
Arya Wiguna seolah tidak ingin ditinggalkan oleh Santika Diandra. "Menginaplah di sini satu malam. Takutnya khanza akan mencari kamu tengah malam nanti. Apalagi kamu tahu sendiri, dia baru sembuh. "Apa kamu tega dia menangis tengah malam? jika Khanza terbangun dan mencarimu. Alasan itu yang diberikan Arya Wiguna kepada Santika Diandra. Berharap Santika Diandra mengurungkan niatnya untuk kembali ke rumah utama keluarga Mahendra.
"Kamu tahu sendiri bukan? saya sudah beberapa hari ini menjaga Khanza di rumah sakit. Aku sama sekali belum ada pulang ke rumah. Kakakku pasti mengkhawatirkanku. "Tolong untuk malam ini saja menginaplah di sini." Arya Wiguna kembali memohon kepada Santika Diandra .
Santika Diandra menghela nafas berat. Asal Arya Wiguna menyinggung masalah Khanza, membuat Santika Diandra menjadi dilema. Ia Pun kembali menghampiri kamar gadis kecil itu, dan melihatnya masih tertidur pulas.
"Apa kamu tega meninggalkannya? Bagaimana jika dia terbangun dan mencarimu? mengertilah untuk malam ini saja." Arya Wiguna kembali memohon.
Tanpa mereka sadari Nyonya Rosalinda memperhatikan interaksi keduanya.
"Cerdas!" dengan begitu Kalian pasti akan semakin dekat. Mudah-mudahan kamu berjodoh dengan Santika. Karena Santika merupakan wanita yang baik.Nyonya Rosalinda bermonolog sendiri.
Lalu pergi meninggalkan Arya Wiguna dan Santika di sana. Nyonya Rosalinda sangat menginginkan Santika Diandra menjadi menantu atau Ibu sambung dari Khanza karena nyonya Rosalinda pernah melihat Santika Diandra pergi menemui anak-anak jalanan, dan memberikan sedekah kepada mereka.
Bahkan Nyonya Rosalinda juga menyaksikan kalau Santika kerap sekali mengajari anak-anak jalanan itu untuk sekedar mengetahui membaca dan menulis. Hal itulah yang membuat Nyonya Rosalinda yakin, kalau Santika wanita yang tepat menjadi Ibu sambung Khanza. Apalagi Khanza juga begitu dekat dengan Santika. Ia sangat menginginkan Santika menjadi maminya.
Di tempat lain Alexander tampak gelisah, karena adik yang sangat ia sayangi tak kunjung pulang ke rumah. Ia pun akhirnya menghubungi nomor ponsel milik adiknya Kring....
kring...
Kring.....
Suara deringan ponsel milik Santika terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya kalau yang menghubunginya merupakan kakak kandungnya sendiri
"Lihatlah, Kak Alexander sudah menghubungiku. Itu berarti dia sangat mengkhawatirkanku. Jadi aku harus pulang malam ini. Santika Diandra memperlihatkan layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya merupakan nomor ponsel milik kakaknya Alexander.
Santika menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada sang kakak. "Hallo selamat malam kakakku yang tampan!" sapa Santika dalam sambungan telepon selulernya.
__ADS_1
"Kamu dimana adikku yang cantik?" sahut Alexander berbahasa basi.
"Masih tetap di atas tanah di bawah langit Kak. Belum juga di bawah tanah." sahut Santika berniat bercanda kepada sang kakak.
"Kakak serius dek, kamu dimana? Kakak mengkhawatirkanmu. Sudah 3 hari kamu tidak pulang. Dan Zahra juga mencari kamu ke sini.
"Zahra?
"Iya Zahra Sudah beberapa kali datang ke sini mencari kamu. Tapi kamu tidak ada di rumah." sahut Alexander.
Santika menepuk jidatnya. Ia lupa mengabari sahabat yang begitu dekat dengannya. Kalau saat ini, Santika masih menjaga Khanza yang sedang sakit.
"Ya sudah Kak, mungkin dalam waktu dekat Santika akan pulang. Kakak jangan khawatir Santika baik-baik saja kok." ucap Santika kepada sang kakak.
