
Sudah lima Hari berlalu Santika Diandra tinggal di apartemen pribadi milik Arya Wiguna. Sementara Arya Wiguna kembali ke rumah utama. Ia terhenyak melihat putrinya sedang demam tinggi.
Kita harus segera membawa Khanza ke rumah sakit. Karena demam Khanza sangat tinggi." ucap Nyonya Rosalinda meminta kepada Arya Wiguna, agar segera membawa Khanza ke rumah sakit, guna mendapatkan pengobatan yang intensif di sana.
Arya Wiguna menggendong tubuh mungil putrinya masuk ke dalam mobil. Ia memerintahkan Karyo sang supir pribadi langsung menghantarkan mereka ke rumah sakit terdekat.
Ketika mobil sudah tiba di rumah sakit, Arya langsung menggendong tubuh mungil putrinya dan berteriak minta tolong kepada dokter yang bertugas di sana, untuk segera memeriksa kondisi kesehatan Khanza saat ini.
Ketika dokter memeriksa kondisi kesehatan Khanza, dokter itu menggelengkan kepalanya. Dokter itu pun mengatakan kepada Arya Wiguna kalau saat ini Khanza membutuhkan perawatan yang intensif di rumah sakit karena demam Kanza terlalu tinggi.
"Lakukan yang terbaik kepada putri saya. Saya tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya. Aku sangat menyayangi putri saya." mohon Arya Wiguna kepada dokter yang bertugas di sana untuk segera memberikan pengobatan yang terbaik kepada putrinya.
"Tenang Tuan, kami akan memberikan layanan terbaik kepada putri anda. Tetapi semuanya butuh proses dan prosedur. lebih baik anda duduk dan menunggu di luar agar kami dapat leluasa untuk memeriksa kondisi kesehatan Putri Tuan." sahut salah satu suster yang bertugas di sana.
Ketika Arya Wiguna melihat putrinya berbaring lemah di atas tempat tidur, yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Arya merasa bersalah kepada putrinya karena beberapa hari ini Arya Wiguna mengabaikan Khanza ketika kejadian lima hari yang lalu di sekolah tempat Khanza bersekolah.
Kini Khanza Aulia sudah dipindahkan ke ruang rawat Inap VVIP yang ada di rumah sakit itu. Santika sama sekali tidak mengetahui kalau saat ini, Khanza sedang dirawat di rumah sakit.
Arya sengaja tidak memberitahu kepada Santika. Karena jika Santika mengetahui kalau Khanza dirawat di rumah sakit. Maka tidak menutup kemungkinan Santika akan menutup menemui Khanza di rumah sakit.
Sementara di tempat lain, Zahra yang tak kunjung mendapat kabar dari sahabatnya Santika Diandra. Setelah kejadian di klub malam itu, cara menghubungi nomor ponsel milik Santika yang masih berada di tangan Arya Wiguna.
Ketika Zahra menghubungi nomor ponsel milik Santika. Santika tak kunjung mengangkat membuat Zahra sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu. Beberapa pesan Whatsapp ia kirimkan untuk menanyakan keberadaan Santika. Tetapi tak satupun yang dibalas.
Zahra memberanikan diri menghubungi Alexander.
Kring....
__ADS_1
Kring.....
Kring.....
Suara Deringan ponsel milik Alexander terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel Zahra yang menghubungi dirinya. "Hallo assalamualaikum selamat sore dengan Alexander ada yang dapat saya bantu?" tanya Alexander formal.
"Hallo Kak, ini Zahra.
"Ya ada apa Zahra?" tanya Alexander penuh selidik. Kak Santika ada di rumah tidak?
"loh Memangnya Santika tidak mengabari Kamu kalau saat ini Santika lagi pergi liburan ke Bali? katanya ingin menenangkan diri setelah Nicholas memutuskan hubungan mereka." sahut Alexander membuat Zahra mengerutkan keningnya.
loh Santika kok tidak ada ngomong kepadaku kalau Dia pergi liburan ke Pulau Dewata Bali? Zahra kembali bertanya kepada Alexander. Alexander pun merasa bingung Mengapa adik kesayangannya itu tidak berpamitan kepada sang sahabat yang selalu setia menemani dirinya pergi ke Pulau Dewata Bali.
Memangnya Santika berapa lama di sana Kak? tanya Zahra.
" Katanya sih mungkin kira-kira 3 minggu. nanti akan Kakak kabari jika Santika sudah kembali dari Bali " sahutnya sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya ketika sudah menyelesaikan pembicaraan mereka.
***
Dua hari berlalu setelah Khanza berada di rumah sakit. Tetapi kondisi kesehatannya tidak ada perubahan. Bahkan tubuh Khanza saat ini sudah mengurus karena Khanza Tidak selera makan. Untung saja dibantu asupan gizi dari infus yang yang tertancap di punggung tangan Khanza. Hal itu membuat Arya Wiguna menjadi khawatir.
"Turunkan ego Kamu, kalau kamu memang ingin Khanza sembuh seperti biasanya. Mami tidak menyangka kepalamu sekeras batu. Mengalah untuk kebaikan anak apa salahnya. Jika Mami melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan ini terhadap Khanza, maka kamu mungkin sudah tidak hidup lagi hingga sampai saat ini."
"Apa kamu tega melihat kondisi anakmu seperti ini? Nyonya Rosalinda sudah mulai gerah melihat tingkah putranya yang terlalu egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan putrinya.
Arya Wiguna selalu ingin memaksakan kehendaknya kepada sang putri. "Mami tidak akan mengampunimu Jika terjadi sesuatu kepada cucuku."ucap Nyonya Rosalinda kepada Arya Wiguna. Arya Wiguna langsung terdiam sambil menatap putrinya dengan Tatapan yang sulit diartikan.
__ADS_1
Sementara di tempat lain tepatnya di apartemen mewah milik Arya Wiguna, tampak Santika begitu gelisah pikirannya terpusat kepada Khanza Aulia. "Ada apa ini apa yang terjadi kepada gadis kecil itu, sehingga Aku kepikiran terus kepadanya?" Santika membatin.
Santika ingin sekali menghubungi nomor ponsel Nyonya Rosalinda. Tetapi sayangnya ponselnya masih berada di tangan Arya Wiguna, sehingga Santika tidak dapat melakukan apa-apa selain hanya menonton siaran televisi yang ada di apartemen milik Arya Wiguna.
"Sudah hampir seminggu lamanya Aku di sini. itu artinya satu minggu lagi aku akan bebas dari sangkar burung ini." gumamnya dalam hati. Tiba-tiba Arya Wiguna masuk membuat Santika dan terhenyak melihat kehadiran Arya Wiguna di sana.
"Datang ke jelangkung!" tidak ada tegur sapa sama sekali. Dasar lelaki tidak tahu sopan santun." gerutu Santika.
"Suka-suka saya!.ini apartemen, apartemen saya. Siapa kamu berani-beraninya menggurui Ku? pekik Arya Wiguna.
Dimana ponselku? Aku perlu. Aku ingin menghubungi seseorang. Arya Wiguna menatap Santika dengan tatapan tajam.
"Ikut aku sekarang!" ucapnya sambil menarik tangan Santika Diandra.
Santika menghempaskan tangannya. "Kalau berbicara kepada orang yang sopan. Saya bukan babu Mu di sini, atau istri kamu. bebaskan Saya dari sini! Kalau kamu tidak ingin menyesal." teriak Santika yang sudah mulai gerah melihat tingkah Arya Wiguna dengan seenak jidatnya saja terhadap Santika.
"Jangan banyak bacot!" lebih baik kamu ikut saya." ucap Arya sambil menarik tangan Santika sampai masuk ke lift karena saat itu Arya Wiguna ingin membawa Santika bertemu dengan Khanza Aulia.
Karena menurutnya hanya Santika yang dapat membujuk Khanza agar Khanza memakan makanannya yang mereka sediakan dan dengan membawa Santika Diandra, hati Khanza pasti bahagia.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, mereka tiba di salah satu rumah sakit. Membuat Santika mengerutkan keningnya "Ngapain kita ke sini? memangnya siapa yang sakit? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Santika kepada Arya Wiguna.
Arya tidak menjawab. Dan terus menarik tangan Santika hingga tiba di ruang rawat inap VVIP yang ditempati oleh Kanza Aulia. Ketika Santika melihat Khanza Aulia sudah berbaring lemah di atas branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit, Santika langsung berlari menghampiri Kanza.
"Ya Allah Khanza apa yang terjadi kepadamu Sayang? tanya Santika sambil langsung memeluk Khanza Aulia. Karena Santika benar benar sangat menyayangi Khanza.
bersambung....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