
Hal itu yang membuat Kami khawatir jika Aulia amnesia permanen itu artinya iya tidak mengingatku sebagai Papinya lagi dan mengingat Santika Diandra maminya. ucap Arya Wiguna menerangkan kepada Alexander apa yang dialami Aulia yang sebenarnya membuat Alexander pun terkejut.
"Alexander menghela nafas berat lalu ia memeluk Arya Wiguna Ia pun mengurus pundak harian guna berharap Arya kuat menghadapi cobaan yang sedang ia alami saat ini. sementara Zahra ia memeluk Santika Diandra. Karena Zahra mengetahui kalau Santika Diandra sangat menyayangi Aulia.
"yang sabar ya, mudah-mudahan Aulia baik-baik saja. Berdoa saja tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh." ucap Zahra kepada Santika Diandra yang merupakan sahabat sekaligus adik iparnya.
Arya Wiguna seolah tak berdaya uang tak menjadi tolak ukur membuat kebahagiaan di kehidupan kita. Arya Wiguna memiliki segudang harta. Tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa saat ini untuk kesembuhan Aulia putrinya sendiri.
Arya Wiguna tidak dapat menahan air matanya. Semuanya berlalu begitu cepat membuat putrinya melupakan dirinya."apa yang harus aku lakukan sekarang ini. Bagaimana aku dapat mengembalikan memori putriku."tangis Arya Wiguna yang mampu membuat Santika Diandra semakin tidak kuat menahan air matanya.
Tiba-tiba Aulia kembali terbangun. Melihat setiap orang yang ada di ruang rawat inap yang selama ini mereka tempati. Aulia sama sekali tidak mengingat jati dirinya. Santika Diandra datang menghampiri Aulia. iya menangis sesungguhkan sembari mengelus wajah pucat Aulia.
Sayang Bagaimana, Apa kamu merasa baikan? tanya Santika Diandra menatap Aulia dengan tatapan penuh kasih sayang. "cepat sembuh ya sayang kami semua menyayangimu. Semua kita menunggu kamu agar kita dapat bermain kembali seperti biasanya." ucap Santika Diandra berharap Aulia cepat pulih kembali.
Apa kau mamiku? tanya Aulia dengan terbata-bata
"Ini Mami Santika sayang Apa kau mengingat mami? tempat Aulia menggelengkan kepalanya membuat Santika Diandra menghela nafas berat. Sungguh bagai mimpi dirasa Santika Diandra Putri Yang selama ini ia sayangi sama sekali tidak mengingatnya.
Dokter datang menghampiri Santika Diandra. jangan dipaksakan, karena itu dapat berakibat fatal untuknya." ujar dokter itu kepada Santika Diandra dibalas anggukan dari Santika.
__ADS_1
****
Tiga minggu sudah berlalu pasca Aulia menjalani operasi di sebuah rumah sakit ternama di kota ini. Kini Aulia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter setelah menjalani perawatan beberapa minggu di rumah sakit. Walaupun Aulia sama sekali tidak mengingat siapa sosok jadi dirinya, Arya Wiguna saat ini sudah mulai bisa menerima kalau dirinya harus sabar menghadapi dan mengembalikan memori Aulia agar kembali mengingat siapa jati dirinya.
Santika Diandra selalu siap mengurus Aulia. tidak pernah ada keluhan darinya iya mengurus Aulia dengan segenap hati tanpa ada bersungut-sungut. Hal itu yang membuat Arya Wiguna semakin sayang dan cinta kepada Santika Diandra. Karena dirinya betul-betul tulus menyayangi Aulia walaupun Aulia tidak terlahir dari rahimnya.
kini Aulia sudah dapat kembali ke sekolah walaupun dirinya sama sekali tidak mengingat sekolahnya berada dimana. Saat ini ekstra hati-hati dan Santika Diandra dengan setia menemani dirinya ke sekolah sampai Aulia pulang, Santika Diandra tetap berada di sekolah menemani Aulia.
