
Sesuai rencana, kini fafa dan yang lainnya berlibur di villa milik papanya. Disana juga ada sidik, dia pulang dari rumah omanya sehari sebelum keberangkatan liburan mereka.
75 menit mereka menempuh jarak waktu untuk sampai ke villanya.
"Eh, den david sama non fafa" Sapa pak dadang
"Hehe iya pak dadang. Fafa dan yang lainnya mau liburan di villa papa" Jawab fafa
"Yasudah ayo masuk" Pak dadang membukakan pintu gerbang untuk mereka semua.
Fafa melihat banyak sekali hantu-hantu yang berkeliaran di halaman villa milik papanya itu, ada juga yang sedang berada di balkon dan juga taman depan villa. Sidik juga melihat itu, berbagai macam hantu berada disana. Namun sidik tidak memperdulikannya.
"Anjiirrr, villanya gede bangat ini vid?" Celetuk kevin
"Yee biasa aja kali, gak usah segitunya" Ucap david
"Bagi lo biasa, tapi bagi gue luar biazah" Kata kevin lagi sambil mengedarkan pandangannya. David memutar bola matanya malas
"Yaudah, fafa mau kekamar dulu ya!! Kiky ayo" Ucap fafa, "Kalo kalian mau pergi ke kamar juga, yaudah terserah mau kamar yang mana aja. Disini ada 3 kamar" Lanjut fafa
"Oke, gini aja!! Gue satu kamar sama sidik, dan dery sama kevin" Ujar david
"Kok gue sama si curut sih?" Ucap dery tidak terima
"Yaudah terserah lo, lo lebih milih tidur di luar, atau di kamar sama si kevin" Ucap david
"Oh iya, kalau lo pilih tidur di luar, gapapa sih, tapi tadi sebelum masuk ke dalam gue liat banyak banget hantu di luaran sana. Gue sih ogah" Celetuk sidik
"Ihhhh, gak mau gue gak mau. Yaudah gue tidur bareng kevin"
"Gitu doang susah amat lo, nyet" Ujar kevin
Mereka semua pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri, fafa menaiki tangga dibantu oleh david. Sedangkan kiky membawakan barang-barang milik fafa dan juga miliknya, begitu juga dengan kevin dan dery dia membawa barang-barang milik mereka dan juga milik david. Sidik mengekor di belakang.
Fafa dan yang lainnya beristirahat di kamar mereka masing-masing. Fafa duduk di atas tempat tidurnya, sedangkan kiky sedang merapihkan pakaiannya dan juga pakaian milik fafa.
"Ki.. udah istirahat aja dulu, barang-barang gue biar nanti gue aja yang beresin" Ucap fafa
"Udah lah biarin, udah nanggung lagian juga" Kata kiky
"Tapi kan lo belum istirahat kii..."
"Udah! Lo diem aja duduk manis di atas kasur, okey!! Gak ada bantahan"
Fafa tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia menuruti omongan kiky. Dia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar.
__ADS_1
"Masih sama" Gumam fafa. Ia bangkit dari kasurnya, dan berjalan menggunakan tongkat menuju balkon kamarnya. Udara yang sejuk membuat fafa merasa nyaman berada disini.
"Aku boleh kan ikut liburan juga sama kalian?"
Fafa langsung menoleh ke asal suara, ternyata dinda. Dia juga datang ke villa ini.
"Hmmm..."
"Yaudah ah, aku mau liat adik aku dulu. Bye bye" dinda menghilang, fafa sendiri lagi di balkon kamarnya.
Didalam kamar lain, mereka berempat sedang berkumpul. Membicarakan apa yang akan mereka lakukan saat berada di sini.
"Gimana kalau kita ke air terjun?" Usul kevin
"Ide bagus, besok kita kesana" Ujar david
Sidik hanya jadi pendengar, dia ikut aja apapun yang teman-temannya rencanakan. Namun pandangan sidik tak sengaja melihat dinda yang sedang memperhatikannya dari pintu kamar yang terbuka. Ketika pandangan mata mereka bertemu, dinda langsung pergi.
