
Khanza Aulia ngotot memohon kepada Santika Diandra agar Santika menginap di rumah utama keluarga Arya Wiguna. Zahra akhirnya mengalah dan meminta Santika untuk menginap disana. Ia memilih untuk kembali sendiri ke rumah kedua orang tuanya dengan menggunakan Taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya.
"Sudahlah Santika, lebih baik kamu menginap di sini. Kasihan dia sepertinya dia menginginkanmu menginap di sini." ujar Zahra kepada Santika.
"Tetapi bagaimana dengan kamu? kamu tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku bukan anak kecil seperti dia. Aku sudah besar dan dewasa.
Mungkin calon suamiku akan pulang besok. Jadi tidak apa-apa aku pulang sendiri." sahut Zahra sambil mengembangkan senyumnya. "Calon suami? Memangnya Sejak kapan kamu memiliki kekasih tanpa aku ketahui Zahra? kamu sudah mulai rahasia-rahasiaan kepadaku." gerutu Santika yang belum mengetahui calon suami siapa maksud Zahra.
"Nanti juga kamu akan tahu jika calon suamiku sudah pulang menunaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan perusahaan." sahut Zahra sambil mengembangkan senyumnya. Membuat Santika semakin bingung, siapa sosok lelaki yang sudah menaklukkan hati seorang Zahra.
"Kamu punya hutang kepadaku, hutang menjelaskan segalanya." ucap Santika yang tidak terima di antara keduanya memiliki rahasia pribadi. Ia sudah kalau begitu aku pamit dulu. Sepertinya taksi online ku sudah menunggu di depan." ucap Zahra.
Karena melihat di layar ponselnya, taksi yang ia pesan sebelumnya. Sudah berada di daerah rumah utama keluarga Arya Wiguna. Santika menemani Zahra keluar dari rumah milik Arya Wiguna. Zahra berpamitan kepada Nyonya Rosalinda dan juga Arya Wiguna untuk segera kembali ke rumah kedua orang tuanya.
" Tante maaf ya saya harus pulang sekarang biarkan Santika menginap di sini. Aku tidak tega memisahkan Mami dan putrinya yang sedang dilanda rindu." ucap Zahra sambil terkekeh. "Terima kasih nak Zahra, sering-seringlah datang ke sini." ucap Nyonya Rosalinda sambil menyambut uluran tangan Zahra.
Zahra hanya mengembangkan senyumnya. lalu keluar, setelah kedatangan petugas keamanan memberitahu kepada Zahra kalau taksi yang di ia pesan sebelumnya, sudah menunggu di luar pintu gerbang rumah utama keluarga Arya Wiguna.
Zahra berlalu dengan menggunakan taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya. Santika melambaikan tangannya. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 21.30 malam tetapi itu sudah biasa bagi Zahra, pulang sendiri ke rumah kedua orang tuanya, jika bepergian ke mana-mana bersama teman-temannya.
__ADS_1
"Khanza ini sudah pukul 21.30 besok kamu sekolah. lebih baik kamu tidur." ujar Arya Wiguna meminta kepada khanza agar segera tidur malam itu. Khanza ingin tidur bersama Papi dan mami. Di kamar yang sama seperti teman-teman Khanza." sahut Khanza yang mampu membuat Santika membulatkan matanya.
"Bagaimana mungkin aku tidur sekamar dengan pria ini."gumamnya dalam hati.
" Ayo dong mom, temani Khanza tidur bersama Papi." mohon Khanza
"Khanza!" jangan minta yang aneh-aneh. Jika Mami sudah bersedia tidur di sini menemani kamu,Seharusnya kamu bersyukur jangan ngelunjak seperti ini. Papi tidak suka!" Arya Wiguna menegaskan kepada putrinya agar tidak terlalu meminta yang lebih dan lebih lagi dari Santika.
Karena hubungan antara Santika dengan Arya Wiguna belum ada kepastian. Khanza Langsung menangis sesunggukan ketika mendengar suara bentakan dari Arya Wiguna. Santika langsung meraih tubuh Khanza. "Sayang jangan menangis, kita akan tidur bertiga dengan Papi di kamar utama. Kamu di tengah Papi di sisi kanan dan Mami di sisi kiri." sahut Santika Diandra membuat Khanza langsung terdiam seketika.
