
Paginya mereka semua bersiap-siap untuk pergi ke air terjun. David dan yang lainnya tengah mempersiapkan keperluan mereka, sedangkan fafa sedang menunggu di ruang tengah. Fafa duduk sendirian disana sambil memainkan ponselnya, tiba-tiba angin berhembus kencang dan cahaya putih muncul di hadapan fafa, ia sampai menutup matanya menggunakkan kedua tangannya.
Ketika angin sudah mulai menghilang dan cahaya putih pun mulai memudar, fafa membuka matanya. Betapa terkejutnya fafa ketika melihat seseorang yang ada di hadapannya itu. Laki-laki yang memakai baju serba putih dan sorban di kepalanya tersenyum ramah kearah fafa. Fafa masih diam membisu di tempat, dia masih terkejut dengan kehadiran laki-laki itu.
"S..siapa lo?" Tanya fafa takut
Laki-laki itu berjalan mendekati fafa, fafa semakin dibuat takut olehnya
"G..gue tanya, l..lo ini s..siapa? Dan m..mau apa l..lo?"
"Aku ini kakek mu" Ujar laki-laki itu
"Gak mungkin, B..bagai mana bisa? Jangan ngaco deh lo?!"
"Aku benar-benar kakek mu, aku merubah wujudku seperti saat aku muda dulu" Ucap sang kakek
Fafa masih tidak percaya, bisa saja ini hanya alibi hantu yang menyamar sebagai kakeknya waktu muda
"Kamu tidak percaya kalau aku ini kakek mu?"
"Apa buktinya supaya gue percaya kalau lo itu kakek gue waktu masih muda?" Ujar fafa
Ketika david dan yang lainnya selesai mempersiapkan apa yang mereka perlukan, sidik melihat fafa sedang mengobrol dengan ntah siapa sidik tidak mengenalnya. Sidik menghentikan langkah teman-temannya.
"Ada apa ka?" Tanya kiky
"Tunggu sini aja dulu, jangan ganggu fafa" Ujar sidik
"Kenapa sih dengan adik gue?" Kini david yang bertanya
"Udah diem dulu" Ucap sidik, mereka semua menuruti kemauan sidik
Si kakek langsung merubah wujudnya menjadi diri dia yang sebenarnya, fafa tambah terkejut melihat perubahan laki-laki itu, tak terasa air matanya menggenang di pelupuk matanya.
"T..tapi kenapa?" Tanya fafa
"Tidak ada alasan untuk itu, kakek ini hantu jadi kakek bebas mau seperti apa" Jelas sang kakek, "Yasudah kakek pergi dulu, teman-teman kamu sedang menguping dari tadi di atas" Ujar kakek, fafa langsung melihat keatas dan benar ternyata teman-temannya sedang menguping pembicaraannya dengan sang kakek, david dan yang lainnya gelagapan ketika fafa melihat kearah mereka
"Eh, ayo fa kita udah siap" Ucap david
Mereka semua pergi menuju air terjun, fafa dibantu oleh david dibelakang david ada kiky dan dery disusul sidik juga kevin.
Jalan yang mereka lalui cukup terjal tak jarang david menggendong tubuh fafa. Selama 30 menit mereka naik turun gunung, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.
"Kamu duduk disini aja ya, fa!" Perintah david sambil mendudukan fafa di batu besar yang ada disana
David dan yang lainnya bermain di area air terjun terkecuali fafa, dia hanya melihat saja.
__ADS_1
"Ka.."
"Kenapa fa?" Jawab david menghampiri fafa
"Aku juga kepengen ikut"
"Enggak, kamu gak boleh ikut main air, kaki kamu belum sembuh, udah ya kamu diam disini aja!" Ujar david meninggalkan fafa.
***
Ketika sudah puas bermain, mereka memutuskan untuk pulang ke villa, fafa tampak murung karena tidak bisa ikut bersenang-senang seperti yang lainnya.
Sesampainya di villa, fafa langsung masuk kedalam kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun, mereka semua dibuat bingung akan sikap fafa.
"Fafa kenapa vid?" Tanya dery. David menggidikan bahu
"Yaudah gue susulin fafa dulu ya ka" Kiky langsung menyusul fafa ke kamar.
"Fafa.." Panggil kiky, namun kiky tidak melihat keberadaan fafa di dalam kamar. Kiky melihat pintu kaca yang menghubungkan balkon dengan kamar terbuka, dan ternyata fafa ada disana.
"Fa..." Panggil kiky lembut, tidak ada jawaban dari fafa, "Lo kenapa?" Tanya kiky
Fafa masih diam, enggan menjawab pertanyaan kiky.
"Fa, kenap-.." Ucapan kiky terpotong dikala fafa menoleh kearahnya
Kiky keluar dari kamar, menuju ruang tengah villa, disana ada david dan juga sidik yang sedang bersantai mengistirahatkan tubuh mereka.
"Ka dery sama ka kevin kemana?" Tanya kiky
"Dia ke kamar duluan" Jawab david, "Oh iya! Fafa kenapa?" Lanjutnya
"Gue gak tau ka! Pas gue tanya fafa diem aja, dan ketika gue mau tanya lagi dia ngelirik ke arah gue, tapi sorotan matanya kaya bukan fafa yang gue kenal" Ujar kiky
"Yang bener lo" Ucap sidik tidak terima
"Yeee dibilanginnya gak percaya" Kiky mendengus kesal, "Kalo gak percaya liat aja langsung" Ucap kiky sambil mendaratkan bokongnya di sofa
Saat mereka sedang berbincang, fafa keluar dari kamarnya, dan menghampiri mereka bertiga.
"Fa, kamu gapapa?" Tanya david khawatir, tidak ada jawaban dari fafa
Sidik memperhatikan fafa dari atas sampai bawah, memang benar apa yang dikatakan oleh kiky. Sidik merasakan ada yang berubah dari sikap fafa.
"Fa, lo mau kemana?" Tanya kiky sambil menahan lengan fafa.
Fafa melihat lengannya di tahan oleh kiky langsung menyentaknya, hingga kiky terjungkal kebelakang. David dan sidik terkejut atas perlakuan fafa begitu juga dery dan kevin yang baru saja menuruni anak tangga. Untung saja dery cepat-cepat menangkap tubuh kiky, jika tidak, mungkin tubuhnya sudah menubruk meja yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Fa, kamu ini kenapa? Kamu marah sama kaka karena kaka gak ngijinin kamu main di air terjun tadi?" Tanya david berusaha menghampiri fafa namun dicegah oleh sidik
"Jangan lo samperin, gue punya firasat buruk" Celetuk sidik
Fafa menatap mereka semua dengan tatapan tidak suka, sidik terus memperhatikan fafa. Sidik baru menyadari jika fafa berdiri tidak dengan bantuan tongkat.
"Siapa lo?" Tanya sidik
"Itu si fafa ****!! Kenapa lo nanya dia siapa?" Ucap kevin
"Lo gak pada nyadar? Fafa gak bakalan bisa berdiri tanpa tongkat" Kata sidik geram
David dan yang lainnya memperhatikan fafa dari atas sampai bawah.
"Wanjirr iya bener, sakti juga dia" Ucap dery terkejut
"Kalau dia bukan fafa, terus siapa?" Tanya kiky
Fafa menyeringai, sorot matanya tajam. "Rupanya kalian menyadari keberadaan ku di tubuh gadis ini,, HAHAHA" Ucap fafa, lebih tepatnya itu bukanlah fafa hanya raganya saja
"Lo siapa? Dimana adik gue" Tanya david
"Tenang, adik lo sedang gue jadiin mainan" Celetuk hantu itu, "Hmm.. kayaknya sedikit memainkan raganya juga seru" Ujar hantu yang menguasai raga fafa
Kemudian hantu itu membawa raga fafa menuju keluar villa, mereka semua mengikuti kemana hantu itu membawa fafa. Hantu itu melihat besi yang ada di taman depan villa dan mengambilnya.
"M..mau apa lo?" Tanya david panik
"Sudah aku bilang, aku hanya ingin bermain-main dengannya" Ucap si hantu
*Bugg
Bugg*
"FAFAAAA" Teriak mereka bersamaan, kiky menangis melihat fafa seperti ini, dikuasai roh jahat.
Bugg
Hantu itu kembali memukul kaki fafa menggunakan besi, namun tubuh fafa masih bisa berdiri tegak. David dan sidik mulai geram dengan perlakuan hantu biadab yang menyiksa tubuh fafa.
Tiba-tiba saja angin berhembus kencang, mereka semua dan munculah cahaya yang sangat terang dihadapan mereka, david dan yang lainnya menutup mata mereka menggunakan kedua tanggannya, terkecuali fafa. Tak lama angin dan cahaya itu menghilang, mereka semua membuka matanya. Mereka semua terkejut melihat laki-laki memakai pakaian serba putih dan sorban yang melekat di kepalanya berdiri di hadapan david dan yang lainnya.
Fafa menyeringai, fafa berlari untuk menyerang laki-laki itu, namun pergerakannya terhenti dikala laki-laki itu mengucapkan kalimat demi kalimat doa.
Mang dadang datang, alangkah terkejutnya ia melihat laki-laki itu.
"T..tuan" Cicit mang dadang
__ADS_1