
Saat ini sidik sedang berada di koridor kelas 11, dia menatap ke ujung koridor yang terdapat sebuah gudang untuk menyimpan barang-barang. Sidik berjalan pelan menghampiri gudang tersebut, sesekali ia menengok ke belakang. Sidik sudah sampai di depan pintu gudang, dia memperhatikan pintu tersebut dari atas sampai ke bawah. Ketika sidik akan membuka pintunya tiba-tiba
"Sidik.." Panggil seseorang menepuk bahu sidik. Seketika tubuh sidik menegang
Sidik menoleh ke belakang, "Lo al? Gue kira siapa?" Ucap sidik sambil mengelus dadanya, ternyata yang memanggilnya itu adlah alvin
"Hehe sorry, abisnya gua cariin lo, dan ternyata lo ada di sini. Yaudah gue samperin aja" Kata alvin
"Ada apa?"
"Nih, daftar nama anak-anak kelas 10, dan ini daftar yang masuk ekskul" Kata alvin sambil menyerahkan beberapa lembar kertas kepada sidik.
"Okey, makasih ya. Kalau gitu gue balik ke anak-anak dulu" Ucap alvin berlalu pergi.
Sidik memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan kembali ke ruang osis. Tanpa di sadari oleh sidik, ia sedang diperhatikan dari sudut lain.
Tok tok tok
Sidik kembali masuk ke dalam ruang osis, dan ternyata disana sudah ada kevin dan dery, ditambah ada dinda juga. Sidik menyerahkan selembaran daftar nama anak-anak kelas 10 dan daftar nama yang mengikuti ekskul kepada tiara.
"Fa, nanti pulang sama gue!" Celetuk sidik, fafa langsung menatapnya. "Vid! Nanti fafa pulang sama gue" Ucap sidik kepada david
"Okey"
Sidik melihat kearah dinda lalu beralih kearah kevin. Ada yang aneh dengan dinda tapi apa? Sedangkan dinda tidak menyadari jika dia sedang di perhatikan oleh sidik.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 14.30 fafa tengah menunggu sidik dan juga david yang sedang mengurus anak-anak kelas 10. Tiara ijin keluar sebentar, katanya ingin ke toilet sedangkan kiky, dia sudah pulang sedari tadi dengan dery.
Fafa menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Dia mengerdarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan. Namun perasaan fafa mulai gelisah ketika dia melihat keara lemari yang berada di pojok ruangan. Fafa juga merasakan aura negatif di ruangan ini.
Braakk
Tiba-tiba saja pintu yang semulanya terbuka, tidak ada angin tidak ada hujan pintu itu tertutup dengan sangat kencang dengan sendirinya. Fafa tambah gelisah ditambah suasana makin mencekam. Fafa berjalan kearah pintu namun pintu itu terkunci, fafa semakin takut apa klagi sekarang dirinya sendiri.
Sreett
Sekelebat bayangan hitam melintas di belakang fafa, sontak fafa langsung membalikkan badannya namun sayang, fafa tidak melihat apapun. Fafa semakin dibuat panik, dia mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya. Dengan tangan yang bergetar fafa mencari nomor kontak david.
"H..halo ka" Ucap fafa gemetar
"Fa, kamu kenapa fa" Jawab david panik
"A...aku t..takut ka.. hiks.."
"Kamu ken-"
Tuutt Tuutt
__ADS_1
Panggilannya terputus, fafa melihat ponselnya, ternyata batrainya habis. Sekarang fafa hanya bisa berdoa semoga ada yang membantunya.
Namun fafa merasakan bahwa dari arah samping tubuhnya, ada yang sedang memperhatikannya. Kemudian fafa menoleh ke arah kiri namun tidak ada apa-apa, lalu fafa menoleh ke arah kanan dan.
"Aaaaaaaaa"
***
David Pov
Saat ini gue dan sidik kembali mengawasi anak-anak kelas 10 yang mengikuti acara MOS. Sedangkan fafa menunggu di ruang osis sampai acara MOS selesai. Ketika gue sedang membahas jadwal selanjutnya dengan alvin, tiba-tiba ponsel gue bergetar.
Fafa is calling......
Langsung aja gue mengangkat panggilan dari fafa
"H..halo ka" Ucap fafa dengan nada suara yang seperti menahan tangis
"Fa, kamu kenapa fa?" Tanya gue panik
"A...aku t..takut ka.. hiks"
"Kamu ken-"
Tuutt Tuutt
"David" Gue menghentikan langkah ketika mendengar ada yang memanggil ternyata itu adalah sidik
"Mau kemana lo? Buru-buru amat" Tanya sidik
"Gue mau keruang osis, perasaan gue gak enak" Ujar gue
"Maksud lo?"
