MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB 9. BEBAS


__ADS_3

Ketika Santika sudah tiba di ruang rawat inap Khanza Aulia, Santika langsung berlari menghampiri Khanza yang sedang berbaring lemah di atas Branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit. "Ya Allah Khanza, apa yang terjadi kepadamu Sayang?" ucap Santika sambil memeluk dan mengelus rambut indah Kanza Aulia.


Khanza Aulia menatap Santika dengan tatapan sendu. Tubuhnya begitu lemah. "Mami Dari mana saja? Mengapa tidak menjengukku mulai berada di rumah sakit?


" Memangnya Sejak kapan kamu berada di rumah sakit ini Sayang? apa yang kamu rasakan? dan di mana yang sakit? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Santika sembari meneliti seluruh tubuh Khanza Aulia.


Tiba-tiba seorang suster datang menghantarkan menu makanan yang sudah dipersiapkan oleh pihak rumah sakit. Berharap sang pasien memakannya dengan lahap, agar Khanza cepat pulih kembali seperti semula.


"Mami jangan pergi lagi dari Khanza. Temani Khanza di sini, Khanza takut." keluh Khanza yang menginginkan Santika tetap berada di dekatnya. "Kamu tenang saja sayang, Kakak akan tetap menemanimu di sini. Kamu jangan khawatir. Kakak akan selalu setia menemanimu dan kakak tidak akan pergi kemana-mana. Asalkan kamu berjanji harus makan dan cepat sembuh." bujuk Santika berharap Khanza menghabiskan menu makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


Perlahan Santika memberikan suapan demi suapan kepada Khanza. Khanza benar-benar menikmati makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit, setelah Santika yang menyuapinya.


Melihat pemandangan indah itu, Nyonya Rosalinda begitu bahagia. Ia mengembangkan senyumnya menatap Santika dan Khanza secara bergantian. Arya Wiguna menggelengkan kepalanya, melihat Khanza Aulia begitu lahap memakan makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


Padahal sebelum-sebelumnya Khanza sama sekali tidak mencicipi menu makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit, hingga tubuhnya kurus kering. Untung saja dibantu dengan cairan infus yang tertancap di punggung tangannya.


Nyonya Rosalinda menghampiri putranya Arya Wiguna. "Lihat kedekatan mereka. Apa kamu tidak ingin Putri kamu bahagia?" bisik Nyonya Rosalinda tepat di telinga Arya Wiguna. Arya Wiguna hanya terdiam. ia sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan Nyonya Rosalinda.


Sulit bagiku menerima wanita lain selain kamu Vero. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Putri kita menginginkan Ibu sambung menggantikan posisi Kamu . Tetapi kamu tetap ada di hatiku. Aku belum bisa melupakanmu Vero." ratap Arya Wiguna karena Arya Wiguna hingga saat ini sudah lima tahun lamanya tidak dapat melupakan sosok almarhumah istrinya.

__ADS_1


"Apa kamu akan membenciku jika aku memilih menikah dengan wanita lain? aku tidak tega melihat putri kita yang selalu diejek teman-temannya, tidak memiliki mami. sehingga sudah seringkali Putri kita meminta kepadaku mencari Mami untuknya. Tetapi aku tidak sanggup melakukannya sayang. Karena aku sangat mencintaimu." Arya Wiguna bermonolog sendiri seolah-olah dirinya berbicara langsung kepada almarhumah istrinya.


Dengan sekejap Khanza Aulia menghabiskan menu makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit untuknya. "Hore.....e makanannya sudah habis. Kan kalau kamu menghabiskan menu makanan kamu, pasti kamu akan cepat sembuh dan kembali bisa bersekolah agar kamu pintar dan menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa." ucap Santika sambil memberikan kecupan hangat di wajah cantik gadis kecil itu.


****


"Terima kasih sayang berkat kamu Khanza saat ini sudah mulai pulih. Kini dokter memperbolehkannya pulang ke rumah, setelah suhu tubuhnya normal dan kondisi kesehatannya sudah membaik." ucap Nyonya Rosalinda kepada Santika setelah Khanza mendapatkan perawatan beberapa hari di rumah sakit.


