
Untuk memulihkan rasa trauma yang dialami oleh Aulia Santika Diandra, Arya Wiguna memutuskan untuk berkonsultasi kepada psikiater bukan berarti membawa Aulia psikiater mengira kalau Aulia stress melainkan untuk mengetahui perkembangan traumatis yang dialami oleh Aulia.
Beberapa kali berkonsultasi dengan dokter psikiater, kini kondisi Aulia sudah semakin membaik. Di samping berkonsultasi dengan dokter psikiater Aulia juga berkonsultasi kepada dokter yang selama ini menangani Aulia. Dan dokter pun memastikan kalau kondisi Aulia sudah pulih kembali dan akan baik-baik saja, jika tidak terulang lagi kejadian yang sama seperti yang dialami oleh Aulia di Beberapa bulan yang lalu.
Sungguh keajaiban yang sangat luar biasa. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, saat ini dirasakan oleh Santika Diandra dan keluarganya. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Santika Diandra. Ketika ingatan Aulia kembali pulih saat dirinya membawa Aulia bertemu dengan anak-anak jalanan untuk sekedar berbagi dengan mereka.
Dua bulan kemudian
Pagi-pagi sekali, Santika Diandra sudah terbangun dari tidurnya. Santika Diandra menatap suaminya masih tertidur pulas di sampingnya dengan tangan melingkar tepat di perut Santika Diandra.
Astagfirullah ada apa ini? tidur saja suamiku terlihat tampan Aduh membuat hatiku sampai klepek-klepek gumam Santika Diandra. Santika Diandra merasa gemas melihat suaminya yang tampak begitu tampan menurutnya.
Karena merasa gemas, Ia pun langsung memberikan kecupan hangat di bibir ranum suaminya. Setelah memberikan kecupan hangat di bibir ranum suaminya, ia berniat bangkit dari pembaringannya. tetapi ketika ia ingin bangkit, tangan Arya Wiguna yang masih setia melingkar di perutnya mengeratkan pelukannya.
Hingga tubuh Santika Diandra pun langsung berada di dada bidang milik suaminya. "Mas ini sudah pagi kita harus bangun, apa mas tidak ke kantor?" tanya Santika Diandra kepada suaminya.
"Biarin saja Mas ingin tetap bersama kamu di kamar ucap aryaguna kepada Santika Diandra. Entah mengapa tiba-tiba Santika Diandra merasa mual. Ia pun langsung menghempaskan tangan suaminya dan langsung berlari ke kamar mandi memuntahkan seluruh isi perutnya
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa?" teriak Arya Wiguna langsung menghampiri Santika Diandra yang sedang muntah-muntah mengeluarkan isi perutnya. Terlihat santika sudah keringat dingin dan pucat. Perlahan kepalanya terasa pusing, rumah seakan berputar membuat dirinya kewalahan untuk berjalan.
Untung saja dengan sigap arya Wiguna membopong tubuh Santika Diandra, masuk kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. "Kamu kenapa sayang?
"Entahlah, Mas tiba-tiba saja Santika merasa mual dan kepala Santika terasa pusing. sepertinya rumah ini berputar." ucap sambil memejamkan matanya memijat-mijat pelipisnya.
Arya Wiguna mengambil minyak kayu putih yang ada di dalam laci, lalu mengoleksinya di bagian perut dan juga leher Santika. tetapi itu tidak membantu Santika justru Santika memuntahkan seluruh isi perutnya.
Hingga muntahan Santika berserak di lantai. tetapi Arya Wiguna tidak permasalahkan lantai kamar itu kotor, yang ia khawatirkan saat ini kondisi istrinya. Ia pun langsung membopong tubuh Santika Diandra turun untuk segera membawanya ke rumah sakit.
" Bi, tolong bersihkan kamar ada muntahan istri saya di situ. sepertinya Istri saya sakit aku akan membawanya ke rumah sakit sekarang juga." ucap Arya Wiguna sambil berteriak memanggil Pak Yono, untuk segera bersiap membawa Santika Diandra ke rumah sakit.
"Bi, Ada apa sebenarnya Mengapa menantu saya? apa dia sakit? tanya Nyonya Rosalinda penasaran. Saya juga kurang tahu Nyonya, Tapi sepertinya non santika jatuh pingsan dan kata tuan Arya Wiguna kalau Nona Santika muntah-muntah dan di kamar Tuan banyak muntahan Non santika berserakan. Makanya Tuan meminta Bibi untuk membersihkannya terlebih dahulu." ucap sang asisten rumah tangga yang kebetulan mendapat amanah dari Arya Wiguna untuk segera membersihkan lantai kamar yang selama ini ditempati oleh Santika Diandra dengan Arya Wiguna.