Setelah berbicara panjang lebar kepada Alexander, Santika memutuskan sambungan telepon selulernya. lalu kembali menghampiri Arya Wiguna mendengar percakapannya dengan sang kakak.
"Tuan Arya Wiguna yang terhormat, anda sudah mengetahui kalau saat ini saya sudah dihubungi oleh Kakak saya. Jadi malam ini saya juga harus segera pulang." ucapnya kepada Arya Wiguna.
Akhirnya Santika pun setuju kalau Santika menginap di rumah utama keluarga Wiguna. Tepatnya di kamar yang ditempati oleh khanza Aulia, gadis kecil yang menculik perhatian Santika.
****
Pagi hari yang indah matahari sudah mulai terbit di ufuk timur. Matahari sudah mulai masuk melalui celah-celah gorden kamar gadis kecil itu. Membuat tidur Santika pun menjadi terganggu.
Huyemmm....
Santika bergeliat. Lalu ia meneliti seisi ruangan, ketika dirinya sudah mengucek netranya. Ia baru menyadari kalau saat ini Santika tidur di kamar yang sama dengan gadis kecil yang ia sayangi.
__ADS_1
"Ya ampun aku baru nyadar tidur bersama khanza." gumamnya dalam hati sambil bangkit, berhati-hati masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Tapi kali ini dia bingung akan menggunakan Apa.
Karena baju gantinya sudah tidak ada lagi.
"Ya ampun tidak mungkin juga aku mandi tetap menggunakan pakaian ini. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumamnya dalam hati sembari mondar-mandir di depan pintu kamar mandi.
Santika Diandra memutuskan masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri di sana. Sementara Khanza Aulia, sebenarnya sudah terbangun. Tetapi ia memilih pura-pura tidur agar Santika Diandra mengira kanza Aulia masih tertidur pulas.
Ketika Santika Diandra masuk ke kamar mandi, Khanza bangkit dari pembaringannya lalu pergi menemui Arya Wiguna.
"Papi.... papi.... sepertinya Mami kebingungan sekarang. Mami pergi mandi tetapi ia bingung mau menggunakan Apa? karena baju ganti Mami sudah tidak ada di sini lagi. Ucap Khanza Aulia kepada Arya.
Membuat Arya Wiguna pun menepuk jidatnya. Ia pun meminta sang asisten rumah tangga untuk menyediakan baju ganti kepada Santika. Dimana baju yang saya berikan kemarin kepada bibi? tolong antarkan ke kamar Khanza." ujar Arya Wiguna.
"Kenapa harus Bibi yang mengantarkannya? kan bisa Papi, ucap gadis kecil itu membuat Arya Wiguna mengerutkan keningnya. Ia bingung Mengapa putrinya begitu bijak meminta Arya Wiguna yang menghantarkan langsung baju ganti Santika.
Arya memulas senyumnya dan meminta kepada asisten rumah tangga itu, untuk memberikan baju ganti kepadanya. lalu ia pun menghantarkan ke kamar khanza Aulia. Sementara Khanza Aulia memilih untuk tetap di ruang tamu ngobrol bersama Nyonya Rosalinda.
Sebelumnya Nyonya Rosalinda Sudah mengedipkan matanya sebelah, kepada Khanza untuk memberi kode agar Khanza meminta Arya Wiguna untuk menghantarkan langsung pakaian ganti itu.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Santika keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Ia tidak menyadari kehadiran Arya Wiguna disana.
"Astaga! Tuan Arya Wiguna yang terhormat Anda ngapain di Sini?tanyanya sambil menatap Arya Wiguna dengan tatapan tajam. "Saya hanya menghantarkan baju ganti ini, untukmu. Tidak mungkin juga kan kamu memakai pakaian yang itu itu saja." ucapnya lalu memberikan pakaian yang ia beli sebelumnya.
Melihat tubuh mulus Santika, membuat desiran yang cukup hebat di tubuh Arya Wiguna. Tetapi Arya Wiguna berusaha untuk menahan. Ia memilih langsung keluar dari kamar, agar Santika dapat leluasa mengganti pakaiannya.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA 🙏🙏🙏🙏