
"Selamat siang Tuan." sapa salah satu manajer yang bekerja di Wiguna company. Tidak ada sahutan dari Arya Wiguna membuat Santika Diandra menggelengkan kepalanya melihat Arya Wiguna masuk, tanpa bertegur sapa dengan para karyawan yang menegurnya.
Tak ada satupun, yang berani menatap Arya Wiguna. Setiap karyawan yang ia lewati pasti akan tunduk. Seolah ada rasa takut kepada Arya Wiguna. "Ini orang tidak ada senyum senyumnya walaupun orang menyapanya." gumam Santika sambil terus mengikuti langkah Arya masuk ke ruang kerjanya.
"Oh....jadi kantor ini milik kamu?" tanya Santika kepada Arya sambil mendudukkan bokongnya di atas sofa yang ada diruang kerja Arya. "Siapa suruh kamu duduk disitu?" bentak Arya membuat Santika langsung tersentak.
"Eh, bisa pelan ngak bicaranya? kamu pikir saya jongos kamu Sehingga sesuka hatimu Membentak saya? hah! teriak Santika yang tidak terima mendapat bentakan dari sosok laki laki yang baru ia kenal.
Belum sempat Arya menjawab Santika, suara deringan ponsel milik Arya Wiguna terdengar jelas di telinganya. Arya melihat nomor ponsel milik salah satu guru Khanza Aulia yang yang menghubungi dirinya.
"Hello selamat pagi menjelang siang." Sapa Arya Wiguna dalam sambungan telepon selulernya.
"Dengan Tuan Arya Wiguna orang tua dari Khanza Aulia? tanya salah satu guru TK Khanza Aulia.
"Iya saya Arya Wiguna Papi dari Khanza Aulia. ada yang dapat saya bantu?
"Begini Tuan, Apakah anda memiliki waktu sebentar saja datang ke sekolah?
"Memangnya ada apa?
"Khanza Aulia bertengkar dengan teman satu kelasnya. Hingga teman satu kelasnya itu terluka dan saat ini orang tua temannya mengadu dan meminta pertanggungjawaban orang tua dari Khanza Aulia. ucap salah satu guru yang mengajar di sekolah Khanza Aulia.
"Hal itu sontak membuat Arya Wiguna menjadi sangat emosi. "Ikut saya!" Pekik Arya Wiguna meminta kepada Santika agar segera mengikuti dirinya ke sekolah tempat Khansa Aulia berada.
Dengan penuh emosi, Arya Wiguna masuk ke dalam mobil diikuti oleh Santika Diandra. sebelumnya Arya sudah meminta sang sopir untuk mempersiapkan mobilnya. Setelah Santika dan Arya berada di dalam mobil sang sopir langsung melajukan mobil ke arah jalan raya menuju sekolah Khanza.
__ADS_1
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, mereka tiba di sana. Dengan langkah terburu-buru Arya masuk ke ruang Kepala sekolah. Dimana saat ini Khanza Aulia sedang di interogasi oleh pihak sekolah karena sudah membuat keributan bersama teman satu kelasnya.
"Ada apa ini? tanya Arya Wiguna penuh dengan selidik sambil menatap Khanza Aulia dengan tatapan tajam. Khanza Aulia Langsung menangis sesungguhkan mendapat Tatapan yang kurang bersahabat dari papinya. Khanza belum melihat sosok Santika Diandra di sana. Karena Santika memilih menunggu di luar.
"Katakan kenapa kamu mencari masalah kepada teman kamu? apalagi sampai terluka seperti itu? apa Papi pernah mengajarkanmu seperti itu? tanya Arya Wiguna mencoba untuk menahan emosinya.
"Dia ngata-ngatain Khanza tidak memiliki mami. katanya Mami tidak ada karena Khanza bandel. Padahal Mami saja sudah berada di surga. Khanza kesal sehingga Khanza memukulnya. Tetapi ketika Khanza pemukulnya, dia membalas dan aku balas kembali hingga Dia terluka." Khanza tidak terima olok oleh temannya tidak memiliki mami." Suatu saat Khanza pasti memiliki mami. Tangis Khanza sambil menangis sesungguhkan.
Arya Wiguna langsung terdiam ketika putrinya mengatakan, Kalau teman satu kelasnya itu mengejeknya karena tidak memiliki seorang ibu. Apalagi setiap hari yang mengantarkan selalu pak sopir. tidak pernah teman Khanza melihat sosok wanita ataupun Arya mengantarkan Khanza sampai ke dalam kelas. Arya Wiguna merasa bersalah mendengar penjelasan dari putrinya.
Arya yang notabennya seorang duda Arogant, kali ini merendahkan dirinya Karena putrinya melakukan kesalahan kepada teman satu kelasnya."Maafkan putri saya bu, Saya akan bertanggung jawab akan apa yang dilakukann anak saya dan kepada anak ibu."ucap Arya Wiguna kepada salah satu orang tua ?murid. yang bermasalah kepada Khanza.
"Makanya ajari putrinya untuk tidak bertingkah kasar. Saya heran Siapa yang mendidiknya, sehingga dia bersikap kasar dan Arogant." Celetuk Ibu pemilik anak yang bermasalah kepada Kanza Aulia.
"Saya sudah merendahkan diri saya meminta maaf kepada ibu. Tetapi jangan pernah memvonis Siapa yang mendidik putri saya. karena tidak akan ada hujan jika tidak ada angin. Putriku tidak akan membuat masalah kepadaku Putri anda. Jika putri anda tidak mengusiknya sama seperti ibu yang mengusik kehidupan pribadi putri saya dan keluarga saya." ucap Arya Wiguna.
"Anak sama ibu sama saja." ucap Arya Wiguna sambil membawa Kanza Aulia keluar dari ruang Kepala sekolah. Sang kepala sekolah menggelengkan kepalanya menatap kepergian Arya Wiguna bersama putrinya.
"Lain kali jangan membuat Papi malu. "Mengapa kamu sampai berantem seperti ini? Arya Wiguna kembali bertanya kepada putrinya. Khansa Aulia Langsung menangis sesungguhkan. Khanza sudah bilang tadi Kalau Khansa diejek tidak memiliki mami. mana Mami untuk Kanza Pi?
Dari dulu papi berjanji membawa Mami baru untuk Khanza. Tetapi sampai saat ini papi tidak membawa Mami baru untuk Khanza. Jika Papi membawa Mami baru untuk Khanza, perkelahian ini tidak mungkin terjadi." ucap Khanza sambil langsung berlari meninggalkan Arya Wiguna.
Awassss....!
Teriak Santika sambil langsung menarik tubuh gadis mungil itu. Hampir saja Khanza Aulia, ditabrak sepeda motor yang melaju kencang ketika Khanza Aulia berlari meninggalkan Arya Wiguna.
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa sayang? tanya Santika Diandra sambil memperhatikan tubuh gadis mungil itu.
"Kakak cantik kok ada di sini?
"Terima kasih Kakak cantik sudah menolong Khanza."
"Sama-sama sayang!" tapi kamu tidak apa-apa kan?
"Tidak apa-apa Kakak cantik. Khanza baik-baik saja.
"Alhamdulillah kalau begitu."Sahut Santika Diandra sambil langsung memeluk tubuh mungil Khanza Aulia. Arya Wiguna yang menyaksikan kejadian itu langsung berlari menghampiri Khanza Aulia bersama Santika Diandra.
"Kamu Kenapa lari? kalau kamu ketabrak tadi apa yang harus papi lakukan? emosi Arya Wiguna kembali bangkit ketika menyaksikan putrinya nyaris saja tertabrak. Untung saja ada Santika Diandra dengan sigap menarik tubuh Khanza Aulia. Kalau saja Santika Diandra tidak ada di sana, entah apa yang sudah terjadi kepada Khanza Aulia.
Khanza Aulia hanya menangis sesungguhkan tidak mampu menatap Arya Wiguna.
"Anda ini kenapa sih? anak baru shock malah dibentak-bentak. Ayah macam apa seperti kamu? Santika Diandra angkat bicara. Ia tidak terima Arya Wiguna terus memarahi Khanza Aulia di sana. Karena itu tidak sepenuhnya kesalahan Khanza Aulia.
"Sudah sayang, jangan menangis ada kakak yang menemanimu di sini."ucap Santika Diandra sambil mengelus rambut gadis kecil itu yang lagi menangis. Dengan penuh kasih sayang Santika menghapus air mata Khanza Aulia yang bercucuran. Sesekali ia memberikan kecupan di wajah cantik gadis kecil itu. "Jadilah mamiku!" ucap Khanza Aulia dengan singkat.
Bersambung...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1