
Mereka semua nampak kebingungan apa lagi david dan teman-temannya. Pasalnya dia bisa melihat dinda walaupun tanpa mata batin. Ditambah dengan raut wajah dinda yang menampakkan aura kebencian setelah melihat Mr. Susilo.
"Ada urusan apa kau, jack!" Seru dinda tiba-tiba
"Jack..?" Gumam fafa. Ia nampak kebingungan dan nampak sekali sedang mengingat-ingat, sepertinya dia pernah mendengar nama tersebut. Tapi dimana?
"K..kau...!?" Cicit Mr. Susilo
" Ya!! Ini aku yang orang tuanya telah kamu bunuh 5 tahun lalu" Ujar dinda. Mereka semua membulatkan matanya ketika mendengar perkataan dari dinda. Apa lagi dery yang begitu terkejut mendengar itu.
Ikatan di tangan mereka telah berhasil mereka lepaskan.
"Dan asal kalian tahu, nama Aldi Waryo Susilo itu hanya nama samarannya, untuk menghindari dari kejaran polisi. Nama yang sebenarnya adalah Jack Aldric" Jelas dinda.
"Dan wanita itu..." Dinda berjalan mendekat kearah wanita yang sedang di pegangi oleh fafa. Kemudian dinda mencekik wanita tersebut sampai berubah ke wujud sebenarnya.
Fafa langsung melepas pegangan tangannya dari wanita tersebut. Dinda terus mencekik wanita, ah.. bukan melainkan hantu yang merubah wujudnya menjadi manusia. Mereka semua yang ada di sana di buat terperangah ketika melihat perubahan wanita yang di cekik oleh dinda. Wanita itu yang awalnya seperti model dan memiliki wajah yang cantik, kini berubah menjadi sesosok hantu yang paling mengerikan di muka bumi. Dengan wajah yang sudah tidak berbentuk, kepala yang terbelah jari-jari tangan yang terputus, ulat dan belatung memenuhi wajahnya. Dan jangan lupa dengan bau yang sangat tidak enak.
Dinda terus mencekik hantu tersebut sampai hantu itu menghilang.
"Jadi.. dia bukan manusia?" Tanya sidik
"Bukan! Dia bukan manusia. Melainkan peliharaannya jack si keparat itu!" Ujar dinda sambil menunjuk kearah jack.
"J..jadi kau ini anaknya adnan?" Tanya jack
"Ya!! Aku adalah anak dari pasangan adnan dan juga fatmah" Ucap dinda seraya berjalan mendekat ke arah dery.
"Dan ini adikku, dery." Kata dinda memegang bahu dery. Dery menatap kakanya itu tidak percaya.
"Beruntung kala itu adikku tidak ada di rumah, jadi setidaknya masih ada salah satu keluarga ku yang selamat, tapi aku merasa sedih melihatnya harus hidup sendirian, ketika teman-teman se-usianya sering menghabiskan waktu liburannya bersama keluarganya. Namun, dia menghabiskan waktu liburannya untuk bekunjung ke makam kami." Ucap dinda lirih, "INI SEMUA GARA-GARA KAMU JACK!!" Teriak dinda marah
"Gara-gara keserakahan kamu, aku dan kedua orang tuaku mengalami nasib seperti ini. Jika saja dulu kamu tidak membunuhku dan orang tua ku, mungkin kami masih bisa berkumpul di rumah itu. Kau biadab jack!! KAU BIADAB!!"
"BRENGSEKK...!!!" Umpat dery langsung menyerang jack dengan pukulan yang bertubi-tubi, namun dery langsung di tarik paksa oleh sidik dan juga david.
Jack tersungkur di lantai dan mengusap sudut bibirnya yang berdarah akibat di pukul dery.
"Sakit jack?" Tanya dinda, "Sakit itu gak seberapa dengan rasa sakit hati keluarga ku yang telah kau bunuh!!"
Fafa berjalan mendekati jack yang sedang berusaha bangkit, fafa memandang tajam ke arahnya, "Lo yang udah bunuh orang tua dinda, dan juga dinda! Dan sekarang lo mau bunuh keluarga gue juga?" Tanya fafa.
"Cara lo kampungan!" Lanjut fafa dengan nada mengejek
Tiba-tiba saja jack mengeluarkan pisau lipat yang lainnya dan langsung mengayunkannya ke perut fafa.
__ADS_1
Srett.....
