
Satu mobil di bagian belakang ditumpangi oleh empat orang anak buah Arya Wiguna. di tengah Arya Wiguna dengan Santika deandra dikawal dengan dua orang di dalamnya. Satu mobil di bagian depan untuk mengawal perjalanan Arya Wiguna dengan Santika Diandra sampai ke tempat tujuan. Setelah barang bawaan Santika Diandra dengan Arya Wiguna sudah dimasukkan ke dalam mobil.
Mobil yang ditumpangi oleh Arya Wiguna dan Santika Diandra meninggalkan bandara Glasgow menuju penginapan dimana asisten Arya Wiguna sudah mempersiapkannya untuk Arya Wiguna dengan Santika Diandra.
Satu jam dalam perjalanan dari bandara Glasgow, Rombongan Arya Wiguna sudah tiba di salah satu hotel ternama yang terdapat di Scotlandia Betharia raya.
"Silahkan Tuan!" ucap Bastian salah satu kepercayaan Arya Wiguna untuk mengelola bisnisnya yang ada di Skotlandia.
Di samping ingin liburan bulan madu ke Skotlandia, Arya Wiguna juga ingin memantau perusahaan cabang miliknya yang ada di sana. Yang selama ini dikelola oleh Bastian adik sepupunya. Bastian memberi salam kepada Santika. Santika memang sama sekali tidak mengenali sosok Bastian.
Karena di saat acara resepsi pernikahan Arya Wiguna dengan Santika Diandra, dilaksanakan Bastian tidak hadir. Berhubung karena urusan pekerjaan yang membuat dirinya harus menurunkan niatnya kembali ke tanah air untuk menghadiri pesta resepsi pernikahan Kakak sepupunya.
"Bersenang-senanglah Kak, jika Kakak membutuhkanku aku siap 24 jam untuk kakak." ucap Bastian sambil mengembangkan senyum menatap Kakak sepupunya. Dan para asisten juga siap menjaga di sini. Semuanya sudah Bastian urus." ucap Bastian sambil berpamitan kepada Arya Wiguna dengan Santika Diandra.
Arya Wiguna masuk bersama Santika Diandra ke kamar yang sudah disediakan oleh Bastian untuk pasangan pengantin baru itu. Arya Wiguna berjalan mendahului beberapa anak buah yang disediakan oleh Bastian untuk berjaga di sana. "kalian istirahatlah, kami juga ingin istirahat. Tetapi ingat suatu saat jika aku membutuhkan kalian, kalian harus sudah siap."ucap Arya Wiguna kepada beberapa anak buahnya.
"Siap Tuan, perintah Anda pasti akan kita laksanakan. Dengan senang hati kami menunggu perintah dari Tuan." sahut salah satu anak buah Arya Wiguna Yang Masih berdiri tegap di sana." Arya Wiguna memberi kode kepada anak buahnya agar segera meninggalkan mereka.
Ketika Santika Diandra sudah berada di kamar yang sudah disediakan oleh kebaktian kepada mereka. Santika mengembangkan desain interior dan kejutan yang sangat luar biasa sudah disiapkan oleh Arya Wiguna di sana dengan bantuan Bastian.
"Mas ini semuanya mas yang siap? Arya Wiguna mengembangkan senyumnya. iya sayang tetapi dengan bantuan Bastian dan beberapa karyawan yang ada di sini." sahut Arya wisuda Santika Diandra kepelukannya.
__ADS_1
Arya Wiguna memberikan kecupan hangat Santika Diandra kecupan itu semakin terlihat Santika Diandra menikmati kecupan yang kecupan yang diberikan Arya Wiguna kepada. Santika mulai membuka rongga mulutnya agar Arya Wiguna lebih leluasa memainkan lidahnya di sana.
Santika Diandra merasakan getaran yang cukup hebat di tubuhnya. seolah dirinya memantau yang lebih dan lebih lagi dari suaminya. "sayang Sepertinya kita sudah bisa bercocok tanam saat ini. Karena kondisi kesehatan manusia sudah fit kembali.
Mas sudah sangat lama menunggu momen-momen seperti ini. Apalagi kamu mengetahui sudah 5 tahun lamanya mas tidak bercocok tanam." ucap Ari Wiguna sambil mengedipkan matanya sebelah ke arah Santika Diandra.
Santika Diandra mengembangkan senyumnya menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta. Santika Diandra menganggukkan kepalanya pertanda dirinya setuju dan menyanggupi permintaan suaminya.
