MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB 12. KEDATANGAN ARYA WIGUNA


__ADS_3

Kurang lebih satu jam lamanya Santika berendam di dalam Bathtub, lalu ia pun menyelesaikan ritual mandinya dan kembali keluar dari kamar mandi.


Dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya Santika keluar.


"Kamu di dalam kamar mandi tidur apa memang mandi? tanya Zahra karena memperhatikan jarum jam yang ada di pergelangan tangannya, Santika berada di dalam kamar mandi cukup lama."


Santika hanya nyengir. Gue berendam di Bathub untuk menghilangkan penat yang ada di tubuhku. Peduli apa Lo gue lama di kamar mandi?" ucap Santika cuek.


"Enak aja kamu bilangin peduli apa, Aku pikir kamu itu bunuh diri di dalam setelah Nicholas memutuskan hubungan kalian." gerutu Zahra tentunya hanya bercanda.


"Enak aja lo!" emangnya pikiran gua sedangkal itu?" sahut Santika sambil memakai pakaiannya yang sudah ia ambil sebelumnya dari dalam lemari. Baru terasa fresh. Tubuhku sudah terasa segar." ucap Santika sambil memutar-memutarkan tubuhnya di depan cermin.


Zahra mengembangkan senyumnya. "Syukur deh kamu bisa dengan mudah melupakan Nicholas. Aku kira kamu masih kepikiran kepada lelaki yang tidak tahu diri itu


Aku sumpahin dia Jatuh miskin agar setiap perempuan yang dekat dengannya kembali menjauh." ucap Zahra kepada Santika.


"Hus.....,! Tidak boleh seperti itu. Kita harus mendoakan yang baik-baik kepada setiap orang. Sekalipun itu musuh kita." ucap Santika bijak. Zahra hanya menatap Santika dengan tatapan penuh tanya.


"Betapa mulianya hatimu Santika, tetapi Mengapa terus nasib percintaan Mu selalu kandas di tengah jalan. Apa mata setiap lelaki juling memandang Mu? sehingga mereka tega menghianati cinta tulus Mu?" gumam Zahra sembari terus memperhatikan Santika yang sedang asyik memandangi pantulan tubuhnya di depan cermin.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah mulai terbit di ufuk timur. Itu pertanda hari sudah pagi. Membuat setiap umat manusia yang ada di muka bumi ini, akan kembali beraktivitas seperti biasanya. Santika terbangun dari tidurnya setelah satu malam mengarungi alam mimpinya. Ia melirik sang sahabat masih tertidur pulas di sampingnya.


"Sepertinya Zahra kelelahan sehingga ia tertidur pulas sampai saat ini." gumam Santika dalam hati. Ia berusaha mengumpulkan kesadarannya, kemudian ia bangkit dari pembaringannya berniat langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinganya. Santika berlalu membuka pintu kamarnya, yang muncul seorang asisten rumah tangga yang selama ini bekerja di sana. Siapa lagi kalau bukan asisten rumah tangga yang paling disayang oleh Santika Diandra.

__ADS_1


"Ada apa bibiku yang cantik dan kece badai?" tanya Santika penuh dengan drama.


"Kamu ini, Bibi sudah tua saja tetapi kamu selalu membuat Bibi terbang ke awan langit ketujuh dengan memuji Bibi, Wanita tua yang cantik." ucap sang Bibi Sambil tertawa cengengesan.


"Ya ada apa Bibi memanggilku? apa kakakku membutuhkanku?


"Tidak nona cantik, Tuan Alexander Mahendra sudah pergi sejak 30 menit yang lalu. sekarang ada seseorang mencari Mu di luar.


"Seseorang?


"Siapa Bi?


"Bibi juga tidak mengenalnya, sepertinya baru pertama kali dia datang ke rumah ini." sahut sang Bibi membuat Santika penasaran Siapa yang mencari dirinya hingga ke rumah utama keluarga Mahendra.


"Sebentar Bi, suruh aja Tunggu biarkan Santika bersiap dulu." sahut Santika sambil langsung menggunakan pakaiannya dengan rapi setelah selesai membersihkan diri di kamar mandi. Beberapa menit kemudian, Santika Diandra keluar meninggalkan Zahra masih tertidur pulas di kamarnya.


