
"Anda ini kenapa sih? anak baru shock malah dibentak-bentak. Ayah macam apa seperti kamu? Santika Diandra angkat bicara. Ia tidak terima Arya Wiguna terus memarahi Khanza Aulia di sana. Karena itu tidak sepenuhnya kesalahan Khanza Aulia.
"Sudah sayang jangan menangis. Ada kakak yang menemanimu di sini."ucap Santika Diandra sambil mengelus rambut gadis kecil itu yang lagi menangis. Dengan penuh kasih sayang Santika menghapus air mata Khanza Aulia yang bercucuran.
Sesekali ia memberikan kecupan di wajah cantik gadis kecil itu. "Jadilah mamiku!" ucap Khanza Aulia dengan singkat. di depan Santika Diandra dan juga Arya Wiguna.
"Mami?
"Memangnya Mami kamu di mana sayang? tanya Santika Diandra kepada Kanza Aulia.
"Mami sudah di surga. Kata Oma mami pergi ke surga ketika melahirkan Khanza Aulia." sahut Khanza Aulia dengan polosnya membuat Santika Diandra langsung terhenyak mendengar jawaban gadis kecil itu.
Santika menatap Arya Wiguna. Tatapan itu seolah bertanya benar tidaknya apa yang dikatakan oleh Khanza Aulia kepadanya. Arya Wiguna menganggukkan kepalanya pertanda apa yang dikatakan oleh Khanza kepada Santika benar adanya.
"Maafkan Kakak Adik manis telah membuatmu sedih.
"No.... no.... no, Kakak cantik tidak membuatku sedih. Justru Kakak cantik sudah menyelamatkan Khanza. Apakah kakak cantik mau jadi mamiku? tanya Khanza Aulia
Santika tidak langsung menjawab. Ia mengembangkan senyumnya. "Begini sayang, kamu boleh memanggilku dengan sebutan apa saja yang kamu suka. Walaupun kita tidak tinggal bersama." sahut Santika sambil mengembangkan senyumnya.
"Tapi Khansa menginginkan kamu yang menjadi mamiku."sahu Khanza yang mampu membuat Santika membulatkan matanya. Santika harus menjawab apa kepada Kanza. Santika sangat bingung. Apalagi Santika tidak ingin menyakiti hati Khanza
"Khanza!" jangan yang aneh-aneh. Papi tidak suka." Bentak Arya Wiguna. Khanza langsung berlari masuk ke dalam mobil milik Arya Wiguna yang dikendarai oleh sopir pribadi Arya. Arya dan Santika mengikuti Khanza masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Khanza, Papi tidak suka kalau kamu terus begini." ucap Arya. Khanza hanya terdiam. Ia tidak menjawab apa yang dikatakan Arya kepadanya. Ia memilih untuk memejamkan matanya.
Santika mengelus rambut indah gadis kecil itu."Sayang, Jangan sedih dong, Kan kakak cantik sudah menjadi sahabat kamu. Sama seperti janji kita dua hari yang lalu." ujar Santika sembari terus mengelus rambut indah gadis kecil ibu yang sangat menginginkannya menjadi ibu sambungnya.
" Mom.... Panggil Khanza Aulia membuat Arya Wiguna tersentak ketika mendengarkan Khanza Aulia memanggil Santika Diandra dengan panggilan mami.
"Khanza jangan aneh-aneh Papi tidak suka!" pekik Arya
Khanza langsung terdiam dan memilih mengalihkan pandangannya di kaca nako mobil milik sang Papi dan menikmati jalanan ibukota daripada mendengar ocehan dari Arya Wiguna.
Sementara Santika hanya diam saja, menatap Arya Wiguna dengan tatapan tajam. Tidak mudah menjalani kehidupan menjadi orang tua singel parent. Mengapa anda tidak mencoba mencari pendamping hidup menggantikan posisi almarhumah istri Anda? Santika memberanikan diri bertanya kepada Arya Wiguna.
"Tidak akan pernah ada seorang wanita yang menggantikan almarhum istriku. Aku sangat mencintainya. Tetapi Allah lebih sayang kepadanya sehingga Allah menjemputnya lebih awal dari Ku.
"Tidak perlu menggurui aku. Tahu apa kamu yang terbaik untuk putriku? jangan kamu kira karena putriku menyukai Kamu aku akan menerima kamu menjadi istriku." pekik Arya Wiguna membuat Santika menggelengkan kepalanya.
