My Indigo

My Indigo
Usaha Penyelamatan Yusuf dan Arum


__ADS_3

Pagi harinya, mereka sudah bersiap-siap untuk pergi ke alamat yang terdapat di kertas itu. Mereka berangkat menggunakan mobil david, dery dan juga sidik. Saat semuanya akan memasuki mobil masing-masing, fafa mencegahnya.


"Eh, tunggu dulu!!" Ucap fafa tiba-tiba


"Ada apa fa?" Tanya david


"Ada yang ketinggalan ka!"


"Apa?"


"Tunggu bentar!!" Kata fafa


"Andreee!!!!" Panggil fafa


"Hah? Andre?" Gumam mereka bersamaan


Tak lama andre keluar dari dalam rumah fafa, sontak mereka semua terkejut karena bisa melihat andre secara langsung.


"İ..ini b..beneran andre? Si hantu?" Tanya kiky


"Yaa!! Seperti yang kalian lihat!" Jawab andre enteng


"Tapi bagaimana bisa?" Kali ini tiara yang bersuara


"Nanti aku jelasin, yang terpenting sekarang kita langsung pergi ke alamat itu!" Kata andre, "Fa! Aku satu mobil sama kamu ya!" Lanjut andre


"Yaudah ayo cepetan!" Ujar sidik sinis, sedangkan fafa hanya menggelengkan kepalanya.


Mereka semua melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tujuan mereka saat ini cukup jauh. Butuh waktu kurang lebih 3 jam untuk sampai ke tempat itu.


Sedari tadi, fafa hanya menatap keluar kaca mobil. Fikirannya saat ini hanyalah orang tuanya.


Mereka sampai di depan rumah yang sangat megah, semuanya turun dari mobil. Namun saat fafa turun, dia mundur untuk menjauhi gerbang rumah tersebut.


"Faa!! Kamu kenapa?" Tanya sidik heran


"S... Sebaiknya kalian juga menjauh dari gerbang itu.!" Perintah fafa.


Sidik melirik kearah andre supaya meminta penjelasan dari andre.


"Kita mundur aja dulu!" Ujar andre


Mereka semua mundur mensejajarkan dengan fafa. Nafas fafa terengah-engah ketika melihat rumah tersebut.


"Faa... Kamu kenapa?" Tanya david


"A..aku mau t..tanya sama kalian!" Ucap fafa


"Tanya apa fa?"


"Penilaian kalian untuk rumah ini seperti apa?" Tanya fafa


"Kenapa tiba-tiba lo nanya kayak gitu fa?" Tanya kevin bingung

__ADS_1


"Udah aja, jawab!"


"Hmmm... Menurut gue sih ini bagus" Jawab kevin


"İya, rumah ini terlihat mewah" Sambung tiara


"Kayaknya yang punya orang kayak!" Cicit kiky


"Gue sih, sependapat sama kevin" Kata dery


Fafa menatap andre begitu pun dengan andre yang juga menatap dirinya.


"Ndree.. lo sepemikiran sama gue?" Tanya fafa, andre mengangguk


"Sebenarnya kenapa si fa?" Tanya sidik penasaran


"Kamu emangnya gak bisa liat rumah itu?" Tanya balik fafa


"Y..ya bisa.. rumah itu kan emang bagus!!" Ujar sidik


"Kalian yakin kalo rumah itu bagus?" Tanya fafa meyakinkan


"Ya iyalah fa! Emang rumah itu bagus.. lo itu gimana sih?" Ujar kiky


"Bukannya gitu kii!! Tapi apa kalian bisa ngeliatnya bukan hanya menggunakan mata kalian?"


"Maksudnya apa si? Kita gak ngerti!" Cicit dery


"Coba deh kalian buka mata hati kalian. Kalian lihat apa yang ada di depan kalian! Melihatnya jangan hanya menggunakan mata saja, tetapi hati kalian juga di gunakan!!" Jelas fafa


"Sekarang kalian paham apa yang aku maksud?" Tanya fafa, mereka semua mengangguk.


Fafa maju terlebih dahulu, namun baru selangkah kakinya berpijak, sidik menarik lengan fafa.


"Kamu yakin fa?" Tanya sidik merasa khawatir


"Aku yakin! Demi menyelamatkan mama papa. Kalaupun orang itu menginginkan aku, aku bersedia bertukar posisi" Jelas fafa


Kemudian fafa langsung masuk kedalam di ikuti andre, rumah itu sangat-sangat kotor. Sepertinya sudah lama tidak berpenghuni. Tetapi hanya orang awam yang mengatakan rumah ini bagus dan mewah. Bagus apanya? Tembok dan jendela di rumah ini di tumbuhi pepohonan liar begitu juga halamannya, lantai yang kotor dan benda-benda berserakan dimana-mana.


