
Fafa sedang berada di dalam kelasnya, dia sedang menunggu kiky yang masih di parkiran. Dia memasang earphone di ponselnya.
Fafa bersenandung mengikuti alunan musik yang di dengarnya dengan menutup matanya, tanpa ia sadari ada yang sedang memperhatikannya. Ketika musik yang di dengarnya telah selesai, fafa membuka matanya. Ia terlonjak kaget melihat siapa yang ada di hadapannya.
"Sejak kapan disini?" Tanya fafa
"Hmmm, sekitar 5 menit yang lalu"
"Udah selesai sama anak kelas 10-nya?"
"Udah"
"Gimana? Ada yang minta foto? Id Line? Nomor WA? Akun Instagram?" Tanya fafa sarkastik
"Lebih dari itu, bahkan ada yang minta alamat rumah aku, sama ada yang mau jadi pacar aku"
"Oh"
Ya, lelaki yang ada di hadapan fafa yakni adalah sidik
"Kenapa gak di terima aja pas ada yang mau jadi pacar kamu?"
"Emangnya mau liat aku sama yang lain?" Tanya sidik menggoda
"Silahkan"
"Yaudah aku pergi" Ucap sidik membalikkan badannya
Tapp
Fafa menahan tangan sidik, sontak sidik membalikkan badannya lagi. Sidik melihat fafa yang sedang memperlihatkan puppy eyesnya.
"Kenapa? Kok ditahan?" Tanya sidik dengan sorot mata yang tajam
Fafa langsung melepaskan genggaman tangannya dan menunduk.
"Yaudah, kalau emang kaka mau beralih ke anak kelas 10, aku gapapa" Ucap fafa sambil menunduk
Sidik menganggkat dagu fafa, "Kenapa nangis?"
"Aku gak nangis" Elak fafa
"Kamu gak pandai bohong" Celetuka sidik, "Dengarkan, Untuk apa aku beralih ke yang lain kalau disini sudah ada" Ucap sidik
Fafa tersenyum sumringah, "Makin sayang deh sama cewek ini" Kata sidik menangkup kedua pipi fafa
"Ekhmm"
Mereka berdua menoleh ke asal suara, ternyata disana sudah ada kiky, dery dan juga kevin yang sedang berdiri di ambang pintu.
"Tau deh yang baru jadian mah" Celetuk kiky
"Dari mana kalian tau?" Tanya fafa
"Kita dengar semuanya, yang kalian bicarakan barusan" Ucap kevin
"Oh" Jawab sidik dan juga fafa bersamaan
__ADS_1
"Njirr oh doang" Ucap dery kesal
"Yaudah, aku mau ke anak-anak osis dulu ya! Kalau ada apa-apa, telepon aku kalau gak telepon david" Ucap sidik, "Buat kalian bertiga, gue titip fafa ya!" Lanjut sidik
"Okey, tapi nanti lo harus traktir kita-kita"
"Gampang"
Sidik pergi meninggalkan kelas fafa, tinggal lah mereka berempat yang sekarang duduk di depan kelas.
Dinda muncul di hadapan fafa dengan raut wajah yang menunjukkan bahwa dinda sedang dalam keadaan sedih.
"Lo kenapa?" Tanya fafa tiba-tiba
"Lah lo nanya siapa fa? Nanya kita-kita?" Ucap kiky heran
"Engga, gue bukan ngomong sama kalian, tapi ngomong sama dinda"
"Hah, sama kaka gue? Kenapa fa? Ada apa dengan kaka gue?" Tanya dery penasaran
"Gue juga gak tau ka, kelihatannya dia lagi sedih banget" Ujar fafa, "Bentar ya gue mau bicara sama dinda" Lanjut fafa
"Lo kenapa?"
"Ada yang mau aku bicarakan sama kamu" Ucap dinda
"Apa?"
"Aku tahu siapa hantu yang sering gangguin kamu, bahkan yang nyelakain kamu" Ujar dinda
"Jadi ini alasan lo jarang banget nongol di hadapan gue?" Tanya fafa
"Iya, aku gak mau kamu terus-menerus di gangguin sama lisa"
"Tapi walaupun lo gak ada di samping gue, dia tetap aja ganggu gue" Ucap fafa dengam suara yang meninggi
"Maaf" Ucap dinda lirih
"Fa, lo kenapa fa? Apa yang di bilang kaka gue?" Tanya dery penasaran
Fafa langsung berlari meninggalkan kiky, dery dan juga kevin. Sedangkan dinda dia menghilang ntah kemana.
***
David dan yang lainnya sedang sibuk mencari fafa, ditambah tiara yang juga ikut mencarinya. Tugas david sebagai ketua osis ia serahkan kepada alvin dan juga dian karena hari ini anak kelas 10 yang mengikuti MOS hanya mendapatkan jadwal with game. Mereka berenam mencari fafa ke setiap sudut sekolah namun tidak menemukan keberadaan fafa.
"Gimana? Di toilet cewek ada gak?" Tanya david kepada kiky dan tiara
"Gak ada ka, gue udah cari ke setiap toilet cewek tapi gak ada fafa" Ucap kiky
"Kamu kemana si dek" Gumam david
"Kita cari ke parkiran sekolah" Ajak sidik
Mereka semua menuju parkiran sekolah, berharap fafa ada di sana. Namun sayang, mobil fafa sudah tidak ada di tempat.
"Mobilnya fafa gak ada dik!" Kata david panik
__ADS_1
"Oke oke, l...lo jangan panik" Sidik berusaha menenangkan david, jauh dari lubuk hatinya, sidik juga merasa khawatir dengan fafa
Kini sidik memandang ketiga temannya itu meminta penjelasan dari mereka, "Sebenarnya apa yang terjadi?"
Dery menceritakan kronologi yang sebenarnya, mereka semua mendengarkan apa yang dery ceritakan. Sementara kiky sibuk menghubungi nomor ponsel fafa.
"Apa yang dibicarakan fafa dengan dinda, sampai-sampai fafa pergi" Ucap sidik, "Gimana ki? Di angkat gak teleponnya?" Tanya sidik kepada kiky
"Ponselnya aktif, tapi gak diangkat sama fafa"
"Vid, biasanya fafa kemana kalau pengen nenangin diri?" Tanya sidik
David nampak berfikir, dia mencoba mengingat-ingat tempat-tempat yang biasa fafa datangi
"Gue inget, biasanya fafa pergi ke taman" Cicit david
"Yaudah kita cari fafa kesana" Kini giliran tiara yang bersuara
Mereka semua bergegas ke mobilnya masing-masing, sedangkan tiara bersama dengan david
***
Di tempat lain, fafa sedang duduk diantara dua gundukan tanah. Sedari tadi ponselnya selalu bergetar dan itu tak lain adalah kiky yang menelponnya.
"Assalamualaikum kakek, nenek" Salam fafa
"Fafa boleh kan main sebentar di rumah kakek sama nenek. Fafa kangen sama kalian berdua, bentar lagi fafa mau 17 tahun loh nek, kek. Kalian berdua gak mau ngucapin ke fafa?" Ucap fafa, tak terasa air matanya mengalir begitu saja. Cuaca yang sangat terik hari ini tidak menghalanginya untuk pergi ke makam kakek dan neneknya itu.
"Oh iya kek, aku mau cerita sedikit nih" Fafa menjeda ucapannya, "Kakek tau gak? Ternyata hantu yang sering gangguin fafa itu gak senang kalau fafa dekat-dekat sama dinda. Dia ngancam dinda kalau dinda masih dekat dengan fafa, fafa akan terus di ganggu bahkan di buat celaka seperti waktu itu. Fafa gak tau penyebabnya apa sampai-sampai dinda dan fafa gak boleh berdekatan. Hufff menyebalkan, iya kan kek?" Ucap fafa sambil terkekeh pelan
"Fafa..." Fafa menoleh keasal suara, betapa terkejutnya dia karena david dan juga teman-temannya mencarinya sampai kesini
"Loh, kaka ngapain kesini?"
"Kita semua khawatir sama kamu!! Kenapa tiba-tiba kamu ngilang gitu aja di sekolah?" Tanya david
"Aku gapapa ka, aku cuma kangen aja sama kakek sama nenek"
"Bohong" Tuduh david
Fafa langsung menunduk dikala mendapatkan tatapan tajam dari kakanya itu.
"Udah, udah. Mendingan kita kembali ke sekolah" Ujar sidik, "Vin, bawa mobil fafa" Perintah sidik
"Okey"
Setelah menemukan fafa, mereka kembali ke sekolah. Semenjak fafa melihat tatapan tajam dari david, fafa menjadi diam seribu bahasa. Dirinya sangat takut kalau david akan marah padanya.
"Hei.. kenapa diam aja, hmmm" Suara sidik mengintrupsikan fafa untuk menoleh
"Aku takut kalau ka david marah" Ucapnya lirih
"David gak akan marah. Dia cuma khawatir sama kamu"
"T..tapi aku beneran takut, aku gak biasa liat dia natap aku seperti tadi"
"Udah ya, kamu percaya sama aku. David gak akan marah" Kata sidik, fafa mengangguk kemudian mereka berdua kembali fokus pada jalanan
__ADS_1