MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB 41. LAMARAN DITERIMA


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu. Kini kondisi Khanza Aulia sudah semakin membaik. Dokter juga sudah mengizinkannya untuk kembali ke rumah, dan dapat melakukan aktivitasnya seperti biasa.Santika Diandra merasa bahagia ketika dokter mengatakan kalau kondisi Khanza Aulia sudah semakin membaik dan dapat kembali ke rumah.


Arya Wiguna menyelesaikan administrasi biaya pengobatan Khanza Aulia selama berada di rumah sakit. Kemudian mereka bergegas untuk kembali ke rumah utama keluarga Arya Wiguna.


Sedangkan Nyonya Rosalinda, meminta kepada beberapa asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Arya Wiguna, mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut cucu yang sangat ia sayangi.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, dari rumah sakit menuju rumah utama keluarga Arya Wiguna. Akhirnya Arya Wiguna Santika dan khanza Aulia tiba di rumah. Santika mengendong tubuh mungil Khanza Aulia, Putri yang sangat ia sayangi. Walaupun Khanza Aulia tidak terlahir dari rahimnya.


"Selamat datang kembali sayang, cucu Oma yang cantik." sapa Nyonya Rosalinda sambil langsung meraih tubuh cucunya yang ada di gendongan Santika. "Apa kabar kamu sayang oma sangat merindukanmu." ucap Nyonya Rosalinda sambil langsung mengecup wajah cantik cucunya..


"Alhamdulillah kabar Khanza baik-baik saja Oma. Itu semua berkat Mami Santika yang selalu setia menjaga Khanza dan merawat Khanza di rumah sakit. Apa Oma tahu, Mami Santika tidak pernah meninggalkan Khanza di rumah sakit sendiri. Mami Terus menemani Khanza, menyuapi Khanza, membacakan dongeng untuk Khanza. Semuanya Mami yang melakukannya." ucap Khanza Aulia mengingat Apa yang dilakukan Santika Diandra kepadanya ketika berada di rumah sakit.


Nyonya Rosalinda mengembangkan senyumnya, ketika melihat wajah berbinar di wajah khanza Aulia bercerita tentang apa yang dilakukan oleh Santika. "Ya sudah kalian pasti sudah capek, Oma dan yang lainnya sudah mempersiapkan menu makanan yang mengunggah selera Kalian. Pasti menu makanan di rumah sakit tidak seenak yang Oma masak." ucap Nyonya Rosalinda dan meminta kepada Arya Wiguna, Santika dan juga Khanza Aulia mengikutinya masuk ke ruang makan dan duduk di sana.


Terlihat banyak menu makanan yang sudah dihidangkan di sana. "Mom banyak sekali makanannya." ucap Arya Wiguna menatap menu makanan yang begitu banyak di meja makan. "Mami sengaja memasaknya untuk menyambut kepulangan cucu Oma dan juga menantu mami yang cantik ini." sahut Nyonya Rosalinda sambil mencolek dagu Santika membuat Santika mengembangkan senyumnya.


"Jangan di lama-lama lagi, halalkan menantu saya yang cantik ini." ujar Nyonya Rosalinda kepada Arya." Siapa juga yang tidak ingin segera menghalalkannya mom?


"Tetapi Mengapa sampai sekarang tidak ada pernikahan di rumah ini?

__ADS_1


"Tanyakan langsung kepada maminya Khanza." ujar Arya Wiguna yang mampu membuat Santika membulatkan matanya.


Karena Arya Wiguna meminta kepada Nyonya Rosalinda, bertanya langsung kepada Santika Mengapa sampai saat ini Arya Wiguna tak kunjung menetapkan tanggal pernikahan Santika dengan Arya Wiguna sendiri.


"Iya nak Santika, Apa kamu tidak mencintai Putra saya? Jika iya apa yang membuatMu hingga kamu tidak menerima lamaran Putra mami? apakah karena dia seorang duda yang memiliki anak satu?" tanya Nyonya Rosalinda penuh selidik.


Santika Diandra menghela nafas berat. lalu ia pun menjawab pertanyaan Nyonya Rosalinda. "Maaf mom, bukan berniat untuk menolak lamaran Mas Arya Wiguna. Tetapi untuk saat ini, sepertinya Santika masih butuh waktu untuk berpikir. Mas Arya Wiguna sangat mengetahui, Baru satu bulan yang lalu Santika merasa sakit hati, atas penghianatan seorang lelaki terhadap Santika.


