
Kalau Papi memang bersama mami, dimana maminya, khanza ingin bicara dengan Mami Papi jangan pernah membohongi Khanza." ujar Khanza Aulia yang dibalas tawa dari Arya Wiguna. Karena putrinya tidak percaya kalau saat ini hari liburnya sedang bersama Santika Diandra.
Santika Diandra langsung meraih ponsel itu dan berbicara di dalam sambungan video call kepada khanza Aulia. Membuat Khanza Aulia langsung tertawa, melihat sosok wanita yang ia inginkan menjadi Ibu sambungnya. "Maaf Pi, sudah suudzon kepada Papi. "
"Ya sudah tidak apa-apa, lanjutkan saja Khanza putusan dulu ya Pi." ucap Khanza Aulia langsung mematikan sambungan telepon video call-nya. Lalu kanza Aulia menghampiri Nyonya Rosalinda, yang masih setia mendengar cucunya berbicara dengan Arya Wiguna dan Santika Diandra. Nyonya Rosalinda mengembangkan senyumnya menatap cucunya yang dapat menghidupkan suasana.
Nicholas yang mendengar kabar tentang rencana pernikahan Santika Diandra dengan pengusaha kaya raya Arya Wiguna. Merasa kesal dan ia menyesali telah menghianati cinta Santika Diandra. Ia menyesal memiliki hubungan dengan seorang wanita yang hanya mengharapkan harta kekayaannya saja.
"Sial! jika aku tidak menghianati cinta Santika Diandra mungkin kehidupanku saat ini sangat bahagia. Perusahaan milik keluargaku tidak akan bangkrut seperti sekarang. Pasti perusahaan glamour group akan selalu menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan keluargaku. Perusahaan milik keluargaku akan memiliki keuntungan yang sangat besar jika menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan keluarga Mahendra.
Perusahaan raksasa itu bergabung dengan perusahaan milik Arya Wiguna yang tidak kalah besar dari milik keluarga Mahendra. Aku tidak bisa terima ini semua! Aku akan berusaha untuk meraih cinta Santika kembali.
Karena jika aku bersama dirinya, tidak menutup kemungkinan Alexander Mahendra akan kembali menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan keluargaku. Bahkan dia pasti akan menyuntikkan dana ke perusahaan milik keluargaku." Nicholas bermonolog sendiri.
Nicholas sama sekali tidak mengetahui kalau saham perusahaan milik keluarganya sudah milik Santika Diandra sebesar 65%. itu artinya perusahaan keluarga Nicholas hanya memiliki 35% saham di dalamnya. Hak Veto akan jatuh ke tangan Santika Diandra karena ialah pemilik saham terbesar di perusahaan itu.
Kini Nicholas memutar otak Bagaimana caranya, agar Santika Diandra kembali ke pelukannya. Ia berusaha menghubungi nomor ponsel Santika Diandra. Tetapi Santika Diandra sudah memblokir nomor ponsel Nicholas, sehingga sambungan telepon seluler milik Nicholas tidak tersambung kepada Santika Diandra.
Sungguh lelaki yang tidak tahu malu. dia sendiri yang memutuskan hubungannya dengan Santika Diandra demi wanita lain, kini dirinya ingin merebut kembali Santika Diandra.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, karena jika mereka bersatu perusahaan mereka pasti akan semakin besar." gumamnya dalam hati sambil mengeraskan rahangnya.
Nicholas menghubungi seseorang berniat untuk melakukan sesuatu agar Santika Diandra meninggalkan Arya Wiguna. "Kau ingin kembali ke pelukan Arya Wiguna, bukan? jika kau ingin itu, Arya kembali kepadamu. Kau harus ikut rencanaku." pekik Nicholas di dalam sambungan telepon selulernya, lalu Ia memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.
__ADS_1
"Hello.... hello...., teriak seorang wanita dari ujung telepon. Tetapi sambungan telepon seluler itu sudah terlanjur terputus. Hingga wanita yang ada di ujung telepon pun merasa kesal. "Dasar lelaki tidak tahu diuntung!" gerutunya sambil Menatap layar ponselnya.
Kemudian wanita itu kembali menghubungi Nicholas.
" kring.....
" kring....
" kring.....
Suara Deringan ponsel Nicholas terdengar jelas di telinganya. Ia mengembangkan senyumnya Menatap layar ponselnya. Kalau yang menghubungi dirinya seorang wanita yang sebelumnya ia hubungi.
Nicholas menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada wanita yang ada di ujung telepon.
"Hello, sapa Nicholas.
Membuat wanita itu terhenyak seolah dirinya tidak percaya apa yang diucapkan oleh Nicholas kepadanya. "Kau jangan mencoba membohongi dan mengkelabuiku. Aku tidak sebodoh yang kamu pikirkan." ucap wanita itu, karena dirinya tidak percaya akan apa yang diucapkan oleh Nicholas kepadanya.
Kalau kau tidak percaya, coba cek saja sendiri. Mereka sudah membooking gedung dan catering dan menggunakan jasa EO ternama di kota ini." ucap Nicholas di dalam sambungan telepon selulernya. Kini wanita itu meminta Nicholas menemui dirinya di satu tempat.
Untuk membicarakan apa yang harus mereka lakukan,agar pernikahan Santika Diandra dengan Arya Wiguna tidak akan pernah terjadi. Mereka ingin benar-benar merencanakan rencana yang matang untuk memisahkan Santika Diandra dengan Arya Wiguna.
Yang satu menginginkan Santika Diandra dan harta kekayaannya, dan yang satu lagi menginginkan Arya menjadi pendamping hidupnya. Wanita dan lelaki yang tidak tahu diri sudah mencampakkan seorang wanita sekarang ia menjilatnya lagi.
__ADS_1
Satu kata yang pantas diucapkan kepada seolah adalah seorang lelaki pecundang.
Sementara di tempat lain, tepatnya di salah satu Hotel ternama di kota ini. Santika Diandra dan Arya Wiguna berniat untuk segera kembali ke rumah, karena terlihat cuaca sudah mulai bersahabat dan genangan air pun sudah mulai surut.
Sayang kita langsung pulang ke rumah saja. aku mengkhawatirkan putriku." ucap Santika Diandra yang begitu mengkhawatirkan khanza Aulia. Arya Wiguna mengembangkan senyumnya, menatap Santika Diandra dengan tatapan penuh cinta.
Santika Diandra terlihat jelas mengkhawatirkan putrinya. Membuat Arya Wiguna merasa beruntung. Karena telah mencintai dan dicintai oleh Santika Diandra. Santika Diandra dan Arya Wiguna berlalu dari kamar hotel.
Mereka pun langsung menuju parkiran hotel. Arya Wiguna menghidupkan mesin mobil miliknya setelah keduanya berada di dalam mobil. Ia melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Arya Wiguna.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam, akhirnya mereka tiba di rumah keluarga Arya Wiguna. Khanza Aulia yang mendengar suara deruan mobil milik Arya Wiguna, langsung berlari membuka pintu utama.
Sementara petugas keamanan yang ada di sana. Melihat mobil milik Arya Wiguna sudah tiba di sana. Membuka gerbang lebar, agar mobil yang dikendarai Arya Wiguna dapat masuk dengan leluasa. Khanza yang melihat Santika Diandra, turun dari mobil bersama Arya Wiguna langsung berlari menghampiri Santika.
Mami teriak khanza Aulia sambil berlari memeluk Santika Diandra. Santika Diandra berjongkok lalu langsung memeluk Khanza Aulia menghujani wajah cantik-cantik Khanza Aulia dengan kecupan demi kecupan.
Membuat Khanza Aulia tertawa cengengesan. Arya Wiguna merasa kesal melihat putrinya. Karena hanya Santika Diandra yang ia peluk."jadi hanya Mami doang nih yang dipeluk, Papi tidak? gerutu Arya Wiguna karena dirinya merasa kesal tidak disambut oleh putrinya.
Ih tapi seperti anak kecil saja, merajuk karena tidak dipeluk oleh putrinya yang cantik ini." ucap Khanza Aulia sambil mencibir Arya Wiguna membuat Arya Wiguna memonyongkan bibirnya melihat interaksi keduanya Santika Diandra tertawa ngakak.
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1
Sambil menunggu karya ini up yuk mampir kekarya teman emak.