MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB. 91 PALING BAHAGIA


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian usia kandungan Santika Diandra sudah genap 9 bulan kini Santika Diandra Sudah saatnya melakukan persalinan. Terlihat Santika Diandra sudah tampak meringis kesakitan.


"Mas sakit! teriak Santika Diandra ketika di bagian perutnya sudah terasa sakit. air mengalir begitu saja dari pangkalan pahanya. membuat Santika Diandra yang belum paham sama sekali begitu panik dan menjerit jerit.


Arya Wiguna yang melihat dan mendengar suara jeritan istrinya langsung menghampiri Santika Diandra. "Kamu kenapa sayang?


"Sakit Mas! teriak Santika Diandra.


"Sepertinya kamu sudah mau lahiran sayang." sahut Arya Wiguna sedikit panik tetapi ia berusaha untuk tenang


"Kamu tahan ya sayang, kita akan segera ke rumah sakit. Bertahanlah mas tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu dan bayi kita. Mas mencintaimu Sayang." ucap Arya Wiguna dengan tulus.


"Mas sakit bangat!" teriak Santika Diandra sambil meremas bahu Arya Wiguna.


Nyonya Rosalinda sudah bersiap berangkat ke rumah sakit dan mobil sudah berada di depan rumah utama keluarga Wiguna. karena nyonya Rosalinda sudah meminta sopir pribadi keluarga Wiguna untuk mempersiapkan mobil membawa Santika Diandra ke rumah sakit, ketika mendengar teriakan dari Santika Diandra dan Arya Wiguna


"Sayang kamu harus bertahan demi mas, Mas sangat sayang dan cinta sama kamu." ucap Arya Wiguna sembari membawa Santika Diandra masuk ke dalam mobil . Setelah Santika Diandra, sudah berada di dalam mobil dan Arya Wiguna meminta kepada sopir pribadi keluarga Wiguna, melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit, mobil yang ditumpangi oleh Arya Wiguna dan Santika Diandra tiba di sebuah rumah sakit ternama yang ada di kota ini. Arya Wiguna menggendong tubuh Santika Diandra dan berteriak memanggil dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit itu.


Mendengar teriakan dari Arya Wiguna dokter dan suster yang berada di sana pun langsung mendorong Branker agar tubuh Santika Diandra dapat dibaringkan disana. Kemudian Santika Diandra langsung dibawa ke ruang bersalin.


sementara Nyonya Rosalinda dengan Aulia sudah menyusul Arya Wiguna dan Santika Diandra ke rumah sakit. Arya Wiguna sangat gelisah ketika dirinya diminta dokter untuk menunggunya di luar. Ia seolah tidak ingin berpisah dari Santika Diandra dan memohon kepada dokter agar membiarkan Arya Wiguna masuk ke dalam ruang bersalin berniat untuk memberikan semangat kepada Santika agar Santika semangat.


Aku mohon dokter, Biarkan saya masuk menemani istri saya. Saya tidak ingin dia kenapa-kenapa. Saya hanya ingin memastikan kondisinya bahwa dia pasti akan baik-baik saja." ucap Arya Wiguna kepada dokter yang bertugas menangani Santika Diandra.


Dokter itu pun mengembangkan senyumnya dan mempersilahkan Arya Wiguna masuk ke dalam ruang bersalin. Hingga dokter itu pun mengijinkan Arya Wiguna masuk ke ruang bersalin setelah Arya Wiguna meyakinkan dokter itu.


Setelah berada di ruang bersalin Arya Wiguna tidak tega mendengar jeritan dari Santika Diandra menahan rasa sakit yang teramat yang dirasakannya. Arya Wiguna langsung mengecup kening Santika berniat untuk menguatkan Santika.


"Sayang, Kamu tahu kan kalau Mas sangat sayang dan cinta sama kamu. Jadi yang kuat ya sayang. Kamu pasti bisa menghadapi dan melewati ini semuanya. Mas yakin dan percaya dengan kemampuanmu. Selama ini kamu sudah berjuang untuk mempertahankannya. Jadi jangan sia-siakan pengorbanan kamu itu sayang.


"Kamu tahu bukan? kalau orang orang terdekatmu sangat menyayangi mu. Apa kamu tahu perjuangan Zahra melahirkan putranya itu juga cukup berat?


Santika menganggukkan kepalanya Ia pun semakin semangat untuk bertahan menahan rasa sakit yang ia rasakan. Karna bayi yang ada di dalam kandungan terus bergejolak

__ADS_1


Dokter memeriksa kondisi kandungan Santika Ketika dokter sedang memeriksa kalau posisi bayi Santika sudah bukaan 7 itu berarti persalinan tidak akan lama lagi.


"Wah ini sudah bukaan 7 sebentar lagi pembukaannya akan sempurna. Kita akan melakukan persalinan." ucap dokter itu sambil mengembangkan senyumnya.


Beberapa menit Kemudian Dokter meriksa posisi bayi Santika. Yang ternyata Santika sudah pembukaan sempurna.


"Wah pembukaannya sudah sempurna kita akan segera lakukan persalinan segera persiapkan semua." kata dokter yang bertugas menangani Santika kepada suster.


lalu dokter membantu persalinan Santika dan memandu Santika untuk mengejan sewaktu ada reaksi bayi ingin keluar.


"Ayo nyonya terus satu......dua.....tiga" Santika dipandu oleh dokter untuk mengejan. Tapi belum juga berhasil.


Hal itu membuat Santika kekurangan tenaga. "Ayo sayang, kamu pasti bisa kamu wanitaku yang paling kuat dan mami the best buat putra putri kita." ucap Arya Wiguna untuk menyemangati Santika sambil mengecup kening Santika


Santika kembali bersemangat untuk mengejan agar bayinya segera lahir. "Satu ......dua.....tiga"dokter kembali memandu Santika mengejan. Sampai beberapa kali dokter memandu Santika mengejan. Tetapi belum juga lahir.


"Ibu harus kuat kepala bayinya sudah kelihatan kasian bayinya terjepit, nyonya mengejan jangan setengah-setengah. Ayo mengejan dengan napas panjang." ucap dokter memberitahu trik mengejan agar segera berhasil.


Santika pun melakukan instruksi dari dokter dan suster. Akhirnya perjuangan Aira tidak sia sia.


"Selamat ya pak bayi anda laki laki." Ucap dokter memberitahu kalau bayi Santika Diandra berjenis kelamin laki laki.


"Trimakasih dokter, trimakasih suster.....kalian sudah membantu persalinan istri saya." ucap Arya Wiguna berterimakasih kepada suster dan dokter yang menangani Santika Diandra


"Sama sama pak!" ini Sudah tugas kami kok."Ucap Dokter yang menangani persalinan Santika Diandra Setelah membereskan persalinan saatnya Santika Diandra dipindahkan keruang rawat inap VVIP yang berada dirumah sakit.


"Sayang..... trimakasih kamu sudah bertahan dan memberikan kado terindah buat mas." ucap Arya Wiguna sambil mengecup kening Santika Diandra.


"Sama sama mas." ucap Santika Diandra.


"Oh iya mas Mami sama putri Ku dimana? tanya Santika Diandra. kepada Arya Wiguna.


"Ada di luar!" sahut Arya Wiguna sambil mengembangkan senyumnya menatap Santika dengan tatapan kasih sayang.


"Suruh masuk aja mas!" ujar Santika Diandra

__ADS_1


"Belum bisa sayang karna ini masih diruang bersalin. Sebentar lagi kamu dipindahkan keruang VVIP. Mereka masih mempersiapkannya." sahut Arya kepada Santika


Kemudian Arya Wiguna menghubungi nomor ponsel Alexander untuk memberitahu kalau Santika sudah melahirkan.


Kring


Kring


Kring


Suara deringan ponsel milik Alexander terdengar jelas di telinga Alexander dan Zahra yang sedang berada di dalam kamar Putra mereka. Karena Alexander dan Zahra sedang bermain bersama Putra mereka.


"Mas ponsel kamu bunyi tuh!"ucap Zahra memberitahu kepada Alexander Kalau ponsel milik Alexander berdering.


Alexander meraih ponselnya yang berada di atas nakas Ia melihat nomor ponsel Arya Wiguna yang menghubungi dirinya.


"Hallo assalamualaikum Sapa Alexander dari rumah utama keluarga Mahendra.


"Waalaikumsalam" kakak ipar.


"Ada apa adik ipar menghubungi Ku pagi-pagi sekali seperti ini?


"Arya hanya ingin memberitahu kabar baik. Bahwasanya Santika sudah melahirkan dan bayinya seorang laki-laki tampan."ucap Arya memberitahu kepada Alexander bahwa bayi Santika sudah lahir.


Mendengar kabar bahagia itu Alexander langsung mengucapkan selamat kepada Arya Wiguna dengan Santika Diandra. Mendengar pembicaraan antara Arya Wiguna dengan Alexander. Zahra tidak mau ketinggalan. Ia pun meraih ponsel milik Alexander untuk berbicara kepada sahabatnya sekaligus adik iparnya. Setelah memberikan selamat kepada Santika Diandra Dan juga Arya Wiguna. Alexander dan Zahra menyudahi pembicaraan mereka.


Nyonya Rosalinda dan Aulia merasa bahagia dengan kehadiran cucu lelaki di tengah-tengah keluarga berguna. Apalagi Aulia sangat menginginkan adik membuat dirinya sangat bahagia dan tidak sabar ingin segera bermain dengan adiknya.


Apalagi dengan Arya Wiguna. Ia begitu bahagia sudah memiliki anak laki-laki yang akan mewarisi harta kekayaan miliknya. Arya Wiguna merasa hidupnya paling bahagia memiliki istri yang baik, dan soleha seperti Santika Diandra dan memiliki putri yang cantik dan Putra yang tampan.


Tamat


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.


jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.

__ADS_1


Trims 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2