Beneran mom, Mami tidak membohongi Khanza. Santika menganggukkan kepalanya, lalu ia mengembangkan senyumnya menatapnya dengan penuh kasih sayang. Nyonya Rosalinda sudah tersenyum lebar melihat akting cucunya yang begitu menggemaskan.
Arya Wiguna hanya pasrah saja, Mengikuti keinginan putrinya. Karena semakin ia bentak Khanza Aulia semakin menjadi jika Santika Diandra berada di sana. "Ayo Papi.... mom..., kita Khanza sudah sangat ngantuk." ujar Khanza Aulia meminta kepada Santika dan Arya Wiguna untuk mengikuti Khanza masuk ke kamar yang selama ini ditempati oleh Arya Wiguna.
Terlihat Santika enggan melangkahkan kaki masuk ke kamar itu, karena itu hal yang tabu baginya. Tetapi Khanza terus menarik tangan Santika dan meminta Santika membaringkan tubuhnya di sisi kirinya, sesuai dengan janji apa yang diucapkan oleh Santika kepada Khanza.
" Ayo Papi, jangan berdiri terus." ujar Khanza sambil menarik tangan Arya Wiguna. Arya Wiguna tidak dapat menolak ia pun membaringkan tubuhnya di sisi kanan Khanza.
Perlahan demi perlahan Santika mengelus rambut indah Khanza Aulia, sambil bercerita masa kecil Santika kepada putri yang selama ini merindukannya. Hingga akhirnya Khanza tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.
__ADS_1
Santika berniat untuk bangkit dari pembaringannya. Tetapi tangan Khanza Aulia begitu erat memeluk Santika. Jangan mengganggu tidurnya. Tidur saja jangan khawatir aku tidak akan ngapa-ngapain kamu kok. Jika aku ingin berniat jahat kepadamu, Mengapa tidak aku lakukan dari dulu ketika kamu sedang mabuk?" ujar Arya Wiguna kepada Santika Diandra dibalas anggukan dari Santika.
Santika sulit untuk memejamkan matanya. Tetapi ketika Arya Wiguna meyakinkan Santika kalau dirinya tidak akan melakukan apa-apa terhadap Santika. Membuat Santika merasa sedikit lega. Santika pun akhirnya memejamkan matanya, lalu ia tertidur pulas mengarungi alam mimpinya diikuti dengan Arya Wiguna.
Tanpa mereka sadari pukul 02.00 dini hari Khanza Aulia pindah ke kamarnya dan membiarkan Arya Wiguna dan Santika tidur berdua di kamar yang sama. Itu semua sudah diatur oleh Nyonya Rosalinda. Berharap di antara Arya Wiguna dan Santika Diandra semakin dekat dan Santika bersedia menikah dengan putranya.
"Kamu memang cucu Oma yang paling bisa diandalkan." Puji Nyonya Rosalinda sambil kemana-mana cucunya tidur di kamar cucunya sendiri. Hingga keduanya pun tertidur pulas saling berpelukan mengarungi alam mimpinya
Sementara di kamar yang selama ini ditempati oleh Arya Wiguna, terlihat Santika masih tertidur pulas tangan Arya Wiguna melingkar di perut Santika. Mereka saling tidak menyadari kalau keduanya tidur salin berpelukan. Santika merasa nyaman tidur dan nyenyak di sana.
Begitu juga dengan Arya Wiguna. Hingga pukul 04.00 dini hari, Arya Wiguna terhadap melihat dirinya tertidur memeluk Santika. Ia mencari keberadaan putrinya, tetapi Khanza Aulia tidak ada di sana.
"Ini pasti ulah Mami dengan Khanza." gumam Arya Wiguna sambil menggelengkan kepalanya. Tetapi ia berusaha untuk tidak mengganggu tidur. Santika sehingga ia membiarkan Santika memeluknya begitu saja. Ada rasa bahagia di hati Arya Wiguna ketika Santika memeluknya dalam tidurnya.
BERSAMBUNG......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN