My Indigo

My Indigo
Sepi


__ADS_3

Siang harinya, kini mereka semua berangkat mengantar sidik dan juga okta ke bandara. Sampai di bandara, fafa terus saja menggenggam tangan sidik dengan erat. Mereka semua duduk di kursi panjang bandara.


Seketika terdengar panggilan dari pengeras suara memberitahukan jika pesawat yg menuju swedia akan segera berangkat. Mereka semua bangkit dari duduknya.


"Hati-hati ya bro!! Sering- sering main ke indonesia" Ucap dery sambil memeluk sidik sebentar


"Jangan lupain kita ya! Walaupun disana lo punya temen atau sahabat baru, jangan pernah lupain kenangan kita, jangan pernah lupa kalau kita pernah pipis bareng" Ujar kevin


"Sialan lo, siapa juga yg pernah pipis bareng sama lo!" Cibir sidik


"Jaga diri lo baik-baik disana!! Walaupun lo kembali lagi ke tanah kelahiran lo, jangan pernah lupa kalau lo dibesarin di indonesia. Tenang aja, ade gue bakal nunggu lo terus!" Jelas david. Kemudian memeluk sahabatnya itu.


Kemudian sidik melihat kearah fafa, dan menggenggam tangan kekasihnya itu.


"Kamu gak boleh nakal ya disana! Jaga kesehatan, jaga pola makan, jagain juga okta. Sering-sering kabarin aku! Ini kali pertamanya aku LDRan. Jangan mudah kepicut sama cewek-cewek di sana" Ucap fafa


Kemudian dia beralir ke okta, "Jaga diri lo baik-baik ya! Kalau dia nakal, langsung lapor ke gue. Okey!!" Ujar fafa, okta tersenyum


"Oke ka, siaapp!!" Jawab okta sambil mempraktekan gerakan hormat.


"Yaudah sana cepetan pergi! Nanti ketingalan pesawat" Seru fafa.


"Jaga diri kamu baik-baik disini, dan jaga ini untuk aku" Ucap sidik sambil menuntun tangan fafa menunjuk hati fafa. Fafa hanya mampu menjawab dengan menganggukkan kepala.


"Gue pamit ya!! Salam buat yang lainnya!!" Cicit sidik


Kemudian sidik dan okta pergi dengan menyeret koper milik mereka.


"KA SIDIKK...!!!!!" Panggil fafa, kemudian sidik pun menoleh dan mendapati fafa yg sedang berlari kearahnya.


Langsung saja fafa memeluk sidik erat, dan sidik pun membalasnya. Mereka berdua tenggelam pada perasaannya masing-masing, sidik dan fafa saling menyalurkan rasa sayangnya. Fafa tidak mau melepas pelukannya begitu juga dengan sidik.


"Tolong!! Kembali untuk aku!" Pinta fafa, "Aku sayang sama kamu"


"Aku juga sayang sama ku fa!" Balas sidik


Tak lama fafa melepas pelukannya dan menatap sidik dengan air mata yg mengalir di pipinya, bahkan baju sidik pun dibuat basah oleh fafa.


"Yaudah sana, nanti ditinggal pesawat!" Ucap fafa. Sidik mengangguk kemudian menyeret kopernya lagi.


"Ayo ta!!" Ajak sidik


Fafa masih memandangi kepergian sidik sampai akhirnya punggung sidik perlahan-lahan menghilang.


***


 


 


Baru 1 bulan setelah kepergian sidik pindah ke swedia tapi fafa merasa seperti 1 tahun. Fafa makin merasa kesepian karena kakaknya david telah pergi juga ke jerman bersama tiara, papanya juga ikut untuk mengurus pendaftaran kakaknya itu.


 


 


Sepi...


 


 


Itulah yang ia rasakan saat ini. Masalah komunikasi dengan sidik, saat ini masih lancar-lancar saja. Tapi itu tidak bisa mengobati rasa rindunya pada sidik.


 

__ADS_1


 


Saat ini fafa sedang berada di dalam kamarnya, sekarang fafa sudah kelas 12, dan berarti dia harus belajar lebih giat lagi.


 


 


"Galau aja bu!!" Tiba-tiba saja ada yang berbicara seperti itu di belakang fafa. Sontak fafa langsung menoleh.


 


 


"Andreee!!!!" Seru fafa setengah berteriak, "Ini beneran lo? Tapi kok bisa?" Tanya fafa heran


 


 


Yaa!!


 


 


Yang berbicara seperti itu adalah andre, si hantu tampan yang dulu selalu ribut dengan dinda. Oh iya!? Ngomong-ngomong soal dinda! Bagaimana dia sekarang ya? Apakah dia sudah tenang disana?


 


 


"Lo beneran andre kan? Lo bukan hantu yang nyamar jadi andre si hantu ngeselin itu kan!?"


 


 


 


 


"Lo kemana aja? Setelah kejadian itu, lo ngilang gitu aja!"


