
Asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Mahendra. Mengkhawatirkan kondisi Zahra yang saat ini sedang mual pusing dan muntah. Mengakibatkan wajah Zahra terlihat pucat dan keringat dingin.
Zahra membaringkan tubuhnya di atas sofa. sambil menunggu suaminya tiba di rumah. Tetapi rasa pusing, mual dan muntah itu tak kunjung hilang. Ia kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk mengeluarkan seluruh isi perutnya.
Zahra tak kuasa menahan bobot tubuhnya, setelah ia berusaha mengeluarkan isi dalam perutnya. Perlahan kesadaran Zahra sudah mulai hilang, dan ia tidak tahan menahan bobot tubuhnya dan akhirnya Zahra pun tergeletak di lantai tepatnya di dekat kamar mandi.
Asisten rumah tangga yang kebetulan melintas disana,langsung menjerit histeris memanggil teman. Temannya yang mendengar suara jeritan dari salah Satu pekerja disana, para asisten rumah tangga yang bekerja di sana datang menghampiri dan melihat kondisi Zahra sudah tergeletak di lantai.
"Apa yang terjadi? Mengapa sampai seperti ini?" tanya salah satu rekannya. Aku juga tidak mengetahuinya Baru saja aku lewat dari sini dan melihat nyonya sudah tergeletak di lantai." ucap asisten rumah tangga yang pertama sekali melihat posisi Zahra tergeletak di lantai.
Mereka pun membawa Zahra masuk ke kamar lalu berusaha untuk menyadarkan Zahra. Tetapi tak kunjung sadar membuat para asisten rumah tangga itu pun mengkhawatirkan Zahra. Mereka pun berinisiatif untuk langsung menghubungi Alexander Mahendra.
Kring......
kring.....
kring......
suara deringan ponsel milik Alexander terdengar jelas di telinganya. ia melihat nomor ponsel salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di ruang utama keluarga Mahendra menghubungi dirinya.
Alexander meraih ponselnya Menatap layar ponselnya itu dengan sedikit heran. tetapi ia pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Mahendra.
"Hello selamat malam ."sahut Alexander dari ujung telepon. "Hallo Tuan sahut asisten rumah tangga itu dengan terbata-bata.
__ADS_1
"Iya Bi Ada apa? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Alexander
"Maaf Tuan, Nyonya saat ini sedang pingsan kami menemukannya tepat di pintu kamar mandi sudah tergeletak pingsan dan sampai saat ini belum sadarkan diri." ucap asisten rumah tangga itu kepada Alexander.
Membuat Alexander pun terhenyak dan langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya. Ya, hari ini Alexander memang disebutkan dengan urusan kantor, sehingga Ia lupa kalau jam pulang kerja sudah tiba. Alexander meninggalkan ruang kerjanya begitu saja, dan berlari keluar membuat para karyawan karyawati Yang sudah bergegas ingin kembali ke rumah masing-masing merasa heran.
Melihat Big bos mereka berlari kencang keluar dari kantor dan langsung mengendarai mobil miliknya. Tanpa menunggu sopir pribadinya, Ia pun melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Mahendra. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 25 menit, Alexander Mahendra pun tiba di rumah utama keluarga Mahendra.
Ia pun langsung menghampiri istrinya yang saat ini sedang dirawat oleh para asisten rumah tangga. Bukan karena para asisten rumah tangga itu tidak ingin membawa Zahra ke rumah sakit. Tetapi mereka khawatir kalau mereka salah melakukan tindakan yang mengakibatkan Alexander Mahendra akan marah besar.
Ketika Alexander sudah melihat kondisi istrinya, Dia pun langsung memeluk dan mengecek kesehatan Zahra. Alexander menghubungi nomor ponsel dokter khusus keluarga Mahendra tidak menunggu lama dokter itu pun datang dan langsung masuk ke dalam kamar untuk memeriksa kondisi Zahra terlihat dokter itu mengembangkan senyumnya, menatap Alexander dengan tetapan yang sulit diartikan.
