MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB 25. KAU MAMI KU


__ADS_3

Buru-buru Santika Diandra langsung menggunakan pakaiannya. Ia tidak melihat kehadiran Arya Wiguna di sana. Apalagi saat itu, Santika Diandra hanya menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya, keluar dari kamar mandi.


Santika menggerutu. "Tidak ada sopan, masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu." umpatnya dalam hati sambil menggunakan pakaian ganti yang diantarkan oleh Arya Wiguna setelah Arya keluar dari kamar itu.


"Kamu Kenapa Nak? seperti dikejar setan saja wajahmu pucat sekali?


"Tidak apa-apa mom, hanya saja Arya butuh istirahat.


Kalau begitu, kamu istirahat lagi. Mungkin Kamu kecapean bekerja di kantor dan harus ikut mengurus Khanza. ujar Nyonya Rosalinda meminta kepada Arya Wiguna untuk istirahat terlebih dahulu sebelum dirinya pergi ke kantor.


Papi..... Papi sakit? Khanza penasaran melihat wajah Arya Wiguna yang terlihat pucat setelah kembali dari kamar menghantarkan baju ganti untuk Santika. Padahal sebelum pergi ke kamar yang ditempati oleh Santika Diandra, Arya Wiguna baik-baik saja.


"Kenapa bisa seperti ini sih? ini situasi yang tidak aku inginkan." umpat Arya Wiguna ketika mengingat tubuh mulus Santika Diandra keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya.


selaku lelaki normal yang sudah pernah merasakan nikmatnya surga dunia, pastilah Arya Wiguna begitu Ingin merasakan hal yang sama seperti yang sudah ia rasakan sebelumnya. Apalagi Arya Wiguna sudah lama tidak merasakannya .

__ADS_1


Tetapi sulit baginya untuk menggapai keinginannya. Jika ia mau, banyak wanita-wanita yang ingin sekali dekat dengan Arya Wiguna. Tetapi Arya Wiguna tidak pernah berniat untuk mencari wanita lain, untuk pelampiasannya. Karna rasa cintanya terhadap Almarhumah istrinya begitu besar. Membuat Arya Wiguna sulit menerima wanita lain di hidupnya.


Tetapi sepertinya Santika sudah dapat menggoyahkan pertahanan Arya Wiguna.


Bayang bayang Santika sedang menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya, menari nari di kepala Arya Wiguna. membuat duda anak satu itu tidak konsentrasi.


"Papi hari ini tidak kekantor kan? Khanza datang menghampiri Arya Wiguna.


"Memangnya kenapa sayang?"


"Tapi mami kamu hari ini harus pergi ke kantor sayang, karna ada tugas penting yang harus mami kamu kerjakan.


"Mengapa mami harus bekerja?


"Apa papi tidak memberikan uang kepada mami? kan yang papi banyak. Berikan sama mami dong. Supaya mami tidak perlu bekerja dan hanya menemani Khanza dirumah.

__ADS_1


"Ya Allah, seandainya kamu tau nak. Keluarga Hermawan juga kaya raya. Dan mami kamu juga tidak kekurangan uang. Masalahnya sekarang, diantara papi dan Mami kamu tidak ada hubungan apa apa!" gumam Arya Wiguna dalam hati.


Terlihat Santika Diandra sudah rapi, setelah selesai melakukan ritual mandinya. Ia berniat ingin segera kembali ke rumah utama keluarga Hermawan, setelah beberapa hari tidak kembali ke rumah. Apalagi Alexander sang kakak yang ia sayang sudah menghubunginya dan meminta Santika agar segera kembali ke rumah Utama keluarga Mahendra.


"Mami temani Khanza main dong di taman belakang!" mohon Khanza Aulia kepada Santika.


Santika mengembangkan senyumnya menatap gadis kecil yang mencuri perhatiannya dengan secara seksama. Pelan-pelan Santika memberikan pengertian kepada Khanza Aulia berharap Khanza dapat memahami situasi Santika saat ini.


"Mami tinggal saja di sini. Mengapa Mami harus pulang lagi? kau adalah mamiku sudah sewajarnya tinggal di sini bersama Papi dan Oma." Khanza berceloteh apa yang ada di dalam pikirannya. Ia tidak tahu hal yang sebenarnya saat ini. Yang ia tahu kalau saat ini Santika Diandra adalah mami. Dan selamanya akan menjadi maminya.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2