Santika mengembangkan senyumnya."Tidak Nyonya, bukan karena saya. Tetapi karena tim medis yang sudah berusaha menyembuhkan Khanza Aulia.


"Tidak nak, Kalau tidak ada kamu Khanza pasti tidak akan semangat untuk sembuh. Bahkan makan pun tidak berselera. Tetapi dengan adanya kamu Khanza begitu bersemangat untuk kembali sembuh, agar dapat bermain dengan kamu." ucap Nyonya Rosalinda sambil menatap Santika dengan Tatapan yang sulit diartikan.


Arya Wiguna menghela nafas berat. Saat ini ia tidak dapat berbuat apa-apa, selain menuruti keinginan putrinya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Khanza Aulia. Arya Wiguna merasa trauma ketika melihat Khanza Aulia sakit.


"Sayang, sepertinya Kakak cantik tidak bisa ikut kamu ke rumah utama saat ini. Mungkin lain kali saja ya sayang. Soalnya ada pekerjaan penting yang harus kakak kerjakan saat ini." ucap Santika kepada Khanza Aulia berharap Khanza paham akan situasi Santika saat ini.


"Memangnya Mami mau pergi ke mana?


"Mami Tidak kemana-mana kok. Hanya saja ada urusan penting yang harus Mami selesaikan dulu." sahut Santika sambil mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


Khanza Aulia menatap Santika dengan tatapan penuh harap, kalau Santika sudah menyelesaikan pekerjaan pentingnya, ia akan kembali bersama Khanza Aulia di rumah utama.


"Mami jangan terlalu lama meninggalkan Khanza. Karena Khanza pasti merindukan mami.." ucap Khanza penuh harap, membuat Santika merasa tidak tega meninggalkan gadis kecil itu bersama Arya Wiguna yang terlihat Arogant kepada siapapun. Apalagi Arya Wiguna sering sekali tidak memahami apa yang diinginkan Khanza. Membuat Khanza merasa diabaikan olehnya.


"Kamu mau ke mana?" bentak Arya Wiguna kepada Santika. "Maaf Tuan Arya Wiguna yang terhormat. Sepertinya saya sudah menyelesaikan hukuman saya selama dua minggu ini, sesuai dengan kesepakatan kita. anda akan membebaskan saya setelah 2 minggu berlalu." sahut Santika dengan tegas sambil langsung menarik ponsel miliknya yang berada di tangan Arya Wiguna.


Setelah ponsel milik Santika berada di tangannya, ia membaca beberapa pesan Whatsapp yang dikirimkan Zahra kepadanya. Bahkan dari Alexander juga belum terbaca olehnya. Astaghfirullah!" Santika mengucap ketika melihat pesan Whatsapp begitu banyak masuk ke layar ponsel miliknya.


Santika mulai membaca satu persatu sambil melangkah keluar dari rumah sakit setelah berpamitan kepada Khanza Aulia. Ia berniat langsung menuju ke apartemen pribadi milik Arya Wiguna, untuk mengambil mobil Lamborghini miliknya yang terparkir di parkiran apartemen.


Dengan menggunakan ojek online yang sudah ia pesan sebelumnya, Santika berlalu meninggalkan Rumah Sakit menuju apartemen pribadi milik Arya Wiguna. Santika bernapas lega setelah perjanjian mereka telah usai bersama Arya.


Ia memberi kecupan ke mobil Lamborghini miliknya. "Maaf ya, dua minggu lamanya kita tidak pergi jalan-jalan. Untuk saat ini temani saya menikmati hidup ini, setelah dua minggu lamanya dikurung oleh lelaki yang tidak tahu di untung itu. Aku bersumpah dia akan jomblo seumur hidup." gumam Santika dalam hati.


bersambung....


Hai hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓


JANGAN LUPA, LIKE, COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓🙏

__ADS_1


__ADS_2