"Tadi fafa nelpon gue, gue denger dari nada bicaranya dia kaya orang nahan nangis, terus juga dia bilang katanya dia takut, pas gue mau tanya lagi, panggilannya langsung terputus gue coba telepon lagi tapi nomornya gak aktif" Jelas gue yang panik dan langsung meninggalkan sidik.
Gue berlari ditengah lapangan, tujuannya agar cepat sampai ke ruang osis. Ternyata sidik juga ikut berlari di belakang gue. Gue dan juga sidik menjadi pusat perhatian oleh siswa kelas 10 karena seperti sedang main kucing-kucingan.
Ketika gue sampai di depan ruang osis saat gue buka pintunya ternyata terkunci.
"Dik, pintunya ke kunci" Ucap gue
"Bagaimana bisa? Kan kuncinya di pegang sama si alin! Dan di dalam bukannya ada tiara juga?"
"Aaaaaaa"
Teriakan itu berasal dari dalam dan itu adalah suara fafa, gue makin kalang kabut dan langsung mendobrak paksa pintu itu. Usaha pertama dan kedua gagal, lalu.
Braakkk
__ADS_1
Pintu berhasil terbuka dengan sangat kerasnya, Alangkah terkejutnya gue melihat fafa yang meringkuk di samping kursi dengan memegang kedua lututnya dan wajah yang tertutup oleh rambut.
"Fafa..." Panggil gue dan langsung menghampirinya
"Tolong jangan sakitin gue. Pergi... Hikss"
"Hei, fa.. ini kaka! Kamu kenapa?"
Fafa mendongakkan kepalanya, "K..kaka"
Greepp
Fafa langsung mendekap tubuh gue, gue bisa merasakan tubuh fafa yang bergetar. Gue melepas pelukannya dan merapihkan rambutnya.
"A..aku takut ka, hikss" Cicit fafa, "D..dia datengin aku kesini..." Lanjut fafa dengan suara perau
"Heii... It's okey, it's okey. Udah ada kaka sama sidik disini" Ucap gue menenangkan fafa, "Tapi kenapa bisa kamu sendirian? Tiara kemana?"
"K..ka tiara tadi ijin ke toilet ka, jadi aku sendiri. Terus gak lama ka tiara keluar pintu ruang osisnya tiba-tiba aja ketutup kecang banget. Pas aku mau buka ternyata kekunci. Disitu aku langsung panik dan langsung nelpon kaka, tapi batrai ponsel aku tiba-tiba aja abis. Waktu aku coba nyalahin lagi ponsel aku, aku ngerasa di belakang aku kaya ada yang lewat tapi pas aku lihat kebelakang gak ada apa-apa. Terus aku lihat ke sebelah kiri aku, ternyata juga gak ada, pas aku noleh ke arah kanan dia ada disana ka.. Aku takutt!! Hiksss" Jelas fafa panjang lebar
"Yaudah, yaudah sekarang kamu tenangin diri kamu dulu ya" Ucap gue, "Dik, lo bisa beliin air buat fafa gak?" Tanya gue kepada sidik, sidik mengangguk kemudian bergegas pergi
"Loh, vid! Ade lo kenapa?" Tanya tiara yang tiba-tiba muncul di depan pintu ruang osis
"Di gangguin lagi"
"Kok bisa?" Tanya tiara penasaran
Gue mendudukan fafa di kursi, dan tiara pun ikut duduk.
"Sebenarnya ada apa, sih?"
Gue menceritakan semuanya ke tiara, tiara nampak terkejut setelah mengetahui kalau fafa adalah seorang indigo.
"Hmmm, fa maafin gue ya! Karena gue ninggalin lo sendirian. Gue gak tau" Ucap tiara merasa bersalah
"Gapapa kok ka"
"Nih fa, lo minum dulu" Ucap sidik sambil menyodorkan air putih ke fafa
"Oh iya, dik mending lo ajak fafa pulang aja! Tenang nanti tugas lo anak-anak yang gantiin, lagian udah tinggal sedikit lagi acaranya" Jelas gue
"Ra, lo bisa bantu gue kan?" Tanya gue ke tiara
"Iya bisa, yaudah gue beresin meja gue dulu"
"Yaudah vid, gue pulang duluan ya" Ujar sidik lalu mengambil tasnya, "Ayo fa"
David Pov End
__ADS_1