Sementara di tempat lain, Arya Wiguna dan Santika Diandra yang baru tiba di rumah sakit. Arya langsung berteriak memanggil dokter, agar segera memberikan pertolongan kepada istrinya. Terlihat suster dan dokter mendorong banker agar tubuh Santika Diandra bisa dibaringkan disana, dan mendorongnya masuk ke ruang UGD.
Setelah berada di ruang UGD, terlihat dokter yang bertugas di sana langsung memeriksa kondisi kesehatan Santika Diandra. dan mereka pun meminta kepada Arya Wiguna untuk memeriksakan Santika Diandra ke dokter kandungan.
__ADS_1
Karena menurut pemeriksaan dokter yang bertugas di ruang UGD, kalau Santika Diandra saat ini sedang hamil. Mendengar kabar kehamilan istrinya, Arya Wiguna sangat bahagia. ia pun memberikan kecupan hangat di wajah cantik Santika Diandra. Walaupun Santika saat ini belum sadar, tetapi dokter meminta agar untuk memastikan Arya Wiguna, memeriksakan Santika Diandra ke dokter kandungan. karena mereka belum bisa memastikan yang sebenarnya. Tetapi menurut prediksi mereka kalau Santika Diandra hamil.
Dokter yang bertugas disana memasang jarum infus guna untuk memulihkan tenaga Santika Diandra. "Saya ingin dokter kandungan langsung memeriksa kondisi kesehatan istri saya sekarang juga." perintah Arya Wiguna kepada dokter yang bertugas disana.
Dokter yang bertugas di sana pun mengangguk paham, lalu langsung berlalu meninggalkan Arya Wiguna untuk memanggil dokter kandungan memeriksa kondisi Santika Diandra yang sebenarnya. Setelah dokter kandungan sudah tiba di ruang UGD, dokter meminta kepada suster yang ada di sana untuk mendorong tubuh Santika Diandra ke ruang pemeriksaan. Agar memeriksa yang dilakukan terhadap Santika Diandra maksimal.
Kini Santika Diandra sudah diperiksa oleh dokter kandungan dan saat ini dokter kandungan itu pun melakukan USG terhadap Santika Diandra dan ternyata prediksi dari dokter sebelumnya benar adanya kalau Santika Diandra hamil sudah sekitar 2 bulan.
" Selamat ya Tuan istri anda Santika Diandra positif hamil." ucap dokter kandungan itu sembari memberikan layar USG agar Arya Wiguna dapat melihatnya. dokter itu pun menjelaskan apa saja yang ada di layar itu agar Arya Wiguna tidak bertanya-tanya mengenai kondisi kesehatan Santika Diandra, dan kondisi janin yang ada di rahim Santika Diandra.
Tetapi Mengapa istri saya muntah-muntah seperti itu dokter? tanya Arya Wiguna penasaran. itu biasa dialami oleh wanita yang hamil muda. Bapak harus bersabar dan biasanya wanita yang lagi hamil muda permintaannya yang aneh-aneh. Tolong jangan tidak dituruti, mohon dituruti kalau selagi bisa." ucap dokter itu kepada Arya Wiguna dibalas anggukan dari Arya Wiguna.
Tiba-tiba Santika Diandra terbangun." Mas aku dimana? tanyanya sambil menelisik seisi ruangan. "Kamu ada di rumah sakit sayang, tadi kamu mual dan muntah dan pingsan sekarang Mas membawa kamu ke rumah sakit. ternyata kamu saat ini hamil. Terima kasih sayang kamu sudah memberikan kabar gembira ini kepada Mas." ucap Arya giguna sambil memeluk dan memberikan kecupan hangat di wajah cantik istrinya.
"Benarkah Mas, saat ini Santika sedang hamil?" tanya Santika yang belum percaya begitu saja apa yang diucapkan suaminya. iya sayang, kamu saat ini sedang hamil. Terima kasih untuk segalanya yang kau perbuat kepada Mas. Hidup Mas semakin berwarna dengan kehadiran kamu di kehidupan Mas." ucap Arya Wiguna berterus terang kepada istrinya kalau hari-harinya semakin berwarna dengan kehadiran Santika Diandra di hidupnya.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