
Santika Diandra yang cantik dan baik hati, Dia itu mamiku. Dimana dia sekarang Pak?" tanya Khanza membuat security itu mengerutkan keningnya. "Ya ini rumah dari Santika Diandra. Tetapi kamu bukan putrinya. Tidak mungkin Nona Santika Diandra memiliki Putri sebesar kamu, sementara Santika Diandra belum menikah sama sekali." ucap security itu kepada Khanza Aulia.
Karena merasa tidak tega melihat Khanza yang sudah terlihat berkeringat datang dengan berjalan kaki ke rumah keluarga Mahendra, petugas keamanan itu pun mempersilahkan kanza masuk ke rumah keluarga Mahendra.
Salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di sana datang menghampiri Khanza Aulia dengan membawakan minuman yang segar karna melihat Khanza Aulia sudah haus.
"Maaf neng cantik, kamu mau cari siapa?" Tanya asisten rumah tangga itu kepada Khanza. Khanza ingin mencari keberadaan mamiku, Santika Diandra apa Mami Santika Diandra ada di rumah ini? tanya Khanza kepada asisten rumah tangga yang bekerja di sana.
Membuat asisten rumah tangga itu pun merasa bingung. Ia pun berpikir kalau selama ini Santika menyembunyikan sesuatu kalau selama ini ternyata Santika sudah memiliki seorang anak. Maaf neng cantik, apa kamu memiliki foto wanita yang kamu cari yang bernama Santika Diandra itu?" tanya asisten rumah tangga itu, Karena Mereka takut kalau wanita yang dimaksud Khanza Aulia bukanlah Santika Diandra putri dari Tuan Mahendra.
Khanza membuka tasnya lalu mengambil sebuah foto yang ada di tasnya. Ia pun memberikan foto Santika Diandra kepada asisten rumah tangga itu. "Ini mamiku namanya Santika Diandra, aku tahu alamat rumahnya di sini, Karena papi ku pernah berbicara kepada Oma kalau alamat rumah Mami berada di sini." ucap Khanza Aulia kepada asisten rumah tangga itu sambil melihat figura yang terpampang di dinding rumah utama keluarga Mahendra.
"Nah itu foto mami ada di sini. Berarti ini betul ruang maminya Khanza." ucap Khanza sambil menunjuk sebuah figura.
Membuat asisten rumah tangga itu pun semakin penasaran siapa sosok gadis kecil yang mengaku putri dari Santika Diandra. Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar jelas di telinga asisten rumah tangga dan petugas keamanan yang ada di sana. Ya mobil itu dikenali setiap penghuni rumah. Mobil yang masuk merupakan mobil milik Alexander Mahendra.
Alexander turun dari mobil miliknya. lalu ia terhenyak melihat kehadiran anak kecil masih berpakaian dinas sekolah salah satu TK ternama di kota Jakarta. "Siapa anak ini?" tanya Alexander Mahendra penuh dengan selidik. Lalu Khanza Aulia, langsung memberi salam kepada Alexander Mahendra.
"Uncle...., kanza ke sini mencari keberadaan mamiku. Mami Santika Diandra apa Mami ada bersama uncle?" tanya gadis kecil yang terlihat cantik dan menggemaskan itu. Alexander mengerutkan keningnya. Ia bingung Mami yang mana maksudnya. Ia tidak menyangka kalau yang dimaksud oleh Khanza Aulia merupakan Adiknya sendiri.
__ADS_1
Asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Mahendra pun, menceritakan apa segalanya yang dikatakan Khanza Aulia kepada mereka. Membuat Alexander merasa bingung. Tidak mungkin adikku menyembunyikan hal sebesar ini. Dan tidak mungkin adikku sudah memiliki anak tanpa ada ikatan pernikahan, dia wanita baik-baik tidak pernah terbesit dibenaknya untuk melanggar hukum agama." gumam Alexander Mahendra.
Ia pun langsung meraih ponsel miliknya untuk menghubungi Santika Diandra. Berharap Santika Diandra menceritakan segalanya tanpa ada kebohongan. Ketika sambungan telepon seluler itu tersambung kepada Santika Diandra, Alexander langsung menyambungkan video call agar Santika dapat melihat sosok Khanza Aulia.
