
"lepaskan Aulia!" teriak Arya Wiguna yang tiba-tiba hadir di sana
"Ternyata kamu sudah datang sayang ?"ucap serensa sambil tersenyum sinis kepada Arya Wiguna.
"Lepaskan putriku!" Arya Wiguna kembali berteriak meminta Serensa untuk segera melepaskan Aulia.
"Aku akan melepaskannya asalkan kau bersedia menceraikan Santika Diandra dan menikah denganku." sahut serensa berteriak.
"Kamu pikir pernikahan itu hanya mainan? pakai otak waras kamu. Kamu itu tantenya serensa, Mengapa kamu tega menyakitinya?" Arya Wiguna berusaha untuk mengalihkan perhatian Serensa berharap surya dapat menyelamatkan Aulia dari genggaman wanita iblis itu.
Arya Wiguna berusaha mengalihkan perhatian Serensa agar surya dapat menyelamatkan Aulia dari genggaman wanita iblis seperti serensa. ketika serensa sedang berbicara dan bernegoisasi kepada Arya Wiguna terlihat Surya dengan sigap melayangkan tembakan tepat di kaki serensa sontak membuat screenshot tidak berdaya.
Arya Wiguna langsung meraih tubuh Aulia yang sudah tampak tidak berdaya dan memprihatinkan. Kalian urus wanita iblis ini. saya akan segera membawa putri saya ke rumah sakit. ucap Arya Wiguna kepada para anak buahnya.
Sementara Alexander sudah melihat Aulia berada di gendongan Arya Wiguna. Alexander langsung membuka pintu mobil, agar Arya Wiguna dapat masuk dengan leluasa. Saat ini Alexander sendiri yang mengendarai mobil miliknya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Berharap mereka segera tiba di rumah sakit untuk melakukan pertolongan pertolongan kepada Aulia. Berharap Aulia dapat diselamatkan oleh tim medis yang ada disana.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit Mereka pun tiba di rumah sakit. tampak Alexander langsung menghentikan mobil miliknya. Tepat di depan ruang UGD. tetapi sebelumnya Arya Wiguna sudah meminta kepada tim medis yang ada di sana, agar segera bersiap untuk melakukan tindakan penyelamatan kepada putrinya.
Melihat mobil milik Alexander sudah tiba di rumah sakit, tampak suster dan dokter sudah berlari menghampiri mobil itu dengan membawa branker agar tubuh Aulia dapat dibaringkan di atas Branker lalu dibawa ke ruang UGD. Untuk melakukan pemeriksaan dan melakukan pengobatan terhadap Aulia.
"Tolong ditunggu di sini saja Tuan." ucap suster dan dokter itu lalu buru-buru menutup ruang pemeriksaan. Setelah melakukan pemeriksaan salah satu dokter yang ada di sana pun menggelengkan kepalanya.
"Apa yang terjadi kepada anak ini, sehingga dia mengalami seperti ini. ucap dokter itu menatap wajah polos Aulia yang begitu memprihatinkan.
Dokter itu pun melakukan segala upaya untuk menyelamatkan Aulia. Berharap Aulia dapat selamat akibat luka-luka yang ia alami dan benturan kepala akibat penyiksaan yang dilakukan Serensa bagai wanita psikopat.
__ADS_1
Untuk melakukan tindakan pengobatan terhadap Aulia terlihat para dokter ahli, sudah diminta suster untuk menangani Aulia. Tetapi beberapa dokter pun menggelengkan kepala, pertanda mereka tidak yakin kalau Aulia dapat selamat. Di bagian kepala Aulia terdapat gumpalan darah yang sudah membeku, membuat para dokter yang ada disana pun tidak yakin kalau Aulia dapat bertahan.
Kita harus lakukan tindakan operasi. Tetapi sebelumnya kalian persiapkan saat ini golongan darah yang sama kepada gadis malam ini." ucap dokter itu sambil memeriksa golongan darah Aulia. "Ya Allah sembuhkanlah putriku. Jangan biarkan dia pergi dariku Ya Allah ." doa Arya Wiguna di dalam hati.
Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada putrinya Putri satu-satunya, ketika menjalin hubungan rumah tangga dengan wanita yang ia cintai di masa lalu. Sebelum Vero meninggal Dunia Vero sudah menitipkan Aulia kepada Arya Wiguna.
Agar Arya Wiguna tetap menjaga Aulia. Bahkan Vero juga meminta kepada Arya Wiguna menikah dengan wanita yang tepat
Yang benar-benar menyayangi putrinya. kata-kata almarhumah istrinya teringat di kepala Arya Wiguna, membuat dirinya semakin gelisah.
Dia tidak mampu berkata-kata, Dia ingin sekali masuk ke dalam ruang operasi. Tetapi ia tidak mendapatkan izin dari pihak rumah sakit, karena itu sudah menjadi peraturan di rumah sakit itu. Seorang suster keluar menemui Arya Wiguna dan Alexander yang ada di sana.
" Tuan Arya Wiguna Panggil Suster itu.
"Saya suster. Bagaimana dengan kondisi anak saya? apa dia baik-baik saja? tanya Arya Wiguna penasaran karena ia sangat mengkhawatirkan putrinya.
Jujur golongan darah yang dimiliki Aulia sangat langka. Sehingga persediaan darah yang ada di rumah sakit ini tidak ada yang sama dengannya. Apalagi saat ini Aulia harus segera dioperasi. Karena gumpalan darah yang sudah membeku di bagian kepalanya akibat benturan yang cukup hebat, menimpa gadis malam itu." ucap dokter itu membuat hari liburnya semakin kuatir.
Memangnya golongan darah keponakan saya golongan darah apa suster?" tanya Alexander berharap dirinya dapat mendonorkan darahnya kepada Aulia. "Maaf Tuan golongan darah Aulia golongan darah O rhesus negatif." ucap Suster itu membuat Alexander terdiam.
lalu Alexander mengingat kalau Santika Diandra memiliki golongan darah yang sama dengan Aulia. Ia pun langsung menghubungi nomor ponsel Santika Diandra.
Kring.....
kring.....
__ADS_1
kring.....
Suara deringan ponsel milik Santika Diandra terdengar jelas di telinganya. Ia melirik ponselnya yang tergeletak di atas meja. melihat nomor ponsel Alexander yang menghubungi dirinya.
Dengan suara isak tangis, Santika Diandra menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Alexander. "Hallo assalamualaikum kakak!" sapa Santika Diandra sambil terisak.
" Kamu dimana? tanya Alexander penuh selidik.
" Santika ada di rumah. Bagaimana Kak, Apa Kakak sudah menemukan putriku?" tanya Santika Diandra penuh selidik. Berharap kakaknya sudah menemukan putri yang sangat ia sayangi.
"Kamu tenang saja, Aulia sudah berada bersama kakak dengan Arya Wiguna. Tetapi saat ini Aulia membutuhkan bantuanmu. segeralah datang ke rumah sakit." ucap Alexander meminta Santika Diandra agar segera tiba di rumah sakit.
Tanpa pikir panjang. Santika Diandra langsung melajukan mobil miliknya menuju rumah sakit dimana Aulia dirawat saat ini. setelah melakukan perjalanan kurang lebih 35 menit, Santika diandra tiba di rumah sakit dan ia melihat seorang suster yang kebetulan melintas disana
Dia pun bertanya kepada Suster itu keberadaan Aulia saat ini. dan suster itu pun mengatakan kalau Aulia masih di dalam ruang operasi, Membuat Santika Diandra merasa khawatir.
"Apa yang terjadi kepada putriku?" mengapa dia harus dioperasi?"gumamnya dalam hati sambil langsung berlari menuju ruang operasi .Ia melihat Arya Wiguna dan Alexander di sana sudah mondar-mander menunggu berita dari dokter dan suster yang menangani putrinya.
"Ada apa ini? mengapa putriku sampai berada di rumah sakit? apa yang terjadi, apa wanita iblis itu melakukan sesuatu kepada putriku? tanya Santika Diandra bertubi-tubi hingga membuat Alexander kewalahan untuk menjawab pertanyaan adiknya.
"Kamu tenang saja. lebih baik kamu langsung periksa golongan darah Kamu. Sepertinya golongan darah kamu, sama dengan golongan darah Aulia. Dia membutuhkan bantuanmu, dia membutuhkan donor darah saat ini juga." ujar Alexander yang mampu membuat Santika Diandra langsung terhenyak.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