"Uuwweekkk...." Seketika fafa merasa mual ketika mencium bau yang sangat menyengat. Fafa melihat banyak sekali hantu yang berkeliaran di dalam rumah ini. Mungkin bau itu berasal dari hantu-hantu yang ada di sini.


Fafa kembali berjalan namun di tahan oleh andre, "Kenapa ndre??" Tanya fafa


Andre mengisyaratkan untuk fafa tidak melakukan pergerakan apa-apa. Karena andre melihat seutas benang membentang di hadapan fafa. Benang itu bukan sembarang benang. İtu benang yang sangat tajam seperti silet, selangkah saja fafa maju lehernya akan terluka akibat benang itu. Untung saja, andre dapat melihat benang yang transparan itu.


"Huffff... Hampir aja!!" Ucap fafa mengelus dadanya. Kemudian andre memutuskan benang itu dengan pecahan beling yang berserakan di lantai.


Di dalam sana, banyak sekali ruangan sampai-sampai fafa bingung di buatnya.


"Ndree ruangannya yang mana?" Tanya fafa


Tiba-tiba saja, fafa mendengar suara orang tertawa dan langsung saja ia mencari sumber suara itu. Ketika di rasa yakin itu adalah ruangannya.

__ADS_1


"HENTIKAANN!!!!"


Fafa membulatkan matanya ketika mendengar suara arum di dalam sana, tanpa berfikir panjang, fafa langsung menendang pintu tersebut.


Brakkk....


Pintu itu terbuka dengan sangat kencang, sehingga membuat orang-orang yang ada di ruangan itu menoleh ke arahnya.


Tubuh fafa menegang ketika melihat siapa yang berada di depan papanya.


Sedangkan di luar rumah, david dan yang lainnya masih menunggu fafa. Sebenarnya ia sudah tidak tahan untuk masuk kedalam rumah tersebut.


Namun, tiba-tiba asap tebal berwarna putih menghampirinya. kesadaran mereka mulai menghilang. Pandangan mereka menjadi gelap dan tubuh mereka pun menjadi lemas. David dan kawan-kawannya kehilangan kesadaran.


Di dalam sana, fafa mulai geram dan merasakan takut juga. Geram karena wanita ****** itu terus saja menggoda papanya, dan takut jika dia salah mengambil tindakan nyawa mamanya akan melayang.


"HENTIKAN BODOH!!!" Teriak fafa ketika melihat ****** itu menyentuh yusuf


"Hei bocah, beraninya kau!" Ucap wanita itu.


"Kenapa? Kenapa gue harus takut sama lo, ******" Ucap fafa dengan menekankan kata '******'


"Jaga bicaramu, kalau kamu tidak mau orang tua mu kenapa-kenapa"


"Oohhh... Lo ngancem guee?" Ucap fafa sambil maju beberapa langkah.


"STOOPP-"


Cegah seseorang tiba-tiba dari belakang fafa dan juga andre, sontak fafa memutar badannya "Jika kamu berani maju satu langkah lagi, maka teman-teman dan kakak mu tidak akan selamat" Ancam pria itu. Tanpa di sengaja oleh fafa, pandangan mata mereka bertemu. Seketika fafa bisa melihat dan membaca isi pikiran pria tersebut. Fafa membulatkan matanya ketika dia telah selesai membaca pikiran pria itu.


"KA DAVID BANGUN!!!" Teriak fafa berusaha membangunkan david


"KA SIDIK, KA KEVIN, KA DERY KALIAN HARUS BANGUN!!!"


"KIKY, PLEASE!! BANGUN! KA TIARAA BANGUNN!!!"


Sia-sia saja fafa berteriak namun mereka belum juga sadarkan diri.


"Mau sekeras apapun kamu teriak, mereka tidak akan bangun" Ujar laki-laki itu.


Tiba-tiba saja yusuf tersadar dari pengaruh obat bius. Yusuf mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan diri. Yang pertama ia lihat adalah fafa yang sedang berdiri tak jauh darinya. Dan yusuf menoleh ke samping kanannya.


"Mama.." Gumam yusuf


Sepertinya gumaman yusuf dapat di dengan oleh wanita yang memakai topeng itu.


"Kamu sudah sadar, sayang" Ucap wanita itu sambil menyentuh rahang yusuf, sontak yusuf memalingkan wajahnya.


"Hentikan!! Jangan sentuh suamiku!!"


"Kenapa? Suami mu tampan sekali! Mana cocok untuk mu. Lebih baik dia bersama dengan ku!" Ucap wanita itu lagi, sambil terus menyentuh rahang yusuf. Sedangkan yusuf? Dia menatap wanita itu jijik.


"HENTIKAN *****.... JANGAN SENTUH PAPA GUE LAGI!! KALAU EMANG LO GAK MAU MENYESAL NANTINYA!!"

__ADS_1


"Hah?? Apa?? Aku menyesal?? Kenapa aku harus menyesal??"


__ADS_2