Kasih sayang yang tulus dari Santika Diandra dirasakan oleh Aulia. Membuat Aulia begitu bahagia saat ini walaupun Dirinya belum mengetahui siapa jati dirinya. "Pelan-pelan saja yang pasti putriku tidak akan kenapa-kenapa." gumam Santika di dalam hati sembari berusaha untuk bersabar menghadapi semua cobaan yang terjadi di kehidupan mereka.
Bahkan teman-teman Aulia juga mempertanyakan tentang Aulia kepada ibu guru dan juga Santika Diandra. Terkadang Santika Diandra kewalahan untuk menjawab anak anak yang sekolah di TK internasional school tempat Aulia menempuh pendidikannya.
Aulia begitu menyayangi Santika Diandra Begitu juga dengan Santika Diandra menyayangi Aulia dengan segenap hati dan tulus. kedua wanita berbeda generasi ini sama-sama dapat merasakan kasih sayang antara satu dengan yang lain. Membuat Arya berguna tidak merasa khawatir kalau putrinya pasti akan baik-baik saja karena Santika Diandra merawatnya dengan tulus dan penuh kasih sayang.
Sebagai rasa syukur Santika Diandra. Karena putrinya terlepas dari maut walaupun ingatannya belum pulih kembali. Ia mau minta kepada Arya Wiguna untuk menghantarkan dirinya, dimana Santika Diandra selalu memberikan santunan kepada anak anak jalanan. jika waktunya sudah tiba.
Akhir-akhir ini Santika Diandra Sudah jarang berkunjung kesana.
semenjak pernikahannya dengan Arya Wiguna. Tidak seperti dulu lagi, kalau dulu Santika Diandra terkadang dua atau tiga kali seminggu mengunjungi anak-anak jalanan untuk sekedar berbagi kepada mereka.
__ADS_1
kali ini Arya Wiguna menyempatkan waktunya menemani Santika untuk mengunjungi anak-anak jalanan itu. Santika Diandra juga membawa Aulia agar Aulia dapat lebih bersyukur kepada Allah atas apa yang ia dapatkan selama ini. Siang itu Santika Diandra kembali dari sekolah bersama Aulia. Setelah tiba di rumah, kedua wanita berbeda generasi itu pun bersiap untuk segera berangkat menemui anak-anak jalanan itu.
Ketika wanita berbeda generasi itu sudah bersiap untuk segera berangkat tiba-tiba suara klakson mobil terdengar jelas di telinga keduanya, yang artinya mobil yang menghampiri mereka mobil Arya Wiguna yang akan siap menghantarkan mereka untuk menemui anak-anak jalanan.
Aulia berlari menghampiri Arya Wiguna lalu langsung masuk ke duduk di bangku samping kemudi. Sementara Santika Diandra duduk di bangku kemudi bersama dengan Arya Wiguna sementara supir pribadi keluarga Wiguna yang mengendarai mobil itu.
"Papi.....,kita mau kemana? Kata Mami papi mau membawa Aulia bertemu dengan teman-teman." ucap Aulia menatap heran ke mana Arya Wiguna dan Santika membawa dirinya.
Arya Wiguna tidak dapat menjawab pertanyaan putrinya, karena yang tahu hanyalah Santika Diandra. "Jalan Pak, kita ke tempat yang dulu ya." ucap Santika Diandra memberitahu lokasi dimana anak-anak jalanan itu biasa nongkrong dan juga bertemu antara satu dengan yang lain.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit melewati jalanan ibukota, Mereka pun akhirnya tiba di bawah jembatan layang di mana di bawah jembatan layang itu, banyak anak-anak jalanan yang mengais rezeki dengan berbeda-beda cara. Ada yang mengamen, ada yang berjual koran ada yang mencari barang rongsokan, bahkan ada yang mengemis.
Ketika mobil yang ditumpangi Arya Wiguna, dan Santika Diandra Begitu juga dengan Aulia tiba disana, Santika Diandra turun. Sementara Arya Wiguna dan Aulia masih tetap saja berada di dalam mobil.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1