
"Apa kamu tidak merasa khawatir jika orang-orang jahat disana melakukan sesuatu kepadamu? tanya Arya Wiguna penuh selidik. Mereka tidak akan pernah menyakitiku. bahkan para preman yang ada di sana tidak pernah menyakiti Santika Diandra. Karena Santika Diandra berkomunikasi baik dengan mereka.
Hingga para preman disana pun bersyukur ketika Santika datang menghampiri anak-anak jalanan, dan memberikan makanan minuman yang layak. Mereka tidak akan jahat kepada kita kalau kita juga menghargai mereka.
Jangan pernah kita menganggap rendah mereka, walaupun mereka hanya hidup jalanan. Bahkan ketika Santika Diandra ingin dirampok kawanan penjahat lainnya, mereka yang ada disana membantu Santika Diandra. Bahkan mereka mampu melakukan apapun untuk melindungi Santika.
Hingga perampok itu pun akhirnya kembali berkomunikasi dengan santika. Ketika anak-anak jalanan dan para preman yang ada di sana memberitahu siapa sosok Santika. Yang selalu sering menghampiri anak-anak jalanan kesana." ucap Santika Diandra memberitahu kepada Arya Wiguna tentang anak-anak jalanan dan para preman yang dihadapi di pasaran.
Tiba-tiba salah satu pelayan restoran datang menghampiri keduanya dengan membawakan makanan yang sudah mereka pesan sebelumnya. Mengingat mereka belum makan siang hingga sudah pukul 14.00 WIB. "Kamu pasti sudah sangat lapar. Ayo kita langsung makan." ujar Arya Wiguna kepada Santika Diandra dibalas anggukan dari Santika. Keduanya menyantap makan siang yang sudah dihidangkan oleh pihak restoran.
Terlihat Santika dan Arya Wiguna menikmati makan siang itu. Tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan interaksi keduanya. "Kalian boleh saja kalian bahagia sekarang. Tetapi tidak untuk nanti. Karena pernikahan kalian tidak akan pernah terjadi." ucap seorang wanita yang duduk tidak jauh dari tempat duduk Arya Wiguna dengan Santika Diandra.
Kini Santika Diandra dan Arya Wiguna berniat untuk kembali ke rumah. Tetapi di perjalanan tiba-tiba hujan lebat angin kencang dan petir bergemuruh, membuat banyak dahan yang tumbang. Sehingga akses jalan menuju kembali ke rumah yang selama ini ditempati Arya Wiguna begitu juga rumah utama keluarga Mahendra tidak dapat dilalui.
Arya Wiguna memutar balik berniat mencari tempat istirahat yang layak untuk mereka. mengingat tubuh mereka sudah terasa lelah. "Sayang Sepertinya kita tidak dapat kembali ke rumah. Saat ini hujan sangat lebat banyak pohon yang tumbang, akses jalan tidak bisa dilalui. Lebih baik kita cari tempat istirahat terlebih dahulu, sampai akses jalan dapat digunakan." ucap Arya Wiguna sambil melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.30. "Kalau Santika terserah Mas aja deh, Mas juga sudah terlihat lelah." ucap Santika memberikan pendapatnya kepada Arya Wiguna. Arya Wiguna mencari tempat penginapan yang letaknya tidak jauh dari sana tentunya yang bisa dilewati kendaraan.
__ADS_1
Dan setelah berputar-putar mencari jalanan yang bisa dilewati pukul 18.20 mereka menemukan hotel dimana mereka dapat istirahat mengingat hujan lebat dan jalanan sudah terlihat banjir. "Sayang tidak apa-apa kan Kita istirahat di sini dulu. Sebelum hujannya reda dan banjirnya surut." tanya Arya Wiguna kepada Santika meminta persetujuan dari Santika.
"Iya Mas, Lagian kita lanjutkan pun itu tidak mungkin. Karena jalanan Sudah banjir dan banyak pohon yang tumbang. Tetapi Santika mengkhawatirkan Putri kita." ucap Santika karena dirinya benar-benar mengkhawatirkan Khanza Aulia.
Arya Wiguna berniat untuk memesan dua kamar yang ada di hotel itu, tetapi sayangnya kamar yang dapat terjual malam tersisa hanya satu kamar saja. Arya Wiguna mencoba meminta persetujuan dari Santika. "Sayang, kamar di hotel ini hanya tersisa satu saja. Bagaimana menurutmu?" tanya Arya Wiguna.
"Ya mau gimana lagi mas, kita harus terpaksa mengambil kamar itu. Karena Mas tahu sendiri mencari hotel lain saja sudah sulit. karena jalanan terlihat banjir dan hujan lebat." ucap Santika Diandra dibalas anggukan dari Arya Wiguna.
Kini Arya Wiguna sudah memesan kamar hotel yang disediakan oleh pihak hotel. "Silakan Pak!" ucap sang resepsionis sambil memberikan kunci kamar nomor 203. Arya Wiguna menggandeng tangan Santika Diandra masuk ke kamar hotel yang sudah diinformasikan oleh resepsionis itu.
Arya Wiguna masuk ke dalam kamar diikuti oleh Santika Diandra. "Sayang tidak apa-apa, kalau kamu merasa capek baringkan saja tubuhmu." ujar Arya Wiguna sambil berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Mas pakai bajunya, bisa-bisa Santika salah fokus." ucap Santika Diandra sambel terkekeh.
"Salah fokus juga tidak Apa apa, toh kamu juga calon istriku. bukan? ucap Arya Wiguna sambil mengedipkan matanya kepada Santika Diandra.
Membuat santikah Diandra langsung berdiri dan berlari masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Sementara Arya Wiguna hanya terkekeh menatap Santika Diandra yang berlari begitu saja, ketika dirinya berniat untuk menjahili Santika
__ADS_1
Setelah sekitar 20 menit bergulat di kamar mandi, kini Santika Diandra Kembali keluar dengan menggunakan dalaman dan celana pendek layaknya seperti kolor. Membuat tubuh seksi Santika Diandra terekspos jelas di mata Arya Wiguna.
Santika keluar lalu mendudukkan bokongnya di kursi meja rias yang disediakan oleh pihak hotel. Santika Diandra mengoles lotion di tubuhnya. "Perlu bantuan sayang?" tanya Arya Wiguna. "Tidak perlu mas, bukan malah membantu nantinya. Tetapi meminta yang lain." ucap santika Diandra sambil tertawa ngakak.
"Kok kamu tahu apa yang ada di pikiran Mas? "Sayang mas sudah sangat lama tidak merasakan yang seharusnya lelaki rasakan." ucap Arya Wiguna dengan nada memohon kepada Santika Diandra. Santika Diandra menatap Arya Wiguna dengan tatapan penuh arti.
Santika bangkit berdiri lalu mengalungkan tangannya di jenjang leher Arya. "Apa kamu sudah tidak sabar lagi menunggu beberapa hari lagi setelah akad nikah kita berlangsung?" tanya Santika Diandra menatap calon suaminya dengan tatapan penuh cinta.
" Entahlah sayang adik kecilku sudah mulai lancang depan, melihat Body mulusmu ini. Mas sudah lama tidak merasakan hal yang nikmat." ucap Arya Wiguna berterus terang kepada Santika Diandra. Membuat Santika diandra langsung terkekeh.
Ia pun memberikan kecupan hangat di bibir ranum suaminya. Perlahan ia langsung memainkan lidahnya di rongga mulut Arya Wiguna. Membuat Arya Wiguna seolah mendapat kesempatan darinya. Kamu bisa Santika puaskan, tanpa kamu merenggut kesucianku.
"Aku akan melakukannya dengan caraku sendiri." ucap Santika Diandra percaya diri, mampu memuaskan Arya Wiguna malam itu. tanpa Arya Wiguna merenggut kesuciannya. "Benarkah sayang? lakukan lah jika kamu dapat melakukannya." ujar Arya Wiguna sambil mengembangkan senyumnya.
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓.
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali yuk, mampir ke karya baru emak