My Indigo

My Indigo
Mantan


__ADS_3

Hari ini fafa sudah diperbolehkan pulang oleh dokter frans. Rasanya dia rindu sekali dengan suasana kamarnya setelah dua hari dirawat dirumah sakit. Disana fafa tidur tidak tenang, banyak sekali arwah yang bergentayangan, tak jarang juga fafa mendengar suara tangisan yang membuat telinganya sakit. Fafa menghempaskan tubuhnya diatas kasur miliknya, dan kemudian dia terlelap dalam mimpi.


Prang..


Fafa terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara benda jatuh. Dia langsung mengedarkan pandangannya namun tidak apa siapa-siapa disana. Fafa tak menghiraukan itu, dia melihat jam yang ada di nakas samping tempat tidurnya, ternyata sudah jam 19.00, fafa beranjak dari tempat tidurnya kemudian langsung menuju kamar mandi.


Setelah selesai berkutat didalam kamar mandi, fafa keluar dengan menggunakan celana trening dan kaos pendeknya. Kemudian dirinya beralih ke meja riasnya.


Fafa melihat dari cermin, disana sudah ada dinda yang duduk di tempat tidurnya sambil memperhatikan fafa yang sedang menyisir rambutnya.


"Lo ngapain ngeliatin gue kaya gitu?" Tanya fafa sinis


"Aku suka penampilan kamu" Ucap dinda jujur


"Jadi lo ngikutin gue cuma mau merhatiin penampilan gue doang?"


"E-enggak gitu fa, tapi aku memang suka sama penampilan kamu yang natural itu" Ucapnya lagi


"Serah lo dah" Kata fafa


Lalu fafa menuju meja makan, disana sudah ada david, mama dan papanya.


Setelah selesai makan, david mengajak fafa ketaman belakang rumahnya. Mereka duduk dikursi taman, fafa menyandarkan kepalanya dibahu david tak jarang david mencium puncak kepala fafa.


"Fa"


"Hmm"


"Jadi indigo itu gimana sih?" Tanya david penasaran


Fafa mengernyitkan dahinya bingung


"Kenapa kaka nanya gitu? Kaka mau ngerasain?" Kata fafa balik tanya


"E-engga engga.. yang hari itu juga udah cukup buat kaka" Ujar david gelagapan


"So, udah tau kan rasanya gimana!"


"Ya maksud kaka tuh, selama kamu jadi anak Indego, eh salah maaf mulut kaka typo. Maksudnya anak Indigo, kamu ngalamin apa aja?" Tanya david penasaran


"Ya, seperti yang kaka ketahui, fafa sering ngeliat hantu, sering denger suara tangisan, dan ketawa seseorang, bahkan nih ya ka! Fafa sering ngeliat hantu yang wujudnya benar-benar udah hancur, fafa aja sampe gak kuat ngeliatnya, wajah hancur, mata yg seakan-akan mau keluar, darah dimana-mana dan yang paling fafa gak suka, bau busuknya itu loh ka, yang bikin fafa mual" Ujar fafa sambil bergidik ngeri


"Kadang tuh ya ka, kalo aku lagi tidur sering banget di gangguin sama hantu-hantu yang jail, tapi gak jarang juga fafa nemuin hantu yang jahat. Aku suka ngerasa pusing sendiri kalo liat mereka banyak banget. Eh tapi aku juga seneng jadi anak indigo, aku bisa bantuin yang merasa butuh bantuan aku" ujar fafa lagi

__ADS_1


David menatap adiknya itu kasihan dan juga bangga


"Kamu adik kaka yang baik, kamu anak yang kuat" Ujar david sambil memeluk fafa


Fafa hanya bergumam dalam pelukan david. Tiba-tiba fafa melepas pelukannya membuat david bingung.


"Kenapa?" Tanya david heran


"Kaka ngerasa aneh gak sih sama hantu yang hari itu ada di kamar kaka, dan sering dirumah ini"


"Aneh gimana maksudnya?" Tanya david tambah bingung


"Waktu itu kaka pernah liat dia kan? Terus kaka liat dia pake seragam SMA kan? Aku tuh baru nyadar kalo dia pake seragam SMA kita ka!!" Kata fafa


David mencoba mengingat si hantu dinda itu, dia mengetuk-ngetukan jarinya di dagu.


