
Ketika Santika Diandra dan Arya Wiguna sudah menghantarkan Khanza Aulia masuk ke dalam ruang kelasnya. Santika dan Ar Wiguna kembali ke mobil yang terparkir di parkiran sekolah. ada rasa bahagia di hati Arya Wiguna melihat senyum manis dari wajah putrinya yang begitu riang ketika masuk ke dalam ruang kelas.
Khanza Aulia begitu bangga memperkenalkan Santika menjadi maminya. Membuat Arya Wiguna memantapkan diri untuk segera melamar Santika Diandra. Tentunya setelah Alexander kembali dari Singapura.
"Ayo aku antar kamu ke kantor Glamour company." ujar Arya Wiguna kepada Santika. "Jika Mas menghantarkanku ke Glamor company, Bagaimana dengan Mas? apa Mas tidak akan terlambat? tanya Santika Diandra mengkhawatirkan Arya Wiguna juga akan telat masuk ke kantor.
"Masalah aku telat atau tidak, tidak perlu kamu pikirkan. Perusahaan itu perusahaanku. jadi aku yang mengatur di sana semua." sahut Arya Wiguna memperjelas kalau saat ini perusahaan yang ia Pimpin sendiri merupakan perusahaan miliknya.
Santika hanya menganggukkan kepalanya "Santika tahu itu kantor Mas, tetapi seharusnya Bos akan menjadi panutan kepada setiap karyawan." sahut Santika mengingatkan Arya Wiguna harus menjadi contoh yang baik untuk para karyawan karyawati yang bekerja di perusahaan miliknya.
Arya Wiguna hanya diam saja mendengar nasehat dari Santika. lalu ia melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju Glamour Company."Jam berapa Aku jemput?
"Tidak perlu mas, Santika bisa pulang sendiri. nanti asisten Santika yang akan mengambil mobil Santika ke rumah Mas." sahut Santika sambil berusaha mengembangkan senyumnya.
"Mas tidak terima penolakan. Katakan jam berapa kamu Mas jemput ke sini, atau tidak Mas akan menunggu kamu di sini saja satu harian disini?" ujar Arya Wiguna yang mampu membuat Santika terhenyak.
" Ya sudah deh. Kalau begitu Mas jemput Santika sekitar pukul 05.00 sore. Itupun jika mas tidak sibuk. Jangan memaksakan diri jika Mas sedang sibuk." ujar Santika Diandra kepada Arya Wiguna. Arya Wiguna menganggukkan kepalanya. Itu artinya Santika sudah setuju Kalau Arya yang menjemput Santika setelah pulang dari kantor.
Sementara di tempat lain, tepatnya di Bandara Soekarno Hatta. Terlihat Zahra sedang menunggu kedatangan seseorang yang begitu berarti di hidupnya. Zahra sangat mencintai orang yang ia tunggu di sana. Hingga kurang lebih 45 menit lamanya di bandara. Tetapi yang ditunggu tak kunjung tiba.
Zahra menghampiri bagian informasi yang ada di bandara. Untuk bertanya kepada bagian informasi "Permisi mbak ,apa pesawat dari kota Changi Singapura menuju Jakarta apa sudah mendarat?"tanya Zahra penuh selidik.
__ADS_1
"Maaf sepertinya pesawat dari Kota Changi Singapura menuju Jakarta, sepertinya delay sekitar 15 menit. Jadi pesawat diperkirakan mendarat 15 menit lagi." ucap bagian informasi itu kepada Zahra yang sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Alexander.
Terlihat gelisah dan terus memanjatkan doa agar perjalanan Alexander berjalan dengan lancar. 15 menit kemudian pesawat yang ditumpangi Alexander sudah mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Ada roda bahagia di hati Zahra, ketika mendengar dari bagian informasi pesawat dari kota change menuju bandara Soekarno Hatta sudah mendarat di sana.
Zahra menunggu kehadiran Alexander di ruang tunggu. Beberapa menit kemudian Alexander sudah tiba di ruang tunggu, dan melihat keberadaan Zahra datang menjemputnya, melihat Alexander berjalan ke arahnya. Zahra langsung berlari lalu memeluk Alexander.
"Apa kamu sudah lama menungguku sayang?" tanya Alexander penuh selidik. Zahra menganggukkan kepalanya .
