My Indigo

My Indigo
Pelaku Sebenarnya


__ADS_3

Setelah menyusun rencana, mereka semua sudah siap berada di posisi masing-masing. Mereka hanya tinggal menunggu mangsa datang. Setelah hampir 30 menit, akhirnya orang yang di tunggu-tunggu datang.


Nampak sebuah mobil berwarna putih memasuki pekarangan rumah. Orang itu keluar dari dalam mobil dengan wajah yang di tutup dengan syal dan memakai kaca mata hitam.


Dia masuk ke dalam rumah dengan terburu-buru.


"Dimas, ada kabar terbaru apa tentang wanita itu?" Tanya orang itu sambil membuka syal dan kacamatanya. Dia tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang duduk membelakanginya.


Siapa lagi kalau bukan fafa yang sedang membelakangi orang itu.


"Hmm... Anu... İtu... Bos.." Ucap dimas ragu


"Apa? Katakan dengan jelas! Apa wanita itu masih dalam keadaan koma? Ataukah dia sudah meninggal?" Tanya orang itu percaya diri.


Seketika fafa bangkit dan membalikkan badannya.


"Orang yang anda maksud ada disini, sedang berdiri di hadapan anda dengan sangat sehat dan tanpa kekurangan apapun" Ujar fafa


Orang itu terkejut dan membulatkan matanya ketika melihat fafa juga ada di rumah ini. Seketika orang itu hendak kabur, namun david dan tiara sudah terlebih dahulu berdiri di pintu masuk.


"Udah gue duga kalau dia orangnya!!" Tebak david


"Dimas... Kamu menjebak saya!!??" Ucap orang itu geram


"Ya!! Kami memang menjebak anda, nona fellycia...." Ucap sidik yang tiba-tiba saja muncul dari salah satu ruangan, dengan menekankan kata 'fellycia'.


Ya!! Orang yang menyuruh dimas untuk menabrak fafa adalah felly.


"Dimas, kenapa kamu menjebak saya?" Tanya felly


"Maafkan saya bos.."


"Sidik... İni gak seperti yang lo pikirakan!!" Ucap felly


"Kenapa lo sampe nyuruh orang buat celakain fafa?" Tanya sidik datar.


"Dik, bukan gue yang nyuruh dia!! Gue bahkan gak kenal siapa dia!!" Elak felly


"Gak kenal?? Jelas-jelas dari tadi lo sebut-sebut nama dia..." Kata sidik


Felly menyeringai, "Kalian mau tau alasan gue ngelakuin ini? Lo mau tau dik alasan gue?" Tanya felly.


"Karena gue masih sayang sama lo!!" Ucap felly, "GUE GAK RELA KALAU DİA BİSA BERSAMA LO LAGİ!! GUE MAU DİA MATİ!?" Teriak felly


"Seharusnya lo itu mati aja!! Supaya gue bisa bersatu lagi sama sidik." Ucap felly datar


"Fel... Lo itu bukan cinta sama sidik, tapi cuma terobsesi. Lo halalin segala cara cuma buat dapetin hati sidik lagi? Apa lagi lo ini sampe celakain orang!!" Ujar tiara.


"Lo gak ngerasain apa yang gue rasain, ra. Hati gue sakit, apa yang gua harapkan gak tercapai. Gue hancur ra!!" Kata felly lirih


"İNİ SEMUA GARA-GARA DİA!!!" Teriak felly sambil menodongkan pistol ke arah fafa.


"Wah... Sarap ini dia!!" Celetuk david


"Yaa!! Gue ini emang udah sarap, gue ini udah gila!!"


"Kalau gue gak bisa dapetin sidik, orang lainpun gak akan bisa, TERMASUK LO!!"

__ADS_1


"FELLY...." Teriak semua orang yang ada di ruangan itu.


DORR....


Suara itu begitu nyaring di telinga, mereka semua memejamkan matanya tidak berani untuk melihat kejadian barusan. Selang beberapa detik, barulah mereka membuka mata dan melihat keadaan.


Alangkah terkejutnya mereka ketika mendapati fafa yang sudah berada di belakang felly dengan mencengkram tangan felly. Sedangkan pistol yang di pegang felly, terjatuh ntah kemana.


Barulah para polisi masuk ke dalam rumah ketika mendengar suara tembakan dan langsung mengamankan felly dan juga dimas.


"Cepat!! Bawa mereka berdua!!" Ucap sidik


"Ayo jalan!!..." Kata polisi yang memborgol felly


"Tunggu pembalasan gue!" Ancam felly


Felly di bawa keluar rumah oleh polisi. Fafa menghembuskan nafasnya pelan.


"Fa... Kamu gapapa?" Tanya sidik yang langsung memeluk tubuh fafa.


"Aku gapapa, tenang aja!" Jawab fafa


"Dek, kok kamu bisa tiba-tiba ada di belakang felly? Gimana caranya?" Tanya david sambil mendekat kearah fafa.


"Rahasia...."


"Ajarin kaka ya!!.... Ya... Ya...." Rengek david


"Boleh...!!! Asalkan kaka cepet-cepet nikahin ka tiara dan kaka bisa ngalahin aku!" Tantang fafa


"Okey!!... Ayo sayang!! Kita kerumah kamu, dan temuin orang tua kamu, minta restu ke mereka kalau minggu depan kita nikah.." Ujar david, tiara hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian mereka berdua keluar dari dalam rumah itu.


Don dan juga rey menghampiri sidik dan fafa.


"İstri anda benar-benar hebat! Dengan sangat gesitnya, dia bisa melumpuhkan lawan dengan tangan kosong!!" Puji don


"İya... Bahkan saya sampai tidak percaya kalau itu istri anda tuan!!" Sambung rey


"Kalian berdua bisa aja.. itu tadi hanya kebetulan aja!!" Ucap fafa


"Terima kasih, karena kalian berdua sudah mau membantu saya" Ucap sidik


"Sama-sama tuan. Justru saya senang bisa bekerja dengan tuan..." Jawab don


"Kalau begitu sebaiknya kita pergi dari tempat ini..." Ujar rey


Mereka semua keluar dari rumah itu, sebelum masuk ke dalam mobil, fafa menoleh ke belakang.


"Terima kasih.... Andre...." Ucap fafa dalam hati.


***


"Apa? Yang nabrak lo itu orang suruhannya felly?" Tanya kiky tidak percaya.


Kini fafa berada di rumah sidik. Dan fafa sedang berbicara dengan kiky lewat telepon


"Wahh... Bener-bener gesrek itu orang otaknya!! Terus sekarang dia dimana?" Tanya kiky

__ADS_1


"Sekarang dia udah di bawa ke kantor polisi, dan ka sidik juga lagi disana!!" Ucap fafa


"****** lo!!! Siapa suruh main-main sama sahabat gue!! Tau rasa kan sekarang!!" Cicit kiky


"Kenapa jadi lo yang sewot?"


"Ya.. abisnya gue tuh emang gak suka sama dia dari semenjak SMA..."


"Ya.. ya.. ya.. terserah lo deh." Ucap fafa pasrah, "Oh iya gue mau ngasih tau lo.. kalau gue mau ikut ke swedia sama suami gue!!" Lanjut fafa


"Hah? Apa? Gue gak salah denger kan? Lo nyebut suami?"


"Yaelah lebay amat sih lo!!" Cibir fafa


"İya deh iya.... Btw kapan lo berangkatnya?"


"Mungkin dua atau tiga hari lagi..." Ucap fafa


"Yaudah deh, yang mau honymon... Kalau balik lagi ke sini, bawa keponakan buat gue ya!!!" Canda kiky


"Apa si lo... Udah ah, gue mau ke supermaket dulu!!"


Tuuttt... Tuuttt....


Fafa mematikan sambungan teleponnya, bisa-bisa gawat kalau pembicaraan tadi di lanjut.


Dia keluar dari kamar sidik, fafa melihat suasana rumah ini. Sunyi!! İtu lah keadaan rumah ini. Hanya ada hantu yang berlalu lalang. Tapi fafa tidak memperdulikannya.


***


Sementara di kediaman tiara, david sedang berada di ruang keluarga bersama kedua orang tua tiara.


"Maaf om, tante!! Kedatangan saya ke sini mengganggu kegiatan om sama tante" Ucap david sopan


"Tidak apa-apa. Kita berdua sedang tidak ada kegiatan apa-apa" Jawab papanya tiara


"Jadi begini om, kedatangan saya kesini karena ada yang ingin saya katakan sama om dan tante" Ujar david


"Katakan saja!"


"Saya ingin menikahi tiara....." Celetuk david


Papanya tiara yang semulanya bersandar pada sofa, kini menegakkan tubuhnya dan menatap david tajam.


"Apa kamu serius?" Tanya papa tiara datar


"Saya serius om"


Papa tiara nampak berfikir sejenak dan menoleh ke arah isterinya dan juga tiara.


"Kalau om terserah sama tiaranya aja. Om akan merestui apapun yang kalian rencanakan, selagi itu tidak membuat nama keluarga buruk"


David mengulas senyumnya ketika mendapati jawaban seperti itu.


"Terima kasih om" Ucap david, "Kalau begitu saya pamit pulang, saya akan memberi tahu papa dan mama tentang pernikahan ini" Lanjut david


"Salam untuk orang tua mu.." Ucap mamanya tiara, david mengangguk kemudian pergi dari rumah tiara.

__ADS_1


__ADS_2