My Indigo

My Indigo
Bayangan Hitam


__ADS_3

Dilain tempat, kini sidik sedang mengikuti sosok bayangan hitam tersebut. Dia begitu penasaran dengan sosok bayangan hitam itu.


Sidik terus berjalan pelan agar tidak diketahui oleh sosok bayangan hitam itu, sampai dia berada di sebuah taman yang tidak jauh dari rumah sakit. Sidik bersembunyi dibalik pohon besar itu, dirinya tidak sendiri disana, sidik ditemani oleh hantu anak kecil yang biasa di panggil tuyul, sedang bermain di bawah pohon, kuntilanak yang sedang bergelayut di batang pohon, dan pocong yang sedang melompat kesana kemari.


Sidik tidak bisa mendengar pembicaraan mereka karena jarak yang cukup jauh, dan sidik tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang yang sedang berbicara dengan bayangan hitam tersebut karena minimnya pencahayaan di taman tersebut.


"Apakah ini ada hubungannya dengan fafa?"


"Tapi siapa orang itu?"


"Kenapa dia bisa berbicara dengan makhluk yang berbeda dengannya?"


"Apa dia juga seorang indigo?"


Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dikepala sidik, sibuk dengan fikirannya sendiri, sampai-sampai sidik tidak menyadari bahwa orang itu sudah tidak ada disana lagi. Kemudian sidik kembali kerumah sakit lagi.


Sesampainya di kamar inap fafa, sidik melihat disana sudah ada kedua orang tua fafa. Lalu mencium tangan kedua orang tua fafa.


"Udah dik panggilan alamnya?" Tanya dery


"Lah emangnya ka sidik dari mana?" Tanya kiky yang ternyata sudah bangun


"Panggilan alam" Sidik menjawab pertanyaan kiky, "Udah, tapi masih penasaran" Ujar sidik menjawab pertanyaan dari dery


"Maksudnya?"


"Ya!! Masih penasaran, soalnya gue gak bisa liat siapa dia, dan gue gak tau dia bicarain masalah apa, soalnya dia berdua" Jelas sidik


"Hah, berdua?" Tanya david kaget


"Iya, yang bikin gue herannya yang satu sosok bayangan hitam, dan yang satu lagi manusia seperti kita. Gue gak tau orang itu indigo sama seperti gue atau bukan, tapi perkiraan gue sih gitu, soalnya gak mungkin kalo dia bukan indigo bisa bicara sama hantu" Ujar sidik. Mereka semua menganggukkan kepalanya.


"Eh gimana kalo kita main tebak-tebakan" Usul kevin


"Ide bagus tuh" Jawab mereka serempak


"Hmm om sama tante boleh ikutan gak?" Tanya om yusuf


"Boleh pah, sini gabung" Ajak david


Suasana kamar inap fafa begitu ramai, gelak tawa dari mereka mengisi ruangan itu. Om yusuf dan tante arum juga ikutan tertawa.


"Sekarang giliran om yang mau ngasih tebakan,, Di tebak yaa!!!" Kini Om yusuf ambil suara, "Cancut siapa yang paling besar" Kata om yusuf


Mereka semua terperangah dengan ucapan om yusuf, kemudian mereka tampak berfikir untuk menjawab tebakan itu.


"Cancut mang dadang" Ucap dery


"Salah"


"Cancut meong"


"No no no"

__ADS_1


"Cancut mimi peri"


"Cancut si dery" Celetuk sidik


"Yee cancut gue ukurannya L yaa!!" Ujar dery


"Salah semua"


"Yahh terus jawabannya apa om?" Tanya kiky penasaran


"Kalian beneran mau tau jawabannya?" Tanya om yusuf, mereka semua mengangguk


"Jawabannya......" Ucap om yusuf menggantungkan kaliatnya, "Cancut...... Ondel-ondel"


"Ha...." Mereka semua kaget dengan jawaban yang diberikan oleh om yusuf


"Kok cancut ondel-ondel si pah?" Tanya tante arum


"Yaa!! Kalian pikir aja, kalau ondel-ondel pake cancut, itu cancutnya segede apa? Sementara dia kan pake kurungan" Jawab om yusuf


Hening!!! Mereka semua nampak berfikir dan membayangkan, benar juga apa kata om yusuf, jika ondel-ondel memakai cancut, ukuran apa yang pas untuk ondel-ondel itu.


*1 detik...


2 detik....


3 detik*.....


"Hahahahahaha....." Tawa mereka semua pecah, bahkan dery dan juga kevin sampai memegangi perutnya, wajah kiky sampai memerah karena tidak henti-hentinya tertawa.


Degg....


Mereka semua diam mendengar suara itu, suara yang selama satu minggu tidak di dengar oleh mereka. Sontak semuanya menoleh ke asal suara, betapa terkejutnya mereka melihat fafa yang sudah sadar. David langsung berhambur memeluk tubuh fafa erat.


"Kaakk... Llleeeeppppaaassss ssseeeesssseeekkk"


David langsung melepas pelukannya, dilihatnya fafa yang sedang mengatur nafas karena ulahnya itu.


"Hehe maafin kaka ya!! Abisnya kaka kangen banget sama kamu" Ujar david


"Sayang kamu udah sadar?" Tanya sang mama, fafa hanya mengangguk


Mata fafa melihat kearah kiky yang sedari tadi memalingkan wajahnya, enggan untuk menatap fafa.


"Kii, apa lo gak kangen sama gue?" Tanya fafa


"Gue benci sama lo" Ujar kiky ketus, "Gue benci karena gara-gara lo, gue jadi suka nangis" Lanjut kiky langsung berhambur dalam pelukan fafa


"Jangan bikin gue khawatir lagi ya, gue gak mau lo kaya gini lagi...hiksss" Ucap kiky, fafa hanya mengangguk


"Oh iya, kaka sama ka sidik kapan pulang? Emangnya udah selesai acara pertukaran pelajarnya?" Tanya fafa


"Saat kaka tau kamu kecelakaan dan masuk rumah sakit, saat itu juga kaka sama sidik pulang di jemput sama papa, kaka udah gak peduli sama pertukaran pelajar itu, toh semuanya udh selesai dan papa sudah mengurus semuanya" Jelas david

__ADS_1


"Maaf udah buat kalian cemas" Ucap fafa pelan sambil menundukkan kepalanya


"Udah gak apa-apa yang penting kamu selamat" Ujar arum mama fafa dan david


Kemudian fafa melirik ke arah feri, "Eh fer, ada disini juga?" Tanya fafa


"Iya fa, selama lo koma, terkadang gue kesini" Ucap feri


"Makasih ya fer" Ujar fafa, feri mengangguk


Fafa mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar inapnya, pandangannya terhenti ketika melihat dinda tersenyum di pojok kamar, kemudian fafa juga ikut tersenyum.


Lain halnya dengan sidik, dia melihat bayangan hitam itu lagi, kali ini dia bisa melihat wajah si bayangan hitam, nampaknya dia tidak suka melihat fafa sadar dari komanya.


"Sebenarnya siapa bayangan hitam itu, dan buat apa dia datang kesini?" Gumam sidik


***


Fafa berada di taman ruma sakit seorang diri, karena david sedang pulang kerumah, dan kedua orang tua mereka sudah mulai bekerja, selama fafa koma, orang tuanya memilih untuk menjaga fafa full time. Sementara teman-temannya baru bisa datang sore nanti.


Fafa menikmati udara pagi yang sejuk, dia duduk di kursi roda karena kakinya masih belum bisan untuk berjalan karena patah tulang yang di alaminya.


Kemudian dinda datang menghampiri fafa ditaman, dia berdiri disamping fafa dan ikut merasakan udara pagi.


"Rasanya gue udah lama banget gak menghirup udara pagi" Ucap fafa


"Yaa!! Memang lama. Satu minggu kamu koma dirumah sakit" Kata dinda


"Hah... Selama itu?" Ucap fafa terkejut, dinda mengangguk mengiyakan


"Perasaan cuma sebentar, kayaknya gak sampe dua hari deh"


"Siapa bilang cuma dua hari? Kamu koma sampai seminggu, sampai-sampai david uring-uringan karena kamu belum sadar-sadar juga, bahkan dia jarang makan juga, makanya sekarang dia agak kurusan" Celetuk dinda


Fafa menoleh kearah dinda sekilas lalu menatap kedepan lagi.


"Oh iya, gue boleh tanya sesuatu?" Ucap fafa


"Tentang kematian aku?"


Skakmat


Dinda tau apa yang akan fafa tanyakan pada dirinya.


"I..iya, kenapa kamu bisa meninggal? O..oh maksudnya apa yang menyebabkan kamu meninggal?" Tanya fafa lagi


"Aku meninggal saat umurku menginjak 16 tahun, dan aku 4 tahun lebih tua dari kamu, dulu aku juga bersekolah di sekolah tempat kamu sekarang" Ujar dinda


"Eh.... Jadi l..lo kakak kelas gue? Bahkan 4 tahun diatas gue? Dan lo juga besekolah di sekolah milik keluarga gue?" Kata fafa terkejut. Dinda menganggukan kepalanya.


"Pantesan aja seragam yang lo pakai, sama seperti seragam yang gue pakai"


"Yaa!! Seperti itu lah" Ucap dinda

__ADS_1


"Oh iya sampe lupa, apa penyebab lo bisa meninggal gini?" Tanya fafa penasaran.


"Oke-oke aku ceritain" Kata dinda


__ADS_2