" Mengapa kau mengembangkan senyum Dan menatapku seperti itu? tanya Alexander penuh selidik. "Ternyata bibit kamu unggul juga. Di usiamu yang saat ini sudah tidak muda lagi kamu tetap bisa memproduksi......, dokter itu langsung tidak melanjutkan perkataannya. Membuat Alexander semakin penasaran.
"Sebenarnya Nyonya Zahra tidak kenapa-kenapa. Semua ini biasa dialami ibu muda yang baru baru hamil." ucap dokter itu membuat Alexander Mahendra terhenyak mendengar penuturan sang dokter.
"Apa?
"Istri saya sedang hamil dokter tanya Alexander memperjelas Apa yang diucapkan oleh sang dokter kepadanya. Dokter itu pun mengembangkan senyumnya lalu menganggukkan kepalanya.
"Iya Tuan Alexander, istri Anda saat ini sedang hamil Tolong dijaga. Jangan terlalu kelelahan dan memiliki beban pikiran. Karena itu dapat berakibat fatal untuk kesehatan Nona Zahra dan yang ada di dalam kandungannya. ujar dokter itu dibalas anggukan dari Alexander.
Alexander sangat bahagia mendengar berita kehamilan istrinya. Ia pun langsung memeluk Zahra yang belum sadarkan diri menghujani Zahra dengan kecupan. Untuk memeriksa dan memastikan kalau Nyonya Zahra sedang hamil saat ini. lebih baik anda langsung periksa ke dokter." ucap dokter itu sambil menulis beberapa resep dan vitamin untuk dikonsumsi Zahra guna menguatkan kandungannya.
__ADS_1
Setelah selesai berbicara Dengan Alexander dokter itu pun berpamitan kepada Alexander untuk segera kembali ke rumah sakit melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter.
Zahra terbangun dan sudah melihat suaminya duduk di tepi ranjang menemani Zahra. Mas Apa kamu sudah pulang? mas Dari mana saja Mengapa baru pulang jam sekarang?" pertanyaan itu yang langsung dilontarkan oleh Zahra kepada suaminya. Padahal Ia sudah membuat Alexander panik, hingga dirinya tidak peduli apa yang terjadi jika dirinya melajukan mobil dengan kencang.
"Iya sayang, setelah asisten rumah tangga yang ada di rumah kita memberitahu kalau kamu pingsan. Mas langsung meninggalkan ruang kerja mas dan pulang menghampiri kamu. Baru saja dokter sudah memeriksa kondisi bagaimana apa masih pusing, mual dan muntah?" tanya Alexander penuh selidik. Zahra menggelengkan kepalanya pertanda rasa mual pusing dan muntah yang ia rasakan sudah berangsur-angsur menghilang.
Zahra berusaha bangkit duduk di atas tempat tidur
"Sayang apa kamu tahu hari ini Mas sangat bahagia mendengar berita dari dokter, kalau Sebenarnya kamu saat ini sedang hamil." ucap Alexander kepada Zahra membuat Zahra sangat terkejut mendengar penjelasan dari Alexander.
"Mas jangan bercanda. Zahra tidak suka dengan candaan Mas ini. karena Zahra memiliki impian secepatnya memiliki momongan.
"Dan itu sebentar lagi akan terwujud sayang. karena menurut penuturan dokter, kamu saat ini sedang hamil." ucap Alexander kepada Zahra berusaha untuk meyakinkan jarak.
Zahra akhirnya mengingat-ingat tanggal haidnya yang ternyata sudah telat 3 minggu membuat dirinya Apa yang diucapkan oleh Alexander benar adanya. Kalau dirinya saat ini sedang hamil.
Sementara di tempat lain serensa yang saat ini mengalami cacat fisik, akibat hukuman yang dilakukan oleh beberapa anak buah Alexander tampak duduk di sebuah teras rumah mewah milik kedua orang tuanya. Bukan menyesali apa yang sudah ia perbuat kepada Arya Wiguna dengan Santika Diandra.
Justru setelah Serensa mengetahui kalau Santika Diandra dengan Arya Wiguna sedang melakukan perjalanan bulan madu. Ia justru melakukan rencana sesuatu untuk mendapatkan Arya Wiguna kembali. dan ia yakin dengan menggunakan rencana yang sebelumnya, Ia rencanakan akan berhasil.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