Ketika sambungan video call itu tersambung, Santika Diandra terhenyak melihat kehadiran Khanza Aulia disana.
"Loh, Khanza kok ada di situ Kak?" Tanya Santika penasaran.
"Apa kamu benar Mami dari anak ini? tanya Alexander penuh dengan selidik memohon kejujuran kepada adik yang paling ia sayangi itu.
Santika langsung tertawa ngakak. Kakak ada-ada saja. Tidak mungkin Santika memiliki anak. Santika saja belum menikah. Yang benar saja berbicara kakakku yang tampan." ucap Santika dalam sambungan video call-nya.
Alexander yang mengetahui sikap asli adiknya yang begitu menyayangi anak kecil, bahkan anak-anak jalanan juga ia sayangi akhirnya paham. Mengapa anak kecil yang datang menghampiri mereka mengatakan kalau Santika Diandra merupakan maminya sendiri.
Ketika Khanza Aulia dan Mahendra berbicara panjang lebar dengan Santika Diandra dalam sambungan Video call, akhirnya Khanza bernafas lega. Karena Santika Diandra berjanji akan datang menemui Khanza dalam waktu dekat.
Melepas rindu dalam sambungan video call, membuat Khanza merasa bahagia. Rasa lelahnya berjalan dari sekolahnya menuju rumah keluarga Mahendra, menjadi hilang begitu saja. Kini saatnya Alexander Mahendra menghantarkan Khanza Aulia ke rumah utama keluarga Wiguna.
Karena sebelumnya, Santika Diandra memberitahu siapa sosok Khanza Aulia sebenarnya. "Anak manis, kalau begitu uncle menghantarkan kamu pulang ke rumah kamu ya. Karena Papi dan Oma kamu pasti akan mengkhawatirkanmu." ujar Alexander Mahendra kepada Khanza Aulia.
__ADS_1
Khanza Aulia mengangguk kepalanya, pertanda Ia setuju Kalau saat itu dirinya harus segera kembali ke rumah utama keluarga Wiguna. Setelah Alexander Mahendra menjelaskan segalanya kalau saat ini pasti Arya Wiguna dan nyonya Rosalinda akan mengkhawatirkan Khanza.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga puluh lima menit, dari rumah utama keluarga Mahendra menuju rumah utama keluarga Wiguna. Akhirnya mobil yang dikendarai Alexander pun tiba di sana. Nyonya Rosalinda merasa heran mobil seseorang memasuki rumah utama keluarga Wiguna. Nyonya Rosalinda keluar untuk melihat Siapa yang datang.
Nyonya Rosalinda terhenyak melihat cucu yang sangat ia sayangi berlari menghampiri Nyonya Rosalinda. "Kamu dari mana saja sayang? oma dan papi kamu sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Nyonya Rosalinda sambil langsung memeluk dan mengecup wajah cantik cucunya.
Khanza pergi mencari Mami Santika Diandra ke rumah uncle ini. Ternyata uncle Ini kakaknya Mami Santika Diandra. Uncle Alexander baik kepada Khanza mengajak Khanza berbicara dalam sambungan video call dengan Mami Santika Diandra.
Mami juga sudah berjanji kepada Khanza kalau Mami akan datang dalam waktu dekat. habis berbicara video call dengan Mami, uncle Alexander menghantarkan Khanza ke rumah. Karena uncle Alexander takut Oma dan Papi mengkhawatirkan Khanza ucap Khanza kepada Nyonya Rosalinda.
Nyonya Rosalinda mengucapkan terima kasih kepada Alexander. Karena sudah menghantarkan cucu yang sangat ia sayangi padahal sebelumnya Nyonya Rosalinda Sudah menangis histeris setelah mendapatkan kabar Kalau cucunya hilang dari sekolah.
" Terima kasih Tuan Alexander, kamu sudah bersedia menghantarkan cucu saya." ucap Nyonya Rosalinda sambil mengembangkan senyumnya
"Tidak apa-apa Nyonya. Namanya juga anak kecil masih polos. Yang ia tahu hanya ingin sekali bertemu dengan orang yang ia sayangi dan dekat kepada dirinya." ucap Alexander Mahendra sambil langsung berpamitan untuk segera kembali ke rumah utama setelah satu harian beraktifitas di kantor Glamour Company.
bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