
Santika Diandra begitu bahagia mendengar kabar Kalau Zahra saat ini sudah melahirkan bayi seorang laki-laki keturunan kakak kandungnya sendiri. Santika Diandra meminta kepada Arya Wiguna untuk menemaninya melihat sang keponakan yang selama ini sudah dinantikannya.
"Mas Santika ingin melihat keponakanku. Tolong antarkan Santika ke sana mohon Santika Diandra kepada Arya Wiguna sambil mengalungkan tangannya di jenjang nenek dan suaminya. Arya Wiguna mengembangkan senyumnya lalu memberikan kecupan hangat di bibir manis istrinya.
Dengan senang hati Mas akan menghantarkanmu sayang. Sekalian kita memeriksakan kandungan kamu juga. ucap Arya Wiguna sambil mengembangkan senyumnya menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta. Arya Wiguna begitu bahagia dan merasa beruntung memiliki istri seperti Santika dianta yang sangat memahaminya.
Apalagi Santika Diandra sangat menyayangi Aulia seperti putri kandungnya sendiri. Ia tidak menyangka kalau ada wanita yang benar-benar sayang dan tulus menyayangi putrinya. Tiba-tiba Aulia datang menghampiri Arya Wiguna dan Santika Diandra.
"Mami mau ke mana Kok sudah rapi? tanya gadis kecil yang mungil itu menatap penampilan Santika Diandra sudah terlihat rapi dan bersih.
"Mami mau ke rumah sakit sayang,
"Memangnya Mami sakit?
__ADS_1
"Tidak sayang tetapi tante cara saat ini sudah melahirkan dedek bayi.
"Dedek bayi?
"Dedek bayinya yang ada di dalam perut Mami kapan keluarnya? tanya Aulia dengan polosnya kepada Santika Diandra dan juga Arya Wiguna membuat Arya Wiguna sontak langsung tertawa ngakak.
"ada waktunya sayang sabar ya ujar Santika Diandra kepada Aulia yang tidak sabar menantikan calon adiknya yang ada di dalam rahim Santika Diandra.
Arya Wiguna dan Santika Diandra berlalu dari ruang utama Wiguna menuju rumah sakit di mana jarak melakukan persalinan. setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit Mereka pun tiba di sana. Santika Diandra langsung masuk ke ruang rawat inap Zahra dan memeluk zahra memberikan selamat kepada kakak iparnya.
"Selamat saat ini kamu sudah menjadi seorang ibu. doakan aku juga baik-baik saja dalam melakukan persalinan seperti kamu. ucapkan kita sambil memeluk Zahra dan meraih tubuh Sang keponakan dari box di mana bayi itu sedang tertidur. Santika Diandra memberikan kecupan hangat di wajah tampan sang keponakan. mirip sekali seperti kakak ucapnya menyamai sang bayi kepada kakaknya.
"Namanya juga anak Papinya tidak mungkin mirip dengan tetangga." sahut Alexander dan Arya Wiguna secara bersamaan membuat Santika Diandra dan Zahra tertawa ngakak.
__ADS_1
Ada kebahagiaan tersendiri di hati Santika Diandra ketika menyaksikan sang kakak dan kakak iparnya sudah memiliki ahli waris glamour Company. Membuat Santika Diandra meminta kepada Alexander untuk mendonasikan sebagian dari harta kekayaannya kepada anak-anak jalanan sebagai ucapan syukur atas rahmat yang diberikan Allah kepada mereka.
"Bagaimana kalau sebagai ucapan syukur Kakak Alexander dengan kehadiran keponakanku ini kakak sumbangkan sebagian kecil harta kekayaan Kakak kepada anak-anak jalanan yang membutuhkan uluran tangan dari kita ujar Santika Diandra dibalas anggukan dari Alexander.
"Aku percayakan itu kepadamu Kakak akan langsung mentransfernya ucap Alexander langsung meraih ponsel miliknya mentransfer beberapa puluh juta untuk didominasikan kepada anak-anak jalanan yang kurang beruntung. Sebagai ucapan syukurnya agar atas rahmat yang diberikan Allah kepada mereka atas kehadiran Putra mereka bernama Bramantyo Alexander.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.
jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.
Trims
__ADS_1