
Terima kasih untuk segalanya. Terima kasih karena sudah menjaganya untukku. I love you my wife."ucap Arya Wiguna sambil langsung mengucapkan yang Santika Diandra. Santika Diandra menganggukkan kepalanya. I love you too my husband." sahut Santika Diandra sambil membalas kecupan suaminya.
Santika masih tetap berbaring tepat di samping Arya Wiguna. Arya Wiguna meraih tubuh santika kepelukannya. Entah karna faktor kelelahan, hingga Santika pun tertidur pulas berada dalam dekapannya. Tidak menunggu lama, Arya Wiguna menyusun istrinya memejamkan matanya hingga keduanya pun akhirnya tertidur pulas.
Keesokan paginya Santika Diandra terbangun dari tidurnya. Santika merasakan rasa sakit di bagian area sensitifnya. Membuat dirinya kesulitan untuk bangkit berdiri. Ketika dirinya memaksakan kehendak bangkit berdiri dari pembaringannya.
"Aduh sakit! " keluh Santika Diandra membuat arya Wiguna sontak bangkit dari pembaringannya. "Kenapa sayang? tanya Arya Wiguna penuh selidik.
"sakit sekali mas! "keluh Santika membuat Arya Wiguna langsung meraih tubuh Santika Diandra pelukannya.
"Itu biasa sayang,nanti kalau sudah terbiasa tidak akan merasa sakit lagi" ucap Arya berguna sambil memberikan kecupan hangat di kening Santika. Ia juga meminta maaf karena sudah membuat Santika meringis kesakitan.
" Maafkan mas, sudah membuatmu meringis kesakitan seperti ini." ucap Arya Wiguna kepada istrinya. Semua wanita pasti akan merasakan hal yang sama kan Mas, Jika mereka sudah menikah. " ucap Santika Diandra menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta.
Arya Wiguna menganggukkan kepalanya, pertanda apa yang diucapkan oleh Anisa benar adanya. "Mas, Santika ingin ke kamar mandi kebelet pipis. " ucap Santika menahan malu.
Arya Wiguna langsung bangkit berdiri meraih tubuh Santika. Arya menggendong Santika masuk ke dalam kamar mandi. Yey... mas tidak perlu seperti ini. Lagian tangan mas baru sembuh, tidak boleh terlalu memaksakan menahan beban yang berat. tubuh Santika sangat berat takutnya membuat tangan mas sakitn lagi ucap Santika kepada Arya Wiguna.
"Tangen Mas tidak akan sakit lagi hanya karena menggendong tubuh mungilmu ini ." ucap arya Wigunasambil langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis Santika Diandra. Membuat Santika Diandra mengembangkan senyumnya menikmati sikap romantis suaminya.
__ADS_1
Kini Santika Diandra sudah berada di kamar mandi bersama Arya Wiguna. berniat untuk membersihkan diri saat itu. Tubuh mereka yang sama sekali tidak melekat sehelai benang pun, langsung mengguyur tubuh mereka dengan menggunakan air shower.
Arya Wiguna mengoles sabun ke tubuh Santika Diandra. Sesekali ia memainkan jemarinya di bagian gunung kembar milik Santika Diandra, membuat Santika Diandra merasakan getaran yang cukup hebat di tumbuhnya membuat Santika menatap suaminya dengan Tatapan yang sulit diartikan.
"Mas kalau begini caranya\=kita bukan mandi melainkan bermain lagi di kamar mandi."ucap Santika Diandra sambil tetap mengguyur tubuhnya di bawah air shower. " Sepertinya asik juga bermain di sini sayang."ucap Arya Wiguna sambil kembali mengecup bagian Gunung kembar milik Santika.
Hal itu membuat desiran yang cukup hebat di tubuh Santika Diandra hingga Santika Diandratidak dapat menahan de$@hannya. mendengar suara de$@han Santika Diandra, Arya Wiguna semakin melancarkan aksinya agar Santika Diandra merasa puas dengan gerakan dan gerakan yang dilakukan oleh Arya Wiguna kepadanya.
Terlihat adik kecil milik Arya Wigunasudah mulai lancang depan. ia pun mendekatkan adik kecilnya ke area sensitif milik Santika Diandra, membuat Santika Diandra semakin bergelinjang. Ia tidak mau kalah dari suaminya, kemudian Santika Diandra berjongkok langsung melahap bagian adik kecil milik Arya Wiguna dengan menggunakan mulutnya dan langsung melahap nya seperti memakan es krim .
Arya Wiguna merasakan Getaran yang cukup hebat di tubuhnya.Ian benar-benar menikmati gerakan dengan gerakan yang dilakukan Santika Diandra kepadanya. ia merasa bahagia Santika Diandra dapat memuaskannya pagi ini. Hingga permainan panas itu pun akhirnya berakhir setelah keduanya benar-benar mencapai puncaknya.
Kini tubuh Santika Diandra sudah mulai kedinginan hingga Santika meminta kepada Arya Wiguna untuk menyudahi ritual mandi mereka pagi itu.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya .Mereka pun keluar dengan menggunakan handuk yang dilulutkan di tubuh mereka masing-masing. Setelah tiba di kamar . Arya Wiguna bukan malah langsung menggunakan pakaiannya. Justru Ia hanya menikmati dan memandang tubuh mulus istrinya saat istrinya menggunakan pakaian yang melekat di tubuhnya.
"Mas Kenapa belum pakai baju? perut Santika sudah keroncongan. Apa mas mas ingin membiarkan Santika kelaparan. Dan ingin sarapan pagi." ucap Santika Diandra karena menatap suaminya, Hanya duduk di tepi ranjang tanpa ada niatan sedikitpun menggunakan pakaian yang sudah disediakan oleh Anisa di atas tempat tidur.
"Sayang sekali lagi ya!" mohon Arya Wiguna yang mampu membuat Santika Diandra membulatkan bola matanya. Mas bukan hanya hari ini saja, tetapi untuk selamanya Mas dapat menikmatinya. lebih baik kita sarapan dulu. apa Mas mau bikin istri Mas ini kelaparan?tanya Santika Diandra langsung dibalas dengan gelengan kepala dari Arya Wiguna.
__ADS_1
Karena mendengar istrinya merasa kelaparan, akhirnya Arya Wiguna langsung menggunakan pakaian yang sudah disediakan oleh Santika di tepi ranjang. Keduanya sudah terlihat rapi dan bersih .Arya Wiguna mengajak Santika Diandra untuk menikmati sarapan pagi disalah satu restoran yang ada di area hotel tempat mereka menginap saat ini.
Arya Wiguna berjalan keluar dari kamar hotel yang mereka tempati secara beriringan. Arya menggandeng tangan Santika Diandra. Sementara para anak buah yang disediakan Bastian Sudah mengkawal mereka keluar dari kamar. karena sebelumnya pukul 08.00 pagi para anak buah Arya Wiguna yang diperintahkan oleh Bastian,sudah berjaga di depan kamar yang mereka tempati.
Beberapa menit kemudian Arya Wiguna dengan Santika Diandra tiba di restoran. Tampak pelayan itu memberi hormat kepada Arya dan juga Santika mereka juga mempersilahkan Santika dan masuk ke ruang VVIP yang ada di restoran itu.
Beberapa macam menu sarapan pagi sudah dihidangkan disana, tanpa dipesan oleh Arya Wiguna. Membuat santika Diandra sedikit bingung akan pelayanan khusus dari pihak restoran dan hotel kepada mereka.
Santika sama sekali tidak mengetahui kalau pemilik Hotel itu merupakan adik kandung dari tuan Wiguna dan saham di dalamnya terdapat saham Arya Wiguna. Membuat setiap para petinggi hotel menaruh hormat kepada Arya Wiguna.
Karena mereka mengetahui siapa sosok Arya Wiguna di sana. "Mas Sepertinya kita mendapatkan pelayanan khusus mulai dari hotel dan restoran ini apa mereka sudah mengenali mas? atau mas sudah sering ke sini? tanya Santika Diandra penuh selidik. Arya Wiguna mengembangkan senyumnya menatap istrinya. Karena istrinya menaruh curiga kepadanya.
Tentu Mas sering kemari, karena ini salah satu Hotel milik my uncle ,ayahnya Bastian. Dan di dalam hotel ini ada saham kita sayang. " ucap Arya Wiguna membuat Santika Diandra merasa bingung sebanyak dan Sebesar apa kekayaan suaminya. Ia sama sekali tidak mengetahuinya.
Keluarga Mahendra dan keluarga Wiguna sama-sama memiliki potensi yang kuat di dalam dunia bisnis. Tetapi diantara mereka tidak pernah merasa bersaing karena bisnis yang digeluti mereka berbeda-beda.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