
Keesokan paginya, Zahra terbangun dari tidurnya. Ia menatap suaminya yang berbaring tepat di sampingnya. "Tidur saja Mas Alex terlihat tampan, Bagaimana tidak Zahra jatuh cinta kepadanya. "Terima kasih ya Alloh Ternyata mas Alexander menjadi jodoh hamba. lelaki yang sejak dulu Zahra cinta." gumam Zahra sambil terus memperhatikan suaminya.
Zahra ingin bangkit dari tempat tidur berniat untuk membersihkan diri. Lalu ingin mempersiapkan sarapan pagi untuk suami yang sangat ia cintai. Tetapi ketika Zahra bangkit dari tempat tidur, tangan Zahra ditarik oleh Alexander hingga Zahra terjatuh ke tubuh Alexander.
Zahra terhenyak menggerutu. Kamu Mas, buat Zahra kaget saja." Gerutu Zahra sambil menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta.
"Jadi kamu sudah sangat lama mencintai Mas? Mengapa tidak dari dulu memberitahu Mas, kalau kamu sudah lama mencintai Mas?" tanya Alexander yang mampu membuat Zahra membulatkan matanya.
"Ya ampun, mati aku. Ternyata Mas Alex mendengar apa yang aku katakan. Aku kira dia masih tidur?" gumam Zahra dalam hati. Karena ia merasa malu suaminya mendengar dan mengetahui kalau Zahra sudah lama mencintai Alexander.
"Sudah, tidak perlu malu. Lagian kamu sudah menjadi istri mas." ucap Alexander karena melihat wajah Zahra merah merona seperti kepiting rebus menahan malu.
Pagi itu Alexander tidak ingin membiarkan Zahra pergi dari kamar.
"Kamu mau kemana sayang?"
"Hanya ingin ke kamar mandi saja."
"Sini aja dulu, Ngapain buru-buru." ucap Alexander sambil Langsung kembali meraih istrinya ke pelukannya. Alexander memberikan kecupan hangat di bibir manis Zahra. Membuat Zahra langsung terpaku.
"Mas, ini masih pagi-pagi. Jangan membuat masalah. Seharusnya kalau pagi-pagi itu kita mandi, habis itu sarapan terlebih dahulu. Baru kita berangkat bekerja." ucap Zahra kepada suaminya. Alexander mengembangkan senyumnya. Mas sudah cuti untuk beberapa hari dan asisten mas yang menangani kantor selama mas cuti. Sesekali Santika yang akan memantau. Karena kita akan pergi liburan bulan madu.
"Apa?
"Bulan madu?
" Mas seriuskita akan pergi liburan bulan madu? tanya Zahra seolah dirinya tidak percaya apa yang diucapkan oleh suaminya. Alexander mengembangkan senyumnya. "Kamu tenang saja. Mas akan membawa kamu ke suatu tempat yang begitu indah dan kamu pasti bakalan senang dan bahagia jika berada di sana." ucap Alexander kepada Zahra.
__ADS_1
Terserah Mas aja deh, Bagaimana baiknya. Zahra ikut saja." ucap Zahra sambil mengembangkan senyumnya. Lalu Zahra memohon kepada Alexander agar dirinya pagi itu diperbolehkan untuk membersihkan diri.
Sementara di tempat lain, tepatnya di kediaman Arya Wiguna. Nyonya Rosalinda sudah mempersiapkan seserahan lamaran untuk Santika Diandra. Nyonya Rosalinda dan Arya Wiguna tidak ingin menunda-nunda waktu.
Apalagi Nyonya Rosalinda mengetahui kalau Alexander akan pergi melakukan perjalanan bulan madu dalam waktu 2 minggu sebelum pesta pernikahan Santika Diandra dengan Arya Wiguna.
"Oma, ini barang-barangnya Kok banyak banget?" tanya Khanza Aulia penuh selidik. karena melihat barang-barang yang ada di ruang tamu. "Iya sayang, karena hari ini kita akan pergi menemui Mami. Apa cucu Oma mau ikut? tanya Nyonya Rosalinda menawari Khanza ikut bersama mereka ke rumah utama keluarga Mahendra.
Tentu saja mau dong Oma, soalnya khanza sangat merindukan Mami. Kalau Mami dan Papi sudah menikah, berarti Mami akan tinggal di rumah ini." tanya Khanza Aulia penuh selidik.
"Iya Sayang, Kalau Mami dan Papi kamu sudah sah menikah Dimata hukum dan agama, maka Mami Kamu akan tinggal selamanya disini." sahut Nyonya Rosalinda sambil mengelus rambut panjang cucunya.
Siang itu Arya Wiguna, Nyonya Rosalinda dan Khanza dan beberapa kerabat keluarga Arya Wiguna datang menghampiri Alexander dan Zahra, Begitu juga dengan Santika di rumah utama keluarga Mahendra. Arya Wiguna sengaja tidak memberitahu kedatangan mereka siang itu. Karena Arya Wiguna ingin memberikan kejutan kepada Santika Diandra.
Setelah seserahan dimasukkan ke dalam mobil tampak Arya Wiguna meminta salah satu sopir pribadinya, dan asistennya mengikuti mereka sampai ke rumah utama keluarga Mahendra.
Petugas keamanan yang sudah mengenal mobil milik Arya Wiguna, langsung membuka gerbang dengan lebar. Agar mobil yang ditumpangi oleh Arya Wiguna dapat leluasa masuk ke halaman rumah yang selama ini ditempati oleh Alexander.
Arya Wiguna turun dari mobil diikuti oleh Khanza Aulia dan juga dua orang kerabat lainnya, datang untuk memastikan tanggal pernikahan Arya Wiguna dengan Santika Diandra. Setelah tiba di rumah, Alexander menyambut kedatangan Arya Wiguna dan nyonya Rosalinda. Tampak Zahra mengembangkan senyumnya. "Selamat datang Tuan Arya Wiguna." sapa Zahra sambil memberi salam kepada Nyonya Rosalinda dan yang lainnya.
Hai gadis cantik, bagaimana kabarmu Apa baik-baik saja? tanya Zahra penuh selidik kepada Khanza Aulia yang masih berdiri di sana. Netranya mencari seseorang di seluruh ruangan. Tetapi Khanza Aulia tidak menemukan yang ia cari. sehingga Khanza langsung menghampiri Arya Wiguna yang sudah lebih dulu duduk di ruang tamu.
"Papi kita ke rumah Mami, tetapi Mengapa maminya tidak ada di rumah?" tanya khanza Aulia penuh selidik "Kmu tenang saja sayang, Mami kamu pasti ada di rumah. Mungkin ada pekerjaan penting yang harus mami kerjakan hari ini." ucap Arya Wiguna kepada putrinya.
"Pasti keponakan uncle yang cantik ini mencari Mami Santika. Iya kan? tanya Alexander menebak apa yang ada di dalam pikiran Khanza Aulia yang hanya berdiri sambil meneliti seisi ruangan.
"Iya uncle, Mami Santika dimana, Kok Khanza tidak melihatnya disini?" tanya Khanza Aulia mencari keberadaan Santika Diandra.
__ADS_1
"Mami kamu masih ada di kamar, sepertinya Mami kamu lagi malas-malasan. Tuh langsung saja masuk ke dalam kamarnya. supaya Mami kamu terhenyak melihat kehadiranmu di sini." ujar Alexander meminta kepada Khanza Aulia agar Khanza Aulia langsung menghampiri Santika Diandra ke dalam kamar yang selama ini ditempati oleh Santika Diandra.
Khanza Aulia yang mendapat persetujuan dari Arya Wiguna berlari masuk ke kamar Santika Diandra.
Tok .....
tok....
Tok....
Suara ketukan pintu kamar Santika Diandra terdengar jelas di telinga Santika.
"Masuk! pintu tidak dikunci." teriak Santika Diandra dari dalam kamar.
"Ceklek....
Sekali hentakan pintu terbuka oleh asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Mahendra.
Tentunya untuk membantu Khanza Aulia membuka kamar Santika Diandra. Agar Khanza Aulia dapat leluasa masuk ke dalam kamar.
" Mami.....! teriak Khanza Aulia sambil berlari ingin memeluk Santika Diandra. Membuat Santika Diandra terhenyak melihat kehadiran Putri kecilnya di sana.
"Sayang kamu datang? tanya Santi ke Diandra dibalas anggukan dari Khanza Aulia. lalu Khanza memeluk Santika dan keduanya pun saling berpelukan melepas rindu. Padahal baru beberapa hari saja mereka tidak bertemu.
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1