
Nicholas hanya terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh Pak Roberto kepadanya. karena apa yang diucapkan oleh Pak Roberto benar adanya. "Segeralah meminta maaf kepada Alexander dengan Santika Diandra. mereka pasti akan memaafkan kamu Jika kamu benar-benar tulus meminta maaf kepada mereka.
Dan kamu juga menyesali segala semua apa yang kamu lakukan terhadap mereka. Apa kamu tahu semua yang kau nikmati ini berkat Tuan Mahendra. Dia yang membantu papa selama ini Ketika Tuan Mahendra masih hidup. kita tidak boleh melupakan jasa-jasa orang yang sudah sangat berjasa kepada kita.
kamu turunkan egois kamu itu. Jika kamu benar-benar meminta maaf kepada Alexander dan Santika, maka tidak akan menutup kemungkinan mereka akan kembali menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan yang selama ini kita kelola.
Papa mengetahui kalau saham Santika Diandra yang lebih besar di kantor itu. Tetapi kita harus berjuang agar Santika Diandra, bersedia mengembalikan saham milik kita jika kita mampu membayar hutang-hutang itu kepadanya. Papa yakin dengan kamu meminta maaf kepada mereka, mereka pasti akan memaafkan kamu Ucap pak Roberto.
Terlihat Nicholas menghela nafas panjang. iya tahu betul Bagaimana sikap Alexander jika berhadapan dengannya. Tetapi Nicholas sudah benar-benar menyesali segala perbuatannya. Ia ingin sekali menghampiri Alexander. Mencoba untuk meminta maaf kepada Alexander dan Santika Diandra.
Tetapi sepertinya waktunya tidak tepat. karena pikiran Alexander dengan Arya Wiguna Begitu juga dengan Santika Diandra sedang kacau. Akibat Apa yang dilakukan serensa kepada Aulia. Sehingga ia mengurungkan niatnya untuk menghampiri Alexander saat itu juga.
Di tempat lain tepatnya di rumah sakit tempat Aulia dirawat. Aulia sudah terbangun dari tidur panjangnya. Ia menelisik seisi ruangan Aulia bingung di mana ia saat ini berada.
"Aku dimana? tanya Aulia dengan terbata-bata sambil netranya menelusuri seisi ruangan.
"Kau di rumah sakit sayang! sahut Arya Wiguna yang langsung menghampiri Aulia Ketika ia mengetahui kalau orang Aulia sudah terbangun. "Kau siapa? tanya Aulia yang sama sekali tidak mengenali Arya Wiguna. pertanyaan itu membuat Arya Wiguna terhangat.
"Ini Papi Sayang!" ucap Arya Wiguna merasa heran melihat putrinya yang tidak mengenali dirinya.
"Papi? Aulia kembali bertanya kepada Arya Wiguna membuat Arya Wiguna semakin terhenyak mendengar pertanyaan putrinya. kini giliran Santika Diandra yang datang menghampiri Aulia.
__ADS_1
"Sayang apa kamu mengenali mami? tanya Santi Kak sembari mengelus wajah cantik Aulia.
"Kau mamiku? tanya Aulia yang mampu membuat Santika Diandra terkejut mendengar pertanyaan dari Putri kesayangannya.
"Iya sayang ini Mami Santika. Apa kau melupakanku? terlihat Aulia sedang berpikir tetapi ketika dirinya berpikir Aulia menjerit kesakitan membuat Arya Wiguna merasa tidak tega melihat dan mendengar jeritan putrinya.
Arya Wiguna langsung memanggil dokter yang menangani Aulia. Berharap mereka tidak mendapatkan kabar buruk dari Aulia. sehingga Arya Wiguna memohon kepada dokter itu untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Aulia.
Ya dokter yang menangani Aulia pun masuk ke ruang rawat inap Aulia dan melakukan pemeriksaan. Dokter menggelengkan kepalanya pertanda ada sesuatu yang terjadi kepada Aulia. "putri saya Kenapa dokter? mengapa dia tidak mengingat saya dan istri saya?" tanya Arya Wiguna yang sudah sangat mengkhawatirkan putrinya.