"Siapa juga yang bersedia menjadi istri anda. Saya rasa tidak akan ada wanita yang bersedia menjadi istri anda. Melihat sikap sombong dan Arogant anda itu. Setiap wanita pasti akan ilfil, Apa bedanya dengan saya. Saya juga tidak Sudi memiliki suami seperti anda.
Apalagi usia anda berbeda jauh denganku. Jangan ngarep deh. Saya hanya ingin membuka pikiran anda untuk memikirkan masa depan Khanza Aulia. Jangan pernah anda berprasangka buruk kepadaku menginginkan anda menjadi suamiku. Anda salah besar. tidak mungkin wanita sepertiku mau menikah dengan seorang duda punya anak satu seperti kamu." ucap Santika Diandra kepada Arya Wiguna membuat Arya Wiguna langsung menatap santika dengan tatapan tajam.
Di sepanjang perjalanan Santika dan Arya terus berdebat. Tidak ada kedamaian di sana. Hingga saatnya mereka tiba di rumah utama. Khanza turun dari mobil milik sang Papi. karena sebelumnya Arya Wiguna mengatakan kalau mereka hanya menghantarkan Khanza pulang ke rumah, lalu kembali lagi ke kantor untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan perusahaan Wiguna Company.
Padahal Khanza berharap Santika bersedia menemani dirinya bermain di rumah. Tetapi karena Arya Wiguna mendapat perintah mengikuti Arya ke kantor. Sehingga Santika tidak dapat berbuat apa-apa. Begitu juga dengan Khanza.
__ADS_1
Khanza masuk dengan mata sebab. Membuat Nyonya Rosalinda bertanya-tanya dan langsung menghampiri Khanza untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. "Cucu Oma sudah pulang, Kok kelihatannya matanya sembab?" tanya Nyonya Rosalinda sambil meraih tubuh cucu yang paling ia sayangi.
Khanza menangis sesungguhkan. lalu memberitahu segala apa yang terjadi kepadanya saat berada di sekolah dan Khanza juga memberitahu kepada Nyonya Rosalinda tentang Santika yang menyelamatkan dirinya saat berada di sekolah.
Khanza juga meminta kepada Nyonya Rosalinda untuk membujuk Arya Wiguna agar menikahi Santika dan menjadikan Santika menjadi Ibu sambung dari Khanza sesuai apa yang diinginkan Khanza dari Santika.
Mendengar apa yang dikatakan cucunya, nyonya Rosalinda menghela nafas berat. Sungguh tidak mungkin Arya Wiguna kembali menerima wanita lain setelah kepergian istri tercintanya. Karena Nyonya Rosalinda sangat mengetahui kalau Arya Wiguna sangat mencintai istrinya dan tidak mungkin baginya menggantikan posisi istrinya di hatinya yang paling dalam.
"Kamu tenang saja. Sayang nanti Oma akan mencoba berbicara kepada Papi kamu. doakan saja Papi kamu dan Santika berjodoh." ujar Nyonya Rosalinda kepada cucu yang paling iya sayangi. Memberikan harapan kalau Santika akan menjadi Ibu sambung dari Khanza Aulia.
Khanza bernafas lega. Ketika mendengar apa yang dikatakan oleh sang oma yang ternyata sang Oma juga menyetujui kalau Santika yang menjadi Ibu sambung Khanza Aulia.
"Tapi Oma, ketika Khanza mengatakan seperti itu kepada Papi. Papi sangat emosi kepada Khanza. Dan meminta Khanza langsung diam dan tidak meminta yang aneh-aneh kepadanya."
Nyonya Rosalinda menghela nafas berat. Mendengar apa yang dikatakan cucunya kalau saat ini, Arya Wiguna sama sekali belum membuka pintu hatinya kepada wanita lain. Padahal sudah lima tahun berlalu almarhum istri dari Arya Wiguna meninggalkan dirinya. Tetapi hingga saat ini, sepertinya Arya Wiguna sulit baginya move on dari almarhum istrinya, ibu kandung dari Khanza Aulia.
Beberapa kali Nyonya Rosalinda memohon kepada Arya Wiguna, untuk mencari pengganti almarhumah istrinya. Tetapi setiap kali Nyonya Rosalinda menyinggung masalah Ibu sambung untuk Khanza, sering sekali Arya Wiguna marah besar kepada Nyonya Rosalinda.
bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1