MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB 54. MERASA BAHAGIA


__ADS_3

Ia pun memberikan kecupan hangat di bibir ranum calon suaminya. Perlahan ia langsung memainkan lidahnya di rongga mulut Arya Wiguna. Membuat Arya Wiguna seolah mendapat kesempatan darinya. Kamu bisa, Santika puaskan. Tanpa kamu merenggut kesucianku.


"Aku akan melakukannya dengan caraku sendiri." ucap Santika Diandra percaya diri, mampu memuaskan Arya Wiguna malam itu. tanpa Arya Wiguna merenggut kesuciannya. "Benarkah sayang? lakukan lah jika kamu dapat melakukannya." ujar Arya Wiguna sambil mengembangkan senyumnya.


Santika Diandra memahami. kalau Arya Wiguna juga membutuhkan kepuasan. Apalagi Arya Wiguna seorang duda yang sudah pernah menikmati indahnya memiliki seorang wanita. Kini Santika Diandra berusaha untuk memuaskan Arya wiguna karena ia mengetahui Arya Wiguna membutuhkan itu.


Santika Diandra memberikan kecupan hangat di jenjang leher milik Arya Wiguna. Membuat Arya Wiguna merasakan getaran yang cukup hebat di tubuhnya. Arya Wiguna membalas segala gerakan demi gerakan yang dilakukan Santika Diandra kepadanya.


Ia pun memberikan kecupan hangat di jenjang leher milik Santika Diandra. dan memberikan tanda merah di sana pertanda kepemilikannya. Tangan Santika sudah mulai menjalar ke bagian adik kecil milik Arya Wiguna. Memainkannya perlahan demi perlahan membuat Arya Wiguna semakin mende$@h. lagi Sayang Pinta Arya Wiguna agar Santika Diandra mempercepat gerakannya.


Kini tangan Arya Wiguna sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar Santika Diandra. Perlahan Arya Wiguna melepaskan kaitan kain yang melekat di tubuh Santika Diandra. Agar dirinya dapat menikmati gunung kembar milik Santika. Ia benar-benar menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan Santika.


Hingga Ia pun merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Arya Wiguna memberikan kecupan demi kecupan di bagian gunung kembar milik Santika, menciptakan mahakarya di sana. Pertanda kepemilikannya. Santika Diandra yang tidak mau kalah dari Arya Wiguna, melepaskan kain yang melekat di tubuh Arya Wiguna. Membuat dada bidang milik Arya Wiguna terekspos jelas di mata Santika Diandra.


Santika Diandra menikmati pemandangan indah, dada bidang milik Arya Wiguna. Tubuh Arya Wiguna yang sixpack membuat Santika Diandra semakin terpesona. Santika semakin melancarkan aksinya memberikan kecupan dan kecupan di dada bidang calon suaminya.


Kini keduanya larut dalam keadaan. Arya Wiguna yang merasa tidak tahan lagi meminta Santika untuk semakin mempercepat gerakannya. Santika Diandra yang tidak ingin mengecewakan Arya Wiguna. Ia pun mempercepat gerakan demi gerakan tangannya di bagian adik kecil milik Arya Wiguna. Hingga Arya Wiguna pun mencapai puncaknya.


"Terima kasih sayang kamu sudah pengertian kepada mas." ucap Arya Wiguna merasa puas akan apa yang dilakukan Santika Diandra, walaupun Arya Wiguna tidak merenggut kesucian Santika Diandra.

__ADS_1


Santika mengembangkan senyumnya lalu mengangguk kepalanya. Arya Wiguna kembali meraih tubuh Santika kepelukannya dan memberikan kecupan hangat di kening Santika. "Mas sudah tidak sabar lagi ingin bersanding dengan kamu sayang." ucap Arya Wiguna.


"Mas sangat mencintaimu."


" Santika juga sangat mencintai kamu Mas. berjanjilah kepada Santika, untuk tetap setia dan menyayangi Santika selama-lamanya. Dan tidak akan ada wanita lain, selain Santika di hati Mas." ucap Santika memohon kepada Arya Wiguna. Agar Arya di Wiguna tidak menghianati cintanya, sama seperti apa yang dilakukan mantan-mantan kekasihnya.


"Kamu tenang saja sayang, di dalam lubuk hati Mas yang paling dalam. Hanya ada kamu." sahut Arya Wiguna meyakinkan kalau dirinya benar-benar sayang dan cinta kepadanya.


"Ini sudah pukul 21.00 lebih baik kita makan. Sepertinya kamu juga sudah lapar." ucap Arya Wiguna menatap calon istrinya dengan tatapan penuh cinta.


"Tapi Santika malas keluar Mas.Boleh tidak makanannya dipesan ke kamar saja? tanya Santika meminta persetujuan kepada calon suaminya.


Arya Wiguna langsung meraih ponsel yang ada di atas nakas. Menghubungi pihak restoran agar menyediakan menu makan malam untuk kedua sejoli yang berada di kamar 203.


Malam ini, Arya Wiguna benar-benar bahagia seolah dirinya yang paling bahagia di permukaan bumi ini. Mendapatkan pelayanan eksklusif dari Santika Diandra, ia sudah tidak sabar lagi ingin segera bersanding dengan Santika. Wanita yang mampu membuat dirinya move on dari almarhumah istrinya.


Sungguh wanita yang sangat luar biasa.Baru kali ini aku merasakan getaran yang cukup hebat, ketika bersama seorang wanita." gumamnya dalam hati. Sembari terus membayangkan apa yang barusan mereka lakukan di kamar yang menjadi saksi untuk mereka berdua.


Setelah selesai membersihkan diri, Arya Wiguna Kembali keluar menghampiri Santika Diandra yang sudah terlebih dahulu selesai membersihkan dirinya. "Apa kau merasa lelah? tanya Arya Wiguna penuh selidik.

__ADS_1


Santika Diandra mengembangkan senyumnya, menatap calon suaminya itu dengan Tatapan yang sulit diartikan. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga keduanya. Arya Wiguna bangkit berdiri menuju pintu. Ia melihat sosok Siapa yang datang menghampiri mereka. yang ternyata salah satu pelayan restoran yang datang menghantarkan menu makan malam untuk kedua sejoli itu.


Arya Wiguna membuka pintu kamarnya agar pelayan itu dapat menghantarkan menu makan malam untuk mereka. "Maaf tuan, ini menu yang Tuan pesan sebelumnya." ucap pelayan restoran itu, kepada Arya Wiguna. "Oh letakkan saja di situ." ucap Arya Wiguna. lalu Arya Wiguna merogoh uang yang ada di dompetnya.


Untuk sekedar memberikan uang tips kepada pelayan itu. " Ini buat kamu." ucap Arya Wiguna karena dirinya merasa bahagia. " Tapi Tuan ini sudah menjadi daftar menu dan pembayarannya langsung ke pihak hotel."ucap pelayan itu, karena pelayan itu mengira uang pemberian Arya Wiguna merupakan uang pembayaran menu makanan yang ia antar sebelumnya.


" Tidak, saya tahu pembayarannya langsung ke pihak hotel. Tetapi ini buat kamu, hitung-hitung rezeki karena saya sedang bahagia." ucap Arya Wiguna sembari memberikan beberapa lembar Uang pecahan Seratus ribu.


Membuat pelayan itu pun menatap Arya Wiguna dengan tatapan penuh tanya. Tetapi ini terlalu banyak tuan, kami tidak bisa menerima tips seperti ini." ucap pelayan itu. "Tidak, ini hakmu. Saya memberikannya kepadamu, karena saya merasa bahagia. anggap saja ini rezekimu. Tidak baik menolak rezeki." ucap Arya Wiguna dibalas anggukan dari pelayan itu, pelayanan itu pun menerima uang pemberian Arya Wiguna.


Arya Wiguna kembali menghampiri Santika Diandra, setelah pelayanan itu berlalu dari sana. lebih baik kita langsung makan saja sayang. Sepertinya mas sudah sangat lapar." ucap Arya Wiguna sembari meletakkan nampan di atas meja.


Santika Diandra dengan telaten menata makanan itu, agar mereka dapat menikmati makan malam, dengan nikmat. Kau pasti lapar. Kamu harus menghabiskan menu makan malammu." ujar Arya Wiguna berharap Santika dapat menghabiskan menu makan malam yang sudah dihidangkan oleh pihak restoran.


Jangan cuman menganjurkan Santika agar menghabiskan menu makanan milik Santika. Tetapi Mas juga harus menghabiskan menu makanan milik mas. Karena tenaga Mas sudah hampir habis terkuras tadi, dan sumsumnya sudah keluar akibat tingkah jahil Santika." ucap Santika Sambil tertawa. membuat Arya Wiguna menggelengkan kepalanya. Melihat tingkah Santika yang mengingat apa yang baru mereka lakukan malam itu.


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓.

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up kembali yuk, mampir ke karya baru emak



__ADS_2