Karena sudah dua minggu usia pernikahan mereka, Arya Wiguna sama sekali tidak menyentuh santika. Karena kebetulan kondisi kesehatan Arya Wiguna akibat luka yang dialami oleh Arya Wiguna membuat keduanya pun mengurungkan niatnya untuk bercocok tanam.
Arya Wiguna kembali meraih istrinya kepelukannya. selalu ia memberikan kecupan hangat di bibir manis Santika Diandra. Santika Diandra yang tidak mau kalah dari suaminya pun membalas ucapan itu hingga lidah Mereka pun saling bersahutan disana.
Tangan Arya Wiguna sudah mulai bergerilya kebalik T shirt yang digunakan oleh Santika Diandra. Membuat Santika Diandra pun semakin merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Santika Diandra sudah mulai memberikan kecupan hangat di jenjang leher suami. Dan membuat tanda merah di sana pertanda kepemilikannya.
Arya Wiguna menuntun Santika naik di atas tempat tidur yang berukuran King size itu Entah Siapa yang memulai sehingga tak sehelai benang pun yang melekat di tubuh Santika hingga tubuh mulus milik Santika terekspos jelas di mata Aria Wiguna.
Begitu juga dengan Arya Wiguna tubuh polosnya sudah terlihat jelas di mata Santika hingga dada bidang Arya Wiguna terlihat jelas di mata Santika Diandra. Berbentuk kotak-kotak seperti roti sobek membuat Santika Diandra semakin terpesona kepada suaminya.
Arya Wiguna menuntun Santika agar Santika memainkan adik kecilnya yang sudah mulai lancang depan. Santika yang tak ingin suaminya kecewa pun langsung melakukannya dengan tulus. Bahkan ia melihatnya dengan menggunakan mulutnya, dan menahannya seperti memakan es krim. membuat karya Wiguna merasakan sensasi yang sangat luar biasa.
Kini Arya Wiguna sudah semakin tidak dapat menahan hasratnya "sayang mas sudah tidak tahan lagi apakah Mas sudah bisa memulainya?" tanya Arya Wiguna meminta persetujuan dari istrinya.
__ADS_1
"Santika mengagukan kepalanya tetapi Santika memohon agar Arya Wiguna melakukannya dengan selembut.
"Kamu jangan khawatir Sayang Mas akan melakukannya dengan selembut mungkin tetapi mungkin."ucap Arya Wiguna sambil mulai memasukkan bagian adik kecilnya ke area sensitif milik Santika Diandra.
Satu kali dua kali masih tetap gagal membobol tembok pertahanan Santika Diandra. Entah karena sudah terlalu lama tidak bercocok tanam sehingga Arya Wiguna sedikit kesulitan untuk memasukkan adik kecilnya ke area sensitif milik Santika Diandra. Apa karena Santika Diandra memang benar-benar Masih suci sehingga tembok pertahanannya masih kokoh.
setelah bersusah payah untuk membobol tembok pertahanan milik shantika Diandra. akhirnya Arya Wiguna berhasil membobol nya. Beriringan dengan suara teriakan Santika yang meringis kesakitan setelah Arya Wiguna berhasil membobol tembok pertahanan Santika Diandra.
"Ahhhhk ! teriak Santika Diandra
Arya Wiguna langsung mengecup bibir manis Santika Diandra. Arya Wiguna memasukkan dan mengeluarkan bagian kecil miliknya ke area sensitif milik Santika Diandra, Semakin menikmati permainan itu. Walaupun dirinya merasa kesakitan, tetapi ia benar-benar menikmatinya. Hingga satu jam permainan panas itu berlangsung akhirnya keduanya benar-benar mencapai puncaknya.
"Terima kasih sayang kamu sudah menjaga kesucian kamu untuk Mas. Jujur Mas sangat terkejut ketika merasakan kesucian kamu. Mas minta maaf sudah menduga kamu tidak suci lagi mengingat kamu beberapa kali Mas lihat berada di klub malam.
Terima kasih untuk segalanya. Terima kasih karena sudah menjaganya untukku. I love you my wife."ucap Arya Wiguna sambil langsung mengucapkan yang Santika Diandra. Santika Diandra menganggukkan kepalanya. I love you too my husband." sahut Santika Diandra sambil membalas kecupan suaminya.
Santika masih tetap berbaring tepat di samping Arya Wiguna. Arya Wiguna meraih tubuh santika kepelukannya. Entah karna faktor kelelahan, hingga Santika pun tertidur pulas berada dalam dekapannya. Tidak menunggu lama, Arya Wiguna menyusun istrinya memejamkan matanya hingga keduanya pun akhirnya tertidur pulas.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