"Akibat benturan yang cukup hebat dialaminya hingga mengalami kerusakan jaringan otak milik Aulia. hingga Aulia saat ini sedang mengalami amnesia global.
"Amnesia global?
"Begini nyonya, akibat benturan yang cukup keras di bagian kepala Aulia. sehingga ada urat saraf di bagian kepala, membuat Aulia mengalami amnesia global.
"Maksudnya dokter? jadi Aulia tidak akan mengingatku lagi sebagai Omanya? tanya Nyonya Aulia sambil Langsung menangis mendengar penuturan dari dokter.
Ini biasa dialami oleh anak yang terkena benturan yang cukup keras. Tetapi kita berdoa semoga amnesia yang dialami oleh Aulia hanya bersifat sementara. ucap dokter itu yang mampu membuat Santika Diandra dan nyonya Rosalinda tidak sanggup menahan air matanya.
Santika menghampiri Aulia. Deraian air mata mengalir di wajah cantiknya. "Sayang Mengapa harus seperti ini." ucap Santika Diandra kepada Aulia yang tertidur Saat dokter menyuntikan obat kepada Aulia untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan Aulia ketika Aulia berusaha untuk mengingat orang-orang terdekatnya.
__ADS_1
Nyonya Rosalinda meraih tubuh Santika Diandra kepelukannya sambil saling memberikan kekuatan agar mereka berusaha kuat untuk menyembuhkan Aulia. Berharap Aulia dapat pulih kembali dan mengingat orang-orang terdekatnya. Arya Wiguna tidak dapat menahan air matanya. Arya Wiguna sudah berusaha tetapi tetap juga air bening mengalir di wajah tampannya.
Ya Allah mengapa harus seperti ini. Mengapa harus Putriku yang mengalaminya. ratap Arya Wiguna sambil menatap putrinya yang masih berbaring di atas branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Kini Arya Wiguna sudah terlihat rapuh yang biasanya Arya Wiguna lelaki yang kuat tetapi ia tidak kuat melihat putrinya yang berbaring lemah dan melupakan dirinya sebagai ayah kandungnya.
Santika Diandra dan nyonya Rosalinda merasa tidak memiliki daya menahan bobot tubuh mereka. Nyonya Rosalinda terasa lemah ketika mendengar semua penuturan dari dokter.
suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga. Arya Wiguna ia mempersilahkan seseorang yang mengetuk pintu itu masuk ke ruang rawat inap Aulia. Terlihat Zahra dan Alexander yang datang menjenguk Aulia. Alexander dan cara terbanyak melihat Nyonya Rosalinda dan Santika Diandra saling berpelukan sambil menangis.
Alexander dan Zahra juga melihat mata Arya Wiguna terlihat sebab akibat Arya Wiguna menangis melihat kondisi putrinya yang tidak dapat mengingat dirinya sendiri sebagai ayah kandungnya. "Apa yang terjadi? Bagaimana kondisi Aulia saat ini? pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan Alexander kepada Arya Wiguna.
"Aulia sebenarnya sempat sadar. tetapi ia sama sekali tidak mengingat siapa-siapa. bahkan namanya saja ia tidak mengingatnya sama sekali. Dokter mengatakan kalau Aulia mengalami amnesia global. biasanya menurut penuturan dokter amnesia yang global yang dialami oleh Aulia bisa bersifat sementara atau permanen.
Hal itu yang membuat Kami khawatir jika Aulia amnesia permanen itu artinya iya tidak mengingatku sebagai Papinya lagi dan mengingat Santika Diandra maminya. ucap Arya Wiguna menerangkan kepada Alexander apa yang dialami Aulia yang sebenarnya membuat Alexander pun terkejut.
"Alexander menghela nafas berat lalu ia memeluk Arya Wiguna Ia pun mengurus pundak harian guna berharap Arya kuat menghadapi cobaan yang sedang ia alami saat ini. sementara Zahra ia memeluk Santika Diandra. Karena Zahra mengetahui kalau Santika Diandra sangat menyayangi Aulia.
"yang sabar ya, mudah-mudahan Aulia baik-baik saja. berdoa saja tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh." ucap Zahra kepada Santika Diandra yang merupakan sahabat sekaligus adik iparnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