Fafa meringis ketika pisau itu berhasil melukai perutnya dan mengeluarkan darah. Langsung saja fafa menendang perut jack dengan sangat kencangnya. Sedangkan jack, masih terus menyerang fafa dengan pisaunya. Saat jack kembali memiting leher fafa dan mengarahkan pisau lipat itu ke lehernya, fafa langsung menahan pisau itu dengan tangannya. Sontak tangan fafa juga ikut terluka.
Tanpa berpikir panjang, fafa menyikut rahang jack dan berbalik untuk meninju wajah jack yang sudah babak belur akibat pukulan dari dery.
Mereka yang melihat itu merasa khawatir dengan fafa, ingin sekali david dan juga sidik membantu fafa, namun, andre dengan cepat mencegahnya.
Bugg....
Krekk...
Fafa meninju tulang hidung jack sampai-sampai tulang hidungnya seperti patah. Fafa dapat mendengar itu. Jack kembali tersungkur di lantai.
Fafa membalikkan badannya ketika melihat jack yang sudah tidak berdaya. Namun, diluar prediksi fafa, jack malah mengeluarkan sebuah pistol yang ia selipkan di samping celananya.
Ada yang menyadari ketika jack mengarahkan pistol itu ke arah fafa. Langsung saja ia berlari menuju fafa
Dorr...
Mereka semua terkejut ketika terdengar suara tembakan, fafa tersungkur ke lantai berdua dengan seseorang. Fafa langsung menoleh ke sampingnya dan melihat kiky yang ikut tersungkur bersamanya. Mereka membulatkan matanya ketika melihat kiky mengeluarkan banyak darah dari perutnya. Dan ternyata kiky lah yang terkena tembakan dari jack
"Kiky... Bangun!! Kenapa lo ngelakuin ini?" Ucap fafa sambil menepuk-nepuk pipi kiky. Mereka berlari menghampiri kiky dan juga fafa.
Tiba-tiba saja dinda yang melihat itu melesat dengan sangat cepat, menyerang jack ketika jack kembali mengarahkan pistolnya ke arah fafa.
Jack meninggal di tangan dinda, dengan mata yang melotot dan mulut mengeluarkan darah.
"Ka david.. cepat bawa kiky!!" Ucap fafa setengah berteriak
Langsung saja dery menggendong kiky menuju mobilnya. Sidik membantu fafa keluar dari rumah tersebut.
Fafa sudah tidak memikirkan luka yang ada di tubuhnya. Yang ada di fikirannya saat ini adalah keselamatan kiky...
***
Di koridor rumah sakit milik keluarga mahendra, mereka semua berlarian mengikuti suster yang membawa brangkar kiky. Kiky harus menjalani operasi karena adanya peluru yang masuk ke dalam perutnya. Sementara andre dan dinda tidak ikut bersama mereka.
__ADS_1
Mereka semua sampai di depan ruang operasi, dan harus menunggu di luar. Dery nampak cemas ketika melihat brangkar kiky di dorong masuk ke dalam ruang operasi. Yang lainnya juga cemas akan keselamatan kiky.
"Aakkhh....." Pekik fafa.
Mereka semua lupa kalau bukan hanya kiky yang terluka, melainkan fafa juga. Fafa memegangi perutnya yang masih mengeluarkan darah.
Tiba-tiba saja tubuh fafa limbung, kalau saja tidak di tahan oleh sidik mungkin fafa sudah jatuh ke lantai. Sidik langsung menggendong fafa di ikuti david dan juga tiara.
Tiara melihat suster suster yang baru saja keluar dari ruangan dan langsung memanggilnya.
"SUSTER..!!!" Panggil tiara, suster itu pun menoleh dan langsung terkejut melihat fafa yang sedang di gendong oleh sidik.
Suster itu mengambil kursi roda yang ada di samping meja kasir, dan langsung membawa fafa menuju IGD rumah sakit.
David, tiara dan juga sidik duduk di depan ruang IGD, menunggu fafa yang sedang di tangani oleh dokter. Begitu juga dengan dery dan kevin, dia sedang menunggu di depan ruang operasi.
__ADS_1
Kini fafa dan juga kiky sedang berjuang untuk bertahan hidup. Mereka berdua sama-sama dalam kondisi yang sangat serius. Bedanya kiky mengalami luka akibat tembakan sedangkan fafa mengalami luka akibat sayatan pisau di perut, lengan dan telapak tangannya.