My Indigo

My Indigo
Pertemuan


__ADS_3

"Faa, sebentar lagi dery sampai kesini. Kamu sama dery dulu gapapa kan?" Tanua david


"Gapapa kok ka!!" Ujar fafa sambil menatap keluar jendela ruangannya


Ceklekk


Terdengar suara pintu terbuka, menampakkan wajah dery. Dia masuk dan meletakkan barang bawaannya di atas nakas


"Vid, gue bawain makanan buat lo" Ujar dery


"Tumben amat lo" Celetuk david


"Yeee gue bawain makanan di bilang tumben"


"Der,, gue titip fafa bentar ya!! Ada sesuatu yang harus gue beli di mini market" Ucap david


"Ya udah hati-hati, bro" Jawab dery


"Faa.. kaka pergi dulu ya, kamu sama dery"


"Iya ka, hati-hati. Oh iya aku titip roti bakar ya ka!! Plisss!!" Ujar fafa memohon


"Iya, nanti kaka beliin" Setelah mengatakan itu david pergi dari ruangan fafa.


Dery menghampiri fafa yang sedang duduk di kursi roda, dery ikut melihat keluar jendela. Dery memperhatikan fafa, dia melihat masih ada perban yang melilit di kepala fafa.


"Jangan liatin gue kaya gitu ka..." Celetuk fafa


Dery langsung gelagapan, dirinya ketahuan sedang memperhatikan fafa.


"Kenapa? Kaka kaget? Apa kaka lupa aku ini siapa?" Ujar fafa


"Ee...eh i..iya, maaf ya gue merhatiin lo" Ucap dery gugup


"Yaa gapapa si ka, selaw aja!!" Ujar fafa santai


"Oh iya gue boleh tanya fa?"


"Hmmm" Fafa hanya menjawab dengan bergumam


"Jadii.. indigo itu kaya gimana sih?" Tanya dery penasaran


"Beneran kaka mau tau?" Fafa malah balik tanya

__ADS_1


"Iya, abisnya penasaran. Kaka tanya sama sidik tapi gak di jawab" Kata dery mendengus


"Awalnya gue takut setiap kali gue liat hantu. Tapi lama kelamaan jadi terbiasa,  gue sering denger suara tangisan, dan ketawa seseorang, bahkan nih ya ka! Gue sering ngeliat hantu yang wujudnya benar-benar udah hancur, gue aja sampe gak kuat ngeliatnya, wajah hancur, mata yg seakan-akan mau keluar, darah dimana-mana dan yang paling gue gak suka, bau busuknya itu loh ka, yang bikin gue mual" Ujar fafa sambil bergidik ngeri, begitu juga dengan dery,


"Setiap malam gue susah banget tidur ka! Benar-benar di gangguin terus deh, yaa!! Mending kalau hantunya baik! Kadang gue ketemu sama hantu yang jahat!!" Lanjut fafa


"Terus kan lo itu bisa liat masa depan dan masa lalu seseorang, bahkan bisa baca pikirannya juga. Tapi kenapa sidik gak bisa ngelakuin itu semua?" Tanya dery tambah penasaran


"Gak semua anak indigo itu sama, ka!!. Ada yang hanya bisa liat hantu dan berkomunikasi dengannya, ada juga yang seperti gue, yang bisa liat masa depan dan masa lalu seseorang dan juga bisa baca pikiran orang" jelas fafa


Fafa melihat ke pojok ruangan, disana ada hantu cantik yang sedang memperhatikannya, tapi hantu tersebut melihat kearah mereka dengan tatapan mata yang sendu. Dia penasaran dengan hantu tersebut. Apakah dia punya urusan dengan fafa atau dery? Sekelebat ide muncul di kepala fafa.


"Oh iya!! Kaka mau liat seseorang? Dia orang yang sangat cantik" Ujar fafa


"Siapa? Dan dimana dia?" Ucap dery antusias


"Sekarang kaka ikutin arahan gue, kaka genggam tangan gue!! Lalu kaka pejamkan mata kaka" Jelas fafa


Dery langsung mengikuti arahan fafa, dia menggenggam tangan fafa dan kemudian memejamkan matanya, fafa juga melakukan hal yang sama. Kemudian fafa memejamkan matanya. Dia memfokuskan fikirannya, sama halnya yang dirinya lakukan kepada david waktu itu.


Fafa membuka matanya perlahan, "Sekarang kaka buka mata kaka pelan-pelan" Titah fafa


Dery membuka matanya dengan sangat perlahan.


"Kaka lihat ke pojok situ, apa yang kaka lihat" Perintah fafa, dery langsung mengarahkan pandangannya ke arah yang telah di tunjukkan fafa


Tanpa disadari air mata dery mengalir begitu saja, dikala melihat orang yang sangat dia rindukan, orang yang selama empat tahun ini telah meninggalkan dirinya, orang yang begitu ia sayangi.


"Ka dinda..." Gumam dery, fafa bisa mendengar itu. Fafa langsung membulatkan matanya saat dery menyebut dinda dengan embel-embel 'Ka'. Yaa!! Hantu itu adalah dinda


"Haii, dek" Sapa dinda


"Enggak mungkin,, ini bukan ka dinda, gak mungkin" Ucap dery sambil menggelengkan kepalanya


Fafa semakin di buat bingung oleh keduanya. Dia melihat kearah dery dan dinda bergantian.


"Kenapa ka dery manggil dinda pakai sebutan 'ka', dan dinda manggil dery pake sebutan 'dek'.. sebenarnya ada apa ini?" Batin fafa


Dinda menghampiri dery dan juga fafa, dery masih diam membeku di tempat, pandangannya lurus kedepan dan air mata yang masih mengalir di pipinya, lidahnya terlalu kelu untuk mengucapkan sepatah kata apapun lagi.


"Haaii.. faa...." Sapa dinda


"Hai juga" jawab fafa dengan tersenyum

__ADS_1


"Ka dery..? Kaka baik-baik aja kan?" Tanya fafa sedikit khawatir


Bruukkkk


Dery langsung jatuh terduduk ditanah, kakinya sudah tidak kuat menopang tubuhnya. Butuh waktu untuk dery tersadar dari keterkejutannya. Dery mendongak menatap manik mata dinda.


"I..ini b..beneran k...ka dinda?" Tanya dery, dinda langsung mengangguk, "Tapi bagaimana bisa?" Kata dery pelan


"Karena fafa sudah membuka mata batin kamu, sehingga kamu bisa liat dan bicara sama kaka" Ujar dinda


"Tapi kenapa kaka ada di sini?"


"Fafa yang membawa kaka bisa sampai kesini dan bertemu dengan kamu, semenjak kaka lihat kamu, kaka selalu memperhatikan kamu baik itu dirumah maupun di sekolah" Jelas dinda


Dery menoleh kearah fafa, fafa yang masih tidak mengerti hanya menjadi pendengar saja.


"J..jadi selama ini k..kaka ada bersama ku?" Tanya dery tidak percaya, dinda mengangguk


"Tunggu-tunggu!!" Ucap fafa yang mulai mengerti dengan keadaan ini, "Jadi.... Ka dery ini adik lo?" Tanya fafa


"Iya fa, dery adik aku" Jawab dinda


Degg


Fafa menundukkan kepalanya, air matanya tanpa di perintahkan tiba-tiba saja menetes, jadi selama ini adik dinda itu ada di dekatnya? Bahkan adiknya dinda itu teman kakaknya yaitu dery.


"Tapi kenapa kaka ada disini? Lalu ayah sama ibu dimana ka... Hikksss" Tanya dery


"Kaka masih punya tugas disini, kaka harus membalaskan dendam atas kematian ibu dan ayah, mereka tidak bisa kesini karena mereka sudah berada di tempat yang sangat indah" Celetuk dinda


"Kalau gitu, biar aku yang membalaskan dendam ayah, ibu dan kaka" Ujar dery


Fafa mendongakkan kepalanya mendengar ucapan dery


"Jangan!! Tugas kamu hanya belajar dan menjalankan kehidupan kamu dengan sewajarnya, urusan membalaskan dendam ayah dan ibu biar kaka yang menyelesaikannya. Dan kaka bersyukur, saat itu kamu tidak ada dirumah, jadi kamu bisa selamat." Ujar dinda sambil tersenyum


"Kaka tidak bisa berlama-lama disini, kaka harus pergi. Jaga diri kamu baik-baik" Lanjutnya. Seletah mengucapkan itu, dinda pergi menghilang


"Kaka...!!! Ka.. dindaa..." Panggil dery, namun dinda sudah pergi menghilang. Dery menangis dengan menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


Fafa yang melihat itu pun merasa iba. Dia menyentuh puncak kepala dery dan memejamkan matanya untuk menormalkan penglihatan dery kembali.


David datang dengan membawa roti bakar pesanan fafa, dia mengernyitkan dahinya bingung, pasalnya saat dirinya pergi dery tidak menangis, tapi saat dia kembali dia melihat deri sedang sesegukan di samping fafa, dan fafa mencoba menenangkannya.

__ADS_1


"Dery lo kok nangis?" Tanya david, lalu pandangannya tertuju kepada fafa yang terlihat habis nangis juga, "Loh dek, ini kenapa sih? Dery nangis dan kamu juga kayaknya abis nangis?" Lanjut david


Fafa menceritakan apa yang terjadi selama david pergi. Penyebab menangisnya dery, david sangat terkejut mendengar semua cerita dari adiknya itu. Dia tidak menyangka bahwa dinda adalah kakak dari temannya yaitu dery, selama ini dery tidak pernah menceritakan tentang kakaknya itu.


__ADS_2