"Ooh.. iya iya, kaka inget sekarang, iya memang dia pake seragam SMA tapi kaka gak terlalu merhatiin nama sekolah yang ada di seragamnya" ujar david


"Aku jadi penasaran ka sama dia, sebenarnya dia itu siapa?"


"Kamu jangan ngaco deh, baru aja keluar dari rumah sakit! Sekarang mau apa lagi" ucap david tegas


"Ya kan aku cuma penasaran aja ka sama dia, apa salahnya si?"


"Penasaran gak salah, tapi kamu liat kondisi kamu dulu, fa..fa.... Sayang..." Kata david sambil mencubit hidung fafa


"Yeehh" kata david sambil menoyor kepala fafa


"Eh dasar ya kuku kadal" Kata fafa, setelah mengatakan itu fafa lari meninggalkan david yang menahan kesal. Fafa menjulurkan lidah dikala dirinya sudah berada di pintu belakang rumah


"Weee, dadah kaka!! Selamat bermalam sama nyamuk-nyamuk kebon ya ka!!" Ujar fafa sambil menutup pintu dan menguncinya


"Fafa bukain gak pintunya!!" Teriak david dari luar.


Fafa tertawa puas mendengar teriakan david dari luar sana, masa bodo dengan david yang masuk dari pintu mana!! Fafa berjalan menuju kamarnya dan segera tidur.


***


Pagi ini fafa memaksakan untuk masuk sekolah, karena dia bosan dirumah terus.


Sesampainya disekolah, fafa disuguhkan pemandangan yang membuat mata sakit, dimana ada pohon besar dan disitu terdapat sesosok Gunderuwo dan kuntilanak sedang bercumbu mesra. Fafa begidik melihat kelakuat dua setan itu.


"Dasar kutu firaun, sekolah bokap gue tercemar" dengus fafa lalu melanjutkan langkahnya

__ADS_1


Sesampainya di kelas fafa langsung duduk dikursinya, padahal cuma dua hari dia tidak menempati tempat duduk itu, tapi rasanya seperti berminggu-minggu. Fafa melirik kesamping ternyata kiky belum datang.


"Fafaaa....."


Fafa terlonjak kaget mendengar teriakan kiky.


"Apa si?" Tanya kiky ketus


"Gue kangen banget sama lo, gue kesepian tau pas lo gak masuk sekolah"


"Bodo amat, tapi lo seneng juga kan! Bisa deket-deket sama kaka gue" Celetuk fafa. Kiky hanya nyengir kuda mendengar perkataan fafa.


***


Kini mereka berada di kantin, seperti biasa disana ada david dkk ditambah fafa dan kiky.


Mereka asik bersenda gurau di kantin, banyak yang memperhatikan mereka kagum, ada juga yg memandang mereka benci apa lagi terhadap fafa.


Sesekali fafa mencuri-curi pandang dengan sidik, begitu juga sidik diam-diam mencuri pandang terhadap fafa. Kiky yang menyadari itu tersenyum jail.


"Ekheem" ujar kiky, "Ada yang lagi curi-curi pandang nih".


Duaarrr


Perkataan kiky berhasil membuat pipi fafa merona merah, kiky cekikikan melihat itu semua.


"Loh fa, muka kamu merah begitu, kamu sakit lagi?" Tanya david khawatir


"E-engga ka, aku gapapa"


"Fafa blushing itu ka, kecyduk curi-curi pandang sama ka sidik" celetuk kiky. Yang lain saling tatap-tatapan kemudian tawa mereka pecah.


Tiba-tiba ada cewek yang menghampiri meja mereka.


"Hai sidik" Sapa cewek tersebut


Sidik hanya melirik sekilas cewek yang memanggilnya itu. Lalu melanjutkan makannya


"Dik, nanti pulang bareng aku ya!" Cicit lagi cewe tersebut


Brakk..


Sidik menggebrak meja itu, kesabaran dia sudah habis. Dia sudah tidak ingin berurusan dengan cewek itu. Sidik bangkit dari duduknya dan tiba-tiba saja sidik menarik tangan fafa untuk mengajaknya pergi dari kantin, fafa hanya menurut tidak membantah ajakan sidik.

__ADS_1


"Eh, mending lo gak usah ganggu sidik" Ujar kevin dengan nada emosi


Kemudian david juga beranjak dari tempat duduknya dan menggandeng tangan kiky, kiky sebenarnya masih bingung dengan apa yang terjadi jadi dia menurut saja.


__ADS_2