My Indigo

My Indigo
Hantu


__ADS_3

Setelah kepulangan fafa dari villa beberapa waktu lalu, kini fafa sudah memulai aktivitasnya seperti biasa. Awalnya arum dan juga yusuf tidak percaya kalau fafa sudah bisa berjalan lagi dengan normal, tapi setelah di periksakan ke dokter, ternyata benar! Fafa sudah sembuh total.


Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru, fafa sudah rapih dengan seragam sekolahnya.


"Pagi mah, pah" Sapa fafa sambil mencium pipi arum dan yusuf, "Pagi juga ka"


"Pagi juga, kamu mau sarapan apa?" Tanya arum


"Roti aja deh mah"


"Ya sudah, nih susunya dihabiskan"


"Buat kaka mana, mah" Celetuk david


"Kamu kan udah habis satu gelas tadi, ka! Masa iya mau nambah lagi?" Ucap arum, david hanya cengengesan


"Fa, udah belum?" Tanya david


"Iya bentar, fafa minum dulu lah kak" Ucao fafa kemudian menghabiskan susunya, "Mah, pah fafa berangkat ya" Ujar fafa mencium tangan kedua orang tuanya


"David juga berangkat ya mah, pah. Assalamualaikum"


***


"Pagi pak asep" Sapa fafa kepada satpam sekolah


"Eh, pagi non fafa" Jawab pak asep. Memang pak asep mengetahui kalau fafa adalah adik dari david dan juga anak pemilik sekolah ini.


David memarkirkan mobil sportnya di tempat biasa ia memarkirkannya. Banyak pasang mata yang memperhatikan mobil sport milik david, bahkan siswa baru pun juga ikut memperhatikannya.


David keluar dari dalam mobil disusul fafa yang juga ikut keluar. Mereka yang memperhatikan david dan juga fafa berteriak histeris. Ada juga yang sinis ketika melihat fafa bersama dengan david.


"Kamu mau ikut kaka ke ruang osis atau ke kelas?" Tanya david. Ya!! David adalah ketua osis di SMA Garuda


"Fafa..." Fafa menoleh ke sumber suara, ternyata itu adalah suara cemprengnya kiky


"Aku ke kelas aja deh ka" Ucap fafa


"Yaudah kaka keruang osis ya"


"Iya ka"


Mereka berdua berpisah di parkiran sekolah, fafa menghampiri kiky yang sedang berdiri di depan mobilnya.


"Kita dapet kelas apa ya ki?" Tanya fafa penasaran


"Coba aja yukk kita liat di mading" Ucap kiky


Fafa dan kiky berjalan menuju mading, dia membaca satu persatu nama yang ada di mading tersebut


"Faa,, kita sekelas lagii" Ujar kiky girang


"Haha iya ya, eh tapi kok gue bosen ya satu kelas sama lo?" Celetuk fafa


"Ih lo kok gitu si fa" Ucap kiky sambil mengerucutkan bibirnya


"Hahaha, bercanda kali"


Bugg


Saat hendak berbalik, fafa tak sengaja menabrak seseorang. Dan ternyata itu adalah felly


"Oh.. ternyata lo masih sekolah disini rupanya, gue kira udah minggat dari sini. Soalnya pas pembagian rapot semester lalu lo gak masuk. Dan sekarang baru hari pertama masuk udah bikin satu sekolah heboh" Cicit felly dengan melipat tangannya di dada


"Lo ngomong sama gue?"


"Heh, jadi adik kelas jangan songong! Waktu itu lo deket sama sidik, dan sekarang lo juga deketin david, besok deketin siapa lagi? Hah?" Ucap felly emosi


"Terserah gue dong mau deket sama siapa aja!" Jawab fafa dingin


"Berani ya lo ngejawab"


"Jangan mentang-mentang lo ini kakak kelas gue gue bakalan takut? Haha, salah besar, gue gak takut sama sekali dengan cewek yang gak punya hati kayak lo" Ujar fafa pedas


"Awas ya lo" Ucap felly mengancam

__ADS_1


Kiky yang melihat itu menyunggingkan senyumnya


"Berani juga lo fa, haha" Celetuk kiky sambil terkekeh


"Ya gak berani kenapa gue? Sama-sama makan nasi"


"Yaudah, yuk ke kelas" Ajak kiky


Fafa dan kiky pergi menuju kelasnya, saat berbelok ke koridor kelas 11 fafa menghentikan langkahnya, kiky juga ikut berhenti. Kiky mengangkat sebelah alisnya melihat fafa yang menatap lurus kedepan dengan pandangan mata yang kosong


"Fa.." Panggil kiky sambil mengguncangkan lengan fafa, "Fa, are you okey?" Tanya kiky


"Ah, eh iya.." Jawab fafa gelagapan


"Ada apa fa?"


"Hmm, mending kita gak usah ke kelas dulu, kita ke ruang osis aja yuk!!" Ajak fafa lalu menarik tangan kiky. Kiky yang ditarik hanya mengikut saja.


Dari kejauhan lebih tepatnya di ujung koridor kelas 11 ternyata fafa sedang di perhatikan oleh sesosok hantu yang waktu itu mendorong fafa kejalan.


Fafa jalan dengan tergesa-gesa sampai kiky terpelanting karena ditarik oleh fafa.


"Faa.. bisa pelan sedikit gak? Gue capek..." Rengek kiky


"Duhh, gak bisa kii. Udah deh ikut aja"


"Emangnya kenapa sih?" Tanya kiky penasaran


"Nanti gue jelasin pas udah di ruang osis" Ucap fafa


Brakk


Fafa mendorong pintu ruang osis dengan begitu keras, hingga membuat seseorang yang ada di ruangan itu terlonjak kaget.


"Maaf ka!! Ka david ada gak ya?" Tanya fafa


"Hmm, david lagi ngasih arahan ke anak kelas 10" Jawab siswi itu


"Gue boleh nunggu di sini gak ka?"


"Makasih ka tiara" Ucap fafa sambil melihat name tag yang ada di baju siswi tersebut


Fafa dan kiky duduk di kursi yang ada di ruangan itu, nafas mereka masih ngos-ngosan.


10 menit fafa menunggu di ruang osis namun david tak kunjung datang, fafa merasa tenggorokannya kering begitu juga dengan kiky


"Duh.. ka david lama amat sih" Gerutu fafa


Seseorang masuk kedalam ruang osis dan menghampiri tiara yang sedang mengetik di laptopnya, "Tiara laporan yang gue minta udah selesai belum?" Tanya david


"Sedikit lagi. Oh iya, ada adik kelas yang nanyain lo tuh" Ujar tiara


"Siapa?"


"Gue liat name tag-nya si namanya ulfa"


"Dimana dia sekarang?"


"Tuh!!" Tiara menunjuk ke arah dimana fafa berada, david langsung menghampiri adiknya itu


"Fafa"


"Kaka" Fata langsung memeluk tubuh david


David melirik kearah kiky meminta penjelasan namun kiky menggidikan bahu


"Hey, kenapa?" Tanya david pelan


"Takutt"


"Bentar-bentar kaka telpon sidik dulu"


David mengeluarkan ponselnya dari saku celananya


"Halo, dik cepetan lo ke ruang osis"

__ADS_1


"...."


"Udah anak kelas 10, serahin aja sama si alvin"


"...."


Tuttt Tuttt


David memutuskan panggilannya, fafa masih saja memeluk tubuh david.


"Tiara" panggil david


"Iya, kenapa vid?"


"Bisa tolong gue? Tolong beliin air putih ya 2 pakai uang lo dulu, nanti gue ganti"


"Oh, okey" Tiara pergi meninggalkan david, fafa dan kiky diruang osis


Setelah kepergian tiara, sidik masuk dengan alis yang bertaut, kemudian dia menghampiri david


"Fafa kenapa vid?" Tanya sidik heran


"Gue juga gak tau, kiky juga gak tau, dia cuma bilang 'takut'. Gue gak tau apa yang dimaksud fafa" Ujar david


Kemudian sidik menarik tangan fafa agar melepas pelukannya dari david. Sidik melihat raut wajah fafa yang sangat ketakutan, tapi sidik tidak tahu penyebabnya apa?


"Fa, bisa lo cerita ke kita?" Tanya sidik lembut


Sebelum fafa cerita, tiara kembali keruang osis dengan membawa 2 botol air minum dan menyerahkannya ke david


"Nih minum dulu" Ucap david sambil memberikan air minun ke fafa dan juga kiky. Setelah itu fafa menaruh botol minum itu di meja yang ada di hadapannya.


"Sekarang kamu cerita ya" Perintah david


"Tadi aku sama kiky abis liat pengumuman pembagian kelas di mading, tadinya kita berdua mau ke kelas baru kita, nah pas aku sama kiky belok di koridor kelas 11 aku..." Fafa menjeda omongannya


"Aku apa fa?" Tanya sidik penasaran


"Aku liat dia di ujung koridor kelas 11, aku takut ka" Ucap fafa menunduk


"Dia.. dia siapa fa?" Tanya david


"Hantu yang mau nyelakain aku di taman belakang sekolah, dan yang dorong aku sampai aku jatuh ke jalan" Jelas fafa


"HA?" Ucap mereka bertiga terkejut, terkecuali tiara yang tidak tahu pembicaraan mereka. fafa hanya mengangguk


"Siapa sebenarnya hantu itu?" Gumam sidik


David melihat kearah tiara, "Kalo emang ada yang mau lo tanyain, ya! Tanyain aja gak usah ragu" Ucap david


"Eh, hehehe" Kekeh tiara


"Mau tanya apa?"


"Hmm, itu anu. Kok lo bisa deket banget sama fafa? Maksud gue sejak kapan lo deket sama fafa? Eh gimana ya? Ah, pokoknya gitu deh. Setau gue fafa ini murid baru semester dua tahun lalu kan?" Tanya tiara hati-hati


"Haha, gue sama fafa udah dari lama, bahkan gue sama dia satu rumah"


"M..maksudnya" Tanya tiara tidak paham


"Fafa adik gue" Celetuk david


"Hah, eh.. A..adik? Yang bener lo" Ucap tiara terkejut


"Yee gak percaya, Marga gue sama dia tuh sama. Sama-sama Mahendra!! Gue David Mahendra sedangkan fafa itu, Ulfa Mahendra" Jelas david


"Jadi fafa juga anaknya pak yusuf?" David mengangguk membenarkan pernyataan dari tiara.


Tiba-tiba saja, sidik bangkit dari tempat duduknya, "Gue keluar dulu" Ucap sidik. Namun saat hendak melangkahkan kakinya, sidik merasakan ada yang menahan tangannya. Sidik melihat siapa yang menahannya, dan itu adalah fafa.


"Kaka mau kemana?" Tanya fafa


"Gue mau keluar, sebentar aja kok"


"Gue boleh ikut?"

__ADS_1


"Lo disini aja sama yang lain, gue gak lama kok" Ujar sidik, fafa melepaskan tangan sidik.


__ADS_2