"Maaf sudah membuatmu menunggu karena pesawat delay sekitar 15 menit." ucap Alexander sambil memberikan kecupan hangat kening Zahra.
"Mas Zahra tidak bawa mobil sendiri, jadi Zahra minta asisten Mas yang menghantarkan Zahra langsung ke bandara." ucap Zahra kepada Alexander. Alexander hanya mengembangkan senyumnya. " Ya sudah tidak apa-apa, Ayo kita pulang. Mas sudah sangat merindukan situasi rumah saat ini.
" Bagaimana dengan Santika? Apa dia baik-baik saja?" tanya Alexander penuh selidik. " Alhamdulillah Santika baik-baik saja mas. Tetapi sepertinya ada sesuatu yang ingin dibicarakan Santika kepada mas. "Maksud kamu apa sayang? tanya Alexander penuh selidik.
Setelah memastikan barang-barang bawaan Alexander sudah berada di dalam mobil. Sang sopir melajukan mobil menuju rumah utama keluarga Mahendra. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam dari Bandara Soekarno Hatta, menuju rumah utama keluarga Mahendra. Akhirnya Alexander tiba di sana.
Petugas keamanan yang menyadari kedatangan mobil milik Alexander yang di kendarai oleh sopir pribadi Alexander, langsung membuka pintu gerbang lebar lebar, agar mobil yang ditumpangi Alexander dapat masuk dengan leluasa.
Alexander dan Zahra turun dari mobil. "Santika dimana? mengapa dia tidak ada di rumah? tanya Alexander penuh selidik. Zahra yang sudah mengetahui sebelumnya dari Santika. Kalau hari ini Santika berada di kantor Glamour company, menggantikan posisi Alexander, Ia pun memberitahu segalanya membuat Alexander bernafas lega Karena adiknya melakukan tugasnya tanpa harus diminta Alexander.
"Aku sangat merindukanmu Mas." ucap Zahra menatap Alexander dan tatapan penuh cinta "Mas juga sangat merindukanmu. Makanya Mas cepat-cepat mengerjakan pekerjaan mas yang ada di sana. Agar dapat segera bertemu dengan kamu." sahut Alexander sambil memberikan kecupan hangat bibir manis Zahra
__ADS_1
"Mas Jangan gombal gitu dong. Nanti Zahra bisa besar kepala. "Memangnya siapa yang menggombal sayang ?" mas serius, mas tidak berbohong." sahut Alexander mengakui kalau dirinya benar-benar sangat merindukan Zahra. Sejujurnya Zahra belum yakin 100% kalau Alexander benar-benar mencintainya.
Zahra takut Alexander mengakui mencintai Zahra, karena ia tidak ingin mengecewakan Zahra selaku sahabat dari adik kandungnya. Karena yang Zahra ketahui selama ini, hanya Zahra yang menaruh hati kepada Alexander. Tidak pernah terlihat dari sikap Alexander jika Alexander mencintai Zahra. Yang ia ketahui Zahra hanya mencintai Alexander saja.
Tetapi itu tidak masalah bagi Zahra. Yang pasti ia merasa sudah puas menyatakan rasa cintanya kepada Alexander. Begitu juga dengan Alexander sudah mengungkapkan rasa cintanya kepada Zahra, sebelum Alexander berangkat ke Singapura.
"Apa Santika mengetahui hubungan kita sayang?" tanya Alexander kepada Zahra. Zahra menggelengkan kepalanya. Karena Zahra memang belum memberitahu hubungannya dengan Alexander kepada Santika.
Sore hari sudah tiba. Kini Santika ingin kembali ke rumah utama keluarga Mahendra. Santika keluar dari ruang kerjanya. Sementara Arya Wiguna sudah menunggu di lobby.. Santika terhenyak melihat Arya Wiguna sudah menunggunya di sana. Ia mengira kalau Arya Wiguna tidak akan datang menjemputnya.
"loh Mas, sudah lama di sini?" tanya Santika penuh selidik
"Tidak masih baru. Memangnya kenapa?
"Tidak apa-apa Mas, hanya Tidak enak saja membiarkan Mas terlalu lama menunggu. Jangan memaksakan waktu Mas, Jika memang waktu tidak memungkinkan." ujar Santika kepada Arya Wiguna.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN