MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB.49 CINTA KALAPA


__ADS_3

Sayang Siapa teman kamu datang ke sini?" tanya Santika Diandra penasaran. Karena ia melihat sosok khanza Aulia langsung masuk ke dalam kamar yang selama ini ia tempati. "Ada oma, ada Papi ada Om dan ada juga Tante." sahut Khanza Aulia membuat Santika terhenyak.


"Kamu serius sayang? oma sama papi datang ke sini?" tanya Santika Diandra yang belum percaya begitu saja apa yang diucapkan oleh Khanza Aulia.


"Yes mom, Khanza tidak mungkin berbohong kepada Mami, Khanza yang cantik ini. Asal Mami tahu, Oma dan Papi membawa banyak barang-barang ke sini. Dan sepertinya ada sesuatu yang penting, sehingga Papi dan, membawa Khanza Aulia datang ke sini." ucap khanza Aulia yang belum mengetahui Apa tujuan Arya Wiguna, dan nyonya Rosalinda datang ke rumah utama keluarga Mahendra.


"Pasti mami dari tadi bermalas-malasan di kamar. Kata uncle, Mami mulai tadi pagi belum keluar dari kamar. Itu artinya Mami belum makan, belum pergi kemana-mana atau bahkan belum mandi." tebak Khanza Aulia yang mampu membuat Santika Diandra langsung tertawa ngakak.


"Kok kamu tahu kalau Mami belum mandi dan belum makan? Putri Mami memang sangat pintar sekali. Sekarang kamu keluar dulu deh bersama Oma dan Papi. Karena Mami akan mandi. Tidak mungkin kan, Mami lagi jelek begini ketemu dengan Papi Kamu. Nanti bisa-bisa Papi kamu lari deh. Ngak jadi nikah sama mami." ucap Santika Diandra yang mampu membuat Khanza Aulia tertawa terbahak-bahak.


"Ngak apa-apa mom, Khanza tunggu disini saja. Mami mandi aja deh." ucap khanza Aulia sambil meraih ponsel milik Santika Diandra. Mom, Santika pinjam ponsel Mami ya untuk main game, sambil menunggu Mami siap mandi." ucap Khanza Aulia sambil mengembangkan senyumnya sehingga dibalas anggukkan dari Santika Diandra.


Ketika Khanza Aulia berniat ingin bermain game dengan menggunakan ponsel milik Santika. Khanza Aulia tidak sengaja membuka galeri ponsel milik Santika. Khanza Aulia menutup mulutnya, melihat foto-foto Santika Diandra bersama seorang pria dan juga dengan Arya Wiguna.


Terlihat di dalam foto Santika Diandra, begitu dekat dengan seorang pria. Yang mana khanza Aulia sama sekali tidak mengetahui siapa sosok lelaki yang ada di dalam foto bersama Santika. Tetapi yang pasti itu tidak Arya Wiguna.


"Mami dengan siapa?" gumam Khanza Aulia di dalam hati, sembari terus melihat foto-foto yang ada di galeri ponsel milik Santika Diandra. Melihat foto-foto yang ada di dalam galeri ponsel milik Santika Diandra, tiba-tiba kanza Aulia Langsung menangis sesungguhkan.


Sementara Santika Diandra yang tidak mengetahui kalau Khanza Aulia sedang menangis dia masih tetap melanjutkan ritual mandinya. Ketika Santika Diandra sudah selesai melakukan ritual mandinya, Ia pun keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Tanpa memperhatikan sosok Khanza yang menangis sesungguhkan.


Santika menggunakan pakaiannya. Berharap dia langsung bisa keluar menemui Arya Wiguna dan nyonya Rosalinda. Ketika Santika Diandra sudah selesai menggunakan pakaiannya dan melihat pantulan tubuhnya sudah terlihat rapi dan bersih, Santika Diandra berniat untuk menghampiri Khanza Aulia yang duduk di atas tempat tidur. Sambil memegang ponsel milik Santika Diandra.


Santika terhenyak Melihat putri kesayangannya menangis sesungguhkan. "Sayang kamu kenapa? kenapa menangis apa kamu terlalu lama menunggu Mami selesai mandi? tanya Santika Diandra yang belum menyadari apa yang dilihat oleh kanza, sehingga Ia menangis sesungguhkan sambil memegang ponsel miliknya.


Khanza Aulia menggelengkan kepalanya. lalu ia keluar dari kamar menuju ruang tamu. Dimana Arya Wiguna, Nyonya Rosalinda dan Alexander Begitu juga dengan Zahra berada. Hal itu membuat Santika Diandra bingung Mengapa sikap Khanza Aulia tiba-tiba berubah.


Santika Diandra berlari menghampiri Khanza Aulia. "Sayang tunggu!" ada apa dan Mengapa kamu menangis? tanya Santika Diandra sambil terhenyak melihat kehadiran Arya Wiguna dan nyonya Rosalinda disana.


"Mami jahat....Mami jahat.... Mami selama ini tidak mau menikah dengan Papi karena Mami sudah memiliki pacar kan? tuduh Khanza Aulia di hadapan Arya Wiguna , Nyonya Rosalinda, Alexander, Zahra dan dua kerabat Arya Wiguna.

__ADS_1


Membuat orang-orang yang ada disana terkejut mendengar apa yang diucapkan Khanza Aulia sambil menangis sesungguhkan.


"Maksud kamu apa Sayang? Mami tidak paham."


Santika Diandra semakin bingung Mengapa tiba-tiba Khanza Aulia begitu marah kepadanya. Dan menuduhnya sudah memiliki kekasih ,selain Arya Wiguna. Sehingga Santika tidak bersedia menikah dengan Arya Wiguna selama ini.


"Ada apa ini Santika? Alexander berdiri menatap Santika berharap Santika berterus terang kepada Alexander. Santika mengerdikkan bahunya. Santika juga tidak tahu apa yang dimaksud putriku khanza Aulia. Yang pasti tadi, ketika Santika masuk ke dalam kamar mandi, Khanza meminjam ponsel Santika. Untuk bermain game.


Tetapi ketika Santika keluar dari dalam kamar mandi, Khanza Aulia Sudah menangis sesungguhkan. Yang entah apa yang membuat dirinya tiba-tiba menangis. Apa yang membuat Khanza Aulia menangis seperti ini. Pasti ada sesuatu yang ia lihat di ponsel kamu." ucap Alexander yang sudah mulai emosi dan tidak tega melihat Khanza Aulia menangis.


Alexander meraih tubuh gadis kecil itu ke pelukannya. "Hai gadis kecil yang cantik kesayangan uncle, coba cerita apa yang membuat kamu menangis seperti ini. Jujur kepada uncle. Kalau Mami kamu membuat kesalahan, uncle akan marah kepadanya. supaya tidak melakukan kesalahan lagi yang menyakiti hati keponakan uncle yang cantik ini." ucap Alexander sambil memberikan kecupan hangat di wajah cantik Khanza Aulia.


Khanza Aulia menunjukkan foto yang ada di galeri ponsel milik Santika Diandra kepada Alexander. Membuat Alexander terhenyak. ternyata foto Santika Diandra bersama lelaki lain yang membuat Khanza Aulia tidak terima. Seolah-olah Santika menghianati Arya Wiguna, Papi kandung Khanza Aulia.


Alexander mengembangkan senyumnya. lalu mengelus rambut gadis kecil itu. Mencoba untuk menjelaskan siapa sosok lelaki yang ada bersama Santika Diandra, yang terlihat begitu dekat dengannya.


"Lain kali kalau tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengan seorang pria ,Jangan pernah menyimpan foto mesra Mu dengan lelaki itu yang mampu membuat orang sakit hati." gerutu Alexander ketika melihat foto yang ada di galeri milik Santika Diandra masih ada foto Santika bersama Nicholas.


" Tuh foto ini yang dilihat Putri kamu. Sehingga Putri kamu sedih dan menangis seperti ini. Apa kamu pikir khanza Aulia tidak merasa sakit hati.


"Ya Alloh, bukannya Papinya yang sakit hati malah putrinya yang sakit hati." gerutu Santika Diandra ketika melihat fotonya bersama Nicholas yang ada di galeri ponselnya.


Hal itu yang mampu membuat Zahra langsung tertawa ngakak. "Ngarep nih, Papinya yang merasa cemburu, bukan putrinya?ledek Zahra yang mampu membuat Santika Diandra menatap Zahra dengan tatapan seolah ingin menelan Zahra saat itu.


"Cie cie cie berarti Kamu ngarep deh Mas Arya Wiguna yang cemburu, ternyata tidak. awas deh kalau cinta kelapa.


" Apalagi itu cinta kelapa?" gerutu Santika Diandra.


"Kamu cinta Mas Arya Wiguna tidak apa-apa." ucap Zahra sambil terkekeh membuat orang-orang yang ada di sana pun ikut tertawa.

__ADS_1


Santika Diandra kesal. Lalu ia meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya. Ia menutup pintu kamarnya, karena kesal orang-orang yang ada di rumah itu menertawakan dirinya. Sedangkan Arya Wiguna mencoba untuk berbicara kepada Santika.


Tok...


Tok...


Tok...


Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Santika.


"Jangan menggangguku. Aku tidak ingin diganggu sekarang. lebih baik pergi dan jangan ganggu aku!" teriak Santika Diandra dari dalam kamarnya.


Tetapi Arya Wiguna tidak putus asa. Ia berusaha membuka pintu kamar itu dan akhirnya pun terbuka.


" Kamu kenapa seperti ini? Santika yang Mas kenal tidak seperti ini. Ada apa sayang? jangan seperti ini.


"Apa kamu tahu, kedatangan mas dan kedatangan mami untuk menyerahkan seserahan pernikahan kita. Arya Wiguna mencoba menenangkan hati Santika Diandra. Santika terdiam. Ia sama sekali tidak menjawab Arya Wiguna.


" Mas kalau memang mas tidak mencintai Santika, lebih baik pernikahan Ini dibatalkan. Santika tidak ingin menikah dengan seorang pria, karena hanya menginginkan kebahagiaan putrinya. Tanpa ada rasa cinta kepada Santika Diandra. Maaf mas, tanpa menikah sama Mas, Santika selalu bisa memberikan kasih sayang kepada khanza Aulia.


" Siapa yang mengatakan Kalau mas tidak mencintaimu sayang? mas sangat mencintaimu Sayang. Karena hanya kamu yang mampu membuat Mas move on dari Vero. Percaya sama mas. Mas sangat mencintai kamu." ucap Arya wiguna sambil meraih tubuh Santika kepelukannya.


Lalu memberikan kecupan hangat di sana. Perlahan kecupan itu semakin mendalam hingga keduanya larut dalam suasana.


Santika Diandra tersadar. Mereka hanya berdua di kamar. Sehingga Santika menghentikan Arya Wiguna. "Sudah Mas, jangan seperti ini. lebih baik mas keluar, nanti Santika nyusul lagi." ucap Santika Diandra dibalas anggukan dari Arya Wiguna.


" Jangan marah-marah lagi, namanya juga Zahra bercanda kepadamu." ucapnya sambil Kembali mengecup kening Santika Diandra, lalu iya mengajak Santika menghampiri Nyonya Rosalinda dan Alexander di sana.


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


__ADS_2