MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB 31.MENIKAHLAH DENGAN PAPIKU


__ADS_3

"Tidak apa-apa sayang, lebih baik kita masuk. oh iya ini siapa? Tanya Nyonya Rosalinda berniat berkenalan dengan Zahra. "Saya Zahra tante. Temannya Santika." sahut Zahra sambil memberi salam kepada Nyonya Rosalinda.


Nyonya Rosalinda mempersilakan Santika dan Zahra masuk. Sementara dari kejauhan Arya Wiguna menatap Santika dengan tatapan penuh arti.


"Ini rumah siapa? bisik Zahra tepat di telinga Santika karena ia belum mengetahui siapa sosok Khanza Aulia dan nyonya Rosalinda.


" Ini rumah Tuan Arya Wiguna yang menolongku saat Di club' Beberapa bulan yang lalu. Kamu ingatkan aku sedang mabuk saat itu?


"Ya, tentu ingat dong. Kamu meninggalkanku begitu saja di sana." sahut Zahra setengah berbisik di telinga Santika Diandra.


"Nah Papinya anak ini yang membantu Santika saat itu, dari orang orang jahat yang ingin menodai Santika saat itu."sahut Santika membuat Zahra terhenyak mendengar jawaban Santika.


"Kamu serius?


"Tidak mungkin aku berbohong sama kamu." sahut Santika sambil berjalan mengikuti Nyonya Rosalinda masuk dan duduk di ruang tamu.


"Sayang kamu turun dong dari gendongan Mami kamu. Mami kamu pasti capek, baru pulang kerja terus datang kemari." ucap Nyonya Rosalinda berharap khanza Aulia turun dari gendongan Santika Diandra.


Khanza yang notabenya anak yang penurut akhirnya turun dari gendongan Santika. "Mom Biarkan Khanza turun. Pasti mami sudah capek kan? Santika hanya mengembangkan senyumnya lalu mengelus wajah cantik bocah kecil yang begitu perhatian kepada Santika.


Seorang asisten rumah tangga datang dengan membawakan minuman segar dan makanan ringan untuk dicicipi oleh Santika dan Zahra."Silakan diminum." ujar Nyonya Rosalinda mempersilahkan Zahra dan Santika mencicipi minuman yang telah dihidangkan oleh asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Arya Wiguna.


"Sayang kamu sudah datang?" pekik Arya Wiguna pura-pura tidak mengetahui kedatangan Santika. Padahal Ia sudah mengetahui dan melihat kedatangan Santika bersama Zahra..


"Sayang?

__ADS_1


"Maksudnya apa nih Santika? tanya Zahra sedikit bingung Mengapa Arya Wiguna memanggil Santika dengan panggilan sayang.


"Apa kamu benar-benar sudah move on dari Nicholas? Apakah kamu tidak takut lagi sakit hati diputuskan sebelum 2 bulan? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Zahra tepat di telinga Santika, dengan nada kecil. Tetapi tetap bisa didengar Arya Wiguna.


"Jaga omonganmu! Siapa juga yang ingin berlama-lama dalam kesedihan. "Jadi kamu sekarang pacaran dengan seorang duda? Zahra kembali membuat Santika jengkel dengan pertanyaannya yang tidak berbobot menurut Santika.


Santika menggelengkan kepalanya. "Kalau kamu tidak pacaran dengannya mengapa dia memanggilmu dengan panggilan sayang?" Zahra terus melontarkan pertanyaan karena dirinya benar-benar penasaran Apa hubungan antara Santika dengan Arya Wiguna. "Sudah, tidak perlu banyak tanya lebih baik kamu nikmati saja minumannya." sahut Santika.


"Mom main yuk, di taman belakang." ajak khanza Aulia yang menginginkan ditemani Santika bermain di taman belakang. "Dengan senang Putri Mami yang cantik." sahut Santika sambil langsung menggendong khanza Aulia berjalan menuju taman belakang diikuti oleh Zahra.


Terlihat Khanza Aulia begitu sangat menyayangi Santika dan menikmati permainan yang mereka memainkan di sana. Dari kejauhan Arya Wiguna menikmati pemandangan yang begitu menyejukkan hatinya. "Apa ini? Mengapa aku bisa tertarik dengan wanita ini? Apakah aku sudah benar-benar mencintainya?" gumam Arya Wiguna dalam hati.


"Papi!" Jangan melihat kami dari sana. Sini sini ikut bermain." Panggil khanza Aulia yang memergoki Arya Wiguna sedang melihat interaksi Khanza Aulia dengan Santika Begitu juga dengan Zahra


Dengan telaten Santika memandikan Khanza Aulia. Khanza terlihat sangat bahagia ketika Santika benar-benar memberikan kasih sayangnya yang tulus kepada khanza Aulia. itu dapat dirasakan oleh khanza sendiri.