Di samping itu Santika belum mendapat restu dari Kak Alexander." ucap Santika berterus terang kepada Nyonya Rosalinda. memberitahu mengapa sampai saat ini Santika belum menerima lamaran Arya Wiguna.


Padahal Kalau boleh jujur,Santika begitu menyayangi khanza Aulia sama seperti putri kandung saya sendiri. Tidak bisa dipungkiri, Santika juga memiliki perasaan yang sama seperti Arya Wiguna. Ia mencintai Arya Wiguna, tetapi ia khawatir kejadian di masa lalu terulang kembali. Membuat Santika masih membutuhkan waktu untuk berpikir menerima lamaran Arya Wiguna.


"Mom apa kau menyayangiku seperti putri kandungmu sendiri?" tanya Khanza Aulia sambil memegang tangan Santika Diandra. Santika Diandra mengembangkan senyumnya. lalu meraih tubuh khanza Aulia kepelukannya. "Mami sangat menyayangimu sayang, sama seperti anak kandung Mami sendiri. Walaupun kamu tidak terlahir dari rahim Mami." ucap Santika Diandra sambil memberikan kecupan hangat di wajah cantik khanza Aulia.


Mendengar jawaban Santika Diandra, Khanza Aulia kembali memberikan permohonan kepada Santika. "Mom, menikahlah dengan Papi. Agar kita tetap dapat bersama." ujar Khanza Aulia memohon kepada Santika agar bersedia menikah dengan Arya Wiguna.


Santika Diandra menghela nafas berat. lalu menatap Arya Wiguna dengan Tatapan yang sulit diartikan. Ia bingung harus menjawab apa kepada putri kecilnya, dan akhirnya untuk tidak membuat rasa kecewa di hati khanza Aulia, Santika Diandra akhirnya mengangguk kan kepalanya. Pertanda ia menerima lamaran Arya Wiguna dan bersedia menikah dengan Arya Wiguna. Seorang pengusaha kaya raya ternama di kota ini.


Bahkan Alexander juga sangat mengetahui siapa sosok Arya Wiguna di dalam dunia bisnis. "Kamu serius sayang menerima lamaran Mas? tanya Arya Wiguna kepada Santika Diandra. Santika Diandra menganggukkan kepalanya .

__ADS_1


"Demi Putriku, yang aku sangat sayangi Apapun akan aku lakukan." sahut Santika sambil langsung mengecup wajah cantik Khanza Aulia. Arya Wiguna dan nyonya Rosalinda mengembangkan senyumnya dan bernafas lega.


Akhirnya Santika menerima lamaran Arya Wiguna. Sekarang mereka hanya ingin meyakinkan Alexander, kalau hubungan rumah tangga mereka tidak akan bermasalah karena keduanya sama-sama saling mencintai.


Drama makan siang penyambutan Khanza Aulia di rumah utama keluarga Mahendra Telah usai. Kini Khanza Aulia meminta Santika Diandra, untuk menemani Khanza istirahat di kamar yang selama ini ditempati oleh Khanza Aulia.


Dengan senang hati Santika Diandra langsung menggendong tubuh mungil Khanza Aulia, masuk ke dalam kamar. Setelah bercerita panjang lebar, akhirnya Khanza Aulia tertidur pulas di atas tempat tidur yang selama ini ditempati oleh Khanza Aulia.


Santika Diandra pun membaringkan tubuhnya di sana. Karena beberapa hari Khanza Aulia dirawat di rumah sakit, tidur Santika tidak pernah tertidur pulas seperti biasanya. Entah faktor karena sudah ngantuk, Sartika pun mengikuti Khanza Aulia tertidur pulas, mengarungi alam mimpinya.


Tanpa mereka sadari Arya Wiguna datang menghampiri keduanya. Ia mengembangkan senyumnya melihat Santika yang begitu menyayangi Khanza Aulia, hingga di dalam tidurnya pun Santika terus memeluk Khanza Aulia.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓


JANGAN LUPA ,MAMPIR KEKARYA BARU MORATA YANG BERJUDUL "CONTRAC WEDDING 30 DAY'S WITH CEO

__ADS_1


__ADS_2