
Santika Diandra merasa bersalah kepada Khanza Aulia. Apalagi ketika Arya Wiguna memberitahu kalau Khanza ingin sekali bertemu dengan Santika hingga Khanza datang ke kantor yang selama ini dipimpin oleh Arya Wiguna.
Ketika suster yang bertugas di sana, mendorong tubuh Khanza Aulia di atas branker, berniat untuk memindahkan Khanza ke ruang rawat inap semestinya. Santika langsung menghampiri Khanza Aulia yang belum sadarkan diri.
Santika memanggil memanggil nama Putri kecilnya itu. Berharap Putri kecilnya dapat mendengarnya. Setelah tiba di ruang rawat Inap VVIP yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit, Arya Wiguna menatap putrinya yang berbaring lemah di atas branker.
"Sayang kamu harus sembuh Oma Pasti sangat merindukanmu. Oma akan marah besar kepada Papi jika mengetahui kondisimu saat ini. Air bening mengalir begitu saja di wajah tampan Arya Wiguna. Seolah dirinya tidak tega melihat putrinya berbaring di sana.
Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 malam. Terlihat Nyonya Rosalinda sudah sangat gelisah karena cucu dan putranya tak kunjung pulang ke rumah. Apalagi Arya Wiguna sama sekali tidak menghubungi Nyonya Rosalinda.
Karena merasa tidak sabar lagi, Nyonya Rosalinda berniat mencari keberadaan Khanza Aulia dengan Arya Wiguna. Nyonya Rosalina meraih ponsel yang ada di atas nakas. Berniat untuk menghubungi Arya Wiguna.
Kring....
Kring....
Kring...
Suara deringan ponsel arya Wiguna terdengar jelas di telinganya. Arya Wiguna melihat di layar ponselnya kalau Nyonya Rosalinda yang menghubungi dirinya.
" Ya Allah aku harus bagaimana ini? Mami menghubungiku."gumamnya yang dapat didengar oleh Santika Diandra. Santika Diandra menganggukkan kepalanya, pertanda ia meminta kepada Arya Wiguna untuk berterus terang kepada Nyonya Rosalinda.
"Bagaimana ini? Pasti mami akan terkejut mendengar kondisi Khanza saat ini. lebih baik tidak diangkat saja." ucap Arya Wiguna karena ia khawatir Nyonya Rosalinda akan marah besar dan juga sangat mengkawatirkan Khanza. Ketika mendengar kabar tentang apa yang dialami oleh Khanza Aulia.
"Tidak Mas, lebih baik Mas memberitahu tante. Karena jika mas tidak memberitahu kepada tante, tante pasti akan semakin khawatir akan kondisi Mas dan juga Khanza." ujar Santika Diandra meminta kepada Arya Wiguna berterus terang kepada Nyonya Rosalinda.
__ADS_1
Arya Wiguna menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Nyonya Rosalinda.
"Hallo assalamualaikum mom." Sapa Arya Wiguna berusaha menjawab dengan tenang.
" Waalaikumsalam nak, Kalian dimana? ini sudah pukul 20.00 malam, Mengapa belum pulang? kasihan Khanza nanti dia masuk angin." ucap Nyonya Rosalinda mengkhawatirkan Khanza Aulia.
"Arya saat ini sedang di rumah sakit bersama Khanza dan Santika.
"Apa?
"Di rumah sakit?
memangnya siapa yang sakit Nak?" tanya Nyonya Rosalinda penuh selidik
"Khanza tertabrak motor. Sehingga kami harus membawanya ke rumah sakit saat ini. Tetapi Mami tidak perlu khawatir. Khanza baik-baik saja kok. Hanya butuh perawatan beberapa hari di rumah sakit." ucap Arya Wiguna berusaha untuk tenang menjawab Nyonya Rosalinda dalam sambungan telepon selulernya.
Sebelum Arya Wiguna memutuskan sambungan telepon selulernya, Nyonya Rosalinda sudah meminta kepada sopir pribadi keluarga Arya. Untuk melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju Rumah Sakit tempat khanza Aulia dirawat.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Nyonya Rosalinda tiba di rumah sakit. Dan ia pun bertanya kepada salah satu suster yang kebetulan bertugas di sana malam itu. Dimana ruang rawat inap Khanza dan perawat itu pun langsung memberitahu kepada Nyonya Rosalinda. Nyonya Rosalinda berjalan menelusuri Rumah Sakit.
Hingga tiba saatnya Nyonya Rosalinda tiba di salah satu ruang VVIP tempat Khanza dirawat. "Cucu Oma!" Nyonya Rosalinda berlari ketika sudah membuka pintu ruang rawat inap Khanza. Ia memeluk Khanza Aulia yang kepala dan Tangannya. Sudah dibaluti perban.
Tetapi Khanza belum sadarkan diri membuat Nyonya Rosalinda menatap putranya dengan tatapan tajam. Seolah Nyonya Rosalinda menyalahkan Arya Wiguna atas kejadian yang menimpa Khanza Aulia.
" Apa yang kamu lakukan sehingga cucuku sampai mengalami seperti ini? tanya Nyonya Rosalinda dengan nada meninggi kepada Arya Wiguna. "Maaf mom, tadi Khanza diantarkan sopir ke kantor l, setelah pulang dari sekolah. Khanza merengek ingin bertemu dengan Santika. Sehingga Arya tidak memiliki pilihan lain, selain menghantarkan Khanza bertemu dengan Santika.
__ADS_1
Sementara Santika saat itu, masih berada di kantor Glamour company. Hingga Arya membawa Khanza ke Glamour Company. ketika Khanza Aulia melihat Santika berniat masuk ke dalam mobil miliknya, Khanza memanggil Santika, lalu berlari ingin menghampiri Santika saat itu. Tanpa memperhatikan motor yang melaju kencang.
" Memangnya kamu kemana? sehingga kamu membiarkan putrimu mengejar Santika sendirian?" tanya Nyonya Rosalinda penuh selidik. Arya masih memarkirkan mobil di sana. Sementara Khanza Aulia takut Santika keburu pergi, sehingga dirinya langsung loncat dari mobil dan berlari menghampiri Santika." sahut Arya Wiguna dibalas dengan gelengan kepala dari Rosalinda.
" Maaf Tante, semua ini karena kesalahan Santika. Jika saja Santika menghampiri Khanza ke rumah, mungkin Khanza tidak akan meminta Mas Arya, menghantarkan Khanza bertemu dengan Santika di Glamour company." sahut Santika Diandra.
Nyonya Rosalinda tidak menjawab. Ia hanya terdiam sambil menatap cucunya yang berbaring lemah di atas Branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit.
"Bagaimana pendapat Dokter mengenai luka Khanza saat ini?" nyonya Rosalinda mengkhawatirkan luka yang dialami oleh cucunya. "Menurut dokter lukanya tidak terlalu dalam, tetapi masih butuh perawatan di sini. Ada beberapa jahitan di bagian pelipis mata dan luka lainnya, membuat Khanza harus dirawat di sini." sahut Santika Diandra berharap Nyonya Rosalinda memahami situasi.
"Cucu Oma, kamu harus sehat sayang agar kamu bisa bermain dengan Mami kamu. sebentar lagi Mami Kamu akan tinggal di rumah kita untuk selamanya." ujar Nyonya Rosalinda sambil menatap Santika Diandra dengan tatapan penuh harap. Santika hanya mengembangkan senyumnya. Ketika Rosalinda mengatakan kalau Santika akan segera tinggal di rumah utama keluarga Arya Wiguna.
"Dan untuk kamu Arya, tunggu apa lagi? kamu ingin menunggu kejadian ini menimpa putrimu lagi, supaya kamu melamar Santika? cepat halalkan Santika." ucap Nyonya Rosalinda. Tetapi tidak dijawab Arya Wiguna sama sekali.
Sementara di tempat lain, terlihat Alexander terhenyak ketika mengetahui plat motor yang menabrak Khanza Aulia ternyata salah seorang wanita yang ingin menghancurkan kehidupan Santika.
"Apa kamu yakin pelaku tabrak lari itu seorang wanita? tanya Alexander memastikan kepada anak buahnya, kalau apa yang dikatakan anak buahnya benar adanya. "Berikan dia pelajaran dan tanya kepadanya apa motifnya, sehingga dirinya berniat untuk menghancurkan kehidupan Santika. Karena bagaimanapun Santika merupakan adik kandung Alexander. Tentunya Alexander tidak akan tinggal diam jika ada seseorang yang mengincar adiknya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA ,MAMPIR KEKARYA BARU MORATA YANG BERJUDUL "CONTRAC WEDDING 30 DAY'S WITH CEO
__ADS_1