My Indigo

My Indigo
Memusnahkan Hantu Lisa


__ADS_3

Sekarang mereka bertujuh sedang berada di kantin sekolahnya, mereka duduk di satu meja yang berada di pojok kantin tersebut.


"Kamu gak makan dek?" Tanya david


"E..engga ka" Jawab fafa gelagapan, "Hmm, kaka gak marah sama aku?" Tanya fafa pelan


"Kaka gak marah sama kamu, kaka cuma khawatir aja karena kamu tiba-tiba ngilang di sekolah, dan di telpon juga gak di angkat-angkat"


"Maaf"


"Yaudah gapapa, sekarang kamu ceritakan semuanya sama kita. Kenapa kamu pergi gitu aja ninggalin kevin, dery dan juga kiky. Katanya kamu abis ngobrol sama dinda" Tanya david


Fafa menganggukkan kepalanya, "Ternyata hantu yang sering gangguin aku itu namanya lisa dan dia gak senang kalau aku dekat-dekat dengan dinda, dinda bilang kalau dia terus-terusan dekat sama aku, dia akan terus gangguin bahkan nyelakain aku. Aku gak tau penyebabnya apa" Jelas fafa


"Kenapa bisa?" Tanya sidik


"Aku juga gak tau, aku gak tau alasannya apa aku gak boleh dekat-dekat dengan dinda, dinda gak bilang alasannya" Ucap fafa menarik nafasnya lalu membuangnya kasar, "Kalian percaya sama aku?"


Mereka semua saling berpandangan, mendengar ucapan fafa yang terakhir


"Kamu mau apa?" Tanya sidik heran


"Aku mau musnahin lisa"


"Ha" Ucap mereka bersamaan sampai-sampai fafa terlonjak kaget


"Iya aku serius. Aku mau bikin lisa hilang selamanya dari dunia"


"Kamu yakin?" Tanya david


"Aku sangat yakin, aku gak bisa diam aja ka. Mungkin sekarang hanya aku yang selalu di ganggu sama lisa, gak tau kalau kedepannya. Mungkin kalian juga akan terkena imbasnya"


"Tapi bagaimana caranya?" Kini dery lah yang bertanya


Fafa bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke tempat bu ifah yang menjual mie ayam. Fafa tampak sedang membicarakan sesuatu kepada bu ifah, dan bu ifah memberikan kantung plastik hitam kepada fafa.


"Kamu bawa apa?" Tanya sidik


"Ada deh, nanti kalian liat aja sendiri" Ucap fafa santai


Mereka semua melanjutkan makannya, tak jarang dery dan juga kiky menjadi bahan candaan mereka


"Hai sidik" Mereka semua menoleh ke asal suara, ternyata felly dkk. Sidik memutar bola matanya malas


"Ngapain lo kesini?" Tanya david sinis


"Gue cuma mau sama sidik aja" Ujar felly, "Eh adik kelas mending lo minggir deh, gue mau duduk disamping sidik" Ucap felly kepada fafa


Fafa bangkit dari duduknya dan menatap tajam kearah felly, ia memperhatikan penampilan felly yang semperti tante-tante itu.


"Lo ngusir gue, tante" Ucap fafa dengan menekankan kata 'tante'


"Apa? Lo manggil gue tante?"


"Ya emang lo tante-tante kan?" Tanya fafa polos


"Gue ini siswi paling cantik di sekolah ini. Jadi lo jangan sembarangan kalau bicara" Ucap felly tidak terima


"Oh ya? Siswi tercantik?" Kata fafa sambil pura-pura berfikir, "Cantik karena make up tebal? Lo ini mau sekolah atau mau mangkal?" Ucap fafa ketus, membuat yang lainnya ketawa.


Wajah felly sudah memanas karena emosi, dia mengepalkan tangannya sampai kuku-kuku jarinya memutih


"Awas aja lo ya, lo akan tau akibatnya nanti jika berurusan dengan gue"


"Kenapa harus nanti, kenapa engga sekarang aja?" Ucap fafa tiba-tiba, "Lo mau merencanakan sesuatu kan, buat balas gue?"


Skakk


Felly langsung terdiam dengan penuturan kata dari fafa, felly langsung beranjak pergi dari kantin namun dalam fikirannya ia masih bertanya-tanya, mengapa fafa bisa mengetahui kalau dia akan membuat rencana untu membalas perbuatan fafa.


Setelah kepergian felly, fafa kembali duduk disamping sidik


"Kenapa jadi bad gini? Vid, adik lo mau jadi bad girl nih" Celetuk sidik

__ADS_1


"Apaan sih, masih untung udah bantuin ngusir itu tante-tante" Jawab fafa kesal, "Yaudah kalau nanti kaka di gangguin lagi sama si tante, aku gak bakal nolongin lagi"


"Fafa kalau lagi marah nyeremin juga ya" Bisik dery kepada kiky


"Aku bisa dengar loh, kak apa yang kaka omongin"


"Hehehe, iya gue lupa fa" Ucap dery cengengesan


Fafa merasakan keberadaan dinda di dekatnya, ia mengedarkan pandangannya dan benar saja, dinda ada di dekat pintu masuk kantin.


"Kalian tunggu di sini dulu ya, fafa ada urusan bentar" Ucap fafa berlalu pergi


"Mau kemana fa?" Tanya david


"Tunggu aja" Ucap fafa sedikit berteriak.


***


Fafa mengikuti dinda sampai di ruang teater


"Dinda tunggu!!" Teriak fafa, untung saja koridor ruang teater tidak ada siapa-siapa


"Ada apa? Kamu gak takut kalau kamu di ganggu sama lisa lagi?" Tanya dinda lirih


"Gue gak takut sama sekali" Ucap fafa tenang


Kemudian fafa membicarakan rencananya kepada dinda, awalnya dinda sedikit ragu, tapi fafa mencoba meyakinkannya. Dan untung saja dinda percaya dengan fafa. Sekarang ia tinggal membicarakannya dengan kaka dan juga teman-temannya.


"Yaudah kalau gitu, gue balik ke kantin ya" Ucap fafa berlalu pergi.


Fafa kembali ke berkumpul bersama teman-temannya, dia menceritakan rencana yang di buat dengan dinda. David dan sidik sdmpat tidak menyetujuinya, namun fafa tetap berusaha meyakinkan kedua orang itu untuk menyetujuinya.


"Aku mohon, kalian gak usah khawatir. Aku gak akan kenapa-kenapa" Ujar fafa, "Yasudah 1 jam lagi kita ke lokasinya" Lanjut fafa


"Harus sekarang juga fa?" Tanya kiky memastikan


"Lebih cepat, lebih baik" Fafa menyunggingkan senyumnya. Namun sidik nampak khawatir


"Sesuai rencana! Apapun yang terjadi kalian jangan muncul sampai aku benar-benar bisa musnahin lisa" Ucap fafa memperingatkan


"Tap-" Ucap david terpotong


"Gak ada tapi-tapian" Tukas fafa


Fafa berjalan sendirian memasuki taman, sedangkan yang lainnya bersembunyi dibalik semak-semak yang tak jauh dari taman tersebut. Fafa berjalan dengan perlahan sambil mengedarkan pandangannya. Dia melihat dinda yang sedang duduk di bangku taman, mereka semua terkejut karena bisa melihat sosok dinda walaupun mereka itu bukan anak indigo.


Setelah fafa duduk di samping dinda, fafa merasakan perubahan aura di taman ini, aura negatif tiba-tiba saja muncul. Fafa mengedarkan pandangannya ketika aura itu semakin kuat.


Fafa menyunggingkan senyumnya ketika dirinya melihat lisa yang tak jauh darinya dan juga dinda. David dan yang lainnya  dibuat terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat saat ini, mereka juga bisa melihat hantu selain dinda, hanya saja hantu ini mempunyai bentuk yang sangat buruk. Setengah wajahnya hancur dipenuhi dengan ulat, tangan yang terputus, begitu juga dengan kakinya, darah yang keluar dari kepala dan bola mata yang ingin keluar.


Mereka semua yang melihat itu menjadi panas dingin, keringat bercucuran, apa lagi tiara dan kiky, mereka berdua sudah pucat pasih. Berbeda dengan fafa, dia masih menyunggingkan senyumnya. Ternyata pancingannya membuahkan hasil.


Lisa yang terlihat tidak terima berjalan mendekat kearah fafa.


"Lisa stop disitu" Cegah dinda


"Kenapa? Kau tidak mau jika aku melukai teman baru mu?" Tanya lisa


"Sebenarnya apa maksud lo sampai-sampai dinda gak boleh dekat-dekat sama gue?" Tanya fafa to the point


"Kamu masih tanya kenapa?" Ucap lisa, "Karena aku gak suka sama kamu" Lanjutnya dengan suara yang meninggi


"Apa salah gue? Sampai lo benci sama gue?"


"Salah kamu? Salah kamu adalah semenjak dinda ketemu sama kamu, dinda jadi jarang bersama aku. Dinda lebih memilih bersama kamu, dinda jadi baik. Aku gak suka" Jelas lisa


"Itu hak dinda, bodoh. Dia bebas memilih teman, dan jangan pernah lo ngeracunin pikiran dinda dengan akal jahat lo itu" Ucap fafa tegas


"Jaga ucapan kamu, manusia lemah"


"Dinda sorry, mungkin lo akan kesindir dengan ucapan gue yang satu ini" Kata fafa yang melihat kearah dinda


"Lo dengar baik-baik! Selemah-lemahnya manusia, derajatnya lebih mulia dari pada setan" Lanjut fafa dengan menekankan kata 'mulia' dan kata 'setan'.

__ADS_1


"Berani kamu merendahkan aku" Ucap lisa marah


"Emang lo rendahan kan" Fafa mengeluarkan smiriknya


"Aku lebih hebat dari manusia" Ujar lisa tidak terima


"Sehebat-hebatnya lo, tetap aja derajat lo lebih rendah dari manusia"


Tanpa fafa duga, lisa bergerak dengan sangat cepat. Sehingga ia tidak sempat untuk menghindar. Lisa menghempaskan tubuh fafa sampai tubuhnya membentur pohon besar yang ada di taman itu. Fafa memuntahkan darah segar dari mulutnya,


David dan yang lainnya membulatkan matanya, begitu juga dengan dinda. Dia sama terkejutnya dengan yang lain


"Lisa, udah stop!! Jangan sakitin fafa" Perintah lisa


"Diam kau" Bentak lisa


Di balik semak-semak, david dan juga sidik sudah tidak tahan melihat fafa yang di siksa oleh lisa. Saat mereka berdua akan keluar dari semak-semak tahannya di tahan oleh dery dan juga kevin.


"Lepas" Ucap david tajam


"Kalau lo keluar, lo akan ngancurin rencana fafa" Ucap dery


Mereka semua kembali memperhatikan fafa yang masih terkulai lemas di atas rerumputan, sesekali memegang dadanya yang terasa sesak.


"*******!!" Umpat fafa sambil meludah ke samping


Fafa bangkit dengan berpegangan pada pohon, dia tersenyum remeh kearah lisa.


"Cuma segitu? Udah puas lo?" Tantang fafa


Lisa kembali menghampiri fafa, namun di cegah oleh dinda


"Minggir kau" Cicit lisa sambil menghempaskan tubuh dinda


Dery tidak terima melihat kakaknya diperlakukan seperti itu, dia hendak keluar dari persembunyiannya namun kiky menahannya.


"Kaka nahan ka david buat gak keluar, tapi malah kaka sekarang yang mau keluar" Gumam kiky


Srett


Pandangan mereka kembali terfokus kepada fafa yang kembali di siksa oleh lisa, sidik membulatkan matanya melihat luka yang ada di pipi milik fafa. Kiky mulai menangis melihat fafa yang sudah babak belur disana. Kiky memeluk tubuh tiara yang berada di sampingnya. Jika bukan permintaan fafa agar mereka bersembunyi di balik semak-semak, mungkin mereka semua sudah berlari keluar untuk membantu fafa.


Fafa memegang pipinya yang terasa perih akibat cakaran yang diberikan lisa. Dia tersenyum mengejek, hal tersebut membuat lisa geram.


"Kamu akan mati di tanganku" Ucap lisa


"Sebegitu yakinnya lo? Apa gak kebalik? Bukannya lo yang akan habis ditangan gue?" Jawab fafa meremehkan


Lisa yang sudah tidak bisa menahan amarahnya, tiba-tiba saja terbang dengan sangat cepat.


"Aaaaaaa"


David dan yang lainnya menutup matanya, tidak kuat melihat apa yang terjadi selanjutnya.


"Hei, kalian kenapa nutup mata gitu?"


Mereka semua membuka matanya dan terlonjak kaget saat mengetahui fafa lah yang berada di hadapan mereka.


"Fafa...." Kiky langsung berhambur kepelukan fafa, fafa yang tidak siap hampir-hampir terjungkal kebelakang.


"Kita kerumah sakit ya!" Ajak david


"Aku gapapa ka" Elak fafa


"Gapapa gimana? Kamu muntah darah, fa! Terus itu liat pipi kamu berdarah" Ujar david sedikit meninggikan suaranya


"Aku serius, aku gapapa" Kata fafa, lalu pandangannya beralih ke sidik. Sidik terlihat sangat tenang, namun fafa tau, jauh di dalam sana, sidik sangat menghawatirkan dirinya


"Udah yuk, masalah luka aku, bisa kita obatin di kantin sambil makan. Aku laper lagi" Celetuk fafa


Mereka semua menoyor kepala fafa, "Bisa-bisanya ya kamu! Kita lagi khawatirin keadaan kamu, dan kamu masih sempat-sempatnya bilang laper" Ucap david


"Udah ayo ah"

__ADS_1


__ADS_2