"Mami apa kamu menginap di sini? "


Sepertinya Mami tidak bisa menginap malam ini di sini sayang. Kamu tahu sendiri kan mami ada teman. "Tante Zahra juga bisa menginap di sini." celoteh bocah kecil itu yang mampu membuat Santika kewalahan untuk memberikan alasan kepada khanza.


"Lain kali saja ya sayang maminya menginap di sini. Soalnya masih ada pekerjaan penting yang ingin mami kamu kerjakan." timpal Zahra berharap Khanza paham akan situasi saat ini. Khanza langsung terdiam, lalu meneteskan air matanya membuat Santika merasa tidak tega meninggalkan Putri kesayangannya.


"Sayang jangan menangis dong. Kalau kamu menangis Mami akan sedih.


"Mami menginaplah di sini. Temani Khanza dan bacakan dongeng untuk Khanza seumur-umur hanya Mami yang pernah membacakan dongeng saat Menemani tidur Khanza." tangis Khanza Aulia yang mampu membuat Santika Diandra terenyuh melihat tangisan Anak kecil yang kekurangan kasih sayang dari ibu kandungnya.

__ADS_1


Santika meraih tubuh khanza Aulia kepelukannya. "Sayang mulai sekarang Mami akan sering-sering datang menghampirimu dan membacakanmu dongeng." sahut Santika sambil berusaha menenangkan Khanza Aulia. "Kenapa mami tidak menikah saja dengan Papi Arya? Jika Mami menikah dengan Papi Pasti, mami akan selalu tinggal di sini." ucap Khanza Aulia yang mampu membuat Zahra terhenyak.


Zahra menggelengkan kepalanya seolah ia tidak yakin permintaan sang anak kecil yang menginginkan Santika menjadi ibu sambungnya." Khanza mohon mom, menikahlah dengan Papi." mohon Khanza Aulia kepada Santika.


Santika kembali memeluk Khanza Aulia. "Doakan saja yang terbaik Sayang. Jika Mami memang jodoh Papi kamu, maka Mami tidak akan kemana-mana. Pasti Allah akan mendekatkan kita." sahut Santika Diandra.


Tanpa mereka sadari Arya Wiguna menyaksikan interaksi Santika dengan khanza Aulia yang begitu dekat. Air bening mengalir begitu saja di wajah tampan Arya Wiguna mendengar apa yang dibicarakan putrinya kepada Santika Diandra yang mengharapkan Santika menjadi ibu sambungnya .


",Ya Allah jika Santika memang jodoh hamba dekatkanlah hamba kepadanya. Dan jika Santika tidak jodoh hamba, jauhkanlah Putri hamba dan Hati hamba dari Santika." doa Arya Wiguna dalam hati sembari air bening mengalir dari pelupuk matanya.


Nyonya Rosalinda melihat putranya memperhatikan interaksi Santika dan kanza Aulia mengelus pundak putranya, memberikan kekuatan kepada Arya Wiguna. "Kamu tenang saja, Santika tahu apa yang akan ia lakukan. Dia wanita yang baik dan bijaksana. Percaya sama Mami." ucap Nyonya Rosalinda menenangkan putranya berharap Arya Wiguna lebih tenang dari sebelumnya


Pikiran Arya Wiguna gundah gulana. Ia benar-benar bingung situasi saat ini. istri yang sangat ia cintai pergi menghadap Sang khalik saat melahirkan Khanza Aulia. Sulit bagi Arya Wiguna untuk melupakan sang istri. Butuh proses yang sangat panjang, 5 tahun lamanya sudah menduda. Tak ada seorang wanita yang mampu menaklukkan hati Arya Wiguna.


Tetapi dengan kehadiran Santika di kehidupan putrinya, Arya Wiguna kembali memiliki rasa yang sulit untuk di ungkapkan terhadap Santika. Seperti ia kembali jatuh cinta lagi. Arya Wiguna sudah memantapkan hatinya untuk segera melamar Santika.


Tetapi karena Santika juga masih mengalami luka yang sangat dalam atas pengkhianatan sang kekasih ,membuat Santika sulit untuk mempercayai setiap lelaki yang ingin dekat dengannya. Tetapi karena kehadiran Khanza Aulia membuat hubungan Santika dengan Arya Wiguna semakin dekat.


BERSAMBUNG......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN

__ADS_1


__ADS_2