
"Pokoknya gue tidak mau tahu, lo harus mengajak gue ke klub malam ini. Karena gue ingin menghilangkan penat beberapa bulan ini sudah lama kita tidak hangout bareng. Zahra menagih janji Santika sebelum Santika pergi ke Balikpapan.
Santika mengembangkan senyumnya. "Lo tenang saja, tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. gue akan mentraktir Lo minum dengan sepuasnya. Bila penting semua isi club itu gue kasih ke lo, asal lo sanggup menghabiskannya.
"Enak saja lo bilangin gue. Nanti lo yang menyerah muntah-muntah nggak karuan." gerutu Zahra sembari membayangkan kejadian beberapa bulan yang lalu.
Santika tertawa ngakak. Setelah beristirahat beberapa jam di rumah utama keluarga Mahendra, kini keduanya pergi ke sebuah klub malam untuk memenuhi janji Santika kepada Zahra.
Sungguh momen yang sangat aku rindukan. Sudah lama gue tidak joget sepuasnya. Zahra menikmati alunan musik yang ada di klub malam itu. Kali ini Santika berusaha untuk mengontrol dirinya agar tidak sampai mabuk seperti Beberapa bulan yang lalu.
Ia duduk santai di sebuah sofa sembari menikmati wine yang sudah disediakan oleh waiters yang ada disana. Perlahan tapi pasti Santika meneguk wine itu sedikit demi sedikit. Hingga dirinya pun mengikuti Zahra untuk menikmati alunan musik yang ada disana.
Tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan Santika dan juga Zahra. awalnya Arya Wiguna tidak percaya kalau Santika yang duduk di sofa. Tetapi setelah kembali ia perhatikan, ternyata memang benar yang duduk di sofa itu merupakan wanita yang selama ini dicari-cari putrinya.
Arya Wiguna menghampiri Santika yang sedang menikmati alunan musik. Sembari menikmati minuman wine yang sudah ia pesan sebelumnya. Sementara Zahra berjoget bareng bersama pasangannya. Santika tidak mempermasalahkan Zahra berjoget dengan siapa yang pasti Zahra dapat menjaga dirinya.
__ADS_1
"Nona Santika, Apakah saya bisa duduk di sini? tanya Arya Wiguna kepada Santika membuat Santika langsung terhenyak melihat kehadiran Arya Wiguna di sana. Santika mengembangkan senyumnya ia sudah terlihat mulai merasakan alkohol. "Kamu ngapain duduk di sini? bukan level Kamu duduk bersama saya, lebih baik anda mencari tempat lain yang bisa lebih nyaman untuk anda.
"Saya tidak ingin mengotori baju mahal anda lagi, sehingga saya harus mendapatkan hukuman yang terlalu lebay itu. Anda pikir saya wanita bodoh yang dapat anda manfaatkan lagi? tidak! anda salah besar Jika anda mengira saya wanita bodoh."
Arya Wiguna sudah mengetahui kalau Santika berbicara karena efek alkohol yang sudah ia minum. Ketika Santika ingin meraih kembali minuman wine yang ada di hadapannya, Arya Wiguna menghentikan tangan Santika.
"Cukup , nanti kamu mabuk." ujar Arya Wiguna menghentikan Santika menikmati wine yang ada di hadapannya.
"Apa urusanmu kepadaku? Kamu bukan siapa-siapa aku. lebih baik urus saja urusan pribadimu. Jangan pernah ikut campur urusanku. Santika menghempaskan tangan Arya Wiguna dan kembali meraih wine yang ada di meja.
Tetapi Arya Wiguna berusaha tidak memberikan minuman itu lagi. Karena ia sudah mengetahui Santika sudah di bawah pengaruh alkohol. "Hentikan maminya Khanza Apa kamu tidak menyayangi Khanza Kenapa kamu melakukan ini? Arya Wiguna memeluk Santika Diandra dengan tulus.
Santika Diandra mengungkapkan unek-uneknya selama menjalin hubungan dengan lelaki yang hubungan percintaannya dengan sang kekasih selalu kandas di tengah jalan tidak lebih dari 2 bulan.
Arya Wiguna meraih tubuh Santika Diandra. ketika dirinya mendengar apa yang dikatakan Santika. Itu berarti Santika masih benar-benar menjaga diri dari setiap lelaki yang ingin merusak Santika Diandra tanpa ada ikatan pernikahan.
__ADS_1
"Kamu harus sadar, Ada aku ada Khanza yang sangat menyayangimu." ucap Arya Wiguna sembari terus berusaha menenangkan Santika. Santika tertawa sinis kepada Arya Wiguna. "Lelaki seperti mu tidak akan pernah mencintai wanita sepertiku..lebih baik kamu pergi jauh-jauh dariku. Aku tidak ingin menjalin hubungan kepada lelaki yang hanya ingin menyakiti hatiku nantinya.
Kalau masalah Khanza aku pasti sangat menyayanginya gadis kecil itu. Ia sudah berhasil mencuri perhatianku. Tetapi aku takut Khanza kecewa nantinya, jika suatu saat aku akan meninggalkannya dan menikah dengan lelaki yang aku cintai dan mencintaiku dengan tulus. Itupun kalau ada lelaki yang benar-benar tulus mencintaiku. tidak hanya untuk kepuasan dan kenikmatan sesaat saja.
" Entahlah, sepertinya cinta tulus tidak pernah ada untukku. Kejujuran itu didengar oleh Arya Wiguna ketika Santika di bawah pengaruh alkohol yang sudah ia teguk di dalam klub malam itu. Sementara Zahra yang tidak mengetahui kehadiran Arya Wiguna di sana terus saja menikmati alunan musik dengan pasangan Zahra sendiri.
"Kamu wanita yang baik, kenapa kamu harus melepaskan beban pikiranmu dengan minuman seperti ini Santika?
"Awas lo, gue mau muntah nanti terkena baju mahal lo itu. Gue tidak mau kena hukum lo lagi dengan menahan ku di apartemen kamu itu. "Cukup pembelajaran bagiku." ucap Santika dengan kepala sempoyongan. Padahal awalnya Santika sudah berjanji untuk tidak terlalu banyak meminum alkohol agar dirinya tetap kontrol dan tidak mabuk.
Dengan sabar Arya Wiguna memijat punggung Santika, ketika Santika memuntahkan seluruh isi perutnya karena Santika sudah merasa pusing yang cukup hebat. Arya Wiguna menggendong tubuh Santika masuk ke dalam mobil miliknya.
Tetapi sebelumnya ia memerintahkan anak buahnya untuk menyelesaikan segala pembayaran apa yang sudah dipesan oleh Santika dan juga Zahra. "Kamu jaga Zahra jangan sampai dia kenapa-kenapa. Zahra sahabat dari maminya putriku." ucap Arya Wiguna kepada asistennya sembari langsung menggendong tubuh Santika yang sudah tidak sadarkan diri.
bersambung....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