
Tetapi Mengapa nasib percintaan Kamu begitu tragis? Apa mereka tidak melihat sisi baikmu? Zahra bermonolog sendiri sambil terus memperhatikan interaksi Santika dan anak-anak jalanan lainnya.
Sesekali Zahra juga ikut mengajari anak-anak jalanan itu. Membuat anak-anak jalanan itu pun lebih mudah mengetahui apa yang diajarkan oleh Santika kepada mereka. Tidak lupa Zahra mendokumentasikan ketika Santika mengajari dan memberikan makanan untuk anak anak jalanan itu.
"Sedangkan Santika saja yang baik hati, cantik kaya raya, selalu mendapatkan balasan dari sang kekasih penghianatan. Bagaimana jika seseorang berbuat jahat? Zahra terus bermonolog sendiri sambil memperhatikan Santika terus berinteraksi dengan para anak-anak jalanan di sana.
Terlihat anak-anak jalanan yang ada di sana benar-benar senang ketika Santika datang menghampiri mereka. Mereka antusias mendengarkan wejangan dari Santika. Tak ada satu anak-anak pun yang merasa tidak senang melihat kedatangan Santika ke sana.
"Semoga Kak Santika selalu sehat dan diberkati oleh Tuhan." ucap salah satu anak kecil yang kira-kira masih berumur 5 tahun.
Santika mengembangkan senyumnya ketika mendapat doa yang tulus dari anak kecil itu.
Tanpa mereka sadari, dari kejauhan sebuah mobil mewah memperhatikan Apa yang dilakukan Santika bersama Zahra dengan anak-anak jalanan itu. Entahlah yang pasti Zahra dan Santika tidak mengetahui siapa yang berada di dalam mobil mewah itu. Yang mereka inginkan saat ini agar anak-anak jalanan itu dapat menikmati makanan yang bergizi kala Santika datang menghampiri mereka.
"Sepertinya itu Santika," gumam seorang lelaki yang berada di dalam mobil mewah Itu.
"Adikku Memang luar biasa, Tapi kapan dia pulang dari Bali? Mengapa tidak langsung pulang ke rumah."gumam Alexander sambil memperhatikan interaksi adik yang paling ia sayangi bersama anak-anak jalanan.
Tidak ada kemarahan dari Alexander menatap adiknya yang begitu dekat dengan anak-anak jalanan. Justru ia bangga melihat adiknya yang dekat dengan anak jalanan dan memberikan apa yang ia miliki kepada yang membutuhkan.
Begitu sempurnanya kamu adikku, tetapi Mengapa lelaki selalu tega menghianati cintamu." gumam Alexander dalam hati.
"Aku tidak akan memberi ampun kepada setiap lelaki yang menyakiti hatimu. Aku akan beri pelajaran, saat ini perusahaan keluarga Nicholas sudah diambang kebangkrutan."Alexander bermonolog sendiri ia tidak ingin adiknya Selalu dikhianati setiap lelaki yang menjalin hubungan dengan Santika.
Alexander memilih meninggalkan Santika dan Zahra di sana, tanpa ada niatan untuk bertegur sapa dengan adiknya. Di sana ia hanya memperhatikan Santika dari kejauhan.
__ADS_1
"Sepertinya ini sudah sore, langit sudah mendung lebih baik kita pulang sekarang." ujar Zahra sambil memperhatikan jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 sore dan ia pun memperhatikan langit alam semesta yang sudah terlihat mendung pertanda hujan akan turun.
"Adik-adik....., cukup hari ini sampai di sini dulu. Lain kali Kakak akan datang lagi menghampiri kalian dan membawa makanan yang enak-enak." ucap Santika berpamitan kepada anak-anak jalanan yang hadir di sana.
"Terima kasih Kakak cantik Santika Diandra. semoga kak Santika selalu bahagia dan diberikan kesehatan oleh Allah subhanahu wa ta'ala."ucap beberapa anak jalanan kepada Santika sambil memberi salam kepada Santika. Santika mengembangkan senyumnya mendapat doa tulus dari anak-anak jalanan itu.
"Terima kasih kalian sudah mendoakan kakak. Semoga kalian juga sehat-sehat,semakin pintar mendapat rezeki yang melimpah." ucap Santika sambil memberi salam satu persatu kepada anak-anak jalanan Itu sebelum dirinya kembali masuk ke dalam mobil.
Setelah selesai berinteraksi dengan anak-anak jalanan itu, kini Santika dan Zahra sudah berada di dalam mobil bersiap untuk pergi ke sesuatu tempat.
"Habis ini kita kemana?
"Aku ingin pulang ke rumah. Sepertinya tubuhku sudah terasa gerah pasti mandi Jalan satu-satunya membuat tubuhku kembali bugar." ucap Santika sambil langsung tertawa cengengesan. Ia pun langsung menghidupkan mesin mobil miliknya melajukannya menuju rumah utama keluarga Mahendra.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 40 menit, Santika Diandra dan Zahra tiba di rumah utama keluarga Mahendra. Ia menghidupkan klakson mobilnya agar security yang bertugas di sana langsung membuka gerbang, agar mobil yang dikendarai Santika leluasa masuk ke dalam garasi rumah utama keluarga Mahendra.
" Sepertinya Kak Alexander sudah berada di rumah." gumamnya dalam hati sembari turun dari mobil Lamborghini miliknya. Diikuti oleh Zahra melangkahkan kaki masuk ke rumah utama keluarga Mahendra.
Hallo selamat sore menjelang malam kembali lagi Santika ke rumah ini setelah bepergian 2 minggu kurang lebih." teriak Santika berjalan masuk melalui pintu utama rumah keluarga Mahendra.
Prok....
Prok.....
Prok....
__ADS_1
suara tepuk tangan dari lelaki yang sangat menyayangi Santika menyambutnya dengan senyuman.
"Semenjak kapan adik kakak yang cantik ini bepergian ke Bali tanpa berpamitan kepada kakak. Hanya mengirimkan pesan Whatsapp?"ucap Alexander Mahendra menghampiri Santika.
Santika hanya nyengir, menatap sang kakak dan langsung memeluk Alexander.
"Sudah, jangan banyak tanya apa Kakak tidak merindukan adik kamu yang cantik ini?" ucap Santika langsung memeluk Alexander tanpa ada rasa sungkan dan malu sedikitpun di hadapan Zahra.
Zahra hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja Santika kepada Alexander Mahendra. Lelaki yang selama ini diam-diam dicintai Zahra, tetapi Santika sama sekali tidak mengetahui itu. Begitu juga dengan Alexander Mahendra.
Yang ia tahu Zahra sahabat Adiknya sendiri datang ke sana, hanya ingin bertemu dengan Santika. Padahal ada maksud terselubung jika dirinya sering datang menemui Santika di rumah utama keluarga Mahendra.
Di samping Zahra ingin bertemu dengan sosok Santika, Ia juga ingin sekali terus memandang Alexander Mahendra. Yang terlihat sempurna baginya. Tetapi Zahra tidak memiliki keberanian untuk memberitahu Santika atau Alexander jika dirinya benar-benar mencintai Alexander Mahendra sahabat adik kandung Alexander sendiri.
Santika berlalu masuk ke dalam kamar yang selama ini menemani dirinya. Terlihat kamar sudah rapi dan bersih. Tidak seperti awal ia tinggalkan semua barang-barang ia hempaskan begitu saja ke lantai, setelah membaca pesan Whatsapp dari sang mantan kekasih. Nicholas yang memutuskan hubungan mereka secara sepihak dalam pesan whatsapp-nya.
Gue mandi dulu. lo nonton saja disini. Tubuhku sudah terasa gerah." ucap Santika kepada Zahra yang masih asik mengotak-atik. ponselnya. Zahra menganggukkan kepalanya pertanda dirinya setuju Kalau Santika mandi terlebih dahulu.
Santika berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Ia merendam tubuhnya di dalam bathtub. Sebelumnya asisten rumah tangga sudah mempersiapkan segalanya.
"Segarnya....., sudah dua minggu lamanya Aku tidak berendam di sini. Sekarang Aku ingin menikmati air hangat ini untuk menghilangkan segala penat yang ada di tubuhku." gumamnya dalam hati sembari terus merendam tubuhnya di dalam Bathtub.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏💓💓🙏