak kunjung sadar.
Alexander teringat istrinya saat ini sedang hamil, akhirnya berpamitan kepada Arya Wiguna dan Santika Diandra untuk segera kembali ke rumah. "Maaf saya harus segera kembali ke rumah. Karena Zahra pasti menunggu. Kebetulan saat ini Zahra sedang hamil." ucap Alexander yang mampu membuat Santika Diandra terhenyak.
"Apa kak?
" Zahra saat ini sedang hamil?
"Kakak tidak berbohong kan?" ucap Santika Diandra kepada Alexander yang tidak percaya begitu saja kalau Zahra saat ini sedang hamil. "Iya ngapain Kakak bohong. Kakak ipar kamu sedang hamil sekarang. Sepertinya kakak ipar kamu membutuhkan Kakak di sana." ucap Alexander sambil berpamitan kepada Arya Wiguna dan Santika Diandra untuk meninggalkan ketiganya di ruang rawat inap Aulia.
Sepeninggalan Alexander Santika Diandra terus menangis sesungguhkan melihat Aulia yang tak kunjung sadar. Mas Sampai kapan Putri kita agar sadar dan bangun kembali? aku ingin mendengar celotehannya. Sudah lama rasanya tidak mendengar celotehan putriku." ucap Santika Diandra karena memang benar, Santika Diandra melakukan perjalanan bulan madu sehingga mereka jarang berkomunikasi dengan Aulia. Apalagi setelah penculikan yang dilakukan Serensa membuat mereka pun tidak berkomunikasi sama sekali
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali yuk mampir ke karya teman emak
__ADS_1