"Ya saya!" Apa kamu masih mengenaliku? tanyanya berniat untuk menjahili Santika.


"Tidak perlu banyak basa-basi. Katakan saja Apa tujuanmu datang ke rumah saya. Saya tidak memiliki banyak waktu meladeni lelaki Arogant seperti kamu." ucap Santika sembari mendudukkan bokongnya di atas sofa, yang ada di ruang tamu tanpa ada sedikit niatan mempersilahkan Arya Wiguna duduk di sana.


"Apa begini cara kamu menyambut tamu di rumahmu? tanya Arya Wiguna sambil menatap Santika dengan Tatapan yang sulit diartikan. Santika tersenyum sinis menatap Arya Wiguna dengan tatapan merendahkan.


"Silakan duduk Tuan Arya Wiguna yang terhormat." ucap Santika.


"Nah begitu dong...., setiap tamu itu adalah raja. Jadi perlakukan tamu yang datang ke rumahmu dengan baik." ujar Arya Wiguna sambil mengembangkan senyumnya.


"Hening....

__ADS_1


tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun setelah Arya Wiguna duduk di hadapan Santika Diandra.


Tiba-tiba kehadiran sang Bibi membawakan nampan berisikan dua cangkir kopi dan beberapa cemilan memecahkan keheningan itu. "Loh kok diam-diaman sih nona? Silakan diminum kopi dan cemilannya." ujar asisten rumah tangga itu sambil mengembangkan senyumnya.


Wanita paruh baya yang selama ini menemani hari-hari Santika, semenjak ditinggal oleh kedua orang tuanya. "Terima kasih bibiku yang cantik dan kece badai." ucap Santika ketika sang Bibi sudah membawakan dua cangkir kopi beserta cemilan untuk mereka nikmati.


"Ada apa Tuan Arya Wiguna datang menghampiri saya ke rumah ini? Santika kembali bertanya apa tujuan Arya Wiguna datang ke rumahnya.


"To the point saja. Putriku ingin bertemu dengan kamu. Katanya dia sangat merindukanmu. Entah apa yang kamu perbuat kepada putriku, sehingga Ia terus ingin selalu bersamamu." ucap Arya Wiguna kepada Santika.


Menyayangi seorang anak dengan tulus, tanpa ada unsur keterpaksaan membuat seorang anak itu memahami kalau kita benar-benar tulus menyayanginya. Saya tahu Anda memang orang tua kandung dari Khanza Aulia.


Tetapi sepertinya Anda tidak benar-benar sayang kepada Khanza Aulia. Jika anda menyayangi Khanza, Anda pasti akan paham apa yang di inginkan Khanza dan akan melakukan yang terbaik untuknya.Tidak hanya memikirkan egois anda sendiri." sahut Santika membuat Arya Wiguna sangat emosi mendengar Santika mengatakan kalau dirinya tidak tulus menyayangi putrinya Khanza Aulia.


"Tidak perlu emosi seperti itu." ucap Santika karena melihat mimik wajah Arya Wiguna sudah berbeda ketika mendengar apa yang ia katakan sebelumnya. "Cobalah berdamai dengan keadaan. Jangan terus terbawa suasana di masa lalu. Jika memiliki seorang Mami baru yang terbaik bagi Khanza lakukan itu demi dirinya. Kalau Anda benar-benar menyayangi Putri anda.


Arya Wiguna terdiam. "Sepertinya anda butuh jasa untuk menjodohkan Anda kepada seseorang. Tenang saja, Saya bersedia menjadi jasa mencari jodoh untuk anda." ucapnya langsung tertawa ngakak.


"Kamu pikir saya lelaki murahan? Tidak! Banyak wanita yang ingin menikah denganku, semenjak kepergian ibu kandung Khanza Aulia. Tetapi tak satupun yang cocok kepada Khanza dan aku juga belum bisa menerima wanita-wanita itu.


Karena banyak wanita hanya mengejar harta kekayaan saja. Jika bersedia menikah dengan seorang duda punya anak satu seperti saya. Saya takut menikah. Karna banyak kejadian istri kedua menyakiti anak yang tidak ia lahirkan sendiri. Dan Aku takut itu terjadi kepada Khanza Aulia." sahut Arya Wiguna dengan jujur.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih sudah 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2