 


 


"Aku gak kemana-mana. Soal aku ngilang!? Itu karena saat itu tugas aku udah selesai, makanya aku udah gak pernah muncul lagi di hadapan kamu"


 


 


"Lah, terus ngapain lo ke sini lagi? Seharusnya lo udah tenang di alam sana kan?"


 


 


"Aku mau nemenin orang yang baru aja di tinggal pacarnya" Seru andre


Fafa mengerutkan keningnya bingung, setelah sepersekian detik fafa menyadari satu hal.


"Andreeee.... Sialan lo!!!" Ucap fafa kesal sambil melempar pulpen yang sedang ia pegang. Tapi andre malah menghilang.

__ADS_1


"Sialan lo ndre!! Awas aja lo" Gumam fafa mengancam


***


 


 


Pagi harinya, fafa berangkat sekolah menggunakkan mobil dan tentu saja kali ini dia ditemani andre yang duduk di bangku belakang.


"Ndre!! Gue boleh tanya sesuatu ke lo?"


"Mau tanya apa?"


"Apa lo gak mau balik ke alam lo? Bukannya gak baik ya kalau hantu berlama-lama di dunia manusia?"


"Aku masih kepengen disini!! Lagi pula setiap aku balik ke alamku, pasti aku akan datang lagi kesini buat bantu kamu!" Jelas andre


"Tapi mau sampe kapan lo kayak gini? Apa lo gak mau arwah lo tenang?"


"Ntah lah, tapi pastinya nanti juga aku bakalan balik ke alamku sendiri untuk selama-lamanya. Tinggal nunggu waktu aja"


Fafa menganggukkan kepalanya. Tak terasa dia sudah sampai di sekolah. Fafa turun dari mobilnya, dan seketika melihat feri yang sama-sama baru datang.


"Feri..!!!" Teriak fafa kemudian menghampiri feri yang tak jauh darinya.


"Eh, lo fa! Kirain gue siapa!?" Ucap feri, mereka berjalan bersama menuju kelas yang kebetulan kelas mereka bersebelahan.


Banyak sekali yang memperhatikan mereka berdua, tak jarang ada yang terang-terangan mengakui kekagumannya dengan feri dan juga fafa.


"Fer, gue duluan ya!" Ucap fafa ketika mereka sampai di depan kelas fafa.


"Oke!" Feri pun pergi menuju kelasnya.


Di dalam kelas, fafa tidak menemukan kiky. Mungkin anak itu belum sampai. Fafa menaruh tasnya di atas meja.


"Tan, kalau si kiky udah dateng terus nyariin gue, bilang aja gue ke perpus bentar ya!" Ucap fafa kepada teman sekelasnya.


"Oke, nanti gue sampein ke dia"


Lalu kemudian fafa pergi meninggalkan kelas, fafa berjalan seorang diri. Ia menuju perpustakaan untuk meminjam beberapa buku disana. Setelah itu, ia kembali ke kelas


"Astaghfirullah..."


Fafa terkejut ketika ia berbelok di koridor, fafa melihat hantu yang tidak jauh di tempat ia berdiri sekarang. Bulu kuduk fafa merinding karena hantu tersebut terus memperhatikan fafa.


Dengan ragu, fafa melanjutkan langkahnya melewati hantu tersebut. Ketika fafa berada tepat di hadapan hantu itu, fafa menekap hidungnya karena tidak tahan dengan bau yang di keluarkan oleh si hantu.


"Uwweekkkk!!!!" Fafa merasa mual, ia tidak tahan dengan baunya. Langsung saja fafa mengeluarkan jurus seribunya. Seribu langkah untuk berlari.


"Anjirr... Itu hantu apaan sih bau banget!! Gue yakin, walaupun di pakein parfum termahal pun gak bakalan ilang dia baunya" Gerutu fafa ketika sampai di kelasnya.


"Lo kenapa sih fa?" Tanya kiky yang merasa heran dengan fafa


"Itu tadi waktu gue abis dari perpus, pas gue belok di koridor, gue liat hantu. Anjirrr serem banget udah gitu liatin gue terus. Eh pas gur jalan terus deket sama dia, itu baunya aduuuhhh.... Sampe gak tahan gue. Nih ya!! Gue yakin walaupun itu hantu di pakein parfum 30 botol juga gak bakalan ilang baunya" Jelas fafa


Kiky bergidik ngeri mendengar cerita fafa.


"Terus lo ke perpus pinjem buku apaan?" Tanya kiky


"Gue pinjem ini" Jawab fafa sambil memperlihatkan beberapa buku pada kiky


"Anjirr.. nanti pas kuliah lo mau ambil jurusan ini?" Tanya kiky tidak percaya


"Iya"

__ADS_1


"Gue kira lo gak tertarik sama yang beginian" Celetuk kiky. Namun fafa menggidikkan bahu acuh.


__ADS_2