MY HOT DUDA Kesayangan

MY HOT DUDA Kesayangan
BAB 47. DASAR SUAMI MESUM


__ADS_3

" Ya Allah, semoga Arya Wiguna benar-benar berjodoh dengan Santika Diandra. Sepertinya Khanza Aulia sangat menginginkannya menjadi Ibu sambungnya." gumam Nyonya Rosalinda dalam hati sembari berdoa, agar santika Diandra dan Arya Wiguna menjadi satu rumah tangga yang utuh. Agar khanza Aulia tidak kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya.


****


Sore harinya acara resepsi pernikahan Alexander dan Zahra telah usai dilaksanakan dan berjalan dengan lancar. Terlihat para tamu undangan yang hadir di sana satu persatu sudah meninggalkan ballroom tempat Alexander dan Zahra mengadakan resepsi pernikahan.


Kini tinggal keluarga dekat Alexander dan keluarga kedua orangtua Zahra yang masih tetap berada di lokasi. Kedua orangtua Zahra terlebih dahulu berpamitan kepada Zahra dan juga Alexander begitu juga kepada Santika Diandra yang masih setia disana


Kalau mereka akan segera kembali ke rumah mengingat hari sudah hampir malam. Alexander sudah menyediakan mobil untuk menghantarkan kedua orangtua Zahra dan juga keluarga kecil mereka, untuk kembali ke rumah yang selama ini mereka tempati.


"Aku sudah tidak sabar ingin melahap kamu Sayang." ucap Alexander yang sukses membuat Zahra langsung membulatkan matanya. Ia sudah dapat membayangkan apa yang akan dilakukan suaminya terhadap dirinya, ketika mereka sudah berada di dalam satu kamar yang sama.


"Jangan macam-macam Mas. Di sini masih ada banyak keluarga dekat dan juga om dan tante. Bicaranya jangan ngawur seperti itu." Bisik Zahra tepat di telinga Alexander. Alexander hanya nyengir mendengar apa yang dikatakan istrinya.


"Sepertinya badan aku terasa remuk. Karena sudah dari tadi berdiri memberi salam kepada para tamu undangan." keluh Zahra sambil memijat kakinya yang terasa pegal. "Kamu tenang saja sayang. Nanti mas yang akan memberi pijatan yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu."ucap Alexander yang mampu membuat Zahra menggelengkan kepalanya.


"Sejak kapan pikiran Mas mesum begitu?


"Mesum sama istri sendiri tidak apa-apa kan? daripada Mas, mesum kepada istri orang lain, itu berarti Mas akan menerima satu liang dari suaminya." sahut Alexander membuat Zahra menatap suaminya dengan tatapan tajam.


Hari sudah hampir malam, membuat keluarga besar Alexander Mahendra segera meninggalkan Ballroom. Tentunya, setelah mereka memastikan semuanya sudah aman dan berjalan dengan lancar.


Terlihat Alexander dan Zahra sudah bersiap dijemput boleh sang supir pribadi Alexander. Agar mereka segera kembali ke rumah utama keluarga Mahendra. "Aduh sepertinya kalau sudah tiba dirumah aku pasti akan langsung berbaring untuk merenggangkan otot otot Ku yang sudah terasa pegal dan ngilu semua " keluh Zahra


"Sabar saja sayang, mas pasti akan memberikan pijatan yang luar biasa." ucap Alexander sambil tersenyum jahil. Zahra mencubit pinggang sang suami yang mulai berbicara ngawur kepadanya. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam pasangan suami istri itu sudah tiba dirumah utama Keluarga Mahendra .


Para asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Mahendra , terlihat antusias untuk memberikan selamat kepada sang majikan.


"Selamat ya Tuan atas pernikahannya bersama nyonya Muda." ucap salah satu asisten rumah tangga yang bertugas disana.


"Terimakasih Bi." sahutnya sambil mengebangkan senyumya menatap sang asisten rumah tangga yang sudah di anggap Alexander dan Santika seperti ibu kandungnya. Karna selama ini Bi Halimah yang merawat membantu Alexander dan Santika mengurus segala keperluan Alexander.


"Sepertinya Zahra sudah ngantuk dan sudah capek juga. lebih baik kita istirahat mas." ucap Zahra kepada suaminya.

__ADS_1


Alexander pun beranjak dari tempat duduknya ia melihat Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Itu berarti orang-orang di rumah sudah masuk ke kamar dan istirahat.Termasuk Santika Diandra yang sudah tidak kelihatan lagi. Itu artinya Santika sudah lebih dulu istrihat di kamarnya.


"Sayang tunggu!"Panggil Alexander kepada Zahra yang sudah lebih dulu berjalan masuk menuju kamar.


"Cepat dong Mas!" aku sudah ngantuk pengen istirahat."


"Alexander langsung meraih tubuh istrinya kepelukannya. Tanpa memperdulikan keluarga dekat dan kerabat lainnya belum masuk dalam kamar.


"Mas Lihat dong ini kita belum di kamar!"ucap Zahra kepada suaminya.


"Tidak apa-apa kan kita sudah halal!"Ucap Alexander sambil mengembangkan senyumnya.


Zahra langsung menarik tangan suaminya masuk ke dalam kamar. Zahra merasa malu kalau anggota keluarga lainnya melihat dirinya sedang bermesraan dengan suaminya Alexander


"Mas Lain kali kalau mau bermesraan lihat situasi dong. Di rumah kan masih rame. Bukan hanya kita berdua saja! apa mas tidak malu?


"Biarin aja!" kan mereka juga pernah mengalami hal yang sama seperti kita." ucap Alexander tidak mau kalah kepada istrinya.


Tetapi ketika Zahra keluar dari kamar mandi, Ia dikejutkan dengan sosok suaminya yang langsung menggendong tubuhnya.


"Mas turunin dong!"pinta Zahra dengan lembut kepada suaminya


Tetapi Alexander tidak menggubris dan langsung mengecup bibir manis Zahra hingga Zahra tidak bisa berkutik.


"Kamu jangan nakal!"Mas sudah lama menunggu saat seperti ini sayang" ucap Alexander sambil kembali mengecup bibir manis Zahra. Perlahan Kecupan itu semakin mendalam.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga mereka. Membuat mereka merasa terganggu.


"Aduh siapa lagi sih ini yang mengganggu?"Gerutu Alexander sambil berdiri untuk membukakan pintu.


"Ada apa Bi!" kok malam-malam ganggu?


"Begini Den Alexander,tadi ada seseorang yang menelpon, Tetapi ketika diangkat selalu dimatikan Bibi Kwatir Den!" ada seseorang yang berniat jahat ke rumah ini."ucap asisten rumah tangga yang sudah lama menemani keluarga Mahendra..

__ADS_1


Tiba-tiba suara deringan telepon pun kembali berbunyi membuat Alexander langsung mengangkat telepon.


"Iya halo selamat malam ada yang bisa kami bantu?"jawab Alexander dalam sambungan telepon.


"Tetapi orang yang nelepon ke rumah utama keluarga Mahendra sama sekali tidak menjawab. Membuat Alexander sedikit geram dan kesal. karena telepon itu sudah mengganggu dirinya.


"Siapa sih? nih orang nelpon malam-malam nggak tahu apa orang istirahat! kesal Alexander dalam hati sambil kembali menghampiri istrinya. Ia pun langsung menggantung telepon itu, agar tidak bisa telepon masuk lagi ke kamarnya.


"Ada apa mas?"


"Tidak apa-apa sayang. Hanya ada orang iseng aja.."


"Oh ya sudah kalau begitu kita istirahat aja Mas."


"Jangan dong Kan tadi nanggung?"


"Sudah besok aja dilanjutkan. Kan lebih nikmat kalau tubuh fresh!" Lagian saat ini badan Zahra masih capek mas." ucap Zahra. kepada suaminya Alexander.


Alexander tidak mau egois, Ia pun membiarkan istrinya istirahat dengan tenang. Alexander tahu kalau Dewi benar-benar capek mengingat aktivitas mereka seharian begitu melelahkan.


"Ya sudah tidak apa-apa kamu istirahat saja." ucap Alexander agar Zahra dapat istirahat dan langsung berbaring disampingnya.


"Terima kasih ya Mas!" Mas sudah sangat pengertian sama Zahra


"Sama-sama sayang!" lagian Mas kan tahu kalau kita benar benar capek, jadi tidak apa-apa istirahat dulu.


Tidak Berapa lama Zahra Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya, di pelukan sang suaminya. Alexander melihat wajah polos istrinya pun mengembangkan senyumnya.


bersambung........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓🙏💙

__ADS_1


__ADS_2