
Alexander meninggalkan kediaman keluarga Wiguna setelah menghantarkan Khanza Aulia kepada keluarganya. Di sepanjang perjalanan Alexander mengembangkan senyumnya. Ia sangat mengetahui siapa sosok Arya Wiguna lelaki yang terkenal arogan, apalagi di kalangan bisnis Arya Wiguna dikenal betul oleh Alexander.
Tidak menyangka adikku bisa dekat dengan anak dari Arya Wiguna lelaki arogan itu. Tetapi Bagaimana caranya adikku dekat dengan anak dari lelaki arogan itu? jangan sampai pria Arogant itu jatuh cinta kepada adikku. Begitu juga dengan Adikku jangan sampai mencintai lelaki songong itu.
Bagaimana mungkin mereka bisa bersatu. sedangkan adikku wanita yang sangat baik dan dermawan. Sedangkan lelaki Songgon itu ingin menang sendiri. Aku tidak ingin adikku disakiti olehnya. Aku tidak akan mengampuni jika lelaki songong itu berani menyakiti hati adik Ku. Aku akan hancurkan sampai ke akar-akarnya jika dirinya berani macam-macam kepada adik Ku." Alexander Mahendra bermonolog sendiri sembari terus mengendarai mobil mewah miliknya sampai tiba di rumah utama keluarga Mahendra.
Sepeninggalan Alexander Nyonya Rosalinda langsung menghubungi nomor ponsel milik Arya Wiguna. Untuk memberitahu kalau saat ini, Khanza Aulia sudah berada di rumah. Ketika Arya Wiguna sudah mendapat kabar dari Nyonya Rosalinda, kalau saat ini Khanza sudah ada di rumah, Ia pun bernapas lega dan langsung kembali ke rumah utama Wiguna.
15 menit kemudian Arya Wiguna tiba di rumah. Ia langsung mencari keberadaan Khanza Aulia. Arya Wiguna menggelengkan kepalanya Putri yang sangat ia sayangi sudah membuat dirinya panik karena menghilang dari sekolah.
"Apa yang kamu lakukan sehingga kamu pergi tanpa dijemput oleh sopir? Mengapa kamu pergi tanpa berpamitan kepada wali kelas Mu tanya Arya Wiguna berusaha untuk menahan emosinya.
"Khanza hanya ingin mencari mami. Mami Santika Diandra. Pasti Papi memarahi Mami sehingga Mami tidak datang lagi ke rumah ini. Khanza benci sama papi! Khanza tidak ingin bicara dengan papi." ucap Khanza Aulia Sambil langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.
Membuat Arya Wiguna semakin sangat emosi melihat putrinya meninggalkannya begitu saja." Ada apa ini mom? dan dari mana Khanza sebenarnya? tanya Arya Wiguna kepada Nyonya Rosalinda.
"Dia mencari Santika Diandra sampai ke rumah utama Mahendra.
"Apa?
__ADS_1
"Mencari Santika Diandra sampai ke rumah utama Mahendra? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Arya Wiguna kepada Nyonya Rosalinda.
"Darimana Khanza mengetahui alamat rumah keluarga Mahendra mom? tanya Arya Wiguna kepada Nyonya Rosalinda.
" Mami juga tidak mengetahui dari mana dia tahu alamat keluarga Mahendra." ucap Nyonya Rosalinda yang ikut bingung.
"Makanya dari awal Mami katakan kepadamu cepat. lamar Santika Diandra. Jika kamu sudah melamar Santika, pasti tidak akan begini jadinya. Kamu dibilangin malah ngeyel. tidak pernah mendengar cakap Mami. Betul yang dikatakan Santika Diandra Kalau kamu itu memang terlalu egois.
Menurut mami untuk kebahagiaan putrimu Sendiri ,Lebih baik kamu turunkan ego Mu itu, Nyonya Rosalinda menatap tajam putranya seolah dirinya ingin menelan Arya Wiguna hidup-hidup. Karena telah mengecewakan Nyonya Rosalinda.
Kemarahan Nyonya Rosalinda semakin memuncak, ketika Arya Wiguna mengatakan tidak akan pernah menikah dengan siapapun. dengan alasan dirinya masih sangat mencintai almarhumah istrinya. "almarhumah ibu kandung kanza Aulia juga pasti setuju Jika kamu menikah lagi untuk kebaikan putrimu.
"Pikirkan masa depan putrimu. Jangan kamu saja yang kamu pikirkan. Lagian Khanza Aulia benar-benar membutuhkan kasih sayang seorang ibu.
"Kamu memang benar-benar lelaki yang paling bodoh Mami kenal. Tidak semua ibu tiri jahat seperti yang diberitakan di layar televisi. Banyak di muka bumi ini menjadi Ibu sambung tetapi menyayangi anak sambungnya itu dengan tulus. Cobalah mulai membuka hatimu demi putri yang sangat kamu sayangi.
****
Dua bulan kemudian proyek yang berjalan di Balikpapan sudah rangkum. Kini Santika akan segera kembali ke Jakarta setelah kurang lebih dua bulan lamanya Santika berada di Balikpapan. Untuk memantau proyek yang sedang berlangsung di sana.
__ADS_1
Dan alhamdulillah setelah Santika pergi ke sana, pembangunan proyek itu berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan oleh Santika Diandra. Dan Alexander sang kakak.
Kini Santika sudah berada di Jakarta. Zahra menjemput Santika di bandara. Ketika Zahra sudah melihat Santika, Zahra langsung menghampiri sahabatnya itu.
"Santika....! teriak Zahra sambil langsung memeluk sahabatnya itu.
" Aku sangat merindukanmu." ucap Zahra kepada Santika.
"Aku juga sangat merindukanmu Zahra yang kece badai." sahut Santika Diandra Sambil tertawa cengengesan.
"Aku akan menagih hutangmu, Setelah tiba di Jakarta. Kamu akan mengajakku dugem bareng." ucap Zahra kepada sang sahabat. "Masalah itu kecil bagiku, lebih lo bantu gue angkatin barang gue. soalnya gue tidak sanggup mengangkat ini semua." ucap Santika sambil memberikan salah satu cover miliknya.
"Gila benar lo. Koper Lo banyak banget sampai 3 begini?" gerutu Zahra
"Sudah! tidak perlu menggerutu seperti itu di dalam ada jatah lo juga." Santika langsung masuk ke dalam taksi online yang sudah dipesan Zahra sebelumnya.
Jika gue mengetahui mengendarai mobil mewah Lamborghini milik Lo, mungkin gue menjemputmu dengan menggunakan itu. Zahra membayangkan dirinya dapat mengendarai mobil Lamborghini milik Santika. Membuat Santika langsung tertawa ngakak mendengar ocehan sahabatnya itu.
bersambung....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