
Di sepanjang perjalanan Santika terus mengoceh dan mengatakan segala unek unek nya tentang setiap lelaki yang menjalin hubungan dengannya. Ia juga memuja-muja kakaknya yang begitu baik dan menyayanginya.
Terkadang Arya Wiguna mengembangkan senyumnya menatap wajah polos Santika yang begitu menggemaskan. Entah mengapa Arya Wiguna memiliki sesuatu yang sulit ia ungkapkan tentang Santika di dalam hati.
Ia belum bisa mengatakan apa yang sebenarnya di dalam hatinya saat ini. Apakah karena merasa kasihan atau memang Arya Wiguna sudah mulai mencintai Santika? Arya Wiguna juga tidak mengetahui yang sebenarnya.
Yang pasti saat ini yang Arya inginkan agar Santika bahagia tidak dibayang-bayangi oleh bayangan pria yang selalu menyakiti hatinya. setelah melakukan perjalanan kurang lebih 40 menit, Arya Wiguna dan Santika tiba di apartemen milik Arya.
Arya menggendong tubuh Santika masuk ke dalam apartemennya. Ia meminta asisten yang bekerja di sana untuk segera mengganti pakaian Santika. Karena ia khawatir Santika akan sakit, jika mengenakan baju yang sudah yang sudah lembab akibat terkena muntahan dan alkohol ketika berada di klub malam itu.
Asisten rumah tangga itu pun melakukan perintah tuannya. Arya Wiguna memilih untuk istirahat setelah memastikan kondisi Santika sudah mulai tenang dan tertidur pulas di kamar.
__ADS_1
Arya Wiguna memilih tidur di sofa dan membiarkan Santika tidur di atas kasur yang berukuran King size itu. Karena Arya Wiguna ingin menjaga kehormatan Santika. Ia tidak ingin mencari kesempatan Dalam kesempitan dengan memanfaatkan Santika saat mabuk.
Ia berusaha menghindari dosa zina jika dirinya tidur bersama dengan Santika di ranjang yang sama. Sehingga ia memilih untuk tidur di sofa. Ada rasa bahagia di hati Arya Wiguna ketika dirinya memperhatikan sosok wajah polos Santika ketika tertidur pulas. "Cantik!" Hanya itu yang keluar dari mulut Arya Wiguna.
****
Pagi hari yang indah matahari Sudah terbit di ufuk timur. Itu artinya Pagi sudah tiba. Arya Wiguna sudah selesai membersihkan diri dan terlihat sudah berpakaian rapi. Sementara Santika masih tertidur pulas.
Ia menghampiri Santika. Tetapi ia tidak tega membangunkan Santika saat itu sehingga dirinya memilih untuk kembali ke ruang tamu menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta. Siaran yang sering ditonton oleh Arya Wiguna merupakan pemberitaan pasar saham yang ada di negara ini.
" Kamu berada di apartemenku. Semalam kamu mabuk dan muntah-muntah makanya saya membawa kamu ke apartemenku. tiba-tiba Cantika teringat dengan sahabatnya Zahra.
__ADS_1
"Zahra di mana? Pasti dia mencariku Mengapa kalian tega membiarkan Zahra tinggal di klub malam itu?" ucap Santika menyalahkan Arya Wiguna kalau saat itu mereka meninggalkan Zahra begitu saja.
" Kamu tenang saja, Zahra ada di tempat yang aman. Kamu jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja."
Santika terdiam sembari menelisik seisi ruangan. Salah satu asisten rumah tangga datang menghampiri keduanya dan meminta agar mereka Langsung mencicipi menu sarapan pagi, pagi ini.
"Kenapa kamu membawaku ke apartemenmu? Aku tidak ingin kamu hukum lagi karena aku tidak ada kesalahan kepadamu." ucap Santika sembari membayangkan hukuman yang diberikan oleh Arya Wiguna Beberapa bulan yang lalu.
" Kamu tenang saja, kali ini tidak ada hukuman seperti itu. Yang pasti kamu harus baik-baik saja dan Jangan membantah karena Khanza sangat sayang sama kamu. Dia setiap hari menanyakan kapan kamu datang menghampiri Khanza." ucap Arya Wiguna sambil mengajak Santika menyicipi menu sarapan pagi, yang sudah disediakan oleh asisten rumah tangga yang bekerja di apartemen milik Arya Wiguna.
Bersambung....
__ADS_1
hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT,LIKE COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH