My Indigo

My Indigo
Cemburu?


__ADS_3

Pagi hari, yusuf dan yang lainnya sedang sarapan di meja makan. Yusuf mengernyitkan dahinya ketika tidak melihat keberadaan anak perempuannya itu.


"Fafa dimana?" Tanya yusuf


"Belum turun Pah." Jawab arum


"Biar sidik yang panggilin om, tante" Ujar sidik


Sidik bangkit kemudian dia pergi menuju kamar fafa, sidik masuk ke dalam kamar fafa yang ternyata masih dalam keadaan gelap hanya menyala lampu tidur saja.


Sidik menyalakan lampu kamar fafa, dan dia melihat fafa yang masih terlelap di bawah selimutnya dengan memeluk buku. Sidik mendekati tempat tidur fafa dan duduk di tepian kasur. Sidik mengambil buku itu dan meletakkannya di nakas


"Fa.. bangun, udah pagi" Ucap sidik, namun ada yang aneh ketika sisik menyentuh pipi fafa.


"Anget.." Gumam sidik


Sidik pergi meninggalkan fafa, dan kembali ke meja makan.


"Fafa mana dik? Kok lo keluar sendirian, katanya abis manggilin fafa" Tanya david


"Fafa demam, badannya anget banget" Ujar sidik


"Fafa demam?" Tanya arum, sidik mengangguk


"Yaudah, cepat habiskan sarapan kalian, terus langsung berangkat! Nanti telat" Ucap yusuf, "Mah, papa berangkat dulu" Lanjut yusuf


"Iya pah, hati-hati" Jawab arum


"Mah kita berdua juga berangkat ya!" Ujar david


"Yaudah kalian juga hati-hati"


"Kita berangkat ya, tan" Ucap sidik mencium tangan arum


David jalan terlebih dahulu menuju garasi mobil.


"Dik, lo yang nyetir mobilnya!" Ucap david melemparkan kunci mobil kepada sidik


Mereka berdua meninggalkan pekarangan rumah david, sidik mengendarai mobil david dengan kecepatan sedang. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit, akhirnya mereka sampai di sekolah. Sidik memarkirkan mobil david di tempat biasa david memarkirkan mobilnya.


Di sana sudah ada dery, kevin dan juga kiky yang sedang berdiri di kap mobil kevin. David menghampiri mereka bertiga disusul sidik.


"Lah, fafa mana ka?" Tanya kiky ketika tidak melihat keberadaan fafa


"Dia demam, jadinya gak masuk" Jawab david


Tak lama, tiara keluar dari dalam mobil hitam, dan ternyata dia di antar oleh papanya.


"Hai.." Sapa tiara


"Hai, yang" Jawab david, "Gak bawa mobil?" Tanya david


"Mobil aku di bawa mama"


"Menjomblo untuk sementara" Celetuk sidik


"Lah emang fafa kemana?"


"Fafa demam. Yaudah yukk!! Kita ke kelas aja" Ajak david...


"Yeeeyyy,,, gue punya temen jomblo.." Seru kevin sambil merangkul bahu sidik


"Jijik.."


Mereka semua tertawa melihat interaksi dua manusia itu.


***


 


 


"Anjiirrrr ulangan harian kali ini gue ngebleng parah" Grutu kevin


 


 


"Ah, lonya aja yang gak mau belajar" Cibir dery


 


 


"Gue udah belajar, tapi pas gue liat soal ampe belibet begitu, rumus yang ada di kepala gue buyar semua"


 


 


"Untungnya kepala lo gak botak" Celetuk sidik


 

__ADS_1


 


Di kelas sebelas, kiky sedang merapikan buku-bukunya. Dia memasukannya kedalam tasnya.


 


 


"Ki, si fafa kemana? Kok gak masuk?" Tanya anton ketua kelasnya


 


 


"Fafa sakit, jadinya gak masuk.." Jawab kiky.


 


 


Anton hanya menganggukkan kepalanya, "Yaudah ki, gue duluan ya. Gue mau ke perpus soalnya"


 


 


"Oh, okey"


 


 


Kiky menopang dagunya dengan kedua tangannya. Kiky merasa kesepian jika fafa tidak masuk sekolah. Tak lama, david dan yang lainnya datang menghampirinya


"Yuk! Kantin" Ajak dery


Kiky nampak menghela nafasnya kemudian bangkit dari kursinya.


"Kenapa? Hmm..." Tanya dery yang melihat kiky nampak murung


"Bete karena fafa gak masuk, aku di kelas kayak kambing congek" Ujar kiky


"Yaudah, sekarang mending kamu makan dulu! Pulang sekolah nanti kita jengukin fafa" Ucap dery, kiky mengangguk antusias.


***


 


 


 


 


"Ma.. buatin aku kue ya!!" Pinta fafa


 


 


"Iya! Nanti mama buatin. Tapi mama harus ke supermaket dulu! Soalnya bahan-bahannya habis" Ujar arum


 


 


"Okey mah. Oh iya, aku udah selesai! Aku ke taman belakang ya mah!"


 


 


"Yaudah, jangan lupa minum vitaminnya!"


 


 


"Iya mah"


 


 


Fafa meminum vitaminnya, kemudian dia langsung bergegas menuju taman belakang rumahnya sambil membawa beberapa makanan. Fafa duduk di ayunan sambil memainkan ponselnya. Tak lama andre muncul dan ikut duduk di samping fafa.


"Mumpung gak ada sidik jadi aku duduk di samping kamu" Canda andre


"Sembarangan aja lo" Balas fafa menoyor kepala andre, "Lah lo bisa jadi manusia ndre?" Tanya fafa terkejut


"Aku cuma berteleportasi aja" Jawab andre


Fafa menganggukkan kepalanya, "Oh iya ndre.."

__ADS_1


"Hmmm"


"Ajarin gue bela diri lagi.. yang kemarin belum cukup"


"Kamu lagi sakit fa, masa iya mau belajar bela diri" Larang andre


"Gue cuma demam ndre... Udah ayo gapapa" Ujar fafa menarik tangan andre.


"Kalau kamu kenapa-napa jangan salahin aku ya!"


"Iya iya, bawel banget si ah" Jawab fafa jengkel, "Eh tapi gue maunya, tanding sama lo! Jangan kayak kemarin-kemarin gue cuma main samsak doang" Jelas fafa


"Kalau ke pukul jangan nangis ya!"


"Gak akan!"


Fafa mulai berancang-ancang, bersiap untuk melawan andre. Begitu juga dengan andre. Mereka mulai menyerang satu sama lain, fafa melayangkan pukulan di wajah andre namun sayang andre dapat mengelak, kini andre yang melayangkan pukulan ke bagian perut fafa, sayangnya fafa dapat mengantisipasi itu.


Pertandingan masih terus berlanjut selama 10 menit, dari mereka belum ada yang merasa lelah sama sekali, namun sudah terdapat memar di bagian wajah andre dan di tangan fafa karena menahan serangan andre. Sampai suara mengintrupsi mereka supaya berhenti.


"Fafa...."


Fafa dan andre menoleh ke sumber suara..


"Kenapa? Eh ka tiara.." Jawab fafa


"Lo ngapain berantem di sini? Dan dia siapa?" Tanya tiara


Tak lama sidik dan yang lainnya datang menyusul kiky. Sidik memandang sinis andre.


"Dia siapa? Ganteng banget" Ucap kiky sambil melongo


Takk..


Dery menyentil dahi kiky, "Ada cangkul gak vid? Buat nyongkel orang yang matanya jelalatan padahal ada pacarnya di sampingnya" Sindir dery, kiky hanya nyengir kuda saja.


"Dia gurunya fafa" Celetuk sidik


"Lah, sejak kapan fafa punya guru bela diri? Kok gue baru tau ya!?" Tanya david


"Udah lama sih" Jawab fafa


"Fa, kalau gitu aku pergi dulu ya! Lumayan sakit nih pukulan kamu" Ujar andre


"Yaudah sana, makasih udah mau tanding sama gue" Ucap fafa


Tiba-tiba saja andre menghilang dari pandangan mereka.


"Dih, ***** dia ilang" Celetuk kevin


"Lah dia manusia kan? Tapi kok ilang gitu?" Tanya tiara tak percaya


"Dia bukan manusia" Celetuk sidik


"Lah, lo tau dia bukan manusia?" Tanya david


"Yaa gue tau"


"Yaah,, ganteng-ganteng tapi bukan manusia" Celetuk kiky, sontak dery memberi tatapan tajam untuk kiky.


Mereka menghampiri fafa yang sedang duduk di ayunan sambil meminum air minumnya.


"Fa! Kamu kan lagi sakit kenapa latihan bela diri?" Tanya sidik datar


"Iya, lo kan lagi sakit fa" Sambung kiky


"Abisnya suntuk di kamar terus, jadinya gue minta andre buat nemenin gue latihan" Jawab fafa


"Oh dia namanya andre, toh" Ucap kiky sambil mengangguk-anggukkan kepalanya


"Ekhem..." Kiky menoleh ke asal suara, kemudian cengengesan


"Kalian belum makan kan? Yaudah yuk kita makan" Ucap fafa


"Ayo, yaudah ayo kita masuk!" Ajak david


Mereka semua masuk kedalam, sementara fafa dia mengambil bukunya terlebih dahulu dan sidik menunggu fafa, namun saat fafa hendak melewati sidik, sidik menahan pergelangan tangan fafa.


"Kenapa?" Tanya fafa, namun sidik tidak menjawab, dia langsung melihat lengan fafa yang sedikit memar.


"Kenapa harus latihan kalau lagi sakit?" Tanya sidik datar


"Abisnya aku bosen di kamar, jadinya aku latihan buat ilangin rasa bosen aku"


"Gak mesti tanding segala kan?"


"Terus aku harus ngelakuin apa?" Tanya fafa


"Apa aja, asalkan jangan tanding kayak tadi" Ucap sidik dengan nada yang sedikit meninggi


"Tapi kan itu cuma tanding biasa"


"Yaudah terserah" Jawab sidik datar, kemudian pergi meninggalkan fafa.

__ADS_1


Fafa mematung di di tempat ketika sidik bersikap dingin kepadanya.


"Apa ka sidik marah sama gue?" Tanya fafa pada dirinya sendiri


__ADS_2