"Ada yang aneh sama si dinda itu" Kata sidik dalam hati
"Eh, gue keluar dulu ya!!" Ujar sidik
"Mau kemana lo?" Tanya dery
"Sidang paripurna" Jawab sidik asal
"Dinda!" Panggil sidik
Dinda berbalik menghadap sidik, "Ada apa?" Kata dinda dengan mata yang berkaca-kaca
"Lo ngapain disini? Dan kenapa lo kaya nahan nangis gitu?"
"A..aku cuma pengen ikut kalian aja! Siapa bilang aku nahan nangis" Ujar dinda
"Ya gue yang bilang oncom, siapa lagi?" Ucap sidik geram, "Lo sebenernya kenapa sih? Sepertinya cuma gue disini yang gak tau permasalahan lo itu apa? Apa yang lo sembunyikan?" Lanjut sidik
"Jadi fafa dan yang lainnya belum cerita?" Tanya dinda,
sidik menggeleng, "Sebenarnya ada apa? Gue bukan dukun yang bisa nebak situasi" Ujar sidik
"Oke oke, aku cerita lagi deh!" Ucap dinda mendengus pasrah
Dinda menceritakan semuanya, menceritakan siapa dirinya, keluarganya, dan penyebab meninggalnya dia. Sidik hanya mendengarkan cerita dinda, tanpa mau memotong cerita tersebut.
"Jadi kenapa lo masih ada disini? Bikin sempit dunia aja"
__ADS_1
"Balas dendam" Celetuk dinda
"Kenapa harus balas dendam? Lo kan tau balas dendam itu gak boleh"
"Gak ada alasan untuk itu, dan disini aku pengen jagain adik aku"
"Siapa?" Tanya sidik penasaran
Dinda tersenyum, kemudian langsung menghilang. Sidik mengedarkan pandangannya mencari keberadaan dinda, nanum dinda tidak ada.
"Siapa adiknya dinda itu? Dia bilang keluarganya meninggal semua?" Gumam sidik
Kemudian sidik memasuki villa dengan berlari, dia langsung menuju kamar fafa.
Brakk
Sidik membuka pintu kamar fafa dengan sangat kencang, membuat dua orang wanita itu terlonjak kaget. Sampai-sampai hantu yang ada di dalam kamar, dan di balkon kamar pun ikut terkejut. Fafa mengernyitkan dahinya bingung, sidik masih sibuk mengatur nafas sedangkan kiky mengambilkan minum untuk sidik.
Sidik berjalan kearah fafa yang sedang duduk di atas kasurnya.
"Lo kenapa si ka? Abis dikejar setan genit?" Tanya kiky, sidik menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya
"Woyy dik, lo mau bikin villa bokap gue rubuh? Untung kokoh" Celetuk david yang baru saja masuk di ikuti dery dan juga kevin yang mengekor di belakang
"Kayaknya cuma gue ya disini yang gak tau apa-apa?" Ucap sidik
"Maksudnya?" Tanya david polos
"Siapa adiknya dinda yang masih hidup?"
Degg
Pertanyaan sidik sukses membuat dery menegang, dia menunduk pandangannya menjadi kosong.
Fafa dan yang lainnya langsung melihat kearah dery yang termenung disana, terkecuali sidik. Dia masih saja memandangi fafa.
"Ka.. dery... Adiknya dinda ka dery" Ujar fafa yang masih melihat lurus kearah dery
Sidik langsung menoleh, melihat dery yang tertunduk dengan sorotan mata yang sendu. Sidik menghanpiri dery dan langsung mendekap tubuh sahabatnya tersebut. Dery menangis dalam diam di pulakan sidik.
Sidik melepas pelukannya dan memegang kedua bahu dery, "Kenapa lo gak cerita dari dulu ke kita-kita? Kita ini sahabat lo der!! Kenapa lo memendam masalah lo sendiri?" Ucap sidik. Dery tidak menjawab.
"It's okey, kalau lo gak mau jawab gapapa, yang jelas sekarang lo punya kita-kita disini, lo gak usah merasa sendirian. Kita ini keluarga, okey!!" Ujar sidik lagi, dery mengangguk
"Yaudah mendingan sekarang kita makan yuk! Istrinya Mang dadang udah masakin buat kita" Ucap david
__ADS_1
Mereka semua keluar dari kamar fafa, di balik jendela ada dinda yang memperhatikan mereka semua.
"Kaka seneng, kamu bisa dapet teman sebaik mereka dek